- Beranda
- The Lounge
Keterlaluan, PB Djarum Foundation Eksploitasi Anak
...
TS
whyyoubannedme
Keterlaluan, PB Djarum Foundation Eksploitasi Anak
Halo agan sista semua, kali ini ane mau bikin thread yang lagi ramai di twitter nih, yaitu mengenai tagar #KPAI dan #PBDjarum, tapi ane gak bakal bahas KPAI nya sih, soalnya agan-agan semua pasti udah tau kan mengenai masalah ini.
Nah, disini yang mau ane bahas adalah mengenai berita PB Djarum Foundation yang katanya eksploitasi anak gan. Wah keterlaluan banget yah, silahkan simak yang lengkap thread ane ini.

Jadi gini gan, ternyata berita mengenai eksploitasi anak oleh PB Djarum Foundation itu seinget ane udah muncul sejak tahun 2018 lalu gan. Bahkan isu itu terus muncul diberbagai berita daring hingga tahun 2019 ini gan.
Pas mulai-mulai panasnya itu sih kalau menurut ane pas ada akun twitter Yayasan Lentera Anak yang membuat tweet kaya gini gan :
Kata mereka dan para followers nya, dengan adanya audisi Djarum Foundation, si anak itu disuruh promosi merk rokok Djarum gan. Ini artinya secara gak langsung mereka menerapkan sistem subliminal advertising yang bakalan terus keinget sampai gede kalau rokok yang bagus ya merk Djarum. Sambil sekalian promo rokok terselubung dengan memanfaatkan anak-anak yang ikut audisi. Hahaha, parah banget eksploitasi nya.
Kemudian yang jadi masalah eksploitasi nya adalah karena mereka kan pakai kaos yang ada tulisan Djarum nya tuh, maka secara gak langsung mereka itu disuruh promo merk tanpa para anak-anak itu sadari, nah jelas deh ini disebut eksploitasi.
Bahkan akun Yayasan Lentera Anak itu sampai membuat simulasi keuntungan promo pakai kaos Djarum ketimbang pakai banner. Katanya dengan audisi dan si anak pakai kaos Djarum, maka sangat efektif dan menghemat biaya.
Tapi kayanya mereka itu lupa menghitung biaya promosi audisi bulu tangkis. Semakin banyak kota, maka semakin banyak biaya yang dikeluarkan. Audisi bulu tangkis nya kan enggak cuma satu kota gan, ini diselenggarakan diberbagai kota loh gan, tentu sajalah bakalan mahal biaya pakai audisi jika ketimbang pakai spanduk banner gitu gan.
Ah elah, ini mah emang pada dasarnya mau ngejatuhin PB Djarum Foundation aja nih akun Yayasan Lentera Anak nya. Udah jelas kelihatan banget soalnya. Dia maksa gitu bikin simulasinya, tapi lupa gak masukin biaya audisinya.
Dan perlu agan sista ketahui juga, bikin audisi itu harus nyewa tempat, maka Djarum Foundation juga harus mengeluarkan duit lagi buat sewa tempat. Jadi jika ane pikir, wah gila juga nih Djarum Foundation, buat apa bikin promo roko terselubung via audisi bulu tangkis kalau biaya nya sangat boros, kenapa enggak terang-terangan aja kalau udah tau bakalan boros gini.
Dan ternyata, PB Djarum dan rokok Djarum adalah 2 hal yang berbeda gan. Awalnya kan dulu para karyawan Djarum suka main badminton tuh ditempat kerjanya, tapi karena bosnya juga suka main badminton, maka dibolehin oleh Robert Budi Hartono sang bos Djarum ini.
Kegiatannya cuma internal, yaitu main bulu tangkis doang. Cuma lama-lama yang main ditempat jadi rame, maka dibentuklah suatu komunitas yang membuat para atlet badminton macam Ardy B. Wiranata hingga saat ini Kevin Sanjaya ikut gabung PB Djarum.
Nah, dari situlah terbesit dalam benak bos Djarum buat ngembangin bulu tangkis dengan membangun beberapa gor badminton di Magelang, Kudus, Jati dan gak tanggung juga, gor nya dibangun dengan fasilitas standar Internasional gan. Wah orang kaya banget yah bos Djarum.
Komentar Hariyanto Arbi yang merupakan pemain badminton lulusan PB Djarum bilang gini setelah kemenangan Kevin Sanjaya :
Ya elah berlebihan amat sih, tapi emang faktanya gitu sih gan. Kevin sanjaya atau Liliyana Natsir juga dapat banyak bonus gede gan :

Makanya sekarang udah jelas banget gan, masa depan anak-anak yang ikut audisi PB Djarum pasti bakalan dapat bonus gede juga kalau berprestasi. Lalu gak juara juga ya se engganya bisa main di gor standar internasional, makan, asrama, perlengkapan badminton, kebutuhan pertandingan domestik dan luar negeri, jaminan kesehatan yang semuanya gratis. Udah dapat jatah enak kaya gini masih mau bilang eksploitasi ??
Tapi yah mau bagaimana lagi, imej Djarum dimata orang-orang adalah merk rokok gan. Padahal yah gan, jika kita lihat sejarah PB Djarum sampai sekarang, maka ini bisa dilihat dengan jelas kalau PB Djarum itu enggak jualan rokok.
Intinya Djarum tidak sekedar jualan rokok gan. Nama Djarum sendiri hanya sebuah nama yang memang kebetulan aja namanya PB Djarum, ini PB Djarum, bukan Rokok Djarum.
Coba lihat gan, apakah ada dikaos yang dipakai anak, atau di berbagai tulisan yang ada hubungannya dengan audisi PB Djarum ada tulisan Djarum Super, Djarum Cokelat, Djarum MLD, ada gak gan ?? Kan gak ada. Ini artinya PB Djarum emang jelas gak jualan rokok.
Maka sekarang sudah jelas gan, kalau PB Djarum ini sama sekali gak ada unsur eksploitasi anak gan.
Djarum kan bukan hanya sekedar merk rokok, tapi dia juga yang punya PT Bank Central Asia Tbk. Kenapa yang punya, ya karena Robert Budi Hartono si bos Djarum ini punya saham besar di perusahaan bank ini.
Eits,... ciyatt,... bukan hanya itu gan. Djarum memiliki beberapa usaha seperti, Blibli.com, Tiket.com, dan beberapa lainnya. Oh iya, kaskus juga gan.
Selain kaskus, katanya kumparan, Beritagar.id, Smartmoney, Historia, dan lainnya juga. Dari sisi perusahaan elektronik, Djarum punya Polytron gan.
Wah pokoknya banyak gan. Kalau disebut satu-satu ane bisa ngiler kepengen jadi pengusaha kaya Robert Budi Hartono juga gan.
Kemudian beberapa masalah muncul lagi gan, katanya : Kokk harus anak umur 6 tahun yang ikut audisi ? Wah iya juga sih, masa anak umur tahun disuruh ikut audisi dan pakai kaos merk Djarum. Ini memang eksploitasi anak yang keterlaluan gan.
Jadi gini gan, itu hanya sudut pandang yang memandang kalau itu suatu tindakan eksploitasi anak. Padahal persaingan dalam dunia bulu tangkis semakin ketat semenjak Korea Selatan menjadi negara Kpop gan.
Maka cara untuk memperkuat dan mempertangguh skill pemain bulu tangkis Indonesia adalah dengan memperluar jangkauan yang ikut audisi PB Djarum gan. Ini dilakukan bukan hanya sekedar mendapatkan reputasi baik bagi Djarum. Tapi inilah upaya untuk membuat bulu tangkis Indonesia tetap kuat di dunia.
Makanya PB Djarum ini memberikan beasiswa kepada umur anak 6 tahun sampai mereka menjadi pemain besar. Gak kebayang kan ongkos yang dikeluarkan PB Djarum bakalan gede sekali, secara beasiswa dari usia 6 tahun sampai belasan itu lama dan bakalan ngabisin banyak biaya gan. Kan umur pemain bulu tangkis senior itu dari 18-19 tahun gan, tentu PB Djarum hari kasih beasiswa selama 12 tahun lebih kiranya.
Lantas, dengan cara audisi anak 6 tahun masih mau bilang kalau ini eksploitasi dan pencitraan merk ? Padahal hasilnya positif loh, si anak jadi atlet bulu tangkis. Terus kegiatannya juga sangat positif, sebab si anak 6 tahun dapat beasiswa.
Kalau boleh saya ngebandingin dengan acara lain selain audisi PB Djarum, maka menurut ane kegiatan lain justru lebih buruk gan.
Sebab PB Djarum sendiri menerapkan aturan kepada setiap anak didiknya untuk tidak merokok. Sedangkan acara lain yang disponsori rokok malah gak ada aturan larangan merokok kaya gini, yang ada mereka itu disuruh jualan rokok gan.
Ane aja yang pernah jadi panitia agustusan, ketika acaranya dapat sponsor rokok itu harus sambil jualan rokok dulu gan. Kalau gak mau ya gak dapat sponsor.
Terus acara musik juga kan kebanyakan disponsori oleh merk rokok tuh, nah setau ane ketika berlangsungnya acara suka ada cewek-cewek yang menawarkan rokok kepada para penontonnya gan. Bahkan band atau grup musik yang isi acara juga dikasih rokok.
Bukan hanya acara musik doang gan, tapi setiap acara yang kebanyakan digandrungi anak-anak muda bisa mengonversi nonperokok menjadi perokok gan. Karena gak ada aturan dilarang merokok ketika acaranya berlangsung.
PB Djarum gak gitu, karena mereka yang menjadi anak didik dilarang merokok gan. Jadi jelas ini bukan merupakan suatu eksploitasi anak kalau menurut ane gan.
Oke gan cuma itu aja sih menurut ane, mohon maaf kalau ada beberapa pihak yang merasa kesinggung degan pembahasan thread ane ini.
Nah, disini yang mau ane bahas adalah mengenai berita PB Djarum Foundation yang katanya eksploitasi anak gan. Wah keterlaluan banget yah, silahkan simak yang lengkap thread ane ini.

Jadi gini gan, ternyata berita mengenai eksploitasi anak oleh PB Djarum Foundation itu seinget ane udah muncul sejak tahun 2018 lalu gan. Bahkan isu itu terus muncul diberbagai berita daring hingga tahun 2019 ini gan.
Pas mulai-mulai panasnya itu sih kalau menurut ane pas ada akun twitter Yayasan Lentera Anak yang membuat tweet kaya gini gan :
Kata mereka dan para followers nya, dengan adanya audisi Djarum Foundation, si anak itu disuruh promosi merk rokok Djarum gan. Ini artinya secara gak langsung mereka menerapkan sistem subliminal advertising yang bakalan terus keinget sampai gede kalau rokok yang bagus ya merk Djarum. Sambil sekalian promo rokok terselubung dengan memanfaatkan anak-anak yang ikut audisi. Hahaha, parah banget eksploitasi nya.
Kemudian yang jadi masalah eksploitasi nya adalah karena mereka kan pakai kaos yang ada tulisan Djarum nya tuh, maka secara gak langsung mereka itu disuruh promo merk tanpa para anak-anak itu sadari, nah jelas deh ini disebut eksploitasi.
Bahkan akun Yayasan Lentera Anak itu sampai membuat simulasi keuntungan promo pakai kaos Djarum ketimbang pakai banner. Katanya dengan audisi dan si anak pakai kaos Djarum, maka sangat efektif dan menghemat biaya.
Tapi kayanya mereka itu lupa menghitung biaya promosi audisi bulu tangkis. Semakin banyak kota, maka semakin banyak biaya yang dikeluarkan. Audisi bulu tangkis nya kan enggak cuma satu kota gan, ini diselenggarakan diberbagai kota loh gan, tentu sajalah bakalan mahal biaya pakai audisi jika ketimbang pakai spanduk banner gitu gan.
Ah elah, ini mah emang pada dasarnya mau ngejatuhin PB Djarum Foundation aja nih akun Yayasan Lentera Anak nya. Udah jelas kelihatan banget soalnya. Dia maksa gitu bikin simulasinya, tapi lupa gak masukin biaya audisinya.
Dan perlu agan sista ketahui juga, bikin audisi itu harus nyewa tempat, maka Djarum Foundation juga harus mengeluarkan duit lagi buat sewa tempat. Jadi jika ane pikir, wah gila juga nih Djarum Foundation, buat apa bikin promo roko terselubung via audisi bulu tangkis kalau biaya nya sangat boros, kenapa enggak terang-terangan aja kalau udah tau bakalan boros gini.
Dan ternyata, PB Djarum dan rokok Djarum adalah 2 hal yang berbeda gan. Awalnya kan dulu para karyawan Djarum suka main badminton tuh ditempat kerjanya, tapi karena bosnya juga suka main badminton, maka dibolehin oleh Robert Budi Hartono sang bos Djarum ini.
Kegiatannya cuma internal, yaitu main bulu tangkis doang. Cuma lama-lama yang main ditempat jadi rame, maka dibentuklah suatu komunitas yang membuat para atlet badminton macam Ardy B. Wiranata hingga saat ini Kevin Sanjaya ikut gabung PB Djarum.
Nah, dari situlah terbesit dalam benak bos Djarum buat ngembangin bulu tangkis dengan membangun beberapa gor badminton di Magelang, Kudus, Jati dan gak tanggung juga, gor nya dibangun dengan fasilitas standar Internasional gan. Wah orang kaya banget yah bos Djarum.
Komentar Hariyanto Arbi yang merupakan pemain badminton lulusan PB Djarum bilang gini setelah kemenangan Kevin Sanjaya :
Quote:
Ya elah berlebihan amat sih, tapi emang faktanya gitu sih gan. Kevin sanjaya atau Liliyana Natsir juga dapat banyak bonus gede gan :

Makanya sekarang udah jelas banget gan, masa depan anak-anak yang ikut audisi PB Djarum pasti bakalan dapat bonus gede juga kalau berprestasi. Lalu gak juara juga ya se engganya bisa main di gor standar internasional, makan, asrama, perlengkapan badminton, kebutuhan pertandingan domestik dan luar negeri, jaminan kesehatan yang semuanya gratis. Udah dapat jatah enak kaya gini masih mau bilang eksploitasi ??
Tapi yah mau bagaimana lagi, imej Djarum dimata orang-orang adalah merk rokok gan. Padahal yah gan, jika kita lihat sejarah PB Djarum sampai sekarang, maka ini bisa dilihat dengan jelas kalau PB Djarum itu enggak jualan rokok.
Intinya Djarum tidak sekedar jualan rokok gan. Nama Djarum sendiri hanya sebuah nama yang memang kebetulan aja namanya PB Djarum, ini PB Djarum, bukan Rokok Djarum.
Coba lihat gan, apakah ada dikaos yang dipakai anak, atau di berbagai tulisan yang ada hubungannya dengan audisi PB Djarum ada tulisan Djarum Super, Djarum Cokelat, Djarum MLD, ada gak gan ?? Kan gak ada. Ini artinya PB Djarum emang jelas gak jualan rokok.
Maka sekarang sudah jelas gan, kalau PB Djarum ini sama sekali gak ada unsur eksploitasi anak gan.
Djarum kan bukan hanya sekedar merk rokok, tapi dia juga yang punya PT Bank Central Asia Tbk. Kenapa yang punya, ya karena Robert Budi Hartono si bos Djarum ini punya saham besar di perusahaan bank ini.
Eits,... ciyatt,... bukan hanya itu gan. Djarum memiliki beberapa usaha seperti, Blibli.com, Tiket.com, dan beberapa lainnya. Oh iya, kaskus juga gan.
Selain kaskus, katanya kumparan, Beritagar.id, Smartmoney, Historia, dan lainnya juga. Dari sisi perusahaan elektronik, Djarum punya Polytron gan.
Wah pokoknya banyak gan. Kalau disebut satu-satu ane bisa ngiler kepengen jadi pengusaha kaya Robert Budi Hartono juga gan.
Kemudian beberapa masalah muncul lagi gan, katanya : Kokk harus anak umur 6 tahun yang ikut audisi ? Wah iya juga sih, masa anak umur tahun disuruh ikut audisi dan pakai kaos merk Djarum. Ini memang eksploitasi anak yang keterlaluan gan.
Jadi gini gan, itu hanya sudut pandang yang memandang kalau itu suatu tindakan eksploitasi anak. Padahal persaingan dalam dunia bulu tangkis semakin ketat semenjak Korea Selatan menjadi negara Kpop gan.
Maka cara untuk memperkuat dan mempertangguh skill pemain bulu tangkis Indonesia adalah dengan memperluar jangkauan yang ikut audisi PB Djarum gan. Ini dilakukan bukan hanya sekedar mendapatkan reputasi baik bagi Djarum. Tapi inilah upaya untuk membuat bulu tangkis Indonesia tetap kuat di dunia.
Makanya PB Djarum ini memberikan beasiswa kepada umur anak 6 tahun sampai mereka menjadi pemain besar. Gak kebayang kan ongkos yang dikeluarkan PB Djarum bakalan gede sekali, secara beasiswa dari usia 6 tahun sampai belasan itu lama dan bakalan ngabisin banyak biaya gan. Kan umur pemain bulu tangkis senior itu dari 18-19 tahun gan, tentu PB Djarum hari kasih beasiswa selama 12 tahun lebih kiranya.
Lantas, dengan cara audisi anak 6 tahun masih mau bilang kalau ini eksploitasi dan pencitraan merk ? Padahal hasilnya positif loh, si anak jadi atlet bulu tangkis. Terus kegiatannya juga sangat positif, sebab si anak 6 tahun dapat beasiswa.
Kalau boleh saya ngebandingin dengan acara lain selain audisi PB Djarum, maka menurut ane kegiatan lain justru lebih buruk gan.
Sebab PB Djarum sendiri menerapkan aturan kepada setiap anak didiknya untuk tidak merokok. Sedangkan acara lain yang disponsori rokok malah gak ada aturan larangan merokok kaya gini, yang ada mereka itu disuruh jualan rokok gan.
Ane aja yang pernah jadi panitia agustusan, ketika acaranya dapat sponsor rokok itu harus sambil jualan rokok dulu gan. Kalau gak mau ya gak dapat sponsor.
Terus acara musik juga kan kebanyakan disponsori oleh merk rokok tuh, nah setau ane ketika berlangsungnya acara suka ada cewek-cewek yang menawarkan rokok kepada para penontonnya gan. Bahkan band atau grup musik yang isi acara juga dikasih rokok.
Bukan hanya acara musik doang gan, tapi setiap acara yang kebanyakan digandrungi anak-anak muda bisa mengonversi nonperokok menjadi perokok gan. Karena gak ada aturan dilarang merokok ketika acaranya berlangsung.
PB Djarum gak gitu, karena mereka yang menjadi anak didik dilarang merokok gan. Jadi jelas ini bukan merupakan suatu eksploitasi anak kalau menurut ane gan.
Oke gan cuma itu aja sih menurut ane, mohon maaf kalau ada beberapa pihak yang merasa kesinggung degan pembahasan thread ane ini.
Spoiler for referensi:
azhuramasda dan 3 lainnya memberi reputasi
4
1.1K
14
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.8KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya