Kaskus

Hobby

dickies97Avatar border
TS
dickies97
UPAYA TIM KKN UNNES MENINGKATKAN KESADARAN MASYARKAT TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH
PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAI BENTUK IMPLEMENTASI K3 (KEINDAHAN, KEBERSIHAN, KETERTIBAN) DI DUSUN NGAGLIK DESA GUNTURMADU

Sampah menjadi salah satu permasalahan yang ada di Desa Gunturmadu, tak terkecuali di Dusun Ngaglik. Menurut informasi yang didapat dari penduduk setempat, sampah plastik menjadi permasalahan utama yang belum ditemukan cara pengelolaannya. Oleh karena itu, dalam rangka mewujudkan K3 di Dusun Ngaglik, kami, Tim KKN Lokasi Tahap 1 UNNES memberikan sosialisasi tentang sampah dan pengelolaannya.

PELAKSANAAN KEGIATAN

Sampah menjadi masalah yang dihadapi oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Di Indonesia terutama, sampah merupakan permasalahan pelik yang sulit ditemukan titik terangnya. Seperti di lansir dari KOMPAS.com, sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/ tahun dimana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Hal ini menyebabkan Indonesia menjadi negara penyumbang sampah terbesar kedua di dunia (19/08/2018). Tak ayal, dengan fakta di atas, Ngaglik, salah satu dusun di Desa Gunturmadu, tidak-kalah-bermasalahnya mengenai pengelolaan sampah. Kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakatnya, tempat tinggal yang rapat, jarak antar satu rumah dengan rumah lain yang terlalu dekat, menjadi faktor-faktor penyebab kurang optimalnya pengelolaan sampah khususnya sampah rumah tangga. Berangkat dari fakta tersebut, pada tanggal 29 Juli 2019, Tim KKN UNNES memberikan sosialisasi tentang sampah dan pengelolaannya sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat Dusun Ngaglik mengenai sampah dan pengelolaannya. Sasaran dari kegiatan sosialisasi ini adalah ibu-ibu dasa wisma Dusun Ngaglik dengan harapan, ibu, sebagai pelaku rumah tangga, dapat lebih bijak dalam urusan mengelola sampah. Terlebih, pada bulan September mendatang, akan diselenggarakan Lomba Desa Siaga dimana Dusun Ngaglik merupakan dusun yang dipilih untuk mewakili Desa Gunturmadu dalam mengikuti perlombaan tersebut.

Dalam sosialisasi tersebut, kami terlebih dahulu menjelaskan tentang pengertian sampah, sumber-sumber sampah, jenis-jenis sampah, masalah-masalah yang timbul akibat sampah, kemudian dilanjutkan dengan upaya pengelolaan sampah. Pada sosialisasi tersebut, kami juga menjelaskan tentang pembuatan Ecobrick sebagai salah satu solusi mengolah sampah plastik dan pembuatan biopori untuk pengelolaan sampah organik. Kami memilih Ecobrick danBiopori  sebagai contoh cara pengelolaan sampah karena menurut kami, selai efektif untuk mengurangi sampah, kedua cara ini mudah dilakukan karena tidak memerlukan peralatan  yang sulit dan juga hemat biaya. Ecobrick merupakan kumpulan sampah plastik kering yang diletakkan di dalam botol yang kemudian bisa dimanfaatkan menjadi berbagai macam perlengkapan rumah tangga seperti meja, kursi, dan bahkan dapat digunakan sebagai bahan bangunan. Pembuatan Ecobrick sendiri dimulai dengan mengumpulkan sampah berupa botol plastik yang sudah dibersihkan kemudian diisi dengan sampah plastik kering yang dilipat-lipat sehingga menjadi padat. Hal yang harus benar-benar diperhatikan dalam pembuatan Ecobrick adalah kepadatan sampah plastik yang diisikan ke dalam botol. Karena jika isi botol tidak padat akan berakibat pada tidak kokohnya Ecobrick ketika dimanfaatkan menjadi benda-benda rumah tangga seperti meja atau kursi.

Sedangkan biopori merupakan lubang silidris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Hal ini dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos (Wikipedia). Sama halnya dengan pembuatan Ecobrick, biopori kami pilih sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah organik karena selain efektif, pembuatan biopori tidak memerlukan peralatan yang banyak dimana biopori bisa dibuat menggunakan pralon, dan juga berbiaya murah. Biopori dibuat dengan mengebor atau menggali tanah secara manual sedalam kurang lebih 100cm dengan diameter 10-15cm. Kemudian masukkan pipa PVC yang sudah dilubangi pada bagian dinding pipanya sebagai jalan untuk organisme di dalam tanah mengurai sampahorganik. Mulut lubang pipa diberi adukan semen untuk mengikat pipa tetap pada tempatnya. Lalu dilanjutkan dengan memasukkan sampah organik dan menutup pipa PVC dengan penutup yang sudah diberi lubang pada permukaanya. Biarkan selama sekitar 3 bulan agar sampah organik berubah menjadi kompos. Setelah sampah organik menjadi kompos, warga dapat mengambil kompos dari pipa biopori dan menggantinya dengan sampah organik yang baru. Menurut informasi dari warga setempat, warga Dusun Ngaglik sudah memanfaatkan sampah organik sebagai pupuk, namun selama ini mereka menumpuk sampah organik di sembarang tempat yang mana mengurangi nilai estetika dari lingkungan tempat mereka tinggal. Dengan pembuatan biopori, warga Dusun Ngaglik dapat menjaga keindahan dan kebersihan lingkungan sekitar karena sampah organik dimasukkan ke dalam pipa biopori.

Di akhir sosialisasi, warga Dusun Ngaglik sepakat untuk membuat Ecobrick sebagai solusi mengelola sampah plastik rumah tangga. Dalam waktu satu minggu, warga akan mengumpulkan satu botol Ecobrick di rumah kepala dusun Ngaglik untuk selanjutnya dimanfaatkan menjadi benda-benda rumah tangga. Diharapkan, cara seperti ini dapat seterusnya dilakukan oleh masyarakat tidak hanya di Dusun Ngaglik tetapi juga dusun-dusun yang lain di Desa Gunturmadu.UPAYA TIM KKN UNNES MENINGKATKAN KESADARAN MASYARKAT TENTANG PENGELOLAAN SAMPAHUPAYA TIM KKN UNNES MENINGKATKAN KESADARAN MASYARKAT TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH

0FFICIALKASKUSAvatar border
0FFICIALKASKUS memberi reputasi
1
610
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Healthy Lifestyle
Healthy Lifestyle
KASKUS Official
7.7KThread3.3KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.