Kaskus

Entertainment

realmadrid77Avatar border
TS
realmadrid77
Mendaki Hingga Nafas Terhenti


Mendaki Hingga Nafas Terhenti

"Yes akhirnya naik gunung juga". Begitulah sorak sorai kami anak SMP yang merasa sudah jagoan.

Bowo, Yudi dan Sandy mereka adalah sahabat semenjak kecil. Layaknya kehidupan anak gedongan mereka selalu diantar kemana - mana oleh supir dan selalu dimanja harta.

Yudi merupakan seorang anak tunggal yang tinggal dirumah gedong yang cukup besar. Malam harinya Yudi berkemas dan memasukan semua perlengkapan naik gunung ke dalam tas carriernya. Namun ketika mengambil barang di gudang rumahnya bulu kuduk Yudi merinding dan mendengar bisikan suara nafas menghela panjang tepat di telinganya. Yudi shock dan tidak dapat bergerak dan diikuti oleh matinya lampu gudang.

Pagi itu menjadi hari yang ditunggu oleh ketiga sahabat baik tersebut. Dengan alasan kemping disekolah mereka membohongi orang tua mereka masing - masing. Membawa bekal uang, baju dan tenda seadanya mereka sudah merasa jagoan dan merasa paling ahli naik gunung. Padahal kaki pun belum menapak di kaki gunung yang dituju.

Sepanjang perjalanan angan, mimpi dan euforia dibaluti tawa girang serta cengengesan yang sangat berisik terdengar sepanjang jalan. Mereka tidak tahu bahwa alam bukanlah tempat bermain.

Mendaki Hingga Nafas Terhenti
mulustrasi

Sesampai di sebuah pemancar stasiun televisi mereka pun berjalan kaki menuju posko pendakian gunung. Mereka membayar sejumlah uang untuk izin masuk, Membeli makanan ringan yang banyak seolah hendak piknik.

Ketiga sahabat itu terus berjalan, senja sudah mulai membuat langit gelap, diikuti gemuruh langit menandakan bahwa hujan akan turun. Perjalanan awalnya memang sangat menyenangkan dan ketiga sahabat ini terlihat sangat semangat dan energik. Namun hujan yang mulai turun dan ditutupi oleh kabut membuat awal perjalanan yang menyenangkan berubah menjadi menyedihkan.

Mendaki Hingga Nafas Terhenti
mulustrasi

Semangat berganti menjadi tangis ketika kabut turun, pakaian basah dan ternyata tidak ada satupun yang berpengalaman memasang tenda. Alhasil tenda didirikan dengan seadanya yang penting melindungi diri dari hujan.

Malam pun tiba, hujan pun reda. Mereka mencoba terus berjalan ditengah kabut yang pekat. Yudi merupakan orang yang berada di paling belakang. Selama perjalanan Yudi menangis karena ternyata naik gunung tidaklah indah seperti yang diceritakan orang.

Mendaki Hingga Nafas Terhentimulustrasi

Yudi yang kecapean dan perasaan hati yang tidak karuan akhirnya mendengar langkah kaki dari belakang. Yudi pun berhenti berharap bahwa ada orang dewasa yang mampu memyelamatkan dia dari kondisi ini. Suara kaki semakin mendekat diiringi suara tangis perempuan yang memilukan. Tepat di sebelah kanan Yudi terdapat satu pohon yang sudah mati yang dibawahnya terdapat seorang wanita berpakaian sekolah dengan berlumuran darah dan mukanya hancur. Dari tangis wanita tersebut terdengar kata "tolong, tolong, tolong"

Yudi terbirit - birit lari dari tangisan wanita tersebut seolah tidak menghiraukan lagi kabut dan dinginnya malam yudi terus berlari hingga nafas berhenti.

emoticon-Takutemoticon-Takutemoticon-Takutemoticon-Takut

Tulisan : pengalaman TS
Gambar : google
ceuhettyAvatar border
sebelahblogAvatar border
zafinsyurgaAvatar border
zafinsyurga dan 5 lainnya memberi reputasi
6
864
1
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread•109.3KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.