- Beranda
- Heart to Heart
Whatsapp Story [01. Malam Romantis di Jakarta]
...
TS
shaarong
Whatsapp Story [01. Malam Romantis di Jakarta]
Tanjung Duren Selatan, 17 Oktober 2018, 19:40
Aku alan pelan menelusuri jalan aspal kompleks kosanku. Tiap langkahku punya dua makna. Satu langkah bermakna lelah, satu langkah lainnya bermakna sepi. Lalu aku berhenti di depan sebuah rumah yang sedang dibangun, dipagari oleh seng, dan terang karena lampu jalan yang ada di depan rumah seberangnya.
“Ah.”
Aku tersentak dan mendongak. Bahkan lampu jalan yang penuh tempelan iklan di tiangnya dan kabel listrik yang simpang-siur pun mampu menggerakkan jiwa seniku. Aku mengambil hp-ku dan mengabadikan suasana yang sebenarnya biasa itu. Aku amat-amati sebentar hasil fotoku itu, lalu kembali berjalan. Kali ini langkahku agak cepat, tiga ratus meter lagi sampai di kos berpagar oranye. Sebagian perasaan lainnya, aku cuma takut dikira mau berbuat jahat. Karena bagaimanapun juga, ini Jakarta. Segala sesuatunya nggak terduga.
Gerbang kos berderit terbuka. Sebelum masuk, aku mengintip sebentar. Menghitung jumlah motor yang terpakir. Malam itu cuma ada dua-tiga motor dan itu artinya penghuni lain belum pulang.
Suara sol karet sepatuku berdecit saat aku berjalan di lorong lantai satu dan berhenti di depan kamar nomor dua dari pintu masuk. Kos-kosan campur ini sebenarnya 3 lantai dan 1 lantai paling atas untuk menjemur pakaian. Tapi karena aku terlalu malu dan canggung untuk menyapa penghuni lainnya, area kos yang sering lalui hanya gerbang, parkiran motor, lorong lantai 1, dapur di lantai 1 dan toilet bersama di lantai 1.
Awal kepindahanku ke kosan 504 A ini, aku bersyukur karena dapat kamar di lantai satu dan diapit dua kamar lainnya yang waktu itu penghuninya laki-laki. Jadi, kalau terjadi sesuatu, ada dua laki-laki dewasa yang bisa diandalkan. Walaupun mungkin, sebenarnya umur mereka berdua nggak jauh berbeda sama aku.
Aku buka kamarku yang sesaat terasa pengap. Suasana kamar agak lebih baik setelah aku menyalakan lampu dan AC. Aku menaruh sepatu, tas, dan baju kotornya sesuai tempat.
Prinsipku, menempatkan sesuatu pada tempatnya setelah habis pakai adalah salah satu cara beres-beres ruangan paling efektif dibandingkan membiarkannya berserakan selama seminggu lalu membereskannya sekaligus di akhir pekan.
Prinsipku, menempatkan sesuatu pada tempatnya setelah habis pakai adalah salah satu cara beres-beres ruangan paling efektif dibandingkan membiarkannya berserakan selama seminggu lalu membereskannya sekaligus di akhir pekan.
Ranjang besi berderit pelan saat aku mendudukinya. Kedua tanganku masih memegang handphone, mataku jeli mengatur aplikasi edit foto, dan otakku berputar mencari-cari kata untuk dijadikan caption.
MALAM ROMANTIS DI JAKARTA.
Sebuah kalimat sederhana untuk postingan di Instagram story-ku malam itu. Sebuah foto suasana malam Jakarta yang asal aku ambil dengan fokus lampu jalan terang dengan latar komplek perumahan tua yang di belakangnya berdiri gedung-gedung apartemen menjulang. Meski biasa, tapi buatku, foto barusan punya arti tersendiri. Jakarta yang selama ini dianggap buruk dan berbahaya oleh orangtuaku, aku harap-harap punya cerita romantis yang bahkan bisa ditemukan hanya pada sebuah lampu jalan.
Setelah puas membagikan sebuah ironi perbedaan status sosial Jakarta lewat sebuah foto, aku bangkit dari duduk dan mulai melakukan aktifitas lainnya sepulang kerja. Waktu itu, aku nggak akan menyangka kalau foto yang aku unggah, akan benar-benar membawaku ke dalam cerita romansa sungguhan di Jakarta.
((bersambung))
Note : Update setiap hari Rabu. Thanks.

![Whatsapp Story [01. Malam Romantis di Jakarta]](https://s.kaskus.id/images/2019/11/13/10744923_20191113070746.jpg)
nona212 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
797
12
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Heart to Heart
23.3KThread•41.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Thread Digembok