- Beranda
- Berita dan Politik
Semester I, BCA Syariah Cetak Laba Bersih Rp 25,8 Triliun
...
TS
XinHua.News
Semester I, BCA Syariah Cetak Laba Bersih Rp 25,8 Triliun
PT Bank BCA Syariah Tbk hingga akhir semester pertama tahun ini berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 25,8 miliar, tumbuh 2,38% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp 25,2 triliun.
Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih mengatakan, pertumbuhan kinerja perbankan syariah dan bank umum syariah secara keseluruhan mengalami perlambatan bila dibandingkan periode sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan kami mempertahankan pertumbuhan fungsi intermediasi sambil menjaga rasio non performing financing (NPF) di level rendah.
"Laba itu diperoleh dari pembiayaan yang telah disalurkan BCA Syariah semester I sebesar Rp 4,92 triliun, tumbuh 4,3% secara tahunan (year on year/yoy). Kualitas NPF terjaga dengan baik di level 0,68% secara gross dan 0,62% secara nett," kata John di Jakarta, Jumat (26/7).
Jika dirinci, pembiayaan komersial yang disalurkan sebesar Rp 3,76 triliun dengan porsi 76,6% dari total pembiayaan. Dilihat dari segmentasi sektor ekonomi, pembiayaan tertinggi disalurkan pada sektor perdagangan besar dan eceran yaitu sebesar 21,5%.
Kemudian segnen konsumer yang disalurkan sebesar Rp 136 miliar, pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp 1,02 triliun. Pembiayaan tersebut mendorong total aset BCA Syariah per Juni 2019 meningkat sebesar 9,26% (yoy) menjadi Rp 7,04 triliun.
Di tengah kondisi likuiditas yang semakin ketat, BCA Syariah mampu memperoleh kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 8,9% (yoy) menjadi Rp 5,6 triliun.
Lebih lanjut John mengaku akan segera mendapatkan suntikan modal dari induknya PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada kuartal III 2019. Pihaknya telah mengajukan penambahan modal sebesar Rp 1 triliun dan diharapkan bisa cair pada kuartal III 2019. "Dana tersebut yang akan digunakan untuk ekspansi, baik dari pembiayaan juga untuk cabang-cabang," lanjut John.
Dia menambahkan, meskipun di bank-bank lain menutup cabang, BCA Syariah justru tetap mengupayakan perluasan jangkauan. Hal tersebut karena masih ada masyarakat yang tetap membutuhkan layanan dari kantor cabang.
Dalam semester pertama 2019, BCA Syariah menambah tiga cabang baru yakni di Banda Aceh, Bandar Lampung, dan Kediri. Perluasan jangkauan tersebut menggunakan suntikan modal dari induk.
Adapun, jumlah kantor cabang perseroan sebanyak 66 kantor yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang, dan Malang, ditambah tiga cabang baru menjadi total 69 cabang. Penambahan fitur-fitur pada kanal perbankan elektronik juga menjadi salah satu strategi BCA Syariah dalam memperluas jangkauan layanan.
Perluasan jangkauan layanan terus ditingkatkan untuk mendorong peningkatan DPK. Penambahan fitur-fitur pada kanal perbankan elektronik juga menjadi salah satu strategi BCA Syariah dalam memperluas jangkauan layanan.
Hasilnya, jumlah pengguna atau user dan jumlah transaksi meningkat signifikan. Total frekuensi transaksi BCA Syariah Mobile dan Klik BCA Syariah sampai dengan Juni 2019 mencapai 489 ribu transaksi. Tren digital banking mendorong perubahan preferensi nasabah dalam bertransaksi.
"Kami terus melihat pertumbuhan jumlah dan nominal transaksi melalui e-channel. Data bulan Juni menunjukkan sekitar 10% transaksi dilakukan di cabang, 69% transaksi di BCA Syariah Mobile, dan sisanya di ATM, internet banking, dan EDC," imbuh John.
[url]https://investor.id/finance/semester-i-bca-syariah-cetak-laba-bersih-rp-258-triliun [/url]
laba gan
Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih mengatakan, pertumbuhan kinerja perbankan syariah dan bank umum syariah secara keseluruhan mengalami perlambatan bila dibandingkan periode sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan kami mempertahankan pertumbuhan fungsi intermediasi sambil menjaga rasio non performing financing (NPF) di level rendah.
"Laba itu diperoleh dari pembiayaan yang telah disalurkan BCA Syariah semester I sebesar Rp 4,92 triliun, tumbuh 4,3% secara tahunan (year on year/yoy). Kualitas NPF terjaga dengan baik di level 0,68% secara gross dan 0,62% secara nett," kata John di Jakarta, Jumat (26/7).
Jika dirinci, pembiayaan komersial yang disalurkan sebesar Rp 3,76 triliun dengan porsi 76,6% dari total pembiayaan. Dilihat dari segmentasi sektor ekonomi, pembiayaan tertinggi disalurkan pada sektor perdagangan besar dan eceran yaitu sebesar 21,5%.
Kemudian segnen konsumer yang disalurkan sebesar Rp 136 miliar, pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp 1,02 triliun. Pembiayaan tersebut mendorong total aset BCA Syariah per Juni 2019 meningkat sebesar 9,26% (yoy) menjadi Rp 7,04 triliun.
Di tengah kondisi likuiditas yang semakin ketat, BCA Syariah mampu memperoleh kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 8,9% (yoy) menjadi Rp 5,6 triliun.
Lebih lanjut John mengaku akan segera mendapatkan suntikan modal dari induknya PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada kuartal III 2019. Pihaknya telah mengajukan penambahan modal sebesar Rp 1 triliun dan diharapkan bisa cair pada kuartal III 2019. "Dana tersebut yang akan digunakan untuk ekspansi, baik dari pembiayaan juga untuk cabang-cabang," lanjut John.
Dia menambahkan, meskipun di bank-bank lain menutup cabang, BCA Syariah justru tetap mengupayakan perluasan jangkauan. Hal tersebut karena masih ada masyarakat yang tetap membutuhkan layanan dari kantor cabang.
Dalam semester pertama 2019, BCA Syariah menambah tiga cabang baru yakni di Banda Aceh, Bandar Lampung, dan Kediri. Perluasan jangkauan tersebut menggunakan suntikan modal dari induk.
Adapun, jumlah kantor cabang perseroan sebanyak 66 kantor yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang, dan Malang, ditambah tiga cabang baru menjadi total 69 cabang. Penambahan fitur-fitur pada kanal perbankan elektronik juga menjadi salah satu strategi BCA Syariah dalam memperluas jangkauan layanan.
Perluasan jangkauan layanan terus ditingkatkan untuk mendorong peningkatan DPK. Penambahan fitur-fitur pada kanal perbankan elektronik juga menjadi salah satu strategi BCA Syariah dalam memperluas jangkauan layanan.
Hasilnya, jumlah pengguna atau user dan jumlah transaksi meningkat signifikan. Total frekuensi transaksi BCA Syariah Mobile dan Klik BCA Syariah sampai dengan Juni 2019 mencapai 489 ribu transaksi. Tren digital banking mendorong perubahan preferensi nasabah dalam bertransaksi.
"Kami terus melihat pertumbuhan jumlah dan nominal transaksi melalui e-channel. Data bulan Juni menunjukkan sekitar 10% transaksi dilakukan di cabang, 69% transaksi di BCA Syariah Mobile, dan sisanya di ATM, internet banking, dan EDC," imbuh John.
[url]https://investor.id/finance/semester-i-bca-syariah-cetak-laba-bersih-rp-258-triliun [/url]
laba gan
0
2K
33
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
693.6KThread•58.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya