- Beranda
- Berita dan Politik
Kisah Tanoto, Anak Angkat Beijing di 'Ibu Kota Tiri'
...
TS
noldeforestasi
Kisah Tanoto, Anak Angkat Beijing di 'Ibu Kota Tiri'

Akhirnya terungkap siapa pemilik lahan calon ibu kota baru di belahan bumi bagian Kalimantan Timur (Kaltim). Ternyata lahan tersebut dikuasai oleh taipan Sukanto Tanoto, yang saat ini tengah berstatus hutan tanaman industri (HTI).
Mantan Menteri Perindustrian sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia MS Hidayat mengatakan informasi ini diperolehnya dari dua menteri yang menghadiri Rakornas Bidang Properti Kadin di Hotel Intercontinental, Rabu (18/9) lalu.
Adapun dua menteri yang hadir dalam cara tersebut adalah Menteri ATR-BPN Sofyan Djalil dan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.
Bambang Brodjonegoro membenarkan informasi tersebut. Namun ia menegaskan lahan itu merupakan lahan milik negara yang hanya dikonsesikan kepada pihak swasta dimaksud. Di lahan yang kini konsesinya dipegang Tanoto seluas 161.000 hektar, 6.000 hektar diantaranya rencananya bakal dibangun untuk tahap pertama ibu kota baru.
" Lahan itu milik negara, entah sejak dari tahun berapa itu ada konsesi HTI (hutan tanaman industri) di situ," ujarnya seperti dilansir Kompas.com, Kamis (19/9).
https://money.kompas.com/read/2019/0...penas?page=all
Meski demikian, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah mempersiapkan pelepasan status tersebut dari tangan salah satu taipan Indonesia itu. Pelepasan konsesi lahan berstatus HTI dari tangan Tanoto bisa dilakukan tanpa menunggu masa konsesi habis mengingat lahan akan digunakan untuk kepentingan negara.
Sayangnya Bambang mengaku tidak tahu menahu soal jangka waktu konsesi lahan yang dipegang Sukanto. Yang pasti pengambilalihan konsesi lahan tersebut bisa dilakukan tanpa syarat ganti rugi dari negara. "Aturannya bisa tanpa ganti rugi karena memang ketika mereka dapat lahan itu mereka sudah tahu konsekuensinya, suatu saat bisa diambil pemerintah kalau pemerintah membutuhkan," terangnya.

Sukanto Tanoto, pengusaha pemilik Asia Pacific Resources International Holdings Ltd (APRIL), disebut memegang konsesi sekitar 6.000 hektar lahan yang akan jadi ibu kota baru. Corporate Affairs Director APRIL Group Agung Laksamana mengaku mendapat informasi bahwa ibu kota baru nanti akan dibangun di lahan PT ITCI Hutani Manunggal (IHM).
PT ITCI merupakan pemasok strategis bahan baku produk kertas ke PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), milik sang taipan. APRIL Group mendukung rencana pemerintah membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur. Meski diakui akan mempengaruhi operasional perusahaan, namun Agung yakin pemerintah akan memberikan solusi.
"Tentu saja rencana pemerintah ini akan berpengaruh bagi kegiatan operasional. Namun, kami percaya pemerintah akan memberikan pertimbangan dan solusi mengenai hal ini," kata dia.
Terkait lahan PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) sendiri, mengutip tulisan Detikcom, awalnya dikuasai oleh pengusaha yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo. Adik kandung Ketum Gerindra Prabowo Subianto itu pada tahun 1993 dengan bendera Grup Arsari yang menguasai saham mayoritas PT ITCI Kartika Utama berkongsi dengan PT Inhutani I (Persero) mendirikan perusahaan patungan bernama PT ITCI Hutani Manunggal.
PT ITCI Kartika Utama menjadi pemegang mayoritas saham yakni 60%. Sementara PT Inhutani I 40%. Saat itu perusahaan memegang konsesi lahan di Kalimantan Timur hingga 173.195 hektar.
Pada 2004-2006 ITCI Kartika Utama secara bertahap menjual sahamnya kepada PT Kreasi Lestari Pratama (PT KLP). Hingga akhirnya pada 2006 komposisi saham PT IHM berubah; PT KLP 90% dan PT Inhutani I (Persero) sebesar 10%.
https://finance.detik.com/berita-eko...k-adik-prabowo
Temuan ini setidaknya mengamini tudingan eks Menteri BUMN Dahlan Iskan yang dalam blog pribadinya beberapa waktu lalu menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo pemilik lahan yang telah ditunjuk sebagai calon ibu kota baru.
Ia menyebut mulanya hak penebangan hutan di kawasan tersebut diberikan ke perusahaan asing dari Amerika Serikat (AS) yakni International Timber Corporation Indonesia (ITCI). Namun, perusahaan itu kini dimiliki Prabowo.
"Tentu sudah tidak ada lagi hutan itu di sana. Juga tidak ada lagi ITCI. Pemilik perusahaan itu sudah bukan orang Amerika lagi. Sudah berganti orang Indonesia. Namanya Prabowo Subianto," tulis Dahlan.
Tentu menarik menyimak bagaiman calon ibu kota baru di bisa bertahan di tengah kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang juga tengah melanda Pulau Kalimantan.
Karhutla memang tengah menerjang sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan dan masih terus menyebar hingga saat ini. Asap akibat kebakaran hutan tersebut merambah ke banyak titik, termasuk di Kaltim.

Api yang membakar hutan dan lahan di sejumlah wilayah Provinsi Kalsel juga mengakibatkan Kota Banjarmasin terpapar kabut asap dengan aroma yang menyengat dan bertambah pekat dalam beberapa hari terakhir. Di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Kota Palangkaraya terkena imbas asap pekat yang tidak hanya menimbulkan aroma menyengat, namun menghambat aktivitas warga setempat.
Adapun dua daerah yang digadang-gadang bakal menjadi lokasi ibu kota baru, yakni Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, juga turut terkena imbas asap karhutla.
Meski demikian, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan dua wilayah calon ibu kota tersebut masih terhitung aman terkena kabut asap efek karhutla. "Yang penting mitigasinya. Kabut asap tergantung arah anginnya. Yang penting ibu kota baru tidak terlalu dekat dengan sumber kebakarannya. Ibu kota baru jauh dari lahan gambut dan yang mengandung batu bara," jelas dia.
https://www.liputan6.com/bisnis/read...-dari-karhutla
Serius nih, Pak Bambang? Jangan-jangan pembukaan lahan hutan untuk ibu kota baru oleh Sukanto Tanoto dilakukan dengan membakar hutan…
Lho, bukannya tidak mungkin.. Ingat kan pada 2016 lalu yang bersangkutan pernah melontarkan pernyataan kontroversial yang menuai kecaman dari berbagai pihak di tanah air ketika dalam wawancara di televisi China, CCTV2, bos Royal Golden Eagle Group tersebut menyebut Indonesia sebagai ‘ayah angkat’ dan China adalah ‘ayah kandung’-nya?
Jangan-jangan ibu kota baru di Kaltim hanya dianggap sebagai ‘ibu kota angkat’ sementara Beijing diposisikan sebagai ‘ibu kota kandung’?
Kalau benar Ibukota Baru cuma dianggap Ibukota Tiri oleh Sukanto Tanoto, bukan tidak mungkin ia tega membuka lahan dengan cara membakar hutan, kan?
Always keep in mind brother, blood is thicker than water!
Diubah oleh noldeforestasi 20-09-2019 18:20
aditiakhadafi2 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
3.2K
21
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.5KThread•57.5KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya