alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5d526b90018e0d25d64dfad1/kekhawatiran-guru-atas-penemuan-siswa-soal-obat-kanker-mujarab-hingga-juarai-dunia
Lapor Hansip
13-08-2019 14:49
Kekhawatiran Guru atas Penemuan Siswa soal Obat Kanker Mujarab hingga Juarai Dunia
Past Hot Thread
emoticon-Hot News

Kekhawatiran Guru atas Penemuan Siswa soal Obat Kanker Mujarab hingga Juarai Dunia
Ketiga siswa yang berhasil mengharumkan Indonesia melalui Karya Ilmiah Kayu Bajakah Penyembuh Kanker(KOMPAS.com/KURNIA TARIGAN)


PALANGKARAYA, KOMPAS.com
— Tiga siswa SMA 2 Negeri Palangkaraya berhasil menemukan obat kanker mujarab dari pohon bajakah dan berhasil meriah medali emas pada ajang kompetisi tingkat dunia di Seoul, Korea Selatan.

Namun, di balik penemuan dan prestasi itu, terdapat kekhawatiran pihak guru pembimbing siswa, yakni akan banyak orang memburu pohon itu sehingga bisa merusak hutan di Kalimantan Tengah.

Saat awal menerima informasi bahwa ada siswa dari salah satu SMA negeri di Palangkaraya yang berhasil menjuarai dan meraih medali emas atas karya ilmiah menemukan obat kanker dari pohon bajakah, Kompas.com langsung mencari informasi tambahan terkait dengan siapa siswa itu dan dari mana asal sekolahnya.

Akhirnya Kompas.com berhasil menemukan titik terang ketiga nama siswa tersebut serta asal sekolah dan nama guru pembimbing.

Ruji Alamsyah, humas SMA Negeri 2, Palangkaraya, menyambut dengan ramah dan membantu Kompas.com bertemu Helita, guru pembimbing ketiga siswa berprestasi tersebut.

Namun, rencana wawancara Helita tidak berjalan mulus.

Sempat ada penolakan dari guru pembimbing untuk diwawancarai, apalagi membuka secara utuh asal usul serta nama jelas kayu yang disebut bajakah tersebut.

Alasannya, ia tidak ingin penemuan itu justru berdampak pada kerusakan hutan di Kalimantan Tengah. Ia khawatir akan terjadi eksploitasi alam besar-besaran terhadap hutan di Kalimantan Tengah, terutama bagi kalangan yang memiliki tujuan untuk komersial.

“Saya tidak mau kalau ini nanti justru akan menjadi masalah, khususnya dalam hal eksploitasi hutan Kalimantan Tengah,” kata Helita saat ditemui Kompas.com di SMA Negeri 2, Palangkaraya.

Setelah Kompas.com bisa meyakinkan dan memberikan penjelasan yang cukup panjang, akhirnya guru pembimbing bersedia diwawancarai serta langsung memanggil ketiga siswa hebat tersebut, dengan syarat tidak akan membuka nama dan jenis kayu tersebut.

Sebelumnya diberitakan, tiga siswa SMA 2, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, meraih juara dunia atas temuan obat kanker mujarab, dengan bahan baku alami berupa batang pohon tunggal atau dalam bahasa Dayak disebut dengan bajakah yang diperoleh di hutan Kalimantan Tengah, Senin (12/8/2019).

Keberhasilan ketiga siswa tersebut berawal dari informasi Yazid, salah seorang siswa yang ikut dalam tim tersebut, bahwa ada salah satu tumbuhan di hutan Kalimantan Tengah yang kerap digunakan keluarganya menyembuhkan kanker, bahkan kanker ganas stadium empat sekalipun.

Di bawah bimbingan Helita, ketiga siswa SMA Negeri 2 Palangkaraya ini memutuskan untuk memulai pembahasan awal yang lebih serius mengenai kayu bajakah.

Penelitian diawali dengan uji pendahuluan yang dilakukan ketiga siswa dan guru pembimbing di laboratorium.

SUMBER
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bocahilang dan 13 lainnya memberi reputasi
14
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 7 dari 9
14-08-2019 00:48
klo emang anak anak ini penemu, sunggug bangga sekali, yg semangat belajarnya dan lsng keluar negri ya biar ilmu mu dihargai dan bermanfaat
0
Lapor Hansip
14-08-2019 00:51
Balasan post entecavir
Quote:Original Posted By entecavir


@KuwuRT iyaa, ntah media yg berlebihan atau dasarnya gak ngerti konsep penelitian kek gimana.

Tp ya itulah Indonesia, haus akan pengakuan n prestasi emoticon-Big Grin
No offense.

Yg penting jgn berhenti di sini aja, perlu disupport biar lanjut, syukur2 bs jd obat paten atau herbal terstandar.


Temen gw juga ada juara 1 lomba karya ilmiah udah tingkat asia

Dia meneliti kontrasepsi dr biji jarak. Efektif... tp gada kelanjutan. Ya masi panjang lah... tp kudu d lanjutin. Tp kalo d indonesia kayaknya susah ya beginian. Selain pemerintah dan lingkungan ga mendukung. Kadang mental orangnya juga
0
14-08-2019 01:10
Quote:Original Posted By entecavir
@haf2 itu mah klaim wartawannya aja.
Sengaja dilebih2kan.. Chauvinisme

Lagian itu kan lomba inovasi setingkat SMA.


Nah Ini Nih Yang Permasalahan Sebenernya Chauvinisme emoticon-Ngakak
0
14-08-2019 01:44
Bumn Farmasi langsung gercep deh, uji klinis dan lab, kalo benar terbukti, langsung dibikin paten nya.. Kelamaan bakal di incer perusahaan farmasi internasional nih kalo emang terbukti bisa sembuhin kanker sampe stadium 4
0
14-08-2019 02:12
kalo obat KANtong KERing gmna
0
14-08-2019 04:10
Sama seperti anak SMP yg menemukan senjata pelontar paku menggunakan magnet. Juara 1 dunia jg itu.
Hasilnya adalah senjata railgun populer yg dibuat negara2 produsen senjata. Sementara... Anak ini di Indonesia, cuman memamerkan senjatanya diatas geladak kapal, ditemani bbrp tentara yg juga sibuk ikutan nyobain. Ga dikembangkan sama sekali.
0
14-08-2019 04:12
Quote:Original Posted By epongcool
Mencurigakan sekali.

Untuk kemashalatan para penderita kanker di seluruh dunia, tanaman ini harus di budidayakan, bukannya ditutup-tutupi.


Setubuh eh setuju emoticon-Salaman
0
Lihat 1 balasan
14-08-2019 04:18
Quote:Original Posted By fansuku
Wih semoga ada solusinya gan, ane berharap obat kanker dapat ditemukan, ibu ane meninggal karena kanker soalnya emoticon-Frown


Sama gan, sudah waktunya dunia pengobatan kita maju...
0
14-08-2019 04:21
Quote:Original Posted By brielarson
yg jadi masalah adalah keselamatan mereka bertiga emoticon-Takut (S)
segala hal bisa terjadi apalagi mereka bisa memupuskan harapan para dokter untuk mendapatkan penghasilan lebih dari pasien penderita kanker emoticon-Belo
nggak bisa dipungkiri biaya pengobatan kanker itu bisa sampe puluhan bahkan miliaran rupiah emoticon-Embarrassment

dengan uang segede itu harapan sembuh pun masih dikisaran 30% ke bawah yg ujung ujungnya dokter akan bilang "semua hanya nunggu mukjizat Tuhan aja, kita sudah berupaya semaksimal mungkin" emoticon-Shutup

Kalo dengan penemuan ini biaya pengobatan kanker bisa jauh lebih murah, pasti dokter dokter spesialis kanker kehilangan lapak di Indonesia emoticon-Malu

Yg gue takutin sih tiba tiba mereka bertiga dinyatakan meninggal dalam "kecelakaan" aja emoticon-Ngacir


Catet emoticon-Sundul
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
14-08-2019 05:11
Lanjutkan anak muda
0
14-08-2019 05:14
Saat masih bocah masih penuh ambisi...

Di bilang pinter juga, karena yang teknis metoda riset guru nya...

Di bilang penemu juga gak bisa, karena sudah menjadi rahasia turun temurun...

Jika di larang sedikit benci nya sama orangtua ampe seanjing anjing...

Masih bocah gak mikir kelestarian alam, gak mikir global...

Sekarang formula obatnya juga belum jelas, bisa nyembuhin pasien kanker juga kaga...

Yang ada malah jadi repot se- palangkaraya buat jaga tuh tanaman...

Jaman sekarang...

Menjadi pintar itu hal yang biasa...

Yang luar biasa itu adalah menjadi arif sejak dini...

emoticon-Bingung
Diubah oleh velocairaptor
0
14-08-2019 05:15
emoticon-Traveller Beginilah Indonesia ketika ada yang berprestasi dan berkembang.
0
14-08-2019 06:12
masih inget buah merah di papua? buah yang awalnya untuk pengobatan kemudian dikomersialkan hingga bakal buah yang belum matang pun sampai dipetik. ogut pikir si guru pembimbing ini visioner, mengingat prilaku pebisnis terhadap alam tidak dapat dikatakan baik dan berniat baik
profile-picture
daisukeasakura memberi reputasi
1
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
14-08-2019 06:35
ini mah biasa aja, dari dulu juga kan kita senang banget klaim, obat segala penyakit dll
0
14-08-2019 06:54
Quote:Original Posted By vly69
emoticon-No Hope
Yakin menyembuhkan kanker?
Atau mencegah doang nih


mungkin cuma media yg tau...menyembuhkan/mencegah.
karna kdng media yg lebay bombastis emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By lightning.volt
lah, untuk obat koq malah ditutupi... byk org bisa tertolong kalau memang benar bisa jadi obat.


Quote:Original Posted By bigmomsb
Aneh ya, bukannya guru2 itu mendukung kemampuan muridnya dengan cara memberikan solusi misalya banyak esploitasi di hutan malah sebaliknya,

Kan jaman udh canggih gini ada namanya budidaya, tpi ini masih dalam tahap penelitian masih jauh dikatakan bsa membuat obat kanker.

Perjalanan masih panjang

We'll see


sangat wajar lah klw ditutupi si guru.
coba diposisi si guru yg notabenya sbg warga asli sana. mungkin aja pemikiran si guru dng ada nya penemuan ini, orang2 tamak bs merusak hutan.

mindset ente sbg msyarakat urban, orang kota bs jd beda dng mereka sbg warga asli yg mungkin aja punya kekhawatiran lebih jauh thdp hutan disekitar lingkungan mereka.
pengalaman berbicara, ketika "emas" ditemukan di tengah hutan sana...pasti akan merusak ekosistem dan lahan.

Orang2 tua sana pasti sllu berfikir dan berkeyakinan sebisa mungkin menjaga kelestarian lahan hutan dari tangan orang2 tamak.
Lahan sawit, batu bara, dsb adalah trauma besar buat warga asli kalimantan.
profile-picture
profile-picture
bigmomsb dan daisukeasakura memberi reputasi
2
14-08-2019 07:37
Quote:Original Posted By majelis.takfiri
Sama kencing onta lebih mujarab mana??


Batu ponari gan
0
14-08-2019 07:51
Quote:Original Posted By l.l.l.l
tunggal??? kalo tatunggal ane tahu itu sejenis tanaman pasak bumi tp ga terlalu besar akarnya. waktu kkn di kasongan pernah dikasih pekerja kebun katanya buat vitalitas eh ternyata bisa buat kangker. emang sih suku dayak banyak tahu obat2n alami contoh aja pasak bumi, minyak burung buat patah tulang, minyak bintang, dll tp buat 2 minyak terakhir ga diekspos


Pasak bumi mah juga ada di hutan kampung ane gan..d pedalaman bukit barisan.

Kalo emang iya patut dicoba. Masalahnya cara dan dosisnya itu loh.. jgn sampe efeknya berbalik
0
14-08-2019 08:14
semua penyakit pasti ada obatnya
0
Halaman 7 dari 9
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.