Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
991
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dba495b0577a90cf1725b30/hantu-1-triliun-tamat
HAI GAN/SIS, MASIH DENGAN KISAH HOROR. KISAH SATU INI GUA TULIS DENGAN SEDIKIT BERHATI-HATI KARENA MENYANGKUT ORANG, PERUSAHAAN DAN KELOMPOK YANG TAK ASING DITELINGA KITA DI NEGERI INI DAN LUAR NEGERI, GUA TIDAK ADA BERMAKSUD APAPUN HANYA SEKEDAR BERBAGI SESUAI YANG DIALAMI NARASUMBER GUA. AMBIL SISI BAIKNYA (HIKMAHNYA) SAJA DARI THREAD INI, BUANG SISI BURUKNYA… sebelum cerita ini ditulis gua su
Lapor Hansip
31-10-2019 09:39

HANTU 1 TRILIUN [BASED ON TRUE STORY]

HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]


HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]




HAI GAN/SIS, MASIH DENGAN KISAH HOROR. KISAH SATU INI GUA TULIS DENGAN SEDIKIT BERHATI-HATI KARENA MENYANGKUT ORANG, PERUSAHAAN DAN KELOMPOK YANG TAK ASING DITELINGA KITA DI NEGERI INI DAN LUAR NEGERI, GUA TIDAK ADA BERMAKSUD APAPUN HANYA SEKEDAR BERBAGI SESUAI YANG DIALAMI NARASUMBER GUA. AMBIL SISI BAIKNYA (HIKMAHNYA) SAJA DARI THREAD INI, BUANG SISI BURUKNYA…


Quote:
sebelum cerita ini ditulis gua susah payah ngedapetin ceritanya gan, maklum orang kampung dan kolot, sama sodara sendiri saja masih susah nurutnya. alhamdulilah akhirnya si Narsum mau menceritakan tapi dengan berbagai syarat, mari kita nikmati kisahnya bersama gan/sis. dukungan bintang dan es cendol sangat dibutuhakan gan/sis untuk menambah semangat narsum, thanks Mas umar



 
* CERITA INI FAKTA APA ADANYA SESUAI DENGAN INGATAN NARSUM, PERCAYA BOLEH TIDAK PERCAYA SILAHKAN, TIDAK APA-APA LEBIH BAGUS.

* SESUAI PERATURAN YANG DIAMBIL DARI KISAH NYATA SEMUA TOKOH, WAKTU DAN TEMPAT KAMI SAMARKAN DEMI KEHIDUPAN, KENYAMANAN DAN PRIVASI NARASUMBER SERTA PARA TOKOH.

* DILARANG SARA, IKUTI ATURAN H2H, MOMOD DAN ADAT ISTIADAT YANG ADA DI FORUM TERCINTA KITA INI.

* SILAHKAN DIBACA KALAU BERMINAT SAJA, KARENA TIDAK ADA PAKSAAN UNTUK MEMBACA CERITA INI.

* KALAU DIRASA PENTING SILAHKAN LANGSUNG PM SAJA GAN/SIS

*JIKA INGIN SHARE SILAHKAN, DAN MOHON JANGAN COPAS HARGAI KAMI, KASIAN PENULIS UDAH CAPEK - CAPEK NULISNYA. LAGIAN KALO COPAS BAHAYA JADI MUSUH UUD NO 28 Th. 2014 [UUHC]

*KALAU ADA SALAH KETIK/TYPO MOHON MASUKANNYA , APRESIASINYA DAN emoticon-Rate 5 Staremoticon-Blue Guy Cendol (L)SEBAGAI SEMANGAT NGONDEK








*BUKAN BASA BASI*




JIKA HARTA SUDAH TIDAK BISA MEMBELI DUNIA

JIKA TAHTA TIDAK BISA MEMBELI SINGGASANA

JIKA WANITA SUDAH KEHILANGAN RUPA

HANYA PADANYALAH KITA MEMINTA

SEMUA MANUSIA SADAR UMUR ADA BATASNYA

MAKA SIAP-SIAPLAH KITA SEWAKTU-WAKTU UNTUK MENGHADAPNYA

MAKA SEBARKANLAH BENIH-BENIH KEBAJIKAN KITA

SEBAGAI BEKAL MENGHADAPNYA



-Happy Reading-



----------------------------------------------------------------------***---------------------------------------------------------------------------





DAFTAR ISI



1. KEHIDUPANKU

2. PRIVATE NUMBER

3. GADIS BULE

4. PENGABDIAN SANG AJUDAN

5. SAYEMBARA USANG

6. PERCOBAAN PERTAMA

7. KORBAN YANG TAK KUINGINKAN

8. SANG PETUNJUK

9. PENCERAHAN

10. MASALAH BARU

11. TERSESAT

12. PERCOBAAN KEDUA - A

13. PERCOBAAN KEDUA - B

14. HCU [HIGH CARE UNIT]

15. SUKMA YANG TERIKAT

16. VERY VERY IMPORTANT PERSON [VVIP]

17. DARK SIDE VVIP

18. DARK SIDE [VVIP] 2

19. DARK SIDE [VVIP] 3

20. TANAH DAN DEDAUNAN

21. UZLAH

22. JAWABAN

23. MALAM YANG KELAM - A

24. MALAM YANG KELAM - B

25. PERENCANAAN - A

26. PERENCANAAN - B

27. LOST CONTACT

28. END

29. BEHIND THE STORY [HIT]
Diubah oleh bayubiruuuu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jimmi2008 dan 24 lainnya memberi reputasi
25
Tampilkan isi Thread
icon-close-thread
Thread sudah digembok
Halaman 45 dari 50
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
06-12-2019 16:06
Quote:Original Posted By bayubiruuuu
trims agan/sista atas apresiasinya...🙏,
ni kan mau ending...kira2 endingnya gmn ya menurut agan sista / silent reader dimari???

1.umar menang dan ambil uang hidup bahagia
2.umar kalah, mati dapat santunan dr keluarga anne.
3.umar sama anne mati semua
4...selanjutnya silahkan di isi menurut keyakinan masing2...emoticon-Shakehand2



Happy anding dong...umar menang dapat uang...uangnya buat mesjid di mbah sarmah...hehehe
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan ionah memberi reputasi
2 0
2
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
06-12-2019 16:07
Quote:Original Posted By joniahjoni
Happy anding dong...umar menang dapat uang...uangnya buat mesjid di mbah sarmah...hehehe


munggu depan endingnya ane post gan tenang sja. pilih sja g usah takut salah juga..emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan ionah memberi reputasi
2 0
2
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
06-12-2019 18:19


Quote:Original Posted By bayubiruuuu
trims agan/sista atas apresiasinya...🙏,
ni kan mau ending...kira2 endingnya gmn ya menurut agan sista / silent reader dimari???

1.umar menang dan ambil uang hidup bahagia
2.umar kalah, mati dapat santunan dr keluarga anne.
3.umar sama anne mati semua
4...selanjutnya silahkan di isi menurut keyakinan masing2...emoticon-Shakehand2


da undian nya juga... nih...... kalo pilihan nya bener dapet apa nih..... kebagian dari yg 1 triliun ato dapet gelas emoticon-No Hope
profile-picture
profile-picture
bayubiruuuu dan aan1984 memberi reputasi
2 0
2
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
06-12-2019 18:21
Quote:Original Posted By ionah
da undian nya juga... nih...... kalo pilihan nya bener dapet apa nih..... kebagian dari yg 1 triliun ato dapet gelas emoticon-No Hope


ni bukan undian gan, kira2 endingny gmn mnrut agan2 ?
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan ionah memberi reputasi
2 0
2
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
06-12-2019 19:47
Quote:Original Posted By bayubiruuuu
trims agan/sista atas apresiasinya...🙏,
ni kan mau ending...kira2 endingnya gmn ya menurut agan sista / silent reader dimari???

1.umar menang dan ambil uang hidup bahagia
2.umar kalah, mati dapat santunan dr keluarga anne.
3.umar sama anne mati semua
4...selanjutnya silahkan di isi menurut keyakinan masing2...emoticon-Shakehand2


Menurut ane...
C. Umar menang, uang 1T disedekahkan, Anne kimpoi ma ane emoticon-Leh Uga
profile-picture
bayubiruuuu memberi reputasi
1 0
1
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
06-12-2019 19:48
Quote:Original Posted By bayubiruuuu
wait....no women no ...cendol...emoticon-Ngakak


No women no becek emoticon-Ngakakemoticon-Leh Uga
profile-picture
bayubiruuuu memberi reputasi
1 0
1
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
06-12-2019 20:04
gan malem ini ada updatean lg??
profile-picture
bayubiruuuu memberi reputasi
1 0
1
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
06-12-2019 23:09
Quote:Original Posted By fitriyuu
Mamtul ga...
Lanjutken...
Gelar tiker dah


Quote:Original Posted By okarin89
Izin gelar tikar ya Gan



Yang rapi duduknya..
profile-picture
bayubiruuuu memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
07-12-2019 12:06
apdet lah gan
profile-picture
bayubiruuuu memberi reputasi
1 0
1
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
Lapor Hansip
07-12-2019 17:10
Balasan post nderek.langkung
Jiah..ky ngantri sembako ae...
profile-picture
profile-picture
bayubiruuuu dan nderek.langkung memberi reputasi
2 0
2
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
07-12-2019 17:15
kalau bisa istri umar di korbankan...jadi umar bisa jadian sama anne....xixici...jahat ya gw
profile-picture
bayubiruuuu memberi reputasi
1 0
1
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
07-12-2019 17:22
Quote:Original Posted By bayubiruuuu


Katanya heppi ending om xD
profile-picture
bayubiruuuu memberi reputasi
1 0
1
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
07-12-2019 20:56
Quote:Original Posted By fitriyuu
Jiah..ky ngantri sembako ae...



Biar bisa muat banyak, rame.nih soalnya.
emoticon-Cool
profile-picture
bayubiruuuu memberi reputasi
1 0
1
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
07-12-2019 20:58
Quote:Original Posted By bayubiruuuu
trims agan/sista atas apresiasinya...🙏,
ni kan mau ending...kira2 endingnya gmn ya menurut agan sista / silent reader dimari???

1.umar menang dan ambil uang hidup bahagia
2.umar kalah, mati dapat santunan dr keluarga anne.
3.umar sama anne mati semua
4...selanjutnya silahkan di isi menurut keyakinan masing2...emoticon-Shakehand2



Lah???
Ini kita para pembaca disuruh bikin sendiri endingnya?
Brati critanya ga dilanjut nih?
emoticon-Hammerhammer
profile-picture
bayubiruuuu memberi reputasi
1 0
1
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
08-12-2019 02:27
Quote:Original Posted By bayubiruuuu
trims agan/sista atas apresiasinya...🙏,
ni kan mau ending...kira2 endingnya gmn ya menurut agan sista / silent reader dimari???

1.umar menang dan ambil uang hidup bahagia
2.umar kalah, mati dapat santunan dr keluarga anne.
3.umar sama anne mati semua
4...selanjutnya silahkan di isi menurut keyakinan masing2...emoticon-Shakehand2


endingnya semua masalah terselesaikan dan yang dapat duid gua emoticon-Cool
0 0
0
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
08-12-2019 11:19
Terserah TS yg penting ga ending, lanjut terus
0 0
0
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
09-12-2019 01:03
endingnya umar menang dpet duit banyak duduk manis smbil ngopi dengerin perkutut bunyi
0 0
0
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
09-12-2019 14:11
23. MALAM YANG KELAM-A




Saat kami memasuki komplek perumahan mewah, aku memandangi rumah-rumah bergaya eropa dan modern dikanan kiri jalan. Rumah yang tak mungkin kumiliki saat itu, hanya angan dan lamunan sebagai manusia normal ingin hidup kaya dan sejahtera.

“Mana rumahnya Anne Ton ?” tanyaku.

“Itu mas, disebelahnya pertigaan, rumah berwarna cream.” Jelas Tono, sambil menunjuk kerumah yang bergaya eropa.

setelah sampai dipertigaan dirumah Anne mobil secara tiba - tiba dihentikan Tono, kami melihat kabut hitam muncul sekitar satu meter dari tanah. Tono memarkirkan mobilnya didepan rumah tetangga anne yang agak jauh berjarak sekitar lima puluh meter dari rumah Anne, karena melihat kabut hitam itu yang mulai mengelilingi rumah anne.

“Ton, berhenti disini saja, sekalian parkir disini” kataku.

“Iya mas””jawab Tono

TAP…TAP…TAP…TAP……[lampu mulai dari pintu masuk sampai seluruh perumahan itu padam secara berurutan]

DUAAARRRRRRR………..NGUNGGGGGGGGG [suara ledakan keras dirumah ane dan terlihat cahaya merah terpancar dari atap rumahnya]

“Mas, itu kabut hitamnya dan prajurit-prajurit yang pernah aku lihat didepan rumah mas umar dulu” sahut Imron, yang masih dikursi tengah mobil disertai tangannya menunjuk ke kabut hitam itu.

“Tenang Pron, santai saja” kataku menenangkan Imron.

“Kalau gini terus, aku nggak mau kayak dirumah sakit kemarin mas, mending aku lari. aku paling takut sama suasana yang begini. lagian anakku juga masih kecil-kecil mas aku juga ingin hidup mas,” Jawab Imron.

“Ealah Pron jadi laki-laki kok cemen” sahut Tono.

“Biarin” jawab Imron.

“Ya sudah lu sembunyi dimobilku saja, tapi awas jangan kencing didalam mobil!!! Perintah tono cepat

Aku memandang ke langit ,malam itu memang malam bulan purnama yang sempurna. Saat bulan itu memancarkan seluruh cahayanya ke bumi suasana perumahan Anne tetap terlihat meski remang-remang. Setelah itu aku turun dari mobil sejuta umatnya Tono, mataku mengamati dari samping mobilnya Tono. Pemandangan kabut hitam meliuk-liuk pekat itu semakin menyebar merambat perlahan di area rumah Anne, dan bau amis darah mengikuti kabut berjalan. Prajurit-prajurit dari jaman dahulu mulai bermunculan perlahan merambat mengikuti kabutnya ke seluruh area perumahan.

Seluruh prajurit itu terlihat sudah telanjang bulat, mereka memainkan tarian khasnya. Dengan menghentakkan salah satu kakinya secara bergantian, sedang kedua tangannya serentak diangkat diatas kepala mereka dengan melambai lambai memainkan jarinya. Tarian itu persis yang diceritakan mbah salman waktu dirumahnya. Hanya kabut hitam berkelok kelok setinggi setengah meter yang menutupi pusar sampai betisnya.

Ditengah kerumunan tarian itu ada dua orang bertubuh sedang membawa senjatanya, dan itulah panglimanya sang raja leak waktu muncul dirumahku dulu.

Bibir kedua panglima itu terlihat bercak darah yang menetes disisi kanan kirinya, perkiraanku para panglima itu selesai minum acara perjamuan darahnya. Mereka menjabat sebagai panglima komando dalam acara ritual itu, bahkan semua prajurit-prajurit itu juga sama ada bercak darah yang sudah mengering dikanan kiri bibirnya. Mereka berdiri melingkar rapi, untuk memulai acara ini.

“Ton, ayo ikut aku sekarang..!!” dengan tanganku melambai ke arah Tono yang sudah selesai memarkir mobilnya.

“Iya mas” jawab Tono, diikuti dengan jalan menuju kearah ku.

“Mas itu kan pasukan yang waktu itu dirumah sampean kan, terus leak nya nanti muncul juga mas ?” tanya Tono.

“Kelihatannya begitu Ton” jawabku.

“Waduh, bisa mati mas kalo aku lihat leak itu lagi”kata Tono

“Ahh elu Ton, gitu tadi ngatain Imron cemen, sekarang lu sendiri juga ngga berani” jawabku.

“Bukan begitu mas, kan aku juga mau melamar si Rani, masak belum merasakan surga dunia udah mati” jawab polos Tono.

“Halahh Ton, kalau udah waktunya mati ya mati Ton” Jawabku ketus.

Aku Bersama Tono berjalan pelan-pelan mengendap-endap dan mengucapkan do’a agar kami tak terlihat oleh mereka, dan berharap juga pasukan ghaib itu dan para jendralnya tidak mengetahui akan kedatangan kami.
BRRUUAAKKK…..!!!!! ( Suara pintu yang dibanting keras dari rumah Anne).

Terlihat sosok laki-laki tinggi besar berambut cepak yang berlari keluar dari rumah Anne, seketika dia sampai teras, pria itu langsung ditangkap oleh prajurit yang mulai mewujudkan bentuknya kedalam dunia nyata.

TOLOONNNG…..!!! TOLOONNNG…..!!!! TOLOONNNG…..!!!!!!!!

Teriak pria berambut cepak itu yang ketakutan dan kaget atas perlakuan prajurit yang tak diundang itu. Dia meronta-ronta ingin lepas dari pegangan kuat para dua prajurit leak. Terlihat beberapa mayat manusia yang sudah ditumpuk ditengah lingkaran mereka, mayat – mayat itu belum dimakan para prajurit sang raja leak, seakan pria berambut cepak itu akan dijadikan mayat terakhir diacara ritual perjamuan itu. Mereka mulai melepaskan baju pria itu bersamaan dengan menyeret pria berambut cepak itu untuk acara ritual pemujaan mereka. Salah satu prajurit yang menunggu di dekat tumpukan mayat sudah bersiap dengan pedangnya akan memotong leher pria berambut cepak itu.

TOOOOLLOOONG !!!! jangan bunuh aku…..[teriak dan tangis histeris pria berambut cepak]

Kami berlari menembus kabut yang hitam pekat itu dan mencoba membenturkan tubuhku dengan badan pria berambut cepak yang tengah meminta tolong dan ketakutan. Malam itu aku sudah nekat dan tidak menghiraukan apa yang terjadi pada diriku nanti.

“BRUUKKK..,”

Kami berdua dan pria berambut cepak jatuh tersungkur dilantai marmer berwarna kuning tua, badanku saat itu separuh menindih pria itu, dengan cepat aku berganti posisi untuk berdiri. Sedang tono sudah berdiri dibelakangku.

“Ton bantuin bapaknya ini, cepat cari pertolongan” perintahku.

“Siap mas” jawab Tono.

Disini Tono yang kondisinya dari awal sudah tidak percaya diri dan mulai takut. Saat menolong pria berambut cepak dia panik dan bingung. Dia memegangi tangan pria ini dan hanya kepalanya yang menoleh kekanan dan kekiri, pada dasarnya Tono ini sebenarnya orang yang konyol…,pria berambut cepak itu diajak lari dan diseret tangannya untuk masuk kedalam rumah Anne.

“Ton, lu mau kemana? gila lu!!!” Tanyaku sambil berlari menuju anak tangga lantai dua, aku kelantai dua karena melihat cahaya merah yang terlihat dari bawah.

“Cari tempat sembunyi mas” Sambil berlari menuju kebelakang ruang dapur rumah Anne.

Semua prajurit yang telah melepaskan pria berambut cepak tampak kaget, secara spontan mereka mengejar Tono dan pria berambut cepak itu. dari atas anak tangga lantai dua terlihat Andi jatuh dari tangga, saat itu juga aku berlari naik untuk menolong nya.

“Ayo mas, mas ngga apa-apa kan?” tanyaku cepat kepada Andi.

“iya mas,” Jawab andi yang sudah lemas

Disaat panik aku langsung membopong Andi kelantai dua rumah Anne, karena dilantai satu banyak pasukan ghaib yang mengancam. Disaat aku masih berdiri belum menurunkan Andi dari gendonganku, aku melihat satu orang bodyguardnya yang pernah kerumah ku sudah pingsan didepan pintu kamar yang terbuka, melihat pemandangan itu dengan cepat turunkan Andi disofa lantai dua. Aku segera berjalan kedepan kamar yang terbuka mencoba mencari tau apa yang terjadi saat itu.
Aku berlari menuju kamar itu untuk memastikan apa yang terjadi, waktu didepan kamar itu pemandangan yang terlihat adalah Anne yang sedang berusaha melepaskan tangannya dari ikatan rantai yang berukuran enam milimeter.

“KLEETAKK.. KLEETAKK.. KLEETAKK..”

[Bunyi rantai besi yang mulai pecah dari sambungannya.]

Tangan Anne yang sudah berubah menjadi tangan yang kuat, saat itu Anne sudah hilang kendali total, serasa malam itu tubuh Anne adalah tubuh leak yang nampak. Aura merah hitam leak itu sudah keluar memanaskan semua seisi rumah, disertai kabut khas sang raja leak dan menampakan aura kekuatannya. Semua bagian tubuhnya dilapisi oleh api merah kehitaman itu.

“MASIH BERANI KEMARI KAMU ANAK MUDA” teriak leak diatas ranjang anne yang sudah berdiri bersiap untuk membawanya sebagai ritual wajib.

“MEMANG KENAPA SETAN” Jawabku dengan suara keras.

“AKU AKAN MEMBUNUHMU SETELAH PEREMPUAN INI…HAHAHAHA” Jawab tegas dari Leak hitam ini.

Mataku memandang keadaan yang lebih miris dari kejadian sebelumnya, aku merasa ini pertempuran terakhirku dengan raja leak. Kalau tidak aku yang mati ya si leak sialan ini yang mati.
Disatu alasan sang raja leak itu ingin menjadikan Anne sebagai persembahan utama, acara ritual purnamanya ini sebagai acara yang wajib baginya. Disisi lain alasan utamaku membantu Anne karena dia seorang anak yatim piatu tidak lebih.

“BRRUUUAAKKKK……!!!! KLONTANGGG… KLONTANGGG… KLONTANGGG…!!!”

Suara atap dan gentingnya yang terbang berhamburan kesegala penjuru arah, akibat hantaman tangan kanannya dari aura merah hitam leak tersebut. Saat itu juga diatas kamar Anne kasurnya berlubang besar, mataku melihat awan yang gelap diatasnya.

“AKU ADALAH PENGGANTI CALONARANG, AKU ABADI ANAK MUDA”…HAHAHA” Pesan leak sialan yang meninggalkan kamar Anne.

PUSSSHHHHHHH….

Dengan cepat sang raja leak melesat membawa sukma Anne dalam awan hitam itu, sedang jasad aslinya langsung terkulai roboh dikasurnya.
Dengan keadaan seperti itu jelas aku tidak bisa menggunakan tubuh kasarku untuk mengejarnya, akhirnya aku putuskan secepatnya mencari tempat untuk duduk dan melepaskan tubuh halusku. Secara cepat aku mencoba menyusul sang raja leak yang melesat keawan hitam diatas rumah Anne. Sesampainya diatas awan hitam itu aku melihat leak ini memanggul sukma Anne dibahu kirinya, sukma itu sudah tak berdaya. dibelakang sang raja leak terdapat lima leak yang lain, sepertinya leak-leak itu bawahan dari sang raja leak ini. Sedang disamping kanan kirinya jelas adalah panglimanya yang siap membantunya.

Dibelakang leak-leak bawahan ini masih ada banyak pasukan yang lainnya, sampai aku tak tahu berapa banyak jumlah pasukan itu. Mereka seperti dari pasukan kerajaan setan disekitar daerah ini, untuk pasukan berpakaian kerajaan juga masih terlihat banyak dalam kerumunan itu.
Disaat mereka tau, aku berada didepan mereka berjarak sekitar lima puluh meteran, tiba-tiba awan diatas kami yang awalnya putih tipis tiba-tiba menjadi hitam dan menutup cahaya bulan purnama. Awan hitam pekat menjadi malam panjang yang kelam tiada berujung. Inilah malam kelam pertama dalam hidupku, pertaruhan nyawa antara aku dan sang raja leak. Banyaknya makhluk ghaib, malam diatas awan menjadi semakin kelam dan mencekam. Awan - awan pun tak lagi mau memutihkan warnanya lagi, hanya pemandangan gelap diatas dan dibawah kami.

Merasa aku kalah dengan pasukan yang sangat banyak itu, aku ingat pesan guruku yang terakhir, saat itu juga aku berdo’a dan bertawasul kepada para leluhur, seluruh guruku dan penghulu umat akhir zaman ini. Disaat yang sama setelah aku baca ayat-ayat suci dari bertawasul. Dalam sekejab guruku sudah berada disamping kananku, saat itu aku langsung menyalami beliau,

“Assalamuallaikum” salam dari guruku.

“Waallaikumasallam” jawab salamku sambil menjabat dan mencium tangan guruku.

Sekilas aku melihat dan menoleh kebelakang tidak ada pasukan sama sekali hanya guruku dan dua orang disamping kanan guruku. Kedua pria itu berpakain putih mutiara bercahaya berwajah cerah memakai ikat kepala surban putih.
Setelah aku berbalik dari pandanganku yang tadi nya kebelakang…

“Guru kok cuman bertiga” tanyaku.

“Coba lah lihat ke atas sekarang” Jawab guruku.

Terlihat sosok manusia seperti yang berada disamping kanan guru tadi sangat banyak, dan mereka seperti sosok yang ikut ritual tiap hari dirumahku dengan para club pemuja illahi. Mereka persis yang digambarkan oleh club pemuja ilahi waktu dirumah, semuamahluk-mahluk ini juga membawa pedang ditangan kanannya. Pedangnya putih bercahaya, dan memancarkan lekuk-lekuk kabut putih disekeliling lempengan besinya.

Posisi mereka diatas sudah siap membantai para pasukan pasukan raja leak dan prajurit -prajuritnya yang ada dihadapannya. Tanpa komando sang raja leak yang didepan mengacungkan tangan kanannya kedepan memberi aba-aba untuk menyerang kami, sedang tangan kirinya sambil memanggul sukma anne! Tapi posisi raja leak hanya berdiri diatas awan hitam tanpa ikut berperang dengan anak buahnya.

“SEEERRRAAAAANNNGGGGG……..!!!!!!!!!” Teriak dua jendral raja leak yang menyerupai laki-laki dan perempuan.

Belum pernah mengalami didunia nyata maupun didunia ghaib perang dengan kapasitas sebesar dan sebanyak ini. Pertempuran antara yang berbau harum dan busuk, sejujurnya aku tidak mengira akan terjadi pertempuran sebesar ini.

“Panggilah senjatamu yang kemarin kau peroleh” perintah guruku.

Saat itu juga padangku terbang dan menghampiri tangan kananku, pedang yang kemarin usang terlihat Panjang dan bercahaya terang, seakan cahaya putih meliuk liuk dipancarkan pedang ini sebagai cahaya keabadiannya.
Mereka menghilang saat menuju ketempat kami untuk berperang, hanya terlihat asap putih dan hitam serta percikan benturan besi yang keras dalam peperangan itu, karena kecepatan mereka.

“Tiiinnngg… Tiiinnngg… Tiiinnngg…, Tiiinnngg… Tiiinnngg…”

Suara benturan itu yang disertai percikan api api kecil. Sementara mereka berperang aku disini fokus mataku tetap mengincar raja leak sialan ini, saat itu aku melihat dari jauh raja leak yang masih berselimut api abadi merah kehitamannya. Aku dengan cepat berlari menuju tempatnya dan mengayunkan sekuat tenaga pedang cahaya ini, yang kutuju pertama adalah lengan kanannya.

“CLEEENNGG……..!!!!!!!” Suara pedangku dengan mudah berhasil menebas bahu kanannya.

Leak itu hanya diam merasa digdaya seakan tiada tanding waktu tebasan pertamaku. Setelah aku tau tebasanku mampu memotong bahu kananya dan pedang cahaya mampu menyerap energinya. Spontan aku langsung menebas bahu kirinya dengan hati-hati karena bahu itu masih memanggul sukma Anne. Dengan sengaja aku menancapkan pedang ini ditengah-tengah bahunya.

CLEEEEEEKKKKKK….!!!!!!

Dengan cepat pedang ini menyerap energi dan aura merah hitamnya, Jadi kuputuskan untuk tebasan kedua ini hanya menancap ditengah-tengah bahunya.
Saat sang raja leak tau bahunya kanannya terputus, Sang raja leak bingung melihat bahu kirinya ada pedang yang mampu menancap dan menyerap energi besarnya, dengan cepat energinya merah kehitamannya banyak yang terserap kedalam pedangku yang menancap dibahu kanannya.

SREEEEPPPPPP

Kira – kira hampir Sembilan puluh persen energi dan kekuatannya jahatnya sudah masuk kedalam pedang ku. Waktu Tubuh Leak ini terlihat tubuhnya semakin terlihat jelas, aura merah hitamnya mulai hilang dengan cepat. Mengetahui akan hal itu leak ini menendangku dadaku dengan kaki kanannya.

BUUUUUGGGGGHH

Tangannku dengan cepat membenamkan pedangku sampai bahunya kanannya sampai terputus.
Clenggggggg…..

Aku terpental saat kena tendangan leak yang sudah kehilangan banyak energi, tendangan itu seperti pukulan biasa karena energinya tidak ada. aku kembali berlari melesat cepat merebut sukma Anne yang sudah tidak berdaya dari potongan lengan kanan raja leak. kurasa sang raja leak sudah tak berdaya, dengan cepat aku membuang potongan tangan raja leak dari tubuh halusnya Anne. Saat sudah mendapatkan sukma kembali aku melesat kebawah, dengan kedua tanganku membopong sukma itu. Aku ingin dengan cepat mengemabalikan sukma anne kembali ke jasadnya agar tidak terjadi sesuatu kepadanya.
Sesampainya kami dikamar Anne kondisinya berbeda, jasad anne yang tergeletak diatas springbed dan jasadku yang semedi ditarik keluar dari kamarnya oleh empat prajurit anak buah dari sang raja leak.

“Sialan”. Gumamku lirih

“Whoiiii berhenti!!!!!!! Teriakku pada para prajurit yang menyeret jasadku dan jasad Anne.

Kutaruh sukma anne di bahu kiriku dan dengan cepat aku berlari mendatangi mereka yang menyeret tubuhku dulu, spontan aku menebas dengan pedangku saat mereka baru berdiri. Mereka berempat yang masih memakai pakaian kerajaan satu persatu terbakar oleh pedang ini, terlihat asap tipis setelah mereka terbakar. Jasad Anne yang tergletak di lantai langsung kumasukkan sukmanya, sedang jasadku kubiarkan terlentang dilantai dulu. Karena rencanaku memeriksa keadaan dirumah ini sebentar karena kuatir upacaranya sudah dilaksanakan apa belum. Baru saja aku berdiri selesai memasukkan sukma Anne, Terdengan suara yang mirip suara andi meminta pertolongan,

“TOOLLONNGG….!!! TOOLLONNGG….!!! TOOLLONNGG….!!!” Jeritan Andi.

“TAAAKKKKK..., KRRAAAKKKKKK…….” Suara benturan tubuh andi dan baju Andi yang sobek karena ditarik prajurid ghaib.

Saat itu juga mencari suara yang mirip Andi dari anak tangga, aku berlari sangat cepat dengan membawa pedang ditanan kananku sampai terlihat andi yang diseret paksa oleh dua prajurit setan itu.
Wajah Andi yang memar dan berdarah serta lengan Andi yang sedikit tergores sedikit mengeluarkan darah, ujung jari-jarinya juga mulai mengeluarkan darah segar. kedua kaki andi dipegang dan ditarik oleh prajurit dari bawah. kaki sebelah kanannya ditarik satu prajurit dan kaki kiri juga satu prajurit.

Dalam sekejab aku sudah ada di atas anak tangga, tangan Andi yang sedang mencakar-cakar dan meronta kesakitan. Andi jelas tak bisa melihat tubuh halus ku, hanya teriakan minta tolong yang keras secara berulang-ulang. Melihat pemandangan itu aku langsung mengayunkan pedangku dengan salto seakan tertarik oleh gravitasi bumi, yang jelas tebasan pedangku mengenai kedua prajurit itu secara berurutan. Mereka mati terbakar sama persis seperti prajurit yang kutebas dilantai dua tadi.

Seketika itu langsung berdiri dan menegakkan tubuhku dari salto tepat dibawah kaki Andi, dilantai bawah yang terlihat hanya prajurit dari sang rajak leak hanya tinggal beberapa. sekitar seperempat dari pertama aku masuk kerumah Anne, Dihalaman aku melihat satu bodyguard anne sudah ditelanjangi, dan mau dibunuh untuk dijadikan sajian pemujaan. Dengan semangat yang membara dan senjata baru aku berlari keluar untuk menyelamatkan bodyguard ini dahulu, kuhabisi semua prajurit raja leak yang tersisa tanpa ampun.
Selanjutnya aku berlari kearah belakang, mencari keberadaan Tono dan penghuni yang lain. Aku mendengar teriakan dari arah kamar belakang, dengan cepat aku masuk dengan tubuh halus ini. Tanpa pembicaraan apapun kutebaskan kepada dua prajurit yang tersisa di kamar belakang.


Diubah oleh bayubiruuuu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jimmi2008 dan 13 lainnya memberi reputasi
14 0
14
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
09-12-2019 14:15
24. MALAM YANG KELAM-B



Setelah aku merasa menang malam itu dilantai bawah, aku kembali kelantai dua. Tapi keadaan dilantai dua berbeda dengan dugaanku, raja leak masih belum menerima kekalahannya. Leak ini terlihat melesat sangat cepat ke tubuh Anne yang sudah tidak berdaya. Waktu itu aku berlari langsung menebas sang raja leak itu sebisa mungkin agar tidak masuk ke tubuh Anne lagi.
Dalam lari cepatku itu tebasan pedangku ternyata mengenai kedua pahanya….

“CLLAAANNGGGGG…!!!!!”Suara tebasan pedangku mengenai kedua paha raja leak itu.

Aku melihat kedua pahanya sudah terpotong, tinggal tubuh dan kepala sang raja leak itu yang masuk ke tubuh Anne lagi. Leak ini masuk ke tubuh Anne dengan lidah merah yang dijulurkan sepanjang perut langsung mengikat tubuh Anne, lidah itu sebagai tali untuk menarik tubuh halusnya masuk kembali kejasad Anne.

Saat aku tidak bisa mencegah kembalinya raja leak itu ketubuh Anne, aku hanya terdiam memandangi tubuh Anne yang dirasuki oleh raja leak. Aku merasa sang raja leak itu sudah tak berdaya meskipun kembali lagi ke tubuh Anne. Saat kupikir dirumah Anne malam itu sudah aman, aku putuskan kembali naik ketempat guruku untuk ikut bertempur. Sesampainya diatas awan hitan yang kelam, aku melihat guruku sedang melawan prajurit leak yang tinggal sedikit, bersamaan itu aku maju ketempat guruku untuk membantunya.
Sesampainya ditempat guruku, aku mulai menebas prajurid-prajurid itu mulai dibelakang dan samping-sampingnya. Kelima leak tadi dengan cepat melesat pergi tak searah, karena sudah merasa kalah. Para pasukan mereka yang banyak iku yang melarikan diri kesegala penjuru. Dalam sekejab medan perang ditempat kami sudah bersih tak tersisa, tinggalah aku dan guruku beserta seluruh pasukan yang menyerupai club pemuja ilahi yang ada disitu.

Malam itu guruku saat didunia sudah tua, kini terlihat lebih muda dan nampak tak ada rasa lelah berperang dengan para pasukan leak.

“Semuanya sudah berakhir nak Umar, tinggal sedikit selesaikan sendiri” ucap guruku.

“Terima kasih guru” jawabku dengan badanku yang membungkuk serta menundukan kepala.

Kutegakan lagi badan ku, aku melihat semua sudah bersih tidak ada makhluk apapun diatas awan ini, saat itu juga aku putuskan kembali kejasad kasarku yang masih tertinggal dikamar Anne.


POINT OF VIEW [POV] TONO
SAAT KEJADIAN DIRUMAH ANNE

Saat aku berlari dengan bodyguard yang kutabrak, dengan cepat aku lari untuk mencari tempat berlindung karena aku tau prajurit-prajurit yang tadi kutabrak ikut mengejarku. Malam itu diteras yang gelap dipenuhi kabut tipis aku menggenggam erat pergelangan tangan kirinya bodyguard ini. Bodyguard ini spontan ikut berlari setengah membungkuk, dengan langkahnya yang terseok sekok. Bodohnya aku dimalam itu karena panik malah lari masuk kedalam rumah anne, padahal rumah itu sudah dikuasi pasukan sang raja leak. Malah aku berlari kearah dapur, tapi kulihat tidak ada tempat bersembunyi disitu.
Aku berlari lagi kekamar belakang yang terpisah dengan rumah utama, yaitu kamar pembantu Anne.

“BRUUUAAAKKKK….!!!!” Suara hantaman tubuhku mengenai pintu kamar pembantu Anne tanpa mengetuk.

“BRROOOKKKK… BRROOOKKKK… BRROOOKKKK…”Suara genggaman tanganku mengetuk pintu kamar pembantu Anne.

“Bukaaa…Cepetan bukak… ini aku Tono..!!!” teriak suaraku yang meminta untuk dibukakan pintu.

“CEKLEEEEKKK..!!! CEKLEEEEKKK..!!” Suara pintu yang dibuka dari dalam kamar itu.

Aku dengan bodyguard tadi segera masuk kekamar pembantu Anne tanpa basa basi, dengan cepat pembantu Anne mengunci kembali pintu kamarnya. Kulihat sudah ada tiga orang disitu, dua orang perempuan pembantu dan satu laki-laki tukang kebun Anne. Mereka bertiga sudah ketakutan, akhirnya kami berlima duduk jongkok meringkuk dipojok ruang kamar pembantunya Anne.

“Mas aku takut sekali mas, ini gimana mas, apa kita masih bisa hidup?” tanya bodyguard dengan ketakutan.

“Ngga tau mas, aku sendiri juga takut kalua situasinya begini” jawabku

“Ini aku ngga kebagian selimut, mana selimut yang lain?” tanyaku sambil berebut selimut.

“Udah ini saja dipakai bersama, paling juga kita mati disini” kata pembantu

“Huuuuu… Huuuuuu… Huuuuuu… Huuuuuu… Huuuuuu…”

Suara tangisan kita berlima sambil saling tarik meranik selimut.
Saat itu aku berhenti dari tangisan dan mencoba membaca mantra, berdoa, untuk melindungi kami berlima dikamar ini. Kami tau kalau kami bakal dijadikan tumbal si raja leak karena melihat kejadian bodyguard ini ditarik dan mau dibawa kealam mereka untuk dijadikan tumbal. kami berlima sudah tidak memperhatikan jenis kelamin lagi, kami berlima meringik ketakutan keringat kami mulai bercucuran karena kamar pembantu ini tidak ber AC dan minim ventilasi udara. Didalam kamar aku terus saja membaca sendirian, kubaca sekeras-kerasnya seingat-ingatnya, karena malam itu kondisinya panik dan sangat mencekam. Dalam konsentrasiku didalam selimut tiba - tiba.

MAS TONO TOLOOOOONGGGG……..BRUUUKKK [teriakan bodyguard ini tiba-tiba jatuh dari jongkoknya]

PLAK…..PLAK….PLAKKK..[suara tangannya yang mencari pegangan dilantai untuk menahan tarikan dari kedua kakinya]

Tubuh besar bodyguard terseret karena ada yang menarik dari arah pintu keluar, dengan cepat aku meraih kedua tangannya. Di elakangnya bodyguard kulihat dengan kedua mata kepalaku dua orang prajurit Leak sedang menarik di kaki kiri dan kanannya.

AAAAAAAKKKKHHHHHH [teriak dua orang pembantu dan satu tukang kebun]

Semua yang meringkuk para pembantu hanya teriak histeris. Takut akan menjadi giliran pembantaian malam itu. Disini aku adu tarik menarik dengan para setan itu, cukup lama juga aku merasakan hal ini. Tiba-tiba kedua prajurit itu hilang, hanya ssedikit awan tipis hitam dan sedikit percikan api yang terlihat.

Sekian lama kami meringkuk dikamar itu, ditengah tangis keempat orang ini…

“TOKKKK…. TOKKKK…. TOKKKK….”

“Ton, lo didalam?” teriak seperti suara mas Umar yang sedang mencari aku.

“Tono sudah kabur, nggak ada disini.” jawab teriakku ditengah tangis ketakutan mereka berempat didalam kamar.

“Hee geblekk.., ini aku Umar.. cepet buka semua sudah aman!!!” jawab teriak mas Umar dari luar pintu kamar pembantu Anne.

Akhirnya aku memberanikan diri mencoba membuka pintu kamar dari dalam, disini sebenarnya aku masih takut. Aku berprasangka ini adalah jelmaan dari para prajurit raja leak itu.

“KLEKK.. KLEEKK…” Suara engsel pintu yang kubuka dari dalam.

“Mas.. Mas.. Mas.., Bener sampean ini mas Umar?” sambil tanganku mencubit kedua pipinya.

“Ehh kurang ajar lu ya, apa-apaan lu Ton” sambil tangan mas Umar melepaskan cubitan jariku dikedua pipinya.

“Ya nggak mas! aku memastikan keadaan diluar bener-bener sudah aman” Jawabku.

“Iya Ton, semua sudah aman. Sekarang coba tenangkan semua yang ada dikamar dan ajak berkumpul diruang tengah” Pinta mas Umar.


profile-picture
profile-picture
profile-picture
jimmi2008 dan 11 lainnya memberi reputasi
12 0
12
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
09-12-2019 15:08
25. PERENCANAAN - A



Setelah kejadian mencekam dimalam itu kami semua berkumpul diruang tengah rumah Anne, rumah yang besar bergaya eropa dengan cat putihnya. Aku duduk bersama Tono disofa Panjang, sedang Andi duduk bersama Anne dikursi kayu klasik berwarna cokelat. Satu orang pembantu perempuan merawat luka ditangan, kaki dan tubuhnya Andi. Sedang pembantu perempuan yang satunya lagi merawat Anne.

Pembantu yang merawat Anne mulai merapikan rambut dan mengganti bajunya yang sudah berantakan. Pembantunya juga membersihkan luka di pergelangan tangan dan kakinya anne karena ikatan yang kuat rantai itu. Untuk tukang kebunnya yang laki-laki merapikan kursi, karpet yang berantakan malam itu. Tukang kebun ini sibuk membersihkan rumah Anne malam itu dibantu dua orang bodyguardnya untuk mempercepat pekerjaannya dan supaya tidak ada yang curiga dari tetangga sekitar.

Setelah pembantu yang merawat Andi selesai, ia membuatkan kami minuman yang segar sebagai minuman pereda ketegangan malam yang kelam itu.

“Ada apa dengan semua ini Ndi, kok kamu terluka? apa yang terjadi sebenarnya? Tanya Anne yang mulai sadar dan ingat kembali dari pengaruh leak.

“Malam ini tadi sebenarnya malam pemujaan leak calonarang itu, kita semua berjuang malam ini untuk kesembuhanmu. Malam ini nyawa kita semua sudah tiada lagi, berkat bantuan mas Umar dan mas Tono, kalau mereka tidak ada mungkin kita dan seisi rumah ini sudah mati.” terang Andi ke Anne.

“Jadi sampai segitunya ya, Maafkan aku ya Pak?” Jawab Anne sambil duduk melihatku, setelah itu tatapnnya melihat lukanya yang diperban di kedua pergelangan tangan dan kakinya.

“Iya benar Ne, sukur kita malam ini bisa selamat” Jawab Andi.

“Pak Umar, mas Tono sudah sejauh ini membatu saya” Ucap Anne dengan Bahasa Indonesia yang fasih disertai pandangan matanya kepada kami dan kondisi kesehatannya mulai membaik sedikit demi sedikit.

“Iya mbak Anne gak papa, alhamdulillah semua sudah beres, tinggal sedikit yang ditubuh mbak Anne” Terangku ke Anne.

“Sudalah mbak Anne sekarang istirahat saja, karena mbak Anne terlihat sangat capek malam ini” Pintaku.

“Iya benar pak Umar, aku merasa sangat capek dan lemas malam ini. Tulang-tulangku seperti remuk semua” Jawab Anne.
Malam itu Anne langsung tidur diatas karpet tebal diruang tengah, dia ditemani kedua pembantunya perempuan. Sedang aku dan Tono tidur diruang tamu, untuk Andi dan satu bodyguardnya ikut menemani Anne tidur di atas sofa ruang tengah. Mengingat malam itu masih mencekam, dan bayangan buruk atas kejadian yang kelam.
Akhirnya mereka putuskan tidur diruang tengah. Untuk tukang kebun yang sudah selesai membereskan rumah Anne dan satu bodyguardnya ikut tidur bersamaku, dan Tono. Kami berempat tidur di sofa ruang tamu.
***


“TOKK…!!! TOKK…!!! TOKK…… “ TOKK…!!! TOKK…!!! TOKK…!!!”

Suara ketukan yang lama dari luar pintu ruang tamu rumah Anne.
Bersamaan dengan suara itu tukang kebun langsung bangun duluan dan membuka pintu dengan penasaran. “Siapa yang mengetuk pintu di pagi buta gini” gumamnya dengan berjalan keluar, karena ia masih masih merasa takut akan kejadian malam tadi.
Kleeekkk

“Cari siapa mas ?” Tanya tukang kebun.

“Cari mas Umar sama mas Tono pak” Jawab Imron

“Ohh itu mas Tono masih tidur.” Jawab tukang kebun serta kepalanya menoleh keruang tamu.

“Tapi mas Umarnya kok sudah nggak ada ya, padahal tadi tidur disitu”katanya pelan

“Sebentar mas, saya cari mas Umar dan membangunkan mas Tono” pesan tukang kebun sambil meninggalkan Imron didepan pintu.

Aku yang baru selesai dari kamar mandi berjalan menuju ruang tamu, aku berpapasan dengan tukang kebun di ruang tengah.

“Mas sampean dicari orang itu didepan” kata tukang kebun memberitahuku ada yang mencari.

“Siapa pak?” tanyaku.

“Saya nggak kenal” Jawab tukang kebun singkat.

“Ohh ya sudah kalau gitu aku kedepan saja” Jawabku.

Aku dengan tenang berjalan menuju ruang tamu, dan masih melihat diruang tamu tono dan satu bodyguardnya Anne masih tidur terlelap..

“Ehh elu Pron, dari mana saja? sini duduk!” Pintaku yang masih dibelakang pintu ruang tamu Anne.

Aku kembali duduk di sofa dan Imron mengikuti duduk disampingku, sedang Tono dan bodyguard ini kubangunkan untuk ikut menemani kami di ruang tamu.

“Ehh... Pron kemana aja lu semalam? masa nggak denger teriak-teriak dan suara keras dari rumah ini?” Tanyaku

“Aku sembunyi dimobil mas, ya denger mas! Aku takut kalau mendekat, karena sudah terlihat begitu banyak pasukan ghaib itu disitu, jadi
kuputuskan menutup mata dan telingaku mas. Sampai tertidur dimobilnya mas Tono.” Jawab Imron yang Panjang.

“Ahh.. elu Pron kita semua mau mati, elu malah sembunyi nggak bantuin kita, kurang ajar banget lu” sahut Tono dari kamar mandi yang sudah berdiri di ruang tamu.

“Lah kan aku bilang dari awal nggak berani mendekat, aku tetap sembunyi dikursi tengah mobil mas.” Jawab Imron
Terdengar dari ruang tengah satu persatu mereka yang tidur disitu mulai bangun, kami dirumah anne saat itu sampai tengah siang hari. Terdengar mereka satu persatu mulai beraktifitas layaknya tiada yang terjadi dimalam itu. Saat aku, Tono dan Imron duduk diruang tamu, Andi dan Anne datang ikut bergabung dengan kami.

Aku menanyakan keadaan Anne dan Andi dipagi itu, bersyukur Anne sudah mulai ingat dan sadar meski belum sepenuhnya. Sedang Andi yang semalam banyak luka pagi itu sudah nampak pulih meski belum seratus persen. Mereka berdua juga masih trauma akan kejadian semalam.

“Mas sarapan dulu yuk?” Pinta Andi.

“Ayok mas!” Jawabku

Kami semua keruang makan Anne, kami makan bersama dipagi itu. Terlihat dihadapan kami Makanan yang sudah disiapkan tampak berjajar rapi dengan menu seadanya. Maklum pembantunya tadi pagi belum belanja karena masih sibuk merawat Anne dan rumahnya.
Selesai acara makan-makan kami kembali keruang tamu Anne, keinginanku saat itu adalah untuk pulang karena untuk memulihkan tenaga dulu dan rindu bertemu keluarga dirumah. Saat kami semua duduk di ruang tamu tiba-tiba andi terlihat mengeluarkan cek dan beberapa kertas yang pernah diperlihatkan saat datang kerumahku.

“Mas ceknya ini sampean bawa sama surat-suratnya.” Ucap Andi.

“Buat apa mas ?” Tanyaku polos.

“Aku rasa imbalan ini pantas buat mas Umar, karena kulihat mbak Anne sudah mulai pulih” Jelas Andi.

“Nggak usah mas, leak itu masih ada ditubuh mbak Anne, tapi aura dan kekuatannya sudah hilang” Jawabku.

“Iya Pak bawa saja, pagi ini aku merasa seperti yang dulu lagi. Aku sedah merasa sehat pak. Aku sangat berterima kasih jika pak umar bawa ceknya” sahut Anne.

“Gak usah mbak. Karena masih belum selesai 100% tugasku”. Jawabku yang sungkan

“ Gak papa pak Umar.” Desak Anne

Dengan santai Anne mengambil cek berwarna biru muda yang dibawa andi, Tangan kiri Anne dengan percaya diri perlahan menandatanganinya cek berwarna biru muda itu. Cek biru muda itu ditandantangani dengan tangan kirinya dan ditulis dengan jelas namanya, posisi yang tertera nama “Anne Van Persie” dibawah tanda tanganya. Kejadian itu tepat didepanku dan disaksikan Andi, Tono, Imron dan satu bodyguradnya.

“Lohh jangan mbak, jangan dulu, leak nya masih ada gitu loh di tubuh mbak Anne”. Kataku menolak dulu

“Ngga papa pak Umar, aku percaya kok sama pak Umar.” paksa Anne memberikan cek itu kepadaku.

“Sudah bawa saja pak, ingatanku juga banyak yang kembali sejak tadi pagi.” Jelasnya Anne lagi

“Ayok habis ini kita ke Bank bersama-sama untuk memastikan isi uang di Cek ini, sekalian aku mau jalan-jalan pak” Pinta Anne.

“Nggak usah mbak, saya percaya kok.” Jawabku

“Nggak papa mas, sekalian ayok keluar nyari makan siang juga” Paksa Andi.

Dengan paksaan Andi dan Anne serta Tono yang ikut membujukku, akhirnya kami pergi ke Bank yang dituju sesuai nama yang tertera di Cek/BG milik Anne. Aku naik mobil bersama Anne dan Andi, sedang yang jadi sopir saat itu si bodyguardnya Anne. Sedangkan Imron ikut Tono membawa mobil sejuta umatnya dibelakang kami.
Sesampainya kami di Bank itu, kami berempat berjalan kaki masuk ke bank persemakmuran.

“Ada yang bisa dibantu pak, buk ?” Tanya satpam Bank.

“Iya pak kami ingin mengecek isi dari di Cek ini” sambil tangan Andi menunjukan Cek biru muda itu ke satpam”

“Ohh iya pak langsung saja, cutomer servicenya ada disebelah kiri ruangan utama Bank ini” Suruh satpam itu.

“Oh iya pak terima kasih”Jawab Andi

Dua Kursi depan di customer service saat itu kosong, jadi kami berlima langsung ke depan meja customer service. Waktu itu kebetulan pegawainya seorang perempuan muda dan cantik. Saat kami sampai didepan meja customer service, kami semua masih berdiri. Kami disambut suara yang ramah dan hangat customer service itu. Dia dengan segera mempersilahkan kami untuk duduk, memberikan tiga kursi tambahan ke kami, karena hanya ada dua kursi yang tersedia saat itu.

“Ada yang bisa kami bantu pak.. buk.. ?” Tanya customer service Bank.

“Iya mbak, ini saya mau mengecek uang dari BG ini” kata Andi sambil mengeluarkan cek dan memberikannya kepada customer service Bank itu.

Kulihat pegawai perempuan itu mengamati Cek itu dengan seksama, dia agak terdiam matanya sedikit melotot karena melihat nominal yang tertera di Cek itu. Ekspresinya pegawai itu seperti tidak percaya apa yang dilihatnya. Setelah mengamati agak lama dengan membolak balikan Cek itu beserta mencocokan nomor seri Cek dengan data yang ada.

“Sebentar ya pak, saya tanyakan dulu ke AR didalam” kata customer service Bank.

“Oh iya mbak silahkan” Jawab Andi dan jawabku.

Sekian lama kutunggu akhirnya pegawai bank itu datang bersama AR dan kepala bank, mereka mengajak kami pindah keruangan nasabah khusus. Ruangan yang hanya disekat dengan kaca, tapi tak terlihat dari luar.
Kami berjabat tangan dengan pihak bank sambil memasuki ruang itu. Setelah kami semua duduk didalam ruangan itu, posisi kami duduk melingkar dikursi tamu mengikuti meja oval panjang. Aku duduk berjejer lima orang disisi selatan, sedang pihak Bank bertiga disisi utara.

“Gimana pak ceritanya ini.” Tanya AR Bank

“Begini pak, kami mau narik uang yang dikirim dari kakek mbak Anne.” Jawab Andi

“Kok nilainya besar banget mas.” Sahut kepala cabang bank yang curiga

“Iya pak ini memang kemauan dari kakek mbak Anne untuk menghibahkan uang tersebut kepada pak Umar.” Jawab andi yang selanjutnya menceritakan dengan singkat profile keluarga Anne dan kronologi yang menimpanya.

“oooohhhh jadi begitu….Mas ini mau Tarik tunai atau transfer ?” Tanya pihak Bank.

“Nggak pak kami hanya ingin memastikan uang di Cek itu, sudah ada isinya atau belum” Jawab Andi.

“Iya tadi didalam sudah saya cek, BG ini sudah ada isinya sesuai dengan nominal yang tertera di Ceknya.” Tegas kepala Bank.

“Satu Triliun, kan pak? Tanya andi lagi

“Iya mas, bener! Jawab AR bank

“Apa bisa Tarik tunai pak?” Tanya dan pintaku polos ke Andi.

“Jelas ndak bisa pak, karena kalau penarikan dalam jumlah besar bapak harus janjian dulu dengan pihak Bank kami” Terang pihak Bank.

“Ini kan Hibah pak, meski asal usulnya jelas dan penggunaannya juga jelas. Biasanya penarikan diatas dua milyar itu bapak harus membuat berita acara dan keperluannya untuk apa secara detail.” Jelas AR Bank itu.

“Oh iya kalau begitu minggu depan saya urus untuk itu semua mbak.” Sahut Andi

“Lebih baik jangan dulu mas, gak enak saya karena semua urusannya belum selesai”. Jelasku ke Andi

“Gak papa mas, lagian kami percaya sama mas umar. Mas umar juga habis menyelamatkan nyawa kami.”Jawab Andi

“Ohh ya sudah mbak terima kasih”. Kata andi mengakhiri perbincangan kami diruang khusus itu.

Setelah itu kami berlima keluar dari Bank itu untuk mencari makan siang padahal waktu sudah sore, selesai makan siang kami berpencar. Aku, Tono dan Imron kembali pulang kerumah disopiri bodyguarnya Anne karena waktu itu kami bertiga sudah capek dari semalam. Sedangkan Anne dan Andi kembali kerumah mereka, sebelum kami pulang kami janjian minggu depan dihari senin aku kerumah Anne lagi dengan Tono.
Kami beserta rombongan melajukan mobil Tono yang dikendarai bodyguardnya Anne menuju rumahku. Ditengah perjalanan aku mempuyai ide, Inisiatifku kala itu hanya ingin mengambil uang hadiah tersebut hanya sepuluh persen dari total yang akan diberikan kepadaku. Kira-kira 100 milyar, dan rencananya akan aku bagikan sebagian keseluruh keluargaku dan keluarga mertuaku.

“Mas, jangan lupa lima persennya ya” ujar Tono sambil duduk dikursi depan mobilnya.

“Iyaa… iya Ton, aku nggak lupa” Sahutku dari kursi belakangnya.

“Pak bagi-bagi dong.” sahut Bodyguard Anne.

“Iya Pak, gampang itu. Sahutku

“Saya budi pak, saya yang biasanya ngantar mbak Anne kerumah mas umar.” Kata budi

“ooohh iyaaa..iyaa…aku lupa pak.” Jawabku

“Saya yang kemarin malam sampean selamatkan, sama mas tono.”Jelasnya

“Ooohhh iya ta? Saya agak bingung soalnya pak, karena wajah bapak sama temen bapak satunya lagi mirip.”Jawabku

“Hahahahahahhaah bisa saja Mas umar ini.” Sahut mas budi

“Wah gimana mas Umar ini, masak sudah sering ketemu kok lupa. Dia mau dapat tetangga sampean loh mas?” sahut Tono

“Beneran ta mas Budi”. Tanyaku kaget

“Iya mas, itu tetangga kecamatan mas umar anaknya bapak pak haji romli.” Jawabnya

“Oooohhh,,,,ya…yaa..yaa…”Jawabku dan mengingat-ingat orangnya

Dalam perjalanan pulang ini aku berencana akan membagikan harta itu, rencanaku akan memberi para pemuja ilahi yang ikut membantuku selama ini. Semua anggota club pemuja Ilahi akan aku beri satu milyar per orang, termasuk Imron khusus 2 milyar. Sedang Tono jelas mendapat lima puluh milyar, karena berawal dari dialah semua ini terjadi dan juga bantuannya selama ini. Sisanya akan aku hibahkan semua kemasyarakat untuk sosial.

Saat itu aku langsung menuju kerumah mertuaku, dan kurasa saat itu dirumah mertuaku semua sudah aman. Sejenak aku duduk dirumah mertuaku setelah itu aku langsung ajak anak istriku pulang kerumah, dalam perjalanan pulang aku ceritakan semua kepada istriku akan mendapatkan uang dalam jumlah besar
Diubah oleh bayubiruuuu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jimmi2008 dan 11 lainnya memberi reputasi
12 0
12
Halaman 45 dari 50
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
pain
Stories from the Heart
he-was-my-drugs-part-1
Stories from the Heart
balung-kukang
Stories from the Heart
sebuah-surat
Stories from the Heart
100-days
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia