- Beranda
- Berita dan Politik
Manajemen Garuda Resmi Akhiri Kerjasama Mahata Aero Teknologi
...
TS
johanariw
Manajemen Garuda Resmi Akhiri Kerjasama Mahata Aero Teknologi

Beritahati.com, Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) saat ini sedang menggelar acara jumpa pers terkait laporan kinerja keuangan maskapai terbesar di Indonesia tersebut. Jumpa pers digelar terkait revisi hasil laporan keuangan Garuda sebelumnya yang diduga bermasalah.
Sebelumnya diketahui masalah itu disebabkan adamya perjanjian kerjasama dengan PT Mahata Aero Teknologi. Kerja sama itu sebenarnya masih bersifat piutang, namun pada kenyataannya dalam laporan keuangannya Garua justru mengakui kalau piutang tersebut diklaim sebagai bagian dari pendapatan.
Karena itu pihak manajemen Garuda Indonesia saat ini kembali merilis laporan keuangan tahun 2018 dan kuartal I tahun 2019. Namun Hasilnya laporan keuangan Garuda justru berbanding terbalik, dari yang semula diklaim untung pada kenyataannya justru merugi.
Dalam kesempatan ini pihak manajemen Garuda juga mengumumkan bahwa kerja samanya dengan Mahata yang kemudian bermasalah itu akhirnya dibatalkan alias tidak dilanjutkan.
Fuad Rizal, Direktur Keuangan dan Risiko Garuda Indonesia mengatakan, “rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kerja sama Mahata Aero Teknologi, maka Citilink Indonesia selaku pihak yang berkontrak juga telah mengirimkan surat kepada pihak Mahata Aero Teknologi terkait pembatalan kerja sama tersebut” jelasnya di Jakarta, Jumat (26/7/2019).
Awalnya pada 2018 Garuda Indonesia berhasil mengantongi laba bersih sebesar US$ 809,85 ribu atau setara Rp 11,33 miliar (kurs Rp 14.000). Suatu capaian yang luar biasa, mengingat sebelumnya BUMN ini terus mengalami kerugian.
Pengakuan pendapatan atas transaksi itu berasal dari Perjanjian Kerja Sama Penyediaan Layanan Konektivitas Dalam Penerbangan, antara PT Mahata Aero Teknologi dan PT Citilink Indonesia. Pengakuan itu dianggap tidak sesuai dengan kaidah pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) nomor 23.
Sebab manajemen Garuda Indonesia mengakui pendapatan dari Mahata sebesar US$ 239.940.000, yang di antaranya sebesar US$ 28.000.000 merupakan bagian dari bagi hasil yang didapat dari PT Sri Wijaya Air. Padahal uang itu masih dalam bentuk piutang, namun diakui perusahaan masuk dalam pendapatan.
Pada tanggal 31 Oktober 2018, Grup Garuda Indonesia dan PT Mahata Aero Teknologi (Mahata) mengadakan perjanjian kerja sama yang telah diamandemen, terakhir dengan amandemen II tanggal 26 Desember 2018, mengenai penyediaan layanan konektivitas dalam penerbangan dan hiburan dalam pesawat dan manajemen konten.
Mahata menyetujui membayar biaya kompensasi atas hak pemasangan peralatan layanan konektivitas dalam penerbangan untuk 50 pesawat A320, 20 pesawat A330, 73 pesawat Boeing 737-800 NG dan 10 pesawat Boeing 777 sebesar US$ 131.940.000 dan biaya kompensasi atas hak pengelolaan layanan hiburan dalam pesawat dan manajemen konten untuk 18 pesawat A330, 70 pesawat Boeing 737-800 NG, 1 pesawat Boeing 737-800 MAX dan 10 pesawat Boeing 777 sebesar USD 80.000.000 kepada Grup setelah ditandatangani perjanjian kerja sama.
Baca juga :Kapan Revitalisasi Rusun Klender Dilaksanakan?
Sumber : http://beritahati.com/berita/62507/Manajemen-Garuda-Resmi-Akhiri-Kerjasama-Mahata-Aero-Teknologi
0
1.9K
17
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.4KThread•59.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya