mayhard20
TS
mayhard20
Kuliah Kerja Berhantu 40 Hari (KKB 40H)
Blurb:

Cerita ini akan berkisah mengenai Kuliah Kerja Nyata yang berlangsung selama 40 hari. Handaka Usada seorang mahasiswa tingkat 6 yang kala itu mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata. Ia bersama dengan 12 orang lainnya yang terdiri dari 7 perempuan dan 5 laki-laki termasuk Handaka sendiri akhirnya ditempatkan oleh Panita Pelaksana KKN untuk ditempatkan disebuah Desa yang berada jauh dari perkotaan. Kuliah Kerja Nyata ini awalnya berjalan lancar, hingga kemudian pantangan dan juga kejadian ganjil mulai menyelimuti suasana KKN tersebut hingga tidak terkendali.


Catatan Penulis :
       
Perkenalkan sebelumnya, saya Mayhard20. Pada kesempatan kali ini ingin bercerita sedikit mengenai Kuliah Kerja Nyata, kebetulan cerita horor seperti ini sedang ramai diperbincangkan dimana-mana. Cerita ini bersifat Fiksi apabila ada kesamaan tempat, latar belakang, tokoh dan juga jalan cerita dengan kisah hidup seseorang diharapkan untuk tidak dikait-kaitkan. Silahkan diambil sisi positifnya dari cerita ini dan buang yang negatifnya. Kalau sudah siap dengan aturan mainnya. Mari kita lanjut masuk ke dalam cerita.


Makasih banyak yang udah ngasih cendolnya 😁

Jangan lupa share, rate bintang 5 dan share cerita ini ke sosial media kalian agar makin banyak yang baca dan menjadi motivasi bagi penulis untuk menyelesaikan cerita ini terima kasih.

Kalau sudah siap dengan aturan mainnya. Mari kita lanjut masuk ke dalam cerita.
Bagian I

Awal Mula

Perkenalkan namaku Handaka Usada, seorang mahasiswa tingkat 6 yang kini diharuskan untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata, sebelumnya aku adalah seorang mahasiswa yang gemar menyendiri, egois dan hanya memikirkan tentang hidupku sendiri. Aku tidak terlalu peduli dengan Organisasi Kampus, circle pertemanan yang ada di kampus dan hanya terfokus dengan nilai-nilai dan mata kuliah saja. Semuanya kulakukan sendiri, kuliah-pulang dan kuliah pulang, bisa kalian sebut diriku ini adalah Mahasiswa Kupu-Kupu.

Sebelumnya aku berkuliah di salah satu Perguruan Tinggi yang berada di salah satu kota di pulau Sumatera. Aku cukup puas dengan pencapaianku selama kuliah, terbukti dengan tidak banyaknya nilai jelek yang tertera di Kartu Hasil Semester perkuliahanku. Aku tinggal di kota ini sendiri, tanpa adanya orang tua, semenjak kuliah aku dijawajibkan untuk merantau dan pergi jauh dari rumah demi menimba ilmu. Hal itu pula lah sebenarnya yang melatarbelakangi kenapa aku hanya terpaku dengan IPK (nilai) daripada hal lan, tujuan tersebut tidak lain adalah guna mendapatkan respek dari kedua orangtuaku.

Semester 6 mulai memasuki fase yang akan dituju. Aku sebelumnya sudah mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) dan kemudian mengambil KKN di semester ini, tujuannya cuma satu apalagi kalau bukan menyelesaikan perkuliahan ini dengan secepat mungkin. Skrispi juga sudah aku ambil dan mulai berjalan diantara bab 1 dan bab 2, aku rasa KKN juga akan memperlancar moodku dalam menulis skripsi itu hingga tamat.

Aku berjalan gontai, di tengah terik panas matahari, menyusuri pedagang-pedagang yang menjajakan makanan di samping pintu kampus, memasuki gerbang kecil yang menghubungkan kampus dan salah satu Sekolah Dasar dan terakhir menyusuri koridor hingga akhirnya tiba di depan salah satu ruangan kelas. Aku mulai melihat satu persatu, tempat itu penuh sesak dengan orang, tampaknya semuanya berkumpul disini. Aku kemudian mengecek handphoneku dan dikabari oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) fakultasku untuk berkumpul di ruangan 6 pada pukul 13.20 Wib. Aku mulai mengetuk pintu dan masuk ke dalam perlahan-lahan, tampaknya aku telat dan terlihat sudah ada beberapa mahasiswa lain di dalam ruangan kelas tersebut. Aku melihat ada seseorang yang kukenal di kelas ini namanya adalah Feranda. Feranda ini adalah wanita yang memiliki circle pertemanan yang cukup populer di kelasku. Aku sebenarnya tidak terlalu akrab dengan dia, namun karena aku sering ditunjuk menjadi Ketua Kelas mau tak mau dia tentunya juga mengenali keberadaanku saat ini.

Quote:

Obrolan kikuk itu akhirnya berhenti dengan ditandakannya seorang pria bertubuh gempal di sekitaran umur 35 tahun dengan tinggi 170cm lebih memasuki ruangan kelas, pria ini tersenyum ramah ke arah kami semua.

Quote:

Semuanya kembali diam dan semua mata tertuju kepada pria tersebut. Pria ini bernama Pak Rahman, beliau adalah Dosen Pembimbing Lapangan untuk kelompok KKN kali ini. Beliau adalah Dosen di salah satu Fakultas Syariah yang kebetulan kali ini ditugaskan untuk membimbing kami semua.


Quote:


Aku masih sibuk membolak-balik buku panduan tentang KKN. Buku ini sebenarnya sudah diberikan minggu kemarin, namun karena malas, aku baru bisa membacanya saat ini juga. Melihat kelakuanku tersebut Pak Rahman tampaknya tertarik untuk melirik ke arahku.

Quote:


Quote:


Perkenalan ini mungkin akan kupersingkat saja, intinya tim dalam KKN ini terdiri dari 6 enam orang wanita dan 5 pria. Semuanya hampir berbeda-beda fakultas yang ada dalam KKN, mulai dari Fakultas Hukum, Teknik, FKIP, Ekonomi, dan Biologi. Dari fakultas hukum ada aku dan Feranda, dari fakultas teknik ada tiga orang pria mereka adalah Endi , Jawir dan Dwi, dari fakultas ekonomi ada Toni, Fakultas FKIP ada empat orang yaitu Ceni, Ira, Dona dan Putri dan terakhir ada dua orang dari fakultas biologi yaitu Aisyah dan Mak (emak) wanita ini memang lebih suka dipanggil begitu.

Setelah dirasa perkenalan itu cukup, Pak Rahman kemudian menunjuk aku sebagai ketua koordinator lapangan untuk KKN kali ini. Aku hanya mengangguk tanda setuju, karena memang aku sudah terbiasa mengatur anak-anak di kelas seperti biasa, tentunya pengalaman KKN ini akan menjadi batu loncatan dan pengalaman baru untukku di kemudian hari.

Rapat selanjutnya adalah yaitu berbagi mengenai kewajiban barang-barang apa saja yang akan dibawa pada saat KKN. Pak Rahman menyarankan agar semua itu mulai dirapatkan agar semuanya mendapat bagian yang sama. Karena tentunya rumah yang nanti ditempati kemungkinan besar tidak memiliki isi apa-apa dan kewajiban untuk melengkapi isi dari rumah KKN itu adalah kewajiban bersama. Setelah acara bagi-bagi tugas itu selesai, rapat pada hari itu pun ditutup oleh Pak Rahman, selanjutnya adalah di pertemuan selanjutnya akan ada pra tinjau lokasi KKN yang diwakilkan kepada ketua dari setiap kelompok. Alhasil aku terpilih untuk mewakili kelompok ini melakukan peninjauan ke lokasi KKN seharusnya ada dua perwakilan dari setiap kelompok, namun tampaknya teman-teman KKN-ku ini berhalangan hadir dan hanya aku sendiri yang terpaksa pergi ke lokasi KKN. Hari ini kami diantar oleh Pak Rahman, ternyata Pak Rahman tidak hanya membawahi KKN di kelompok kami namun ada sekitar 2 kelompok lain yang dibawahi olehnya, oleh karena itu kami semua kemudian berangkat bersama beliau selaku DPL untuk melakukan peninjauan lokasi.

Tidak banyak yang diobrolkan selama perjalanan, karena aku lebih memilih untuk tidur, tidak terasa 4 jam pun berlalu dari kota ke daerah tempat terlaksanannya KKN. Desa ini cukup jauh dari jalan raya, setidaknya butuh sekitar 30 menit menaiki kendaraan roda dua untuk sampai ke jalan raya, dengan kontur tanah yang belum diaspal, jadilah perjalanan ini penuh dengan becek akibat terkena tanah lumpur disana-sini.

Quote:

Quote:


Quote:


Tak lama kami kemudian menyudahi obrolan di siang hari itu. Pak Rahman dijanjikan oleh Pak Kades akan diberikan salah satu rumah di desa, agar tidak jauh dari pemukiman penduduk, rumahnya juga masih layak huni namun kondisinya memang kosong, karena pemilik rumah sudah tidak tinggal lagi di desa tersebut.

Pak Kades kemudian mengantarkan aku dan Pak Rahman ke rumah tempat dimana kami akan melangsungkan KKN. Letaknya ada sedikit berada di selatan Desa, disampingnya tidak jauh terdapat pemukiman warga, sebelah barat terdapat sungai kecil yang mengalir dan terdapat tanah lapang untuk bermain voly, sedangkan di utara terdapat pemakaman warga masyarakat sekitar dan disebelah timur terdapat hutan dan perkebunan sawit.

Kami akhirnya sampai di rumah yang rencananya diberikan kepada kami anak-anak KKN. Rumah ini setengah permanent dikelilingi oleh pagar lancip yang besinya mulai berkarat, atap rumah dari seng, rumah ini terdiri dari dua lantai, lantai pertama dari semen dan lantai kedua dari kayu, terdapat tangga dari semen yang menghubungkan antara lantai satu dan dua yang terletak di depan rumah dan tentunya dari suatu rumah kosong terdapat banyak sarang laba-laba serta bubuk kayu yang mulai keropos.


Quote:

Quote:


Quote:

suara benturan antara jendela yang seolah dibanting dari arah dalam.

Aku terkesiap karena terkejut, aku melihat kembali terdapat bayangan hitam di atas rumah tersebut yang kini menatapku dalam-dalam. Aku yang takut kontan menutup mata dan mengalihkan perhatianku dari jendela rumah tersebut.


Quote:

.

Quote:

Quote:


Quote:


Aku mencoba berdamai pada saat itu dan menerima rumah KKN tersebut. Kami pun pulang menuju kota, walaupun terasa ada hal yang benar-benar mengganjal mengenai rumah KKN kami ini nanti, sedangkan sosok hitam yang ada di lantai dua rumah KKN itu seolah tersenyum ke arah pria muda yang melihat kearahnya barusan.

Bersambung



Diubah oleh mayhard20 04-09-2019 12:02
Sexbomberman123mincli69
mincli69 dan 53 lainnya memberi reputasi
50
129.9K
349
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Yuk bergabung agar dapat lebih banyak informasi yang dibagikan di Komunitas Stories from the Heart
Stories from the Heart
Stories from the Heart
icon
31.2KThread40KAnggota
Terlama
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.