alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 9 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5d46432ec0cad71060252e6e/mengapa-sinetron-law-procedural-tidak-ada-di-indonesia
Lapor Hansip
04-08-2019 09:30
Mengapa Sinetron ‘Law Procedural’ Tidak Ada Di Indonesia?
Past Hot Thread
emoticon-I Love Kaskusemoticon-Kaskus Bangetemoticon-I Love Kaskusemoticon-Kaskus Banget

emoticon-Ngacir2emoticon-Travelleremoticon-Ngacir2emoticon-Traveller

10 months ago

Mengapa Sinetron ‘Law Procedural’ Tidak Ada Di Indonesia?
Sinetron, atau sinema elektronik, merupakan bagian integral dari paket hiburan yang diberikan oleh sebuah televisi melalui production house dan channel yang ada di Indonesia. Tentu saja sinetron bukan merupakan produk ekslusif negara kita Indonesia, karena sinetron adalah produk global yang memiliki nama berbeda-beda di setiap negara. Jika di Amerika orang menyebutnya sebagai TV series/drama/show, kita menyebutnya dengan kata ‘sinetron’.

Benda yang sama, dengan penyebutan yang berbeda.

Sebagai produk tontonan dramatis, sinetron merupakan bentuk modern dari drama panggung di era pra televisi. Jika dulu sebuah drama dipentaskan di atas panggung (Broadway, Wayang Orang, Opera dll), maka kini semangat dan konsep yang sama dibuat untuk konsumsi yang lebih luas dan global.

Mengapa Sinetron ‘Law Procedural’ Tidak Ada Di Indonesia?
Panggung teater Broadway. (Sumber: JCJoel)


Tidak perlu pergi ke Broadway New York lagi untuk menikmati sebuah tontonan dramatis. Kini cukup menyalakan televisi dan pilih sendiri drama macam apa yang mau ditonton.
Mengapa Sinetron ‘Law Procedural’ Tidak Ada Di Indonesia?
Sumber :Youtube

Pernahkah kamu memperhatikan kalau sinetron di televisi Indonesia tidak pernah mengangkat tema “edukasi-hukum-plus-hiburan” sebagai produk jualan mereka?

Sejak Orde Baru hingga hari ini, kita bisa lihat kalau tema sinetron televisi di Indonesia tidak pernah menyentuh bagian/tema soal hukum ataupun elemennya (polisi, tentara dll). Ingat sinetron bule “Hunter” (1984-1991)? Sepertinya hanya mereka yang pernah merasakan monopoli TVRI saja yang mungkin ingat sinetron tentang detektif jagoan Rick Hunter itu ya…

Mengapa Sinetron ‘Law Procedural’ Tidak Ada Di Indonesia?
Sumber: YouTube


Sementara di era yang sama, sinetron Indonesia baru mulai marak dengan tema-tema ‘aman tentram’ seperti drama keluarga “Losmen” atau “Jendela Rumah Kita”, yang melambungkan nama Dede Yusuf ke deretan superstar Indonesia pada masa itu.
Mengapa Sinetron ‘Law Procedural’ Tidak Ada Di Indonesia?
Sumber: YouTube


Ada kecenderungan kalau rumah produksi sinetron Indonesia, sejak jaman Orde Baru hingga hari, menghindari tema edukatif dengan dibalut kemasan hiburan di industri sinetron. Mengapa?

Di saat Amerika Serikat ‘mengajarkan hukum’ pada warganya melalui sinetron bertema pengadilan seperti “Law and Order” (1990-2010) atau “LA Law” (1986-1994), rumah produksi sinetron Indonesia malah lebih memberikan tontonan dengan tema ‘si kaya versus si miskin’.

Memang harus diakui, beberapa dari sinetron model ini ada yang bagus; sebut saja seperti “Sayekti dan Hanafi” dan “Keluarga Cemara”. Tapi keduanya ‘hanya’ memberikan sebuah pesan dan spirit perjuangan dalam menghadapi kesulitan dalam hidup. Bukan sebuah edukasi yang lebih spesifik, seperti gambaran lika liku sistem hukum pengadilan yang diberikan oleh “Law and Order” misalnya.

Mengapa Sinetron ‘Law Procedural’ Tidak Ada Di Indonesia?
Sumber: TV.Com

Seperti ada kecenderungan buat rumah produksi sinetron Indonesia untuk hanya memberi hiburan semu dan bahkan membodohi melalui sinetron-sinetron yang beredar di televisi Indonesia.

Komedi (slapstick) plus ‘variety show’ yang lebih berupa aksi seru-seruan/lucu-lucuan mendominasi televisi Indonesia. Sinetron drama? Ada. Tapi lebih ke gambaran ‘ultra unrealistic’ alias terlalu menjual mimpi manis. Kisah anak-anak sekolahan? Ada. Tapi jauh dari kata “berkualitas” karena hanya berputar di sekitar bully dari anak kaya ke anak miskin.

Bagian terburuk mungkin ‘sinetron’ eksploitasi orang miskin dengan narasi menyayat hati meminta belas kasihan lewat sebuah show televisi.

Mengapa Sinetron ‘Law Procedural’ Tidak Ada Di Indonesia?
Setiap hari Indonesia mendapatkan asupan seperti ini dari televisi. (Sumber: Liputan6)


Pernah ingat tidak sinetron Indonesia yang bertema jagoan seorang polisi cerdas seperti yang bisa dilihat di “CSI: Miami” (2002)? Atau soal dokter pengidap Messiah Complex seperti di sinetron bertema kedokteran “House, MD” (2004-2012)?
Mengapa Sinetron ‘Law Procedural’ Tidak Ada Di Indonesia?
Sinetron drama medis yang BAGUS BANGET WAJIB NONTON! (Sumber: CyrilDason)


Sama. Saya juga tidak bisa ingat.

Tak hanya sinetron soal hukum, medis atau  hal-hal edukatif publik lainnya. Tema patriotisme juga seperti dihindari oleh rumah produksi sinetron Indonesia. Tak perlu jauh ke Amerika Serikat; untuk bagian ini kita bisa lihat ke Korea Selatan saja. Ingat sinetron soal tentara Korea “Descendants of the Sun”? Tema seperti ini seperti sebuah alergi bagi produsen sinetron Indonesia.

Mengapa Sinetron ‘Law Procedural’ Tidak Ada Di Indonesia?
Descendants of the Sun. (Sumber: Soompi)

Apa yang Salah Dari Law Procedural?

Secara umum, dapat dikatakan kalau sinetron televisi Indonesia tidak menggunakan tema-tema berat seperti law procedural / berhubungan dengan hukum ataupun ‘dramatic action’ yang melibatkan aksi para penegak hukum seperti polisi, jaksa maupun pengacara. Bahkan dalam format komedik sekalipun; seperti misalnya sinetron tentang sebuah kantor polisi / Polres “Brooklyn Nine Nine” (2013). Di sinetron tentang kehidupan sekelompok polisi itu, situasinya adalah komedi dicampur drama dan aksi.
Mengapa Sinetron ‘Law Procedural’ Tidak Ada Di Indonesia?
Sumber: Affinity Magazine USA


Jadi memang sulit untuk menemukan jawaban definitif “mengapa sinetron dengan tema lebih edutainment tidak dibuat di Indonesia”.

Pihak produser dan rumah produksi biasa berkelit dan membuat alasan kalau sinetron seperti itu tidak akan laku di pasaran. Karena penonton Indonesia senangnya yang lucu-lucu, yang norak, menghibur tanpa harus membuat berpikir. Jadilah mereka membuat sinetron yang memenuhi permintaan pasar tersebut.

Tapi buat saya jawaban dari situasi tadi adalah karena mereka, para produser sinetron Indonesia, memang tidak punya niatan untuk membuat bangsa Indonesia mampu berpikir maju, taktis, logis dan memahami hal-hal penting dalam kehidupan sosial seperti ‘due process’ maupun sebuah prosedural lewat produk sinetron.

Secara singkat: mereka tidak ingin bangsa besar ini menjadi pintar dan mampu berpikir.


Harus diakui kalau televisi merupakan sarana dan medium terbaik dalam menyampaikan informasi dan hiburan ke publik selain internet. Ingat dulu di jaman Orde Baru ada stasiun televisi yang mencoba menggarap bidang edukasi + entertainment bernama “Televisi Pendidikan Indonesia / TPI”? Itu sebuah terobosan bagus yang sayang sekali tidak dilanjutkan karena berbagai alasan.
Mengapa Sinetron ‘Law Procedural’ Tidak Ada Di Indonesia?
Konsep maju televisi dari jaman Orde Baru yang kalah bersaing dengan program non edutainment. (Sumber: Agenda18)


Saya tidak tahu apakah suatu hari industri sinetron Indonesia akan mulai beranjak ke tema-tema yang lebih memberi penonton Indonesia suatu hiburan yang juga informatif tentang berbagai hal penting kehidupan sosial; seperti prosedur pengadilan, dunia medis maupun pemecahan kasus kejahatan lewat aksi petugas forensik kepolisian seperti sinetron luar negeri. Tapi saya harap saya masih hidup saat masa itu tiba.

REFERENSI :blog.ciayo.com

Quote:
emoticon-Turut Berdukaemoticon-Turut Berdukaemoticon-Turut Berdukaemoticon-Turut Berduka

Ya betul banget, walaupun ini artikel blog lama, namun ini masih sangat relevan hingga kini.
Rupanya inilah penyebab industri pertelevisian kita tidak maju spt Australia dan Korea Selatan karena udah ane jelasin kan para produser televisi dan yang bertanggung jawab atas produksi sinetron tak mau berpikir untuk memajukan pertelevisian nasional kita.

Contohnya spt tayangan TV saya sebut dengan SAMPAH adalah sinetron cinta-cintaan, azab-azaban kemudian acara goyang itu-itu plus komen 30 menit bahkan ampe 1-2 Jam untuk sekali komentar yang garing itu
Terus hilangnya stasiun TV yang terkenal idealis itu (spt NET) apakah ini yang disebut dengan ERA KEGELAPAN PERTELEVISIAN NASIONAL KITA?

Ane tentu berharap ada acara "Law Procedural" di stasiun TV kita sambil menunggu adanya "keajaiban" yaitu diakuisisi stasiun TV "ALAY" spt RCTI, MNCTV, GTV ,SCTV,INDOSIAR, RTV ,ANTV, TRANS TV,TRANS7, TVONE dan NET ke induk Media Luar Negeri contohnya AUSTRALIA (SEVEN/NINE/TEN) agar bisa mengembalikan dan meningkatkan kualitas acara TV dan "branding" TV Nasional yang lebih baik untuk kita dan kedepan.
emoticon-Shakehand2emoticon-Shakehand2emoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol



Yuks bagiin komen yang baik dan bagiin
emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)danemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan
Diubah oleh hafiq95
profile-picture
profile-picture
profile-picture
warrysangru2 dan 24 lainnya memberi reputasi
25
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 5 dari 6
06-08-2019 08:12
Quote:Original Posted By fendycp
Padahal k drama nayanging tema2 berat dan harus mikir penontonnya, tapi sukses2 aja di indonesia, banyak yang nonton...

Maslahnya juga ada di KPI , jangan sedikit2 teguran, sensor,
apa gunanya itu lambang SU,R,BO,D,18+


Quote:Original Posted By hendiii1211
KPI & lembaga sensor gan emoticon-Ngakak (S)

BTW emang di tv ada yang kaya gitu? Contohnya gan emoticon-Ngacir


Quote:Original Posted By fendycp
Yg kayak gitu gimana maksudnya...?

Kalo mau tema berat sih dibuat mingguan, jangan kejar tayang

Terus orang tua yg dikit2 protes anaknya nonton acara tidak sesuai umurnya...

Padahal yg dewasa juga butuh hiburan


Yap! Betul banget sistem klasifikasi kita memang ancur-ancuran banyak anime khusus remaja kok di samain dengan anak2 dan dikit2 kena sensor dikit di tegur pula!
emoticon-Hammer2emoticon-Marahemoticon-Najis

Nah kalo begitu ane jelasin sistem klasifikasi dari Australia yang ane pikir cocok banget untuk di terapkan di Indonesia, ane tampilin gambar ya!

Mengapa Sinetron ‘Law Procedural’ Tidak Ada Di Indonesia?
P= PRE-SCHOOL(PRA-SEKOLAH)= di bawah 5 tahun

Mengapa Sinetron ‘Law Procedural’ Tidak Ada Di Indonesia?

C=CHILDREN(Anak-anak/di atas 6 tahun)

Mengapa Sinetron ‘Law Procedural’ Tidak Ada Di Indonesia?

G=GENERAL(Semua Umur/SU)

Mengapa Sinetron ‘Law Procedural’ Tidak Ada Di Indonesia?

PG=PARENTAL GUIDANCE(Bimbingan Orang Tua/BO)

Mengapa Sinetron ‘Law Procedural’ Tidak Ada Di Indonesia?

M=MATURE(untuk Permirsa 15 tahun ke atas dengan konten berdampak MODERAT

Mengapa Sinetron ‘Law Procedural’ Tidak Ada Di Indonesia?

MA15+=MATURE ACCOMPANIED(Konten ini sangat TIDAK SESUAI untuk pemirsa 15 tahun ke bawah, Konten berdampak kuat.Film yang akan mendapatkan R18 + dalam bentuk aslinya sering diedit dan diberi peringkat MA15 +.

Selain itu ada tipe tingkatan yang berkaitan dengan yang ane jelasin tadi untuk konten PG dan MA15+
A untuk konten bertema DEWASA dan PRODUSER MEDIS
V untuk konten dgn adegan KEKERASAN
L untuk konten dgn adegan UMPATAN/ BAHASA KASAR
S untuk konten dgn menirukan adegan (maaf) SEKS dan/atau referensinya
H untuk konten mengandung tema SUPRANATURAL atau HOROR
D untuk konten dgn adegan pemakaian OBAT-OBATAN TERLARANG dan/atau referensinya
dan N untuk konten bermuatan adegan KETELANJANGAN

Untuk kekerasan, bahasa kasar dan adegan seks, intensitas dan / atau frekuensi disebutkan di depan saran konsumen. Ini termasuk "mild", "stylised", "some", "frequent" or "strong".
profile-picture
profile-picture
warrysangru2 dan Abc..Z memberi reputasi
2
06-08-2019 08:24
ane klo py budget lebih, pengen langganan biar nonton discovery channel, terus bisa nonton bola, nonton movie luar...
0
06-08-2019 08:55
jualan 'paket' sekarang masih laku ngapain jualan yang bisa2 menyinggung pihak tertentu,
kaya ga tau aja gmn 'adil'nya hukum negeri ini
0
06-08-2019 09:01
Dulu pernah TVRI menayangkan sinetron lokal ala-ala reserse sekitar tahun 80-an saya lupa judulnya tapi ada animasinya yang khas waktu opening, dapat mungkin kira-kira satu musim, tapi kemudian dihentikan konon katanya karena kuatir menginspirasi penjahat untuk menggunakan trick yang sama. Tema-tema tentara juga pernah dibuat dalam bentuk lepas, yang saya ingat cerita tentang taruna yang masuk akmil...ada adegan ketika pesiar seniornya yang gak mau pakai baju taruna terus kepergok yg lebih senior lagi saat pesiar di mal.
0
06-08-2019 09:21
maka nya ane gak nonton sinetron indonesia.
palingan ane nonton tv series amerika kalo enggak drama korea, yah walau ada cinta2 romantis nya tapi kan ada jug ttg law, medical and detective. kalau pun horror lebih bagus dari pada horror indo
profile-picture
reid2 memberi reputasi
1
06-08-2019 09:32
anjirrr itu beneran ada acara yg namanya mikrofon pelunas utang di tv nasional?
wkwkwk gustiiiii emoticon-Hammer2

0
06-08-2019 09:55
Kok kalau drama Jepang di waku waku gak jauh jauh ama police, law, doctor, detective gituan
Beda ama sini emoticon-Hammer

Mungkin di sini cukup ama Acara 86 doang kali ya emoticon-Leh Uga:
Diubah oleh ryukaiser
0
06-08-2019 10:00
karna lembaga2 pemerintahan banyak orang2 sumbu pendek, d sentil dikit ngamuknya banyak. yg ada d tutup tu stasiun tv.
yang laku di indonesia jualan toket, pamer kekayaan, prank prink prunk prenk pronk d youtube
profile-picture
maverick4ever memberi reputasi
1
06-08-2019 10:03
another, shit in thrown
0
06-08-2019 10:13
karena,
emak emak gabut dan abg labil yang lagi birahi tinggi sukanya nonton sinetron lope lope yang cuma menjual tampang aja coy
0
06-08-2019 10:20
pinter ga penting. yang penting terlihat bodoh & menghibur
0
06-08-2019 10:27
Sory bre ,. sinetron itu apa ya bre? ane biasa nonton netflix ,. iFlix ,. Hulu ,. emoticon-Bingung
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
06-08-2019 12:22


Quote:Original Posted By djinggo88
Gk ada yg mau ambil tema yg gk biasa
Karena semua takut rugi

Sinetron indonesia udah rada hopeless sejauh ini
Klo ibarat kanker , ini udah stadium 3

Kalangan menengah ke atas udah banyak opsi tontonan lain ( netflix , tv kabel ,youtube)

Klopun ada PH yang ingin membuat suatu yg beda pasti masyarakat pada umumnya udah skeptis dluan

Mungkin salah satu solusinya adalah buat tema yang gk biasa , tapi kerjasama dengan netflix


Mending pindah ke netflix, ga usah nonton shitnetron Indo, udah hopeless emoticon-Ngakak
0
06-08-2019 13:09
Bikin sinetron model gitu perlu riset dan pendalaman, yg bs butuh modal, belom propertinya.
Bahkan serial impor aja udah berkurang, dulu ada tp ditengah malem.
0
06-08-2019 13:39
Dulu pernah ada sinetron dengan background rumah sakit/dokter2 gitulah.

Aku pikir bakal mirip Grey's Anatomy atau Chicago Hope atau E. R lah.

Episode perdana dah lumayan mendekati serial yang aku sebut diatas. Ada adegan tabrakan dan kemudian masuk ICU lalu dokter mulai menjalankan prosedur dengan bahasa kedokteran/medis tapi lama2 jadi sinetron cinta2an biasa yang berlatar belakang rumah sakit. Si aktor yang jadi dokter kemana2 pakai jubah putih melulu gak pernah terjun nangani pasien, malah sibuk urusan cinta di kantornya. Jatuhnya jadi sinetron ecek ecek biasa.

Kalau mau eksplor dunia lain pun seperti bakal terjebak dengan cinta2an. Mau jadi polisi, dokter, pemadam kebakaran kek. Isinya malah love2 an, si A suka sama si B, si B sukanya si C. Si C sudah menikah sama si D tapi ternyata si D suka sama si A. Muter2 gitu doang.
0
06-08-2019 14:04
emang jaman orba tv udah bagus?

sama aja toxic nya, malah lebih parah.

Sejak awal tv di indo emang dibikin buat kepentingan suatu kelompok. Bukan buat pendidikan.

RI1 pertama membangun tvri untuk meliput asian games dan kemudian untuk media berita. Tapi jam tayangnya nggak 24 jam. Setelah orba berkuasa tvri berubah fungsi jadi media propaganda dan doktrin ideologi golkar. Setelah itu muncul tpi yang bagian dari tvri khusus pendidikan. Terus pisah jadi milik tutut. Padahal bikinnya pake apbn. Diikuti bambang yang bikin rcti(jakarta), dan sctv(surabaya). Dan indosiar(soe liong). Emang tujuannya buat apa?

Buat ngeruk duit lah dari viewer indo yang masih pada goblok. Dan kismin numpang nonton di tv tetangga.
0
06-08-2019 14:22
gk pernh liat sinetron
0
06-08-2019 15:08
traffic oriented gan. kalo kaga nurutin selera penonton nanti bisa sepi tuh iklan wahaha
0
06-08-2019 15:10
mungkin kalo bikin sinetron2 yang macem CSI, NCIS, Law And Order, atau House Of Card itu ngelanggar peraturan penyiaran, tau sendiri gimana indonesian censorship. terlalu over. yang seharusnya ga mereka sensor di sensor, dan sebaliknya.
0
Halaman 5 dari 6
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.