Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
88
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d96700809b5ca583d1fbd7d/anakku-tidak-idiot
Aku tau nak, kau mendengarku. Hanya saja butuh beberapa menit untuk paham apa yang ku maksudkan. Kau akan melakukannya nanti saat kau sudah paham apa yang ku pinta.
Lapor Hansip
04-10-2019 05:02

ANAKKU TIDAK IDIOT

Past Hot Thread
icon-verified-thread

ANAKKU TIDAK IDIOT



Tes... Tes.. Tes...

"Elap encesnya nak" kataku pada mussa.

Netranya bergerak kesembarang arah. Lalu tersenyum manis sekali,memamerkan gigi gripisnya.

Aku tau nak, kau mendengarku. Hanya saja butuh beberapa menit untuk paham apa yang ku maksudkan. Kau akan melakukannya nanti saat kau sudah paham apa yang ku pinta.

"Luuuhh.. Mbk lussy, anaknya idiot gitu kasian banget." Oceh sekumpulan ibu sambil berbisik.

Jleebb...
Hatiku terasa di hujam pedang,sakit sekali. "ANAKKU TIDAK IDIOT!" teriakku dalam hati.
Jahat sekali mulut mulut kalian, mengatakan anakku idiot!. Anakku tidak idiot! Dia hanya sedikit berbeda dari anak anak kalian.

Kalian tau? Hanya sedikit. Ketika anak kalian akan langsung paham dengan perintah kalian. Maka mussa hanya butuh tambahan waktu saja untuk paham maksudku.

Bukankah mereka sama?

Ketika anak kalian mampu bergerak aktif. Berlari kesana kemari sambil tertawa gembira. Mussa juga mampu seperti itu. Hanya saja caranya berbeda. Mussa lebih suka menggelesot dilantai sambil memainkan jemarinya.

Bukankah mereka sama?

Pandangan kalian saja yang buta. Mengatakan anakku idiot. Mussa tidak idiot! Dia anak spesial. Dia berbeda. Dan dia indah.

"Ya ampun mbk lussy! Kenapa sih si Mussa gak di sekolahin di SDLB aja? Kasian lo temen temennya ketakutan liat Mussa kayak gitu" cecar bu Narti.

Stok sabarku nyaris habis. Jika tidak ingat ini sekolah mungkin sudah ku jambak jambak rambut brekele nenek sihir ini.

Aku menyekolahkannya di sekolah biasa sebab aku tau anakku mampu. Mussa mampu berfikir sama dengan anak anak lain. Hanya saja butuh waktu yang sedikit lama.

Kriiingggggg....

Bel berbunyi nyaring membuatku seketika berlari ke arah Mussa. Ya aku harus secepatnya membantu dia berdiri untuk masuk kelas.

Mussa sebenarnya dapat berdiri dan jalan sendiri, hanya saja dalam kondisi seramai ini aku tak berani melepasnya. Teman temanya terlalu nakal, sering kali lari tak karuan arah dan tak jarang menabrak Mussa. Sungguh aku tak tega melihatnya jatuh ,kemudian akan sangat kesulitan untuk berdiri.

"ayo sayang, kita masuk kelas dulu ya! Nanti Mussa duduk yang rapi biar pulang duluan " kataku sambil mengusap kepalanya.

Setelah ku antarkan Mussa, aku kembali duduk ditaman kecil depan kelas.
Aku memang tak bisa jauh dari Mussa, anakkku begitu spesial tak sembarang orang bisa berkomunikasi dengannya.

"Eh..eh, ibuk ibuk tau gak? Tadi malam bu Amin sama pak Amin berantem. Sampe heboh banget, katanya bu Amin sampe di tampar lo sama pak Amin. Duh... amit amit banget ya punya suami kayak gitu"

Dug! Jantungku mulai berdetak tak karuan mendengar cerita dari bu Narti. Seketika bayangan masa lalu itu datang lagi.

"Lus! Lussy! Lussy! Bikinin teh buruan!" seru mas Bambang mengejutkanku.

Hari itu aku tengah hamil tujuh bulan. Tapi memang kondisi kesehatanku selalu tak memungkinkanku untuk beraktifitas seperti biasanya. Aku sering lemas sebab kurang nutrisi. Saat seharusnya ibu hamil banyak memakan buah dan sayur, aku hanya makan tempe atau tahu saja. Bukan karena miskin tapi mas Bambang terlalu pelit untuk membelikanku buah dah sayur.

"Woy! Denger nggk? Dasar pemalas! Mentang mentang hamil kamu mau sok sokan manja ya? Mimpi kamu bisa bermanja manja di rumah ini!." cecarnya lagi sambil menjambak rambutku.

Segera aku berdiri, meski sebenarnya kakiku sangat lemas tapi apalah dayaku. Jika aku menolak maka tamparanlah yang akan mampir di pipi.

Aku berjalan gontai sambil membawa secangkir teh manis yang di mintanya. Sesekali aku meringis menahan keram di perut yang sering tiba tiba datang.

Terkadang aku ingin sekali seperti wanita lain. Saat hamil maka merka adalah ratu, yang jangankan untuk bekerja bediri saja di bantu oleh suaminya. Tapi apalah aku? Hanya seorang wanita bersuamikan durjana.
Singa berbulu domba. Di depan orang lain dia akan kelihatan sangat mencintaiku. Tapi saat di rumah dia tak lebih dari malaikat maut yang kapan saja bisa merenggut nyawa.

"Ini mas tehnya, diminum"ujarku seraya meletakkan cangkir teh kehadapan mas Bambang.

Baru saja kakiku hendak beranjak dari hadapannya. Mas Bambang kembali berteriak sambil menyemburkan teh dari mulutnya..

"Teh apa nih? Gak enak banget. Emang dasar pemalas ya kamu! Disuruh gitu aja sama suami ngelakuinnya gak becus."Amuknya seraya melanyangkan tamparan ke pipiku.

Tubuhku yang lemas langsung terhuyung karena tamparan mas Bambang.

'Dugh'

Perutku terbentur ujung meja. Allah... Sakit sekali rasanya. Pandanganku menghitam. Kesadaranku mulai menghilang. Ku lihat mas Bambang mulai bernjak dan pergi meninggalkanku.


Ahhh miris sekali nasibku. Ingin aku berteriak, marah tapi aku tak berdaya. Air mata lah yang mewakilkan semua rasa.

Perlahan ku jatuhkan pelan tubuhku kelantai. Terlalu sakit untuk tetap memaksakan berdiri. Ada darah di sela kakiku. Air mataku kembali mengalir. Aku takut, anakku? Kenapa kamu nak? Bertahan sayang, umi akan berusaha untuk mencari pertolongan.

Sekuat tenaga aku berusaha berdiri. Tertatih aku menapaki lantai rumah. Aku tak punya uang sama sekali, tapi mungkin mas Bambang punya.

Ku buka lemari pakaian mas Bambang.mulai menggeldah satu persatu. Dan benar saja ku temukan segepok uang di sela sela bajunya.

Aku tidak mencuri! Tidak! Anakku butuh pertolongan. Bukankah janin ini anaknya mas Bambang juga? Jadi tak salah bukan?

Tertatih ku susuri jalan, air mata sudah membasahi wajah. Darahpun semakin deras mengalir di sela sela kakiku. Sungguh tak kuat lagi rasanya.

"Allah, bantu hamba ya Allah" lirihku

Beberapa langkah lagi puskesmas akan ku gapai. Tapi kaki ini terlalu kelu untuk beranjak. Pandanganku menghitam , dan setelah itu aku tak tau lagi apa yang terjadi.

-----------------------------


Dua hari berlalu tapi tak sekalipun tampak batang hidung mas Bambang. Hatiku ngilu,aku tak masalah jika ia tak peduli padaku. Tapi tak tega jika itu ia lakukan juga pada anak kami.

Dokter sudah membolehkan kami untuk pulang. Mas Bambang belum juga tampak. Ku putuskan untuk pulang sendiri. Rasanya berharap dia datang menengok kami adalah kemustahilan.Beruntung jarak puskesmas dan rumah tak begitu jauh jadi aku bisa berjalan kaki.

"Assalamualaikum" kataku sambil membuka pintu rumah.

Belum lagi kakiku melangkah mas Bambang sudah datang dan langsung menamparku.

"Pencuri! Dasar pencuri! Keluar kamu dari rumah ku! " Teriaknya.

Hatiku ngilu bukan main belum kering luka jaitan oprasi, aku sudah di usir.

Hiks... Hiks.. Hiks..

"Tak adakah rasa terimakasihmu padaku mas? Bukankah aku sudah melahirkan anakmu? Tak inginkah kau melihat buah hatimu mas? "

Segala pertanyaan itu berkecamuk dalam benakku.

Kulangkahkan kakiku menjauh dari rumah. Kali ini aku tidak lagi mengemis seperti dulu. Biarlah anakku akan ku besarkan sendiri.


"Mbk Lussy? Mbk? Kenapa nangis? " ujar buk nikmah mengagetkanku.

"Emmm.. A.. A.. Gak papa buk"jawabku gugup.

Disinilah aku sekarang, dikota kembang. Jauh dari manusia brengsek itu. Jika bukan karenannya anakku tak akan di katakan idiot.


Anakku tidak idiot! Tidak idiot!

Yang idiot adalah manusia laknat itu dan mulut mulut lamis tanpa dosa yang selalu mengatakan anakku idiot.



Tamat.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
someshitness dan 24 lainnya memberi reputasi
25
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 3 dari 5
ANAKKU TIDAK IDIOT
09-10-2019 22:01
Hadeh - hadeh, kok bisa gitu ya? emoticon-Cape d...
0 0
0
ANAKKU TIDAK IDIOT
10-10-2019 01:05
Ane ada temen dekat cewe, dia ngurus anaknya seorang diri sambil kerja gan dan keluarganya udah engga ada .. sodara2nya engga mau bantu, jangankan bantu .. berkunjung atau menanyakan kabar anak temenku itu aja engga pernah ..


Jadi ane tau persis kondisi cerita diatas, even that's only a story .. i know exactly how it feels because i'm helping that friend to take care her daughter emoticon-Cool
0 0
0
ANAKKU TIDAK IDIOT
10-10-2019 01:42
Laki bangke lah emoticon-Blue Guy Bata (L)
Gue ada temen sih, pas pacaran di sayang2, pas udah nikah hamil dan melahirkan malah laki nya gak perna nongol.
Kasian sih curhat di sosmed . emoticon-Turut Berduka
Padahal anak pertama

Eamng ya kalo dah menikah hamil pasti saling keluar sifat asli nya.
0 0
0
ANAKKU TIDAK IDIOT
10-10-2019 05:44
Sedih bgt
Tapi kalau menurutku anak yg "spesial" jgn disekolahkan di sekolah biasa, krn tentu guru pengajarnya kurang kompeten utk mendidik anak "spesial"
0 0
0
ANAKKU TIDAK IDIOT
10-10-2019 08:25
kasian bgt temennya...
kalo memang masih membutuhkan dana, mungkin bisa buka penggalangan dana di kitabisa.
gw siap membantu meringankan
0 0
0
ANAKKU TIDAK IDIOT
10-10-2019 09:33
Titip salam mewakili segenap kaskuser buat temennya teh pipi dan anaknya yang spesial ya emoticon-Smilie Kita yakin potensi yg dipunya anak itu pasti lebih besar dari anak-anak lain kok, pasti emoticon-Smilie
0 0
0
ANAKKU TIDAK IDIOT
10-10-2019 15:18
emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)
0 0
0
ANAKKU TIDAK IDIOT
10-10-2019 15:29
Quote:Original Posted By delia.adel
Permainan emosi dalam cerpen kurang kak..entu jadi masih belum nguras air mata


Hush...
Ntar kamu yang ngerasain baru terkuras air matamu.
0 0
0
ANAKKU TIDAK IDIOT
10-10-2019 15:34
buat anak2 yang sering bandel,gak nurut kata orang tua,suka bohong dan males2an jika di suruh,tolong baca ini.
0 0
0
ANAKKU TIDAK IDIOT
10-10-2019 16:00
inspiratif yaaa ceritanyaaaa nice story ini gannnnn... ntappp... mantul nih infonyaaaa... update dan terbaru... bisa jd bahan bacaan dan refleksi diiriii... jugaaa isinyaaa menarik dan berbobottttttt... mantul dehhhh... lanjutkan share info2 menarik lainnyaaa gannnn... ditunggu jugaaaa... biar makin banyak bacaan2 okok di kasku yeeeee kannnnn... ntappsss dehhhhhh....ditungguuu....
0 0
0
ANAKKU TIDAK IDIOT
11-10-2019 22:51
mbak memang orang yg paling sabar...
0 0
0
ANAKKU TIDAK IDIOT
25-10-2019 21:18

KELAMBU PENGANTIN BARU

ANAKKU TIDAK IDIOT



Di bawah juntaian kelambu ini kupandangi wajah lelapnya,tampan sekali. Masih sama seperti pertama kali bertemu. Mas Hilal lelaki yang hari ini telah resmi jadi suamiku,setelah lima tahun berpacaran.

"Mas, kamu capek banget ya?" tanyaku seraya memeluk tubuhnya.

Mas Hilal tak bergeming. Oh, lelakiku lelah sekali rupanya. Wajahnya begitu tenang, dengan semburat kecil dibibir. Untuk sekali lagi aku terkesima melihatnya. Tuhan begitu indah melukis wajah ciptaanNya satu ini.

Alis tebal seperti digaris, hidung mbangir, bibir tipis, dengan rahang tegas mengihiasi wajahnya. Tuhan tolong katakan bagaimana caranya untuk aku tak jatuh cinta?

Setelah puas memandangi wajah mas Hilal aku pun mulai memejamkan mata. Bayang bayang awal pertemuan kami kembali menyeruak. Sosokmu begitu indah mas, serupa tanpa cela. Tutur halus, sikap lembut, selalu membuai.

Lima tahun mengenal rasanya tak ada yang kurang darimu, semua terasa begitu sempurna. Kau periang, mudah bergaul dengan siapapun. Membuat sedikit demi sedikit sikap introferentku hilang. Darimu aku belajar bahwa hidup ini tak hanya tentang kita tapi juga orang lain.

Kau tau mas? Dua bulan yang lalu saat kau katakan akan melamar? Aku seolah menjadi manusia paling bahagia dimuka bumi ini.

Bagaimana tidak? Seorang Fitri gadis cupu, akan dipinang oleh Hilal lelaki dengan sejuta pesona. Akan kupastikan ada banyak gadis yang menangis iri sebab kau memilihku menjadi akhir dari hidupmu.

Sejak hari itu aku menjadi sangat sibuk mengurus semua keperluan untuk pernikahan kita. Sampai terkadang lupa mengabarimu.

Ya, aku begitu asik memikirkan duniaku. Aku mempersiapkan segalanya. Sebab ingin menjadi yang terbaik dihari pernikahan kita.

Dan benar saja, hari ini tak terhitung berapa banyak mata yang memuja , aku tidak lagi lusuh. Kini bahkan aku terlihat sangat pantas bersanding denganmu. Kau tau mas? Aku sangat bahagia.


≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠

Pagi menjelang, bau busuk kini mulai menusuk seluruh indra penciumanku. Untuk seketika aku melihat kearah mas Hilal. "Ohh,, pangeranku sudah begitu pucat rupanya." Kikikku menggema diseluruh kamar.

"Ini semua salahmu mas! Salahmu!." Tudingku.

Kemarin sesaat setelah acara resepsi selesai, seorang wanita datang menghampiri kami. Tapi bukan untuk memberi ucapan selamat,melainkan untuk meminta pertanggung jawaban .

"Aku hamil" ucapnya sambil memilin ujung jilbab.

Dugh,,,

Aku tercengang. Kulihat mas Hilal,seketika wajahnya berubah pucat pasi.

"Maaf, maksud anda apa ya mbk? " tanyaku masih mencoba tenang.

Wanita itu terisak, sambil sesekali bibir nya meracau "Anakmu mas". Katanya terdengar begitu lirih.

Bagai disambar petir mendengarnya, membuat runtuh duniaku. "Tidak! Bicara apa kamu mbk? Kamu iri padaku hah? Kamu iri aku bisa bersanding dengan mas Hilal hah?ayo katakan!". Cecarku sambil melayangkan tamparan demi tamparan kewajahnya.

"Aku tidak bohong! Janin ini anak mas Hilal! ". Pekiknya marah.

"Ingat kamu mas? Heh, dua bulan lalu saat kamu merayuku? Ingat! Bukankah kamu berjanji akan bertanggung jawab? Kenapa sekarang malah menikah dengan wanita lain!". Cecarnya lagi,kali ini sambil menuding kerah mas Hilal.

Kulihat mas Hilal hanya mematung. Aku benci dia yang seperti ini! Apakah benar wanita itu mengandung anaknya?

"Jawab mas! Jawab !." desaknya lagi.

Aku tidak lagi mampu berdiri, luru bersama lantai dingin hotel berbintang ini.

"Ayo mas jawab, katakan kalau itu bukan anakmu! " ucapku dengan tenaga yang tersisa.

"Ak.. A... Amm.. Fitri, maafkan mas. Tapi Rahayu benar, janin itu anaknya mas" ucapnya lirih nyaris tak terdengar.

"Dengar tu mbk! Janin ini anak mas Hilal! Dan aku mau dia bertanggung jawab! " tagas wanita bernama Rahayu itu, yang kini merasa diatas angin sebab pengakuan mas Hilal.

Aku tidak lagi ingin berkata apapun. Duniaku runtuh. Pernikahan impian yang aku idam idamkan hancur seketika. Baru saja mas Hilal mengucapkan qobiltu atasku, lalu kini harus mengucapkannya lagi atas nama wanita lain?. Tidak! Aku tidak sanggup.

"Fit, mas mohon keikhlasan hatimu. Izinkan mas menikahi Rahayu. Anak ini butuh ayah Fit! Mas mohon. " pinta mas Hilal, yang kini begitu samar ku dengar. Kepalaku pening. Dunia rasanya berputar dan kini menjadi gelap.

≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠

Sayup sayup kudengar suara bariton mas Hilal menyebut namaku.

"Fit, bangun sayang. Maafkan mas"ucapnya.

Cih! Mendengarnya saja sudah membuatku jijik. Maaf katamu? Bodoh! Tak akan ada maaf untuk manusia durjana sepertimu. Kau bukan hanya menggores hatiku. Tapi menyincangnya hingga hancur lebur mas!.

"Emmmm.. " erangku sambil memulihkan kesadaran.

"syukurlah sayang sudah bangun" ucapnya sambil mengusap tanganku.

" Jangan sentuh aku! ".Kutepis segera tangan manusia kotor itu. Jijik!

"Maafkan mas Fit! " semakin memelas

Ku palingkan wajah, tak ingin menjawab apapun. Memaafkannya berarti sama saja siap membaginya dengan wanita lain. Tidak! Aku tak rela.

"Fit, tolong jawab mas" ulangnya lagi.

"Ku maafkan asal tinggalkan wanita murahan itu! "ucapku acuh.

"Fit, apa kamu gak punya hati? Rahayu mengandung anakku. Dia butuh suami. Dan anak itu butuh ayah" katanya penuh penekanan. Seolah akulah yang salah.

Kutatap netranya, rasanya aku tidak sedang salah bicara dengan orang. Tapi rasanya sungguh aku tak mengenal Hilal yang ada di hadapanku.

"Kamu yakin bicara seperti itu padaku? " tekanku sekali lagi.

"Apa kamu bilang? Aku tak punya hati? Lalu apa kamu fikir yang kamu lakukan dengan wanita jalang itu menggunakan hati mas? Hah? Keterlaluan kamu mas! Bahkan belum sehari kita menikah kau sudah mengotorinya dengan perbuatan nista itu." Tudingku dengan deraian air mata .

"Tapi baiklah jika itu pilihanmu, kamu ingin menikahi wanita itu bukan?" tanyaku muak.

Mas Hilal tak lagi menjawab, ia hanya mengguk sebagai jawaban. Aku pun tak mau lemah, segera kuberlalu dari hadapnnya menuju nakas. "jika itu pilihanmu, maka yang kali ini akan jadi pilihanku mas! ". Batinku.

'slorok' suara laci terbuka. Ku ambil sesuatu yang kucari. Lalu membawanya perlahan kearah mas Hilal. Kali ini seringaiku mengembang sempurna.

"Kamu hanya akan jadi milikku mas! Hanya aku! " ucapku sambil menusukkan belati kepunggungnya.

"A.. Aa.. Aaaa" suaranya terdengar gagap ditelingaku.

"Hahahahahah" Kikikku kencang.

"Selamat tidur suamiku sayang,! " kataku lagi sambil menusukkan lagi belati tadi di beberapa bagian tubuhnya.

Mas Hilal limbung, suaranya tak lagi terdengar. Dengan sekuat tenaga ku betulkan posisi tidurnya. "Ahh, suamiku sayang kini kau hanya jadi milikku. Hanya ada aku dan kamu. Tidak akan ada Rahayu ataupun janin itu".bisikku ditelinganya.

Lelah, kini aku ikut berbaring disamping mas Hilal. Ku peluk erat tubuhnya. Meski sudah mati ternyata dia masih tetap tampan.

Tok,,, tok,,,tok

Suara ketukan di pintu menyadarkanku dari lamunan. Kembali ku pandangi wajah tampan suamiku sayang.

"Dan pagi ini kau terasa begitu busuk mas, aku tak ingin lagi bersamamu. Mungkin terbang dari lantai tiga belas ini akan membuatmu terlihat mengagumkan sayang. Baiklah aku akan bantu mewujudkan nya." Kataku sambil menyeret tubuh gempal mas Hilal.

Kini tepat didepan jendela, aku masih dengan gaun pernikahan. Dan mas Hilal masih tampan dengan stelan tuksedonya. "mari kita terbang cintaa. Biar hanya ada aku dan kamu dikeabadian" pekikku sambil membawa mas Hilal terbang dari lantai tiga belas.


'Brugggh'.

Tulangku remuk, sakit sekali rupanya menyentuh bumi. Tapi tak apa, setidaknya aku akan abadi bersama Hilalku.



T . A . M . A . T
profile-picture
profile-picture
profile-picture
marsetee dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
ANAKKU TIDAK IDIOT
25-10-2019 21:49
emoticon-Hammer2
profile-picture
indahmami memberi reputasi
1 0
1
ANAKKU TIDAK IDIOT
25-10-2019 21:52
Wadawww...
Tragis bener..
emoticon-Mewek
profile-picture
masnukho memberi reputasi
1 0
1
ANAKKU TIDAK IDIOT
25-10-2019 22:00
Quote:Original Posted By indahmami
Wadawww...
Tragis bener..
emoticon-Mewek


😁😁😁pembalasan yang manis
profile-picture
indahmami memberi reputasi
1 0
1
ANAKKU TIDAK IDIOT
25-10-2019 22:01
Quote:Original Posted By nengpipi
😁😁😁pembalasan yang manis


Manis tapi menyakitkan.

emoticon-Mewek
0 0
0
ANAKKU TIDAK IDIOT
25-10-2019 22:03
waduh!
0 0
0
ANAKKU TIDAK IDIOT
25-10-2019 22:03
Quote:Original Posted By indahmami
Manis tapi menyakitkan.

emoticon-Mewek


emoticon-Ngakak


Biar impas, sama sama sakit
profile-picture
indahmami memberi reputasi
1 0
1
ANAKKU TIDAK IDIOT
25-10-2019 22:03
wow mantap! plot twist berkali2
profile-picture
masnukho memberi reputasi
1 0
1
ANAKKU TIDAK IDIOT
25-10-2019 22:04
Quote:Original Posted By syafira87
waduh!


😁😁😁malam pertama sis
profile-picture
syafira87 memberi reputasi
1 0
1
Halaman 3 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
tak-ada-yang-abadi
Stories from the Heart
terlalu-jauh
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Stories from the Heart
ratapan-makhluk-gaib
B-Log Collections
Stories from the Heart
terlalu-jauh
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia