- Beranda
- The Lounge
HARTA YANG BISA DIBAWA MATI
...
TS
PopyNovita14
HARTA YANG BISA DIBAWA MATI
HARTA YANG BISA DIBAWA MATI

"Mumpung masih muda, belum menikah, belum punya anak, jadi habiskan masa mudamu untuk bersenang-senang. Makan-makan, jalan-jalan, beli ini itu sesuai keinginan, nongkrong bareng temen-temen, dan sebagainya. Soalnya kalau sudah menikah, ada anak, boro-boro jalan-jalan, ke kamar mandi lima menit aja, ditangisin. Mau jalan-jalan atau makan-makan, mikir berkali lipat, mending uang buat beli kebutuhan pokok."
Pernah dengar kata-kata seperti itu?
Sering pasti, ya? Nah, coba deh ganti dengan kalimat seperti ini ....
"Mumpung masih muda, belum menikah, belum punya anak, jadi habiskan masa mudamu untuk berjuang. Berjuang dalam banyak hal. Kerja keras. Jangan takut mencoba. Mau buka usaha, gak ada modal, cari modalnya. Merantau jauh. Cari pengalaman. Cari pelajaran di setiap perjalanan. Gak masalah jungkir balik, jatuh bangun, sampai nangis-nangis. Semua ada masanya. Apa yang kau perjuangkan, tidak akan pernah sia-sia. Suatu saat akan ada hasilnya. Bagus lagi, saat sudah menikah dan punya anak, usahamu sudah berhasil. Mau jalan-jalan ke mana pun dan bawa anak-anak tentu bisa. Mau makan apa pun, gak takut uang habis karena anggota keluarga banyak. Semakin menua, semakin menikmati hasilnya."
Nah, jangan sampai kalian menerapkan kalimat yang pertama. Senang-senang dulu, sakit-sakit kemudian. Yang betul itu, sakit-sakit dulu, bersenang-senang kemudian.
Namun, ada saja yang bilang ....
"Ah untuk apa mati-matian mengejar dunia. Toh hasil di dunia tidak dibawa mati. Lebih baik hidup sederhana, biasa-biasa saja, makan seadanya, asal gak banyak beban pikiran semua nikmat dirasa."
Pertanyaannya? Adakah orang hidup di dunia ini tanpa beban sama sekali?
Contoh saja, saat beras habis, bumbu dapur habis, uang sekolah anak masih nunggak, belum lagi cicilan motor tiap bulan. Ah, apakah ini yang dinamakan hidup seadanya sudah nikmat?
Orang hidup, pasti punya masalah. Sekecil apa pun itu. Punya beban pikiran walau hanya sebatas besok makan apa, sedangkan uang tinggal buat beli ikan asin saja.
Terkadang manusia itu lupa, bahwa hal paling sederhana mensyukuri pemberian Tuhan itu dengan cara berjuang. Berjuang untuk diri sendiri agar kehidupannya lebih baik lagi dan lagi. Bukan hanya pasrah pada keadaan. Itu namanya menyia-nyiakan pemberian Tuhan berupa otak untuk berpikir. Tangan untuk bekerja, kaki untuk melangkah lebih maju, mata untuk melihat kesempatan-kesempatan, dan lain sebagainya sesuai fungsinya dalam tanda kutip.
Terkadang, manusia pun lupa, bahwa semakin kita memiliki banyak uang, maka semakin banyak kesempatan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Membangun rumah untuk anak-anak jalanan. Membangun masjid, mushola, panti asuhan, dan sebagainya. Membantu anak-anak yang kurang beruntung, yang tidak bisa sekolah. Banyak lagi hal-hal positif yang bisa dilakukan jika kita punya banyak uang. (Bukankah ini juga termasuk tabungan untuk akhirat?)
Harta memang tidak dibawa mati. Tapi harta juga bisa kau gunakan untuk ladang pahala yang bisa dibawa mati.
Lalu saat Tuhan memberikan umur panjang, dan kehidupan kita kembali seperti semula yaitu hidup sederhana dan makan seadanya lagi, setidaknya kita pernah punya banyak pengalaman. Pernah merasakan hidup enak. Punya kenangan yang bisa diceritakan kepada cucu-cucu kita. Entah itu cerita membanggakan, atau cerita menyedihkan. Semua akan terasa menyenangkan.
Popy Novita

"Mumpung masih muda, belum menikah, belum punya anak, jadi habiskan masa mudamu untuk bersenang-senang. Makan-makan, jalan-jalan, beli ini itu sesuai keinginan, nongkrong bareng temen-temen, dan sebagainya. Soalnya kalau sudah menikah, ada anak, boro-boro jalan-jalan, ke kamar mandi lima menit aja, ditangisin. Mau jalan-jalan atau makan-makan, mikir berkali lipat, mending uang buat beli kebutuhan pokok."
Pernah dengar kata-kata seperti itu?
Sering pasti, ya? Nah, coba deh ganti dengan kalimat seperti ini ....
"Mumpung masih muda, belum menikah, belum punya anak, jadi habiskan masa mudamu untuk berjuang. Berjuang dalam banyak hal. Kerja keras. Jangan takut mencoba. Mau buka usaha, gak ada modal, cari modalnya. Merantau jauh. Cari pengalaman. Cari pelajaran di setiap perjalanan. Gak masalah jungkir balik, jatuh bangun, sampai nangis-nangis. Semua ada masanya. Apa yang kau perjuangkan, tidak akan pernah sia-sia. Suatu saat akan ada hasilnya. Bagus lagi, saat sudah menikah dan punya anak, usahamu sudah berhasil. Mau jalan-jalan ke mana pun dan bawa anak-anak tentu bisa. Mau makan apa pun, gak takut uang habis karena anggota keluarga banyak. Semakin menua, semakin menikmati hasilnya."
Nah, jangan sampai kalian menerapkan kalimat yang pertama. Senang-senang dulu, sakit-sakit kemudian. Yang betul itu, sakit-sakit dulu, bersenang-senang kemudian.
Namun, ada saja yang bilang ....
"Ah untuk apa mati-matian mengejar dunia. Toh hasil di dunia tidak dibawa mati. Lebih baik hidup sederhana, biasa-biasa saja, makan seadanya, asal gak banyak beban pikiran semua nikmat dirasa."
Pertanyaannya? Adakah orang hidup di dunia ini tanpa beban sama sekali?
Contoh saja, saat beras habis, bumbu dapur habis, uang sekolah anak masih nunggak, belum lagi cicilan motor tiap bulan. Ah, apakah ini yang dinamakan hidup seadanya sudah nikmat?
Orang hidup, pasti punya masalah. Sekecil apa pun itu. Punya beban pikiran walau hanya sebatas besok makan apa, sedangkan uang tinggal buat beli ikan asin saja.
Terkadang manusia itu lupa, bahwa hal paling sederhana mensyukuri pemberian Tuhan itu dengan cara berjuang. Berjuang untuk diri sendiri agar kehidupannya lebih baik lagi dan lagi. Bukan hanya pasrah pada keadaan. Itu namanya menyia-nyiakan pemberian Tuhan berupa otak untuk berpikir. Tangan untuk bekerja, kaki untuk melangkah lebih maju, mata untuk melihat kesempatan-kesempatan, dan lain sebagainya sesuai fungsinya dalam tanda kutip.
Terkadang, manusia pun lupa, bahwa semakin kita memiliki banyak uang, maka semakin banyak kesempatan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Membangun rumah untuk anak-anak jalanan. Membangun masjid, mushola, panti asuhan, dan sebagainya. Membantu anak-anak yang kurang beruntung, yang tidak bisa sekolah. Banyak lagi hal-hal positif yang bisa dilakukan jika kita punya banyak uang. (Bukankah ini juga termasuk tabungan untuk akhirat?)
Harta memang tidak dibawa mati. Tapi harta juga bisa kau gunakan untuk ladang pahala yang bisa dibawa mati.
Lalu saat Tuhan memberikan umur panjang, dan kehidupan kita kembali seperti semula yaitu hidup sederhana dan makan seadanya lagi, setidaknya kita pernah punya banyak pengalaman. Pernah merasakan hidup enak. Punya kenangan yang bisa diceritakan kepada cucu-cucu kita. Entah itu cerita membanggakan, atau cerita menyedihkan. Semua akan terasa menyenangkan.
Popy Novita
sebelahblog dan anasabila memberi reputasi
2
454
2
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•109.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya