- Beranda
- The Lounge
Kisah "Curang" Ala Anak Sekolahan.
...
TS
oxsigen.
Kisah "Curang" Ala Anak Sekolahan.

Mengenang masa-masa sekolah adalah suatu keasyikan tersendiri. Banyak nostalgia yang membuat kita bisa tersenyum sendiri saat mengingatnya.
Tak terkeculiali perihal kelakuan curang. Nah berikut dua hal kecurangan yang biasa dilakukan.
Mencurangi undian.

Biasanya di belakang sekolah adalam tempat jualan tempat berbagai makanan, minuman, camilan bahkan mainan.
Ada juga pedagang mainan yang sering menjual undian. Biasanya berbentuk kertas digulung yang di masukkan kedalam sedotan yang di potong potong. Kurag lebih mirip seperti pengundian arisan zaman old.
Nah. Setiap satu gulung dijual 100 rupiah dan bila beruntung akan mendapat mainan yang harganya bervariasi dan menggiurkan.
Anak yang curang biasanya bermodalkan beberapa ratus rupiah bisa membeli hingga puluhan undian.
Caranya adalah dengan memanfaatkan kelengahan si bapak yang jualan. Yaitu ketika jam istirahat, dimana siswa-siswa menyerbu untuk membeli.
Dan berebut mengambil undian.
Dengan meyodorkan uang 100 lalu mengambil beberapa dengan cepat. Bila beruntung mendapat nomer yang berhadiah tentu saja akan girang dan dengan penuh keyakinan mengklaim kepada si bapak penjual.
"Pak nih aku dapat nomer 16. Itu pisto air. Mana sini pak".
Lucunya si bapak tidak menyadari kalau aku curang.
Cara yang lain yang sering kali berhasil adalah membuat undian sendiri, yang ditulisi angka sendiri.
Bisanya membuat beberapa nomer acak. Lalu ketika ikut undian tinggal diliat nomer mana yang telah dibuat yang kebetulan ada dalam list hadiah.
Kedua. Curang bayar angkot.

Ketika pulang sekolah. Dulu jarang yang dijemput. Biasanya naik angkot berjamaah.
Isi perangkot bisa belasan sampai puluhan anak dengan tujuan pemberhentian yang sama karena biasanya setetangga-an. Duduk nya pun sampai berdesakan dan berpangkuan.
Trik yang dipakai adalah menjadi ketua pengumpulan ongkos.
Pas di atas angkot, biasanya anak yang curang akan bilang keteman-temannya.
"Ayo sini ongkosnya kumpulin jadi satu" sambil menyodorkan tangan atau kadang topi. Sesudah semua terkumpul dan tiba saatnya turun. Dia langsung menyodorkan segepok uang hasil pengumpulan kepada pak supir sementara dirinya tidak membayar.
"Nih pak semua temen wes".
Langsung semua penumpang berhamburan turun. Bahkan sebelum sibapak menghitung uang nya.
Itulah dua kecurangan masa sekolah yang menjadi kenangan tak terlupakan. Tentu saja ada resiko dalam setiap kecurangan. Yaitu ketahuan.
Kalau sudah ketahuan, harus siap-siap dimarahin.
Kisah kecurangan di atas adalah hal yang penulis lihat dilakukan oleh teman teman semasa sd penulis dan juga pernah penulis lakukan sendiri dan memang terbukti berhasil.
Untuk ketahuan. Adalah sebuah resiko. Penulis sendiri belum pernah ketahuan, tapi bebeapa teman pernah ketahuan. Tentu saja akan dimarahi dan ada juga yang di adukan kepada orang tua nya.
Ada sebagian yang kapok, berhenti berbuat curang, ada juga yang kembali melakukan.š
Zaman sekarang, kecurangan seperti dalam kisah diatas cenderung sulit untuk dilakukan oleh anak sekolahan, Karena angkot dan penjual undian sudah tergerus oleh perubahan zaman.
Bagi kalian yang juga mempunyai kisah kecurangan. Ayoo ceritakan kisah kecurangan mu..
Kota suwar-suwir
24-07-2019
Referensi kisah
Masalalu pengalaman pribadi.
Sumber foto. 1
https://i.pinimg.com/originals/f4/cf...0%2C2156904755
Sumber foto 2
http://4.bp.blogspot.com/_Lw9VuYgcXq...0/IMG_0350.jpg
Sumber foto 3
https://static.republika.co.id/uploa...%2C3319952577.
0
1.1K
13
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThreadā¢108.5KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya