Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
137
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc256e7a2d195548a48db1f/neraka-dalam-surga
pic : Google, edited by photoshop. *   *   *   *   * P R O L O G *   *   *   *   * Rumah, seharusnya menjadi hunian ternyaman bagi setiap manusia. Tempat pulang yang selalu dirindukan, dan menjadi tujuan terakhir pelepas penat setelah seharian beraktifitas. Namun, tidak bagi Arief Matari, seorang anak korban poligami. Memiliki ibu yang merupakan seorang istri kedua terasa tidak men
Lapor Hansip
06-11-2019 12:15

Neraka Dalam Surga

Neraka Dalam Surga
pic : Google, edited by photoshop.


*   *   *   *   *


P R O L O G
*   *   *   *   *


Rumah, seharusnya menjadi hunian ternyaman bagi setiap manusia. Tempat pulang yang selalu dirindukan, dan menjadi tujuan terakhir pelepas penat setelah seharian beraktifitas. Namun, tidak bagi Arief Matari, seorang anak korban poligami. Memiliki ibu yang merupakan seorang istri kedua terasa tidak menyenangkan bagi Arief. Setiap hari ia selalu menjadi bahan bully-an di sekolah. "Anak Pelakor" begitulah kalimat yang sering dilontarkan oleh teman-temannya, sehingga julukan tersebut melekat erat di kalangan sekolah. Tatapan sinis selalu mengarah pada remaja tersebut, pun para guru sebagian besar memandang Arief sebelah mata karena status, terutama guru dari kaum hawa.

Mereka seolah jijik dengan pemuda tersebut, bahkan tak jarang ia mendapatkan perlakuan tidak adil dari sang guru. Sering terkena hukuman bila didapati memiliki kesalahan walau hanya seujung kuku. Bully sudah menjadi makanan sehari-hari, tapi sebagai manusia biasa sebesar apapun Arief berusaha kuat dan tegar, tetap saja ada titik terendah dalam diri, memaksa pemuda tersebut untuk menyerah. Rasa muak, benci, marah, kesal, serta lelah terus saja menghantui nurani dalam menghadapi perilaku lingkungan tempat tinggal Arief.

Namun, pemuda itu terus berusaha sabar saat mendapat berbagai cibiran serta perilaku tak manusiawi dari orang-orang sekitar.

Tumbuh diantara keluarga poligami, jelas bukanlah hal yang menyenangkan. Belum lagi ketika sang ayah tiba-tiba membawa ibu baru dalam keluarga mereka--Istri Ketiga. Hal ini tak mudah diterima oleh anak tersebut terutama saat ia sedang menghadapi ujian nasional kelulusan sekolah menengah pertama.

Hati Arief Matari hancur berkeping-keping. Kenyataan pahit harus ditelan tatkala seorang wanita kembali hadir dalam keluarga mereka. Sedih, marah, kecewa, kesal, benci memenuhi benak dan hati. Sebagai seorang anak tak ada yang bisa dilakukan kecuali menerima secara lapang dada.

Hujan hadir menyapu debu-debu jalanan, menggerayangi rumput, membuat tumbuhan tak lagi gersang. Begitulah yang dirasakan Arief Matari malam ini. Menangis di bawah hujan adalah sebuah kebebasan yang luar biasa. Melegakan perasaan di setiap tetesan yang membasahi bumi tanpa seorangpun tahu, darimana asal air mengalir di pipi, langit atau ....

Menjadi anak pertama dari istri kedua sekaligus kakak bagi seorang adik yang juga bersekolah tentu tidaklah mudah. Di tambah setiap hari ia harus mendengar curhatan si ibu mengenai hubungannya dengan sang ayah semakin membuat hidup Arief terasa sulit. Pemuda itu harus berpura-pura kuat di hadapan  keluarga, meski dalam hati hancur tak berupa.

"Wahai hujan, basahilah aku malam ini! Agar segala kepedihan sirna. Tak ada lagi air mata membasahi jiwa raga. Saat sang surya mencumbu permukaan bumi, raga ini sudah mengering kembali. Wahai, langit dan bumi. Akhirnya aku masuk sekolah baru. Persetan dengan anak-anak di sekolah lama!" teriak Arief Matari lantang. Suara kerasnya tersamarkan dengan derai hujan. Ia begitu bahagia karena merasa mendapatkan kesempatan kedua.


profile-picture
profile-picture
profile-picture
S.HWijayaputra dan 38 lainnya memberi reputasi
39
Halaman 1 dari 7
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 12:15
D A F T A R - - - I S I


PROLOG

1. Part 1 - Pagi Biru, Sore Kelabu

2. Part 2 - Kisah Lalu Merajut Pilu

3. Part 3 - SESAL

4. Part 4 - Di sini

5. Part 5 - Kekasih Gelap
Diubah oleh ndsteam
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fiaperm dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 12:16

Pagi Biru, Sore Kelabu

* * * * *

Part 1

Neraka Dalam Surga

* * * * *


Tahun ajaran baru telah dimulai. Langit begitu cerah saat sang surya tersenyum ceria menyambut hari Arief Matari. Rona ceria tampak menghiasi wajah pemuda tersebut saat memasuki gerbang yang akan membawa dirinya menuju kedewasaan. Lingkungan tempat tinggal, sekolah, juga kawan-kawan baru.

Para siswa tampak ceria, wajah-wajah sumringah menghiasi setiap sudut lingkungan sekolah. Arief berharap di tahun ajaran baru ini bisa memperoleh ketenangan diri, terbebas dari segala macam bully.

Pemuda lima belas tahun itu menatap lekat ke depan. Jantung berdegup kencang, perasaan was-was mendadak masuk ke dalam hati dan pikiran seolah bayangan masa lalu kembali menghantui nurani. Namun, ia berusaha menguasai keadaan dengan menghela napas dalam secara berulang kali untuk mengurangi kegugupan.

'Santai, aku pasti bisa! Ini adalah langkah awal menuju dunia yang baru. Sekolah dan kesempatan ke dua,' gumam Arief menyakinkan diri sendiri.

Langkahnya gemetar ketika pertama kali memasuki gerbang sekolah. Manik indah berwarna coklat itu menelisik sekeliling dengan was-was. Takut apabila kejadian masa lampau terulang kembali. Ia baru bisa bernapas lega setelah tersadar jika ketakutan selama ini hanyalah ilusi semata.

'Alhamdulillah,’ gumamnya pada diri sendiri.

Arief bersyukur, seraya berdoa dalam hati semoga kejadian buruk dimasa silam tidak terulang lagi.

Senyum sumringah diperlihatkan pada setiap orang yang ditemui saat menelusuri sudut sekolah. Langkah remaja itu mantap menuju ruang kelas sesuai arahan dari Kepala Sekolah.

Kehidupan Arief terasa berbeda setelah memasuki lingkungan baru, selain mendapatkan banyak teman, kini pemuda tersebut tak perlu khawatir lagi dengan kisah masa silamnya. Bagi seorang remaja masa lalu cukuplah disimpan untuk diri sendiri sebagai bekal pelajaran hidup dimasa mendatang.

Hari berlalu begitu cepat. Tak terasa, ia pun kini sudah memiliki teman akrab yaitu Lidya kawan satu kelas. Mereka menjalin persahabatan solid. Tak segan mengulurkan tangan untuk membantu satu sama lain ketika ada yang mengalami kesulitan. Karena menjalin keakraban seperti saudara, banyak remaja gadis juga pemuda menaruh kecemburuan sosial. Tak terkecuali Rendra, kakak kelas Lidya dan Arief.

Bulan-bulan telah berlalu, Arief begitu menikmati kehidupan barunya, hingga suatu hari datanglah badai yang memporak-porandakan kembali akal serta nurani pemuda tersebut.

Entah berasal dari mana kabar itu mendadak ramai dibicarakan sehingga menjadi topik hangat sekolah. Setiap mata melihat Arief dengan sinis tak segan menunjukkan sikap tercela, terang-terangan meludah di hadapan seolah jijik dengan keberadaan nya.

Remaja itu heran melihat pandangan orang-orang sekitar mendadak berubah drastis, pun saat ia mendekati teman-temannya, mereka secepat mungkin menghindar atau memberi alasan tak masuk akal untuk menjauh.

Hati Arief teriris pilu mendapati perubahan sikap orang-orang sekeliling. Namun, pemuda bermata coklat itu tak bisa berbuat apa-apa, ia bingung dengan apa yang terjadi. Berhari-hari memikirkan kejadian demi kejadian di sekolah sehingga dilanda gegana, pikiran-pikiran negatif mulai bersarang dalam benaknya. Entah. Tanpa alasan jelas semua satu sekolahan menjauhi, kecuali Lidya, gadis yang ditemui saat hendak memasuki area kelas. Seorang gadis imut bermata bulat bak boneka secara tak sengaja bertabrakan dengannya ketika memasuki ruangan bersama-sama.

"Apa kamu tahu kenapa kawan-kawan bersikap aneh, Lid? Mereka menghindar dan tak mengacuhkan keberadaanku."

Arief menatap lekat Lidya. Gadis itu tak bergeming, ia menundukkan pandangan sambil terus memainkan jemarinya. Ada keraguan tersirat dari perilaku Lidya, guna mengusir kegelisahan dalam diri atas sikap sang kawan, pemuda itu memilih bersikap normal.

"Sebenarnya …." Lidya tampak ragu. Gadis itu terdiam lama tak meneruskan kekatanya. Ia mengangkat pandangan kemudian menatap wajah Arief lekat seolah menelisik sesuatu di sana.

"Apa, Lid? Katakan saja, jangan ragu!” ucap Arief antusias membalas tatapan Lidya tajam.

"Jangan di sini, ya, bicaranya. Nggak enak banyak orang."

"Lalu kamu mau kita bicara di mana?"

"Usai pulang sekolah temui aku di taman."

Arief mengangguk pelan kemudian pamit pergi meninggalkan Lidya dengan tanda tanya besar.

Cahaya matahari meredupkan sinarnya. Dedaunan yang menguning berserakan di tepian jalan terbang ke sana kemari terbawa angin. Di bawah pohon sisi lain taman Lidya menunggu dengan resah. Pandangannya menelisik sekitaran berharap yang ditunggu segera datang, tapi sampai pukul empat sore sosok tersebut belum muncul.

Lidya mondar-mandir sambil celingukkan. Pikiran mulai kalut karena sang sahabat belum sampai, lalu ia kembali duduk di bangku taman berwarna biru, sesekali manik indahnya melihat jam tangan. Ia menghela napas kasar sambil bergumam.

‘Kemana itu anak? Jadi datang nggak, sih?’ gerutunya kesal.

Tak lama kemudian dengan napas terengah-engah Arief datang.

"Ngaret. Kebiasaan lo!" celetuk Lidya membuang muka sebal.

"Maaf-maaf. Aku lupa jika punya janji denganmu," ucap Arief terpaksa membohongi Lidya.

Ia begitu gugup ketika memutuskan untuk datang mendengar penjelasan Lidya. Maju mundur, antara takut dan penasaran, berbagai asumsi kini dipikirkan Arief. Pemuda itu menerka-nerka segala kemungkinan yang akan dijelaskan oleh Lidya.

Hah!

Mata gadis itu melotot tajam bak pedang menghunus jantung, seketika Arief bergidik ngeri melihat ekspresi Lidya.

"Minum dulu, nih!" Lidya menyodorkan botol air mineral dengan tetap membuang muka masam. "Dari mana, sih, sampai ngos-ngosan begitu."

Arief mengambil botol dan langsung meneguknya sampai tuntas.

"Haus banget, ya? Kayak habis maraton aja, lo," cibir Lidya dengan wajah masam.

Setelah menghabiskan air mineral, Arief lalu duduk, diikuti dengan Lidya di sebelahnnya.

"Serius. Jadi apa penyebab sikap orang-orang di sekolah berubah kepadaku?” Tanpa basa-basi pemuda itu menyodorkan pertanyaan yang selama ini mengganjal dalam angan.

"Gini, Rif. Sebelumnya aku mau tanya, apa benar jika dirimu …." Ragu, gadis itu menghentikan kalimatnya. Ia terdiam cukup lama sambil memainkan jemari.

‘Aduh, gimana gue ngomongnya, ya?’ batinnya risau.

Bingung melihat raut wajah Lidya yang mendadak berubah Arief kembali bertanya.

"Apa, Lid?" tanyanya tak sabar.

Dengan satu tarikan napas panjang Lidya buka suara. Ia mengatakan semua keganjilan dalam hati serta isu di lingkungan tempat belajar.

Bak dihantam berton-ton beban berat, Arief kaget bukan kepalang. Dunia terasa berhenti di tempat, dimensi ruang dan waktu seakan-akan berputar kembali ke masa lampau. Tercekat. Tatapan mata menjadi kosong. Tubuh pemuda itu lemas seketika seolah tulang belulang dalam badannya rontok tak bersisa. Ternyata dugaannya benar.

‘Ya Allah, ujian apalagi ini?' batinnya merintih pilu.

Berulang kali pemuda itu beristighfar dalam hati berharap memperoleh kekuatan untuk tetap tegar. Namun, ucapan Lidya bagaikan petir menyambar saat kemarau gersang melanda. Memporak-porandakan hati dan pikiran saat itu juga.

Lidya panik, gugup dan takut melihat sang sahabat langsung lemas dan hilang semangat. Wajahnya pucat seperti mayat dikremasi. Dalam kondisi saling terkejut kedua remaja itu saling diam terhanyut oleh angan masing-masing.

Udara sore hari terasa begitu dingin bahkan lebih dingin dari beberapa saat yang lalu. Dedaun berserakan terbang terbawa sang angin sesekali menerpa mereka. Hening. Terpaku dalam kemelut hati. Entah apa yang dirasakan, kini dua anak manusia itu berekspresi datar tak ada obrolan hangat atau senda gurau menyapa. Mereka membisu dalam kelu, hanya suara alam menari-nari di kejinggaan langit seolah mewakili perasaan dua remaja tersebut.

***

Dunia Arief kembali menghitam setelah kondisi keluarganya tersebar luas di area sekolah. Banyak para siswa meneriaki sebagai anak haram hasil dari hubungan terlarang. Kata keturunan pelakor pun tak luput ikut terlontar.

Mendengar kata anak pelakor kembali dilayangkan padanya Arief berubah menjadi pendiam. Mulut terkunci rapat-rapat bila ada kawan atau orang dari lingkungan tempat tinggal bertanya perihal kehidupan dan keluarganya.

Hari-hari di sekolah pun kini bagaikan di dalam neraka. Setiap jam istirahat berlangsung ia sering dijahili oleh teman-teman. Mereka melempari pemuda tersebut dengan telur busuk, tepung, termasuk benda lain berbau menyengat. Saat pulang sekolah, beberapa siswa laki-laki menghadang jalan untuk menghajar Arief secara beramai-ramai. Lebam berdarah dan lara kini menjadi asupan rutin bagi tubuhnya.

Arief terkena bully habis-habisan kemudian diancam jika berani melaporkan pembullyan kepada para guru, maka mereka akan berbuat lebih parah lagi dari sebelumnya ketika sedang bersekolah. Atas pengancaman itu ia menciut nyali, lebih memilih bungkam sekaligus menerima segala perlakuan buruk dari kawan-kawan satu kelas.

Di sisi lain Lidya hanya bisa mengelus dada melihat sang sahabat menjadi bahan olok-olokkan serta korban bully. Ia tak punya daya untuk membela, pun melawan orang-orang tersebut. Jika Lidya berani buka suara atas perilaku mereka, gadis itu diancam akan mendapatkan perlakuan yang sama seperti temanya. Namun, hal itu tidak menyurutkan niat Lidya untuk tetap berada disisi sahabatnya itu. Ia selalu hadir saat usai pembullyan dilakukan pada Arief untuk menghibur sang sahabat dengan terus memberikan dukungan supaya tetap tegar serta tabah dalam menghadapi setiap gunjingan yang ada.

Namun, selayaknya manusia biasa, Arief memiliki fase lelah atas perilaku buruk mereka, dalam keadaan down anak dari istri kedua keluarga itu berangan-angan untuk mengakhiri semua penderitaan yang dialami. Rasa sakit, marah, kesal, malu bahkan benci yang bersarang dalam hati dan pikiran. Memilih mengakhiri hidup daripada harus menanggung malu atas hinaan cercaan juga perlakuan tak manusiawi dari lingkungan sekeliling.

Remaja tersebut merutuki diri sendiri seolah menyesal terlahir dari keluarga poligami. Rasa benci teramat dalam bersarang dalam hatinya. Entah, manusia mana yang tak berhati sehingga menyebarluaskan kisah keluarganya. Untuk kesekian kali ia harus menanggung akibat dari ulah keluarga sendiri, yaitu dicap sebagai anak pelakor.

Bersambung ….



Diubah oleh ndsteam
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciminuy dan 22 lainnya memberi reputasi
23 0
23
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 12:16
Reservasi untuk ilustrasi Tokoh
Diubah oleh ndsteam
profile-picture
profile-picture
profile-picture
itkgid dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 12:17
Cerita baru, mejeng dulu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ndsteam dan 5 lainnya memberi reputasi
5 1
4
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 12:18
awhhh neraka di dalam surga
Pasti sedep sedep senep nih
Diubah oleh alizazet
profile-picture
profile-picture
profile-picture
masnukho dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 12:25
masih prolog? ditungguh lanjutannya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bekticahyopurno dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 12:26
Mejeng di pejwan dulu

Bismillah, semoga sukses kawan kawan emoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ndsteam dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 12:28
Judulnya cetar. Mau nenda nyiapin mie rebus telur pedes aaah.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
masnukho dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 12:31
Arief pasti tertekan dengan statusnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ndsteam dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 12:32
Buruan di update lagi ya gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ndsteam dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 12:32
wah, judulnya menggetarkan jiwa emoticon-Insomnia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ndsteam dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 12:35
next deh. aku tunggu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
masnukho dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 12:41
masih bersambungkah ini?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
friya1 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 12:44
gelar tiker
profile-picture
profile-picture
profile-picture
UchieSuciani dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 12:48
pas lg mejeng di SFTH eh nemu judul ini, menarik menurut ane. pas ane baca awalnya ternyata ga salah ane, isinya menarik. jgn lama2 yaa klo mo kentang, rutin update yaa emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
UchieSuciani dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 12:50
baru prolog ya, ditunggu selanjutnya untuk inti cerita yg lbh menggigit ...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
UchieSuciani dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 13:09
lanjutkan gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
UchieSuciani dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 13:23
layangan putus kah ini?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
UchieSuciani dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 13:24
Mantep
profile-picture
profile-picture
profile-picture
UchieSuciani dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Neraka Dalam Surga
06-11-2019 13:24
nexttt
profile-picture
profile-picture
profile-picture
UchieSuciani dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Halaman 1 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
3-gadis-di-seberang-pantai
Stories from the Heart
pertarungan-melawan-tulisan
Stories from the Heart
the-light-emanates-for-you
Stories from the Heart
hypnophobia--kisah-cintaku
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia