Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
4603
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a062830dac13e9f048b4567/roman-sejarah-sinar-jingga-ditanah-blambangan
Dahulu Blambangan adalah sebuah kerajaan berdaulat. sebelum ditaklukkan Majapahit atau mungkin Singasari semasa Ken Arok dan keturunannya berkuasa di sana.
Lapor Hansip
11-11-2017 05:29

[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN

Past Hot Thread
"Dahulu Blambangan adalah sebuah kerajaan berdaulat. sebelum ditaklukkan Majapahit atau mungkin Singasari semasa Ken Arok dan keturunannya berkuasa disana. Majapahit menempatkan Keturunan Empu Kepakisan, yaitu Dalem Kepakisan dari Kediri pada tahun 1265 Caka untuk memerintah Blambangan.
Pembentukan Istana Utara di Panarukan untuk menjaga Bandar pelabuhan Panarukan yang dekat Pelabuhan pelabuhan utama Majapahit. Apalagi sejak Keraton dikuasai Orang orang Majapahit sebagai taklukan, yaitu dari Keluarga Empu Kepakisan. Semakin berkembang saja Keraton Utara itu. Sementara keraton timur berada di Kutalateng, semenanjung Banyuwangi. Disana tinggal keluarga taklukan dari dinasti Blambangan terdahulu.
"





Quote:
ini kisah tentang anak jaman dahulu yang hidup di era
Kerajaan Majapahit.
Jelas ini bukan kisah nyata, ini 100% fiksi!
meski begitu, yang merasa tahu, kenal akan tokoh yang diceritakan. Mohon dengan amat sangat tidak membocorkannya, agar tidak merusak alur cerita.

Bila ada kesamaan kisah hidupnya dengan salah satu tokoh di cerita ini, saya mohon maaf, tidak ada maksud untuk membuka kisah lama Anda.
Saya hanya iseng nulis cerita.

Jadi.. Selamat membaca!

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Gimi96 dan 107 lainnya memberi reputasi
102
Tampilkan isi Thread
icon-close-thread
Thread sudah digembok
Halaman 210 dari 219
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
07-10-2019 19:35
mantep surantep ki
profile-picture
introvertpsycho memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
07-10-2019 19:51
3 hari 3 malam nonstop....ki happy ending dong..please
Diubah oleh ary408
profile-picture
profile-picture
introvertpsycho dan mahadang memberi reputasi
2 0
2
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
07-10-2019 21:05
Untung treadnya di bookmark.. Jd tau ada updetan. Top gan ceritanya 👍👏
profile-picture
introvertpsycho memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
07-10-2019 21:24
huuuhh... bener2 luar biasa ceritanya..
profile-picture
introvertpsycho memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
07-10-2019 21:53
Akhirnya. Terima kasih updatenya gan! Tidak sabar menunggu update selanjutnya. 🙏😍
profile-picture
introvertpsycho memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
07-10-2019 22:17
Kesuwun ki..
profile-picture
introvertpsycho memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
07-10-2019 22:21
terima kasih paman curah
profile-picture
introvertpsycho memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
08-10-2019 01:29
mantap ki curah
luar biasa ceritanya
profile-picture
introvertpsycho memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
08-10-2019 20:09
Menanti perkembangan selanjutnya emoticon-cystg
profile-picture
introvertpsycho memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
09-10-2019 10:48
Masyaa Allah ...
elok nian alur ceritanyaaa

emoticon-2 Jempol

trakhir baca udah ngebayang bakal a b c d .. jadinya males, nengok lagi weeladalah alur yg ada di kepala lsg bubar semua, dari sedih yang baca dipenjara dibawah tanah sampe timbul deg2 an lagi saat pemberontakan jadi raja

akhirnya terpaksa penissirin lagi deh harus rajin ngikutin ceritanya emoticon-Cape d...
profile-picture
introvertpsycho memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
09-10-2019 16:36
RENCANA BATANGA


Mahapatih terus memantau perkembangan. Ia sudah mendapat laporan kemunculan Jingga di depan kalangan istana di lapangan depan istana. Sudah dipastikan Senopati Bhayangkari terlibat. Kini yang belum jelas, dimana keberadaan Raja. Apakah dibunuh atau ditawan. Dimana juga keberadaan Bhree Matahun dan adik adiknya. Apakah mereka ikut dibunuh, ditawan atau terlibat kudeta ini. Karena kedekatan Jingga dengan Bhree Matahun begitu nyata. Bahkan Raja sampai cemburu melihatnya.
Dan siapa yang terlibat dengan kudeta ini selain mereka. Mahapatih terus menganalisa para pimpinan prajurit ketiga jala itu. Mereka semua abu abu. Tidak jelas kemana arahnya. Sepertinya mereka terbiasa hidup mencari aman saja. Didepannya mereka sepenuhnya mendukung Raja dan bertekad menumpas Jingga dan pengikutnya. Tapi nanti akan lain cerita bila terbukti Ranggapane ikut terlibat dalam kudeta saat ini. Karena selama ini pengaruh Ranggapane di ketiga Jala itu sangat kuat.

Mahapatih terlihat sangat lelah. Para prajurit yang berjaga mengitari istana juga terlihat tegang, mereka hampir seharian berada disana. Semua menunggu perintah selanjutnya.

Tiba tiba datang caraka menghadap Mahapatih. Caraka dari kesatuan Jalapati. Menyampaikan kabar mengejutkan.
"Lapor Mahapatih, hamba dari kesatuan Jalapatih. Hendak menyampaikan kabar terbaru."
"Silahkan,"
"Saat kami berpatroli di sisi timur istana. Kami menemukan seseorang pingsan dengan luka dipinggangnya didalam kanal."
"Siapa? Baginda Rajakah?" Tanya Mahapatih berharap yang ditemukan adalah Baginda Raja.
"Bukan Mahapatih, melainkan Wredamenteri Ranggapane."
Mahapatih terkejut, Ia tidak menyangka Ranggapane ditemukan dalam keadaan begitu. Awalnya Ia mengira Ranggapane yang berada di balik kudeta itu. Karena Senopati Bhayangkari adalah perwira didikannya sebelum bergabung ke Jalapati dan diangkat menjadi prajurit Bhayangkari. Dan dari semua pejabat Wilwatikta, hanya dia yang mampu mengendalikan seluruh lapisan pejabat. Meski secara jabatan Ia lebih rendah dari para Rakyan Tumenggung ketiga jala itu.
Mahapatih Gajah Lembana tiba tiba malu sendiri ketika mengingat selama ini Ranggapane menjadi anjing kampung Raja. Yang melakukan pekerjaaan pekerjaan diluar sistem yang ada untuk melanggengkan kekuasaannya.
"Lalu dimana Ranggapane sekarang?"
"Sudah dibawa pulang ke kediamannya,"
Mahapatih segera berangkat ke kediaman Ranggapane bersama dengan beberapa pengawalnya. Sampai disana sudah ada para pimpinan kesatuan Jala. Wajah mereka terlihat terkejut. Mereka berdiri memberi hormat menyambut kedatangan Mahapatih.
"Bagaimana keadaannya?"
"Masih tidak sadarkan diri. Beliau terlalu banyak mengeluarkan darah. Juga terlalu lama berendam di air."
"Kira kira siapa pelakunya? Kapan terjadinya?"
"Pelakunya belum jelas siapa, kejadiannya kemungkinan semalam," jawab Pimpinan Jalapati yang sempat memeriksa keadaan Ranggapane di kanal air.
"Parahkah?"
"Luka tusuk di pinggang belakang cukup dalam. Tapi tidak melukai usus maupun organ dalam. Kondisinya cukup berbahaya karena kedinginan dan kehabisan darah saat berenang di kanal."
"Berarti Beliau diserang orang dekatnya, dan berhasil kabur dari usaha pembunuhan."
"Untuk sementara kemungkinannya seperti itu."
Mahapatih lalu beranjak meninggalkan para petinggi Prajurit, Ia berjalan menuju keluarga Ranggapane. Memberi penghiburan agar mereka tetap bersabar serta mendoakan agar Ranggapane segera pulih kesehatannya.
Raden Arya, putra Ranggapane, mendampingi Mahapatih menjenguk kedalam, melihat keadaan Ranggapane yang masih pingsan di tempat tidur. Para tabib memberi hormat, memberi ruang kepada Mahapatih untuk mendekati Ranggapane. Wajah dan kulitnya terlihat pucat. Di pinggang kirinya sudah dibebat kain putih berisi bobor obat luka dan anti racun.
Kepala Tabib mendampingi menjelaskan kondisi Ranggapane.
"Puji kepada Tuhan, Ndoro Ranggapane cepat tertolong. Sekarang darahnya sudah mampat, Untuk organ dalam kondisinya baik, tidak ada luka luka lain. Pingsannya dikarenakan kehabisan darah dan hawa panas karena berendam terlalu lama di dalam air dalam keadaan terluka."
"Syukurlah, kalian lakukan sebaik baiknya untuk kesembuhan Wredamentri Ranggapane,"
"Siap Mahapatih." Jawab para Tabib serempak.
Mahapatih lantas berjalan keluar diiringi Raden Arya.
Beberapa saat Mahapatih kembali beramah tamah dengan orang orang yang semakin banyak datang. Setelah dianggap cukup, Mahapatih berpamitan kembali ke Kasatriyan. Memanggil seluruh pimpinan Prajurit membahas langkah langkah selanjutnya.
"Aku sudah melihat kesiapan pasukan kalian di seluruh gerbang Istana. Sekarang siapkan untuk penyerbuan ke dalam dengan kekuatan penuh. Ini agar menjadi pelajaran untuk siapa saja yang akan bikin rusuh Majapahit."
"Apa tidak kita kirim negosiator untuk meminimalisir korban? Terutama korban dari keluarga Raja yang saat ini berada dibawah kekuasaan Pasukan Bhayangkari."
"Ya, kita utus negosiator, untuk menyampaikan kesiapan kita menghancurkan mereka bila gagal berunding. Sampaikan bahwa seluruh kekuatan Majapahit bersatu untuk melawan mereka. Sampaikan usaha mereka membunuh Wredamenteri Ranggapane telah gagal. Bila mereka menyerah, akan diperlakukan baik sampai pengadilan memutuskan."
"Baik Mahapatih."
Setelah berunding, diputuskan pimpinan Pasus Jalapati yang menjadi negoisator. Ia dipilih karena cukup dekat dengan pimpinan Pasukan Bhayangkari. Banyak dari pasukan Bhayangkari adalah bekas pasukannya.

***

Jingga menemui Senopati Bedali yang terlihat gelisah. Terkejut saat mengetahui Jingga berada di dekatnya. Sejenak Ia memberi hormat.
"Ada perkembangan?"
"Belum ada Paduka,"
"Dari Ranggapane?"
"Juga belum ada,"
"Lalu sampai kapan kita seperti ini?"
"Entahlah, hamba hanya menjalankan perintah."
"Apakah saya boleh urun pendapat?" Tanya Jingga, karena selama ini Ia hanya ikut skenario Senopati Bedali.
"Silahkan Paduka,"
"Apakah kamu punya beberapa rencana bila rencana awal gagal?"
"Kami selama ini hanya menjalankan perintah, tidak ada rencana kedua ketiga dan seterusnya."
Jingga menarik nafas. Mereka benar benar prajurit yang lurus hanya mengikuti perintah. Jingga semakin yakin mereka dimanfaatkan.
"Kalian harus mulai berpikir banyak kemungkinan yang akan terjadi. Salah satunya seperti saat ini. Terputusnya komunikasi perintah dari Ranggapane. Kalau sudah begini kalian akan melakukan apa?"
Senopati Bedali terdiam, berpikir keras.
"Tidak mungkin," gumam Senopati berbicara dengan pikirannya sendiri.
"Kita tunggu sampai ada kabar dari luar."
"Mumpung masih ada waktu berpikir. Rencanakanlah beberapa rencana kedepan bersama pasukanmu. Cobalah menjadi pasukan Mandiri yang lepas dari bayang bayang Ranggapane. Kalian harus memikirkan banyak rencana, tidak hanya hana, kalau perlu sampai BATANGA,"
"Karena sampai saat ini belum ada kabar positif dari luar, misalnya kabar dukungan dari ketiga jala. Bahkan yang aku lihat, ketiga kesatuan itu memperkuat pengepungan terhadap istana. Aku takut keadaan tidak seperti yang sudah kalian rencanakan.
Sekarang tentukan batas waktu, agar kalian bergerak lebih cepat dari lawan."
Beberapa bekel Bhayangkari yang berada dalam ruangan mengangguk angguk setuju. Bagaimana kalau Ranggapane gagal mengendalikan pasukan diluar? Bukankah itu berarti situasi menjadi berbalik?
"Mau tidak mau, malam ini semua harus tuntas,"
"Tuntas bagaimana bila kita tidak mendapat dukungan dari ketiga jala dan para pembesar yang berada di luar istana?"
"Kita bertahan, sampai titik darah penghabisan,"
"Jangan dulu, masih banyak jalan. Itu putusan terakhir. Jangan ada lagi korban."
"Kita coba bernegoisasi, minta bahan makanan untuk keluarga istana. Juga mencari kabar sebenarnya dari mereka. Baru kita pilih strategi yang akan kita ambil selanjutnya."
Senopati Bedali setuju dilakukan negoisasi. Ia sendiri yang akan menjadi negoisator.

***
Belum memberi kode untuk berunding, dari luar terlihat sandi permintaan berunding. Permintaan berunding diajukan langsung oleh Rakryan Tumenggung Jalapati. Pejabat tertinggi keprajuritan Jalapati.

Senopati Bedali langsung mengiyakan, memerintahkan prajurit yang berjaga di gerbang memberi Ijin Rakryan Tumenggung Jalapati masuk. Senopati Bedali memberi hormat dan mempersilahkan Rakryan Tumenggung duduk di tempat pertemuan.
Rakryan Tumenggung terus memandangi gerak gerik Senopati Bedali. Sejenak Ia mengambil nafas panjang.
"Apa tujuanmu memimpin pemberontakan ini?"
"Kami ingin mengembalikan kejayaan Majapahit."
"Apakah begini caranya? Dengan membunuh Raja dan mengangkat Raja tidak jelas asal usulnya? Ini bukan mengembalikan kejayaan Majapahit, tapi menghabus trah Majapahit dari muka bumi."
"Bukankah saat ini bukan turunan terbaik Shang Rama Wijaya yang memimpin? Untuk mendapat legitimasi, maka menikahi Bhree Matahun, yang darahnya lebih murni. Tapi apa yang terjadi pada Majapahit? Semakin lama semakin terpuruk oleh perang saudara dan ketidak adilan dimana mana. Bahkan dihadapan Manca Negara, kita ini hina dina, tak mampu bayar denda kepada China. Hutang dimana mana. Sementara untuk membayarnya hanya mengandalkan pajak kepada rakyat jelata. Kami prajurit yang dari rakyat jelata sangat merasakannya. Kami berjuang bertaruh nyawa untuk memuaskan intrik politik. Sedang keluarga kami diperas untuk membiayainya.
Kalian pejabat tinggi tidak merasakannya, karena setiap saat uang pajak dan uang apa saja datang tanpa diundang.
Maka saat sidang Pangeran Jingga. Pembelaannya membuka mata kami, bahwa kami senasib dengan Beliau. Saat pengadilan memutuskan hukuman mati kepadanya, tanpa sedikitpun catatan kepada Pemerintah untuk memperbaiki sistem yang ada. Saat itu kami merasa langit semakin gelap. Dan kami harus bertindak sebelum semakin gelap."
"Saya akui jiwa kalian sangat bergolak ingin cepat mewujudkan cita cita kalian, tapi semua ada aturan dan prosesnya. Negeri ini bagaikan bangunan candi, terdiri dari tumpukan bata merah yang saling mengikat dan menyanggah satu sama lain untuk menguatkan. Nah kini kalian tiba tiba melepas satu ikatan bata itu, menjadikan candi tidak kokoh lagi dan rawan runtuh. Apa itu tujuan kalian?"
"Kami sudah bosan mendengar nasehat nasehat untuk selalu ikut proses sistem yang ada. Karena sudah berkali kali proses itu hancur atau dihancurkan oleh orang orang tua yang setiap saat berteriak aturan dan moral."
"Lalu setelah ini siapa yang akan jadi Raja? Apakah keluarga kerajaan mau menerima?"
"Sementara Pangeran Jingga menjadi Raja, Ia akan menikah dengan Bhree Matahun. Nanti Bhree Matahun yang darahnya paling tinggi yang akan memerintah Majapahit, dan Pangeran Jingga yang melaksanakannya. Sama seperti Raja Wikramawardhana dengan Prameswari Kusumawardhani."
"Bukankah Jingga sudah divonis mati karena memberontak? Apa kata dunia, bila Majapahit dipimpin pemberontak?"
"Bukankah Ken Arok juga pemberontak? Bukankah Sang Rhama Wijaya juga pemberontak? Mereka semua sama. Memberontak demi kejayaan menumpas ketidak adilan."
"Siapa yang akan mendukung kalian? Sampai saat ini seluruh unsur prajurit dan pemerintahan menentang pemberontakan kalian,"
"Kami hanya mengikuti keyakinan yang selama ini Rakryan Tumenggung ajarkan kepada kami," jawab Senopati Bedali seperti mengingatkan saat Ia dibina Rakryan Tumenggung dan Ranggapane. Diberi cerita cerita kejayaan Majapahit dimasa dulu dan dibandingkan dengan kondisi saat ini yang serba terpuruk. Hal itu secara tak langsung mengajarkan kebencian kepada Raja yang sekarang berkuasa karena tidak segera membuat Majapahit bangkit, malah membuat semakin terpuruk.
"Sebaiknya kalian menyerah, nanti kita bisa atur agar kalian tidak dihukum. Hanya Jingga yang akan dihukum. Bukankah hukuman mati satu kali atau beberapa kali tetap sama saja?"
Senopati Bedali tercenung berpikir. Haruskah cita cita mereka kandas saat ini?
"Orang yang mengenal baik kalian hanya aku saja. Tak ada yang bisa membela dan meringankan dosa kalian selain aku. Kalian sudah aku anggap anak anak kesayangan semua, Sedangkan Paman Ranggapane masih pingsan karena terluka, jadi tidak bisa berbuat apa apa. Apakah itu ulah kalian?"

Senopati Bedali terkejut mendapat kabar Ranggapane terluka, oleh siapa? Apakah rencananya ini ada yang menunggangi lagi? Pantas saja tak ada kabar sampai saat ini.
"Bukan kami pelakunya," jawab Senopati setenang mungkin.
"Apakah Jingga pelakunya? Karena hanya dia yang punya kemampuan diatas Ranggapane," Rakryan Tumenggung mencoba menimbulkan perpecahan dengan menuduh Jingga sebagai pelakunya.
"Akan kami selidiki,"
"Kalau benar Jingga yang melakukan, apakah pasukanmu akan berbalik melawan Jingga? Karena atas jasa Ranggapane kalian menjadi prajurit pilihan seperti ini."
Ranryan Tumenggung terus mencecar untuk meruntuhkan keyakinan Senopati Bedali.
"Baik, apa yang kalian butuhkan, Makanan? Minuman? Segera aku sediakan."
"Ya, kami butuh logistik untuk keluarga istana."
"Semua sudah siap, aku rasa pembicaraan telah selesai. Bicarakan dengan rekan rekanmu tawaranku, aku tunggu sore nanti. Hanya itu yang bisa kulakukan untuk membantu kalian lepas dari beban besar ini. Aku takut Mahapatih memerintahkan penyerangan sewaktu waktu. Jadi jangan buang buang waktu."

Perundingan selesai, Rakryan Tumenggung Jalapati berjalan tegak keluar gerbang istana. Sementara Senopati Bedali seperti gamang mengetahui perkembangan yang terjadi. Ia tidak menyangka Wredamenteri Ranggapane terluka. Pantas saja dukungan dari luar tidak muncul. Lalu siapa yang menyerang Ranggapane? Ia masih termakan tuduhan Rakryan Tumenggung Jalapati kepada Jingga. Karena secara keilmuan, Jinggalah yang dianggap mampu melukai Ranggapane.

Keringat dingin sebesar kacang hijau mengalir deras dari dahi dan tangannya. Ia harus bertindak cepat mengatasi situasi yang diluar perkiraannya.

Senopati Bedali mengumpulkan para bekel pasukannya, merundingkan hasil perundingan. Mereka semua terkejut mendapat kabar Ranggapane terluka, yang kabarnya sampai saat ini masih pingsan.
Ada pro dan kontra atas dugaan Jingga sebagai pelaku, seperti yang dicetuskan Rakryan Tumenggung Jalapati.
"Daripada saling menduga, lebih baik kita tanya langsung. Biar cepat selesai."
Semua setuju. Mereka lalu bersama sama menuju bilik yang ditempati Jingga. Bukan bilik bekas Raja yang luas dan megah. Jingga menempati bilik penjaga.

"Paduka, apakah semalam bertemu dengan Wredamenteri Ranggapane?"
"Tidak, aku hanya menyembunyikan Raja dan istrinya. Lalu kembali kesini. Bukankah kalian melaporkan kepada Ranggapane perihal kedatanganku semalam?"
"Ya, tapi kami tidak bertemu langsung,"
"Bagaimana aku melukai Ranggapane yang membebaskanku dan mengajakku melakukan semua ini. Hanya Dia yang menjadi kunci semua ini. Jadi bagaimana mungkin aku mematahkan kunci itu. Sedang aku sendiri terkunci di dalam?"
"Maaf Paduka, ini karena muncul desas desus yang menuduh Paduka pelakunya."
"Jangan percaya, bukan aku pelakunya. Itu strategi lawan untuk menghancurkan mental kalian sebelum dihabisi."
"Siap Paduka, ampuni kami,"
Setelah suasana mulai cair, Senopati menjelaskan hasil perundingan dengan Rakryan Tumenggung. Bahkan ajakan untuk meninggalkan Jingga juga disampaikan. Meski Senopati harus berkali kali meminta maaf kepada Jingga. Untunglah Jingga tidak terpengaruh, malah Ia tersenyum mendengarnya.
"Aku rasa, ide itu bisa kalian pakai,"
"Maksud Paduka?"
"Kalian masih muda muda, penuh semangat namun minim pengalaman. Dunia politik kerajaan terlalu rumit untuk kalian mengerti. Tak ada hitam tak ada putih, semua saling menodai dan mengikat, menjadikan dunia ini serba abu abu.
Aku berhitung, malam nanti kalian akan diserang habis habisan. Tidak ada guna menjadikan keluarga kerajaan sebagai tawanan, karena bisa saja yang menyerang tidak peduli akan hal itu. Pemberontak sebenarnya adalah yang akan menyerang nanti malam. Mereka akan mengambil alih Majapahit. Mereka mendapat momentum untuk menumpas pemberontak yang disematkan kepada kalian. Mereka mendapatkan dukungan pejabat Wilwatikta. Mereka memiliki seluruh kekuatan Prajurit Majapahit. Bukankah itu sudah lebih dari cukup untuk mendapatkan Raja baru?"

Semua terhenyak mendengar analisa Jingga. Mereka tidak berpikir sejauh itu. Wajah wajah cemas dan tegang tergambar jelas. Semangat mereka tiba tiba jatuh pada titik nadir.
"Jangan cemas, aku hanya memberi analisa. Jalan keluarnya bisa kalian gunakan usulan Rakryan Tumenggung Jalapati tadi, Ini bukan menghentikan cita cita luhur kalian, namu situasi saat ini kalian pada posisi dimanfaatkan. Kalian rentan di korbankan. Dengan mengikuti rencana itu, setidaknya mencegah Tahta Majapahit jatuh kepada orang licik yang tidak berani unjuk dada didepan."
Susasana seperti sarang tawon yang dilempar anak kecil. Semua berbicara menurut pikiran dan perasaan masing masing. Menebak nebak siapa yang nanti mengambil untung dengan kejadian ini.

NB:
Terimakasih untuk agan @Titikhitam198 atas ide idenya
emoticon-I Love Indonesia
Diubah oleh curahtangis
profile-picture
profile-picture
profile-picture
introvertpsycho dan 44 lainnya memberi reputasi
45 0
45
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
09-10-2019 16:49
Wah, analisa jingga sampai sejauh itu...
Lanjut ki emoticon-2 Jempol
profile-picture
introvertpsycho memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
09-10-2019 16:59
Lanjutkan Ki..

Entah apa yang merasukimu
Hingga siapa tahu nanti khilaf dopost
profile-picture
profile-picture
introvertpsycho dan mahadang memberi reputasi
2 0
2
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
09-10-2019 18:30
pantas jingga tidak membunuh raja ternyata jingga sdh menduga klo bakal ditikung dari belakang
profile-picture
profile-picture
introvertpsycho dan lukakelana memberi reputasi
2 0
2
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
09-10-2019 18:47
Wow, alur ceeitannya makin ga ketebak. Mungkinkah ranggapane yg buat situasi adu domba ini?
Mari kita tunggu ki curah sudi mengetuk keyboardnya lagi.
profile-picture
introvertpsycho memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
09-10-2019 20:06
Quote:Original Posted By l.l.l.l
Wow, alur ceeitannya makin ga ketebak. Mungkinkah ranggapane yg buat situasi adu domba ini?
Mari kita tunggu ki curah sudi mengetuk keyboardnya lagi.


Benar juga gan, posisi ranggapane masih abu abu apakah bakal mendukung jingga atau menikamnya, om curah bener2 bisa buat cerita yang tak bisa ditebak. Tapi kalo menurut ane perkiraan jingga mengenai pemberontaknnya yg ditunggani bisa aja terjadi
profile-picture
introvertpsycho memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
09-10-2019 20:36
salut dah ama ki curah..
profile-picture
introvertpsycho memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
09-10-2019 21:23
uuuhh.. bener2 d aduk2 ni cerita nya..

makasih ki @curahtangis

profile-picture
introvertpsycho memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
10-10-2019 05:18
Ceritanya jadi lambat, tapi lebih detailemoticon-thumbsup
profile-picture
introvertpsycho memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
10-10-2019 06:58
Wah makin penasaran ceritanya ki...,mantap updatenya.
profile-picture
introvertpsycho memberi reputasi
1 0
1
Halaman 210 dari 219
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
pesta-bunuh-diri
Stories from the Heart
tanda-cinra-dari-muntaha
Stories from the Heart
misteri-goa-bawah-tanah
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
horror---quotcampingquot
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia