alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
4.86 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5d12f48d5cf6c46d41606402/kumpulan-puisi-untuk-ibu
Lapor Hansip
26-06-2019 11:29
Kumpulan Puisi untuk Ibu
Kumpulan Puisi untuk Ibu
Ilustrasi gambar google.com


Selendang Kasih Bunda


Matahariku telah bersinar Bunda

Saat fajar tenggelam mengerikan embun

Lembut sentuhannya menghangatkan kulitku

Tapi apakah rasa itu sama

Saat kecupan hangatmu membelai mesra

Ketika hangat sentuhmu menentramkan jiwa

Gemuruh di dada mengoyak batin

Bak debur ombak menyapu pantai

Renjana telah memasung belantara jiwaku tanpa ampun

Aku tersyukur pilu di tepi keramaian insan

Bagai mati dalam kenangan

Merangkul muara kasih sayang


Oh, Bunda butiran kasihmu melena

Hanyutkan aku dalam lautan kasih abadi

Kini aku merindu sentuh hangat senjamu

Bunda … arus zaman telah aku lewati

Bersama selendang yang kauikat di pinggang ini

Warnanya kian memudar, bersama kecupanmu yang jarang kurasakan

Bunda … sentuh kasihmu tiada terganti, dalam lelapku merangkai mimpi

Selendang sutramu berkibar

Melambai pada senja yang hampir termakan gulita


Oh, Bunda … aku merasa kalah

Tak dapat menyuguhkan lautan kasih seperti yang kauberi

Garam asin air lautan seolah hambar

Kala senandung tentangmu berdendang

Butiran tirta menerobos keluar

Meremas hatiku tanpa cela

Aku jatuh berselendang kasih bunda

Membungkus tirai yang tak lagi sama

Dalam sayu pandang ini melena

Pada bayangmu yang jauh di mata

Aku rindu memeluk sang bunda


Matesih, 26 Juni 2019

Oleh: Sriwijaya


Potret Tua


Senja

Getir terasa

Buram pandang mata

Saat melihat potret tua


Rindu membuncah kalbu

Menghalangi jarak pandangku

Hujan jatuh perlahan

Teringat masa silam


Raut wajahmu ayu

Tersenyum simpul berkarisma

Menawan sejuta hikayat cinta

Setiap masa yang ada


Hati terasa pilu

Tersiram butiran haru

Saat potret tua terpandang

Rindu menyergap datang

Hendak memeluk dalam dekapan sayang

Malang! Tinggal kenangan

Karena dia telah pergi

Memenuhi panggilan Ilahi

Ibu … i love you


Matesih, 21 April 2019

Oleh: Sriwijaya


Rembulan Senja


Seraut wajah hadir di pelupuk mata

Memasung rintik pilu di kedalaman jiwa

Dekap erat ilusi diri

Memotong guratan suci di palung hati

Jatuh sudah bergemintang bintang

Pada rembulan yang melamun bimbang

Gemuruh ombak menyapu pandang

Menawan semburat jingga di langit

kelam


Kulihat ia mematung ragu

Pada bulan bercahaya ayu

Teduh pandang itu

Meremang bersama waktu, lalu ….

Titik nadir berdenyut syahdu

Melantunkan puisi racu

Rembulan senja memandang pilu

Indah sinarnya sayu

Ah, rembulan senjaku kini tak lagi memuja

Pada alam bernuansa jingga

Ia telah mendekap malam

Bersama sejuta kenangan

Di gubuk tua itu, sejarah cerita telah berlalu

Merakit mimpi salju dengannya rembulan senjaku

Kini rindu akan masa indah itu

Bermuara kasih ibu


Matesih, 26 Juni 2019

Oleh: Sriwijaya


Salam untuk Sang Pelita


Lambaian tanganmu meruntuhkan hati ini

Kulihat embun kaca kian buram

Halangi pandang kian dalam

Mentari seolah tersenyum kecut ke arahku

Saat kaki ini melangkah maju

Berat terasakan

Debar dadaku tak terarah

Meninggalkan jejak di bilik netramu

Sesak menghimpit kalbu

Namun aku terus maju menyeberangi lautan kasih sayangmu


Salam ibu aku mengembara

Mengikuti era yang berbeda

Pada zaman yang semakin tua

Melintasi jarak dan masa

Restumu kubawa serta

Melekat dalam benak kepala

Salam untuk sang pelita hati, atas kerinduan ini

Lambaian tanganmu akan kukenang

Sebagai batu loncatan, menuju masa depan

Sampai waktu jadi pemersatu, menyatukan kita dalam temu

Ingin aku memelukmu syahdu

Rangkul aku kembali ibu dalam kasihmu

Aku rindu mengecup kening tua itu


Matesih, 21 April 2019

Oleh: Sriwijaya


Melihat


Aku hanya bisa mendengar

Ketika virus datang menyerang

Gerogoti tubuh ringkihmu

Pilu

Aku hanya bisa melihat

Ketika senja menghiasi paras ayumu

Menguliti kelopak mata ini

Nyeri riang bernyanyi

Memperolok diri

Mengapa bukan aku yang menjadi balutan lukamu

Saat tubuh itu termakan virus dunia

Menua


Matesih, 25-6-2019

Oleh: Sriwijaya


Maafkan Aku Ibu


Duhai kau yang tersebut pelita hati

Guru kala kaki belum menapak bumi

Petuah bijakmu bagai lagu riang gembira

Saat telinga ini masih menuli dari dunia

Celoteh manjamu adalah senandung lelapku

Kidung asmaradhana di kelopak mata

Kini kautelah menua

Meringkih dalam balutan senja


Wahai kaupelita hati aku malu

Samudera asmara kauberi

Tanpa pinta balas jasa

Tapi apa yang aku beri dimasa senjamu

Hanya ratapan pilu berdinding senyum palsu

Aku tahu pahatan luka mengoyak batin

Hingga derai jatuh tanpa arah

Kau tersedu di ranjang tua

Meruntuh hati membalut lara

Mengapa buah hatimu terluka

Sedang awan masih mengelambu di langit

Tanpa datangkan hujan dimasa gersang

Oh, ibu maafkan aku

Tak bisa membalas jasamu

Hanya pilu buah lelaku insan

Menoreh sayatan buah hatimu

Dan kau yang meruntuh pilu atas luka hatiku


Matesih, 26 Juni 2019

Oleh: Sriwijaya

profile-picture
profile-picture
profile-picture
doctorkelinci dan 19 lainnya memberi reputasi
20
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 11 dari 14
19-07-2019 00:08
Silahkan saling berbalas puisi dan sejernisnya sin n gan. Terima kasih sebelumnya
profile-picture
masnukho memberi reputasi
1
19-07-2019 07:20
Meski hidup sepahit kopi
Namun kusuka racikannya
Membawa terbang mencari arti
Hidup indah nun berwarna
profile-picture
profile-picture
sriwijayapuisis dan bekticahyopurno memberi reputasi
2
19-07-2019 07:23
Kopi; Kok Pergi?

Ada fase di mana aku letih
Menahan gila yang tak berkesudahan
Sungguhpun demikian, aku tetap peduli
Walaupun pada akhirnya semua akan pergi

Di sini, bersama pagi
Berteman secangkir kopi
Aku masih menanti
Semuanya kembali
Sekalipun kenyataannya tidak akan kembali sama

Ngopi haula atuh
emoticon-Cool
Diubah oleh bekticahyopurno
profile-picture
profile-picture
sriwijayapuisis dan masnukho memberi reputasi
2
19-07-2019 07:25
Quote:Original Posted By masnukho
Meski hidup sepahit kopi
Namun kusuka racikannya
Membawa terbang mencari arti
Hidup indah nun berwarna


Hidup indah Nun, wau, khak, lam alif, hamzah, iya

emoticon-Cool
profile-picture
sriwijayapuisis memberi reputasi
1
19-07-2019 07:26
Sajian kopi terhidang di atas meja, wangi menyeruak mengundang hasrat
Jangan disentuh! Itu bukan gelas untukmu
Sajian kopi masih panas di cangkir tamu
Dia melongo, tak tahu harus mencicipinya atau menahan rasa yang kian melekat
profile-picture
sriwijayapuisis memberi reputasi
1
19-07-2019 07:41
kau adalah saksi bisuku
hitam penuh makna
namun, bukan hitamnya hidup ini.
profile-picture
sriwijayapuisis memberi reputasi
1
19-07-2019 08:19
kopi. i like the smell. tapi perut ga tahan. 😆
profile-picture
sriwijayapuisis memberi reputasi
1
19-07-2019 09:08
Quote:Original Posted By sriwijayapuisis
Reserved


G' perlu reserved,
Cukup lanjutkan apa yang ingin kau curahkan.
emoticon-Cool
profile-picture
sriwijayapuisis memberi reputasi
1
19-07-2019 18:13
Quote:Original Posted By masnukho
Meski hidup sepahit kopi
Namun kusuka racikannya
Membawa terbang mencari arti
Hidup indah nun berwarna


hidup tak sepahit kopi
tak jua semanis gulali
hanya sajian pengawal hari
sebagai peliar imajiku ini
hidup indah adalah damba
saat warna hiasi ada
lalu aku tak tahu harus apa tanpa si pekat manis ini
0
19-07-2019 18:15
Quote:Original Posted By meanynovendi
kopi. i like the smell. tapi perut ga tahan. 😆


dikau semanis kopi
assalamualaikum kekasih hati
sambutlah datangku ini
dengan cahaya hatimu
meski tak ada yang tersaji di meja itu
cukuplah air tawar sebagai pelenyap dahaga lelah ini
asal ada senyumanmu penghias letih jiwa ragaku
0
19-07-2019 18:16
Quote:Original Posted By indahmami
G' perlu reserved,
Cukup lanjutkan apa yang ingin kau curahkan.
emoticon-Cool


Santun malam duhai kawan
terima kasih terhaturkan
semoga indah harimu
seperti rekah kembang di taman kota
segar terpandang mata
profile-picture
indahmami memberi reputasi
1
19-07-2019 19:28
Quote:Original Posted By sriwijayapuisis
Santun malam duhai kawan
terima kasih terhaturkan
semoga indah harimu
seperti rekah kembang di taman kota
segar terpandang mata


Hariku tak perlu indah karena bahagia sudah cukup menyenangkan.
Tak butuh pengakuan bahwa aku memang bahagia.
Lihatlah, bahkan aku sanggup tertawa bersama.
Diubah oleh indahmami
profile-picture
sriwijayapuisis memberi reputasi
1
19-07-2019 20:03
Quote:Original Posted By sriwijayapuisis
Reserved


I'm coffee lover emoticon-Betty

Nanti aku balik lagi, jangan di kuot .. aku blm baca puisinya emoticon-pencet
Diubah oleh yukinura
profile-picture
sriwijayapuisis memberi reputasi
1
19-07-2019 22:28
Ide Kopinya kerenemoticon-Toast
0
20-07-2019 04:10
Secangkir kopi untuk memanjakan bibir
Menghangatkan hati yang sedang dirindung gundah
Sambil menikmati panorama
Menyapa pagi yang hendak berganti siang
0
20-07-2019 08:05
@bekticahyopurno
letih jiwa raga membalut logika
pada embun buta menyesap aroma pekatnya dan aku tertegun pada kisah yang tak lagi sama
@evywahyuni
kopi ini masih panas
tak akan tersentuh
sampai asapnya pergi
serupa diriku tiada tahu
mana pekat mana choklat semua seolah sama
pandangku memburam kala mentari memancar

@janeeta97
hitam kelam
nada sumbang
kopi terasa hambar

@indahmami
tak usah kau umbar
cukup tahu aka bahagiamu
turut berbahagia jua
bahagia ini adalah diri kita
bersama dalam indahnya kebersamaan sapa

@yukinura oke beib
@mbakendut yups begitulah

@ilafit
salam pagi sejahtera
terima ksih singgahannya
lepas gundah gelisah
mari tersenyum bersama



0
26-07-2019 10:53
Selamat Pagi Maya
Kumpulan Puisi untuk Ibu
Ilustrasi gambar: Pixabay.com
Selamat Pagi Maya


Maya … sudah kudengar ocehanmu saat ini

Tentang dia yang enggan kembali

Ketika rindu tersunting di jemari

Perihal mereka yang asyik bermain gawai

Lentik keriting mengetik delusi

Layangkan sejuta harapan diri

Jua kenangan kita yang menguap pergi


Maya apa kabarmu sayang

Sudah lebih dewasa, kah?

Atau masih unyu seperti boneka barbie

Tenggelam dalam mimpi

Di dunia fantasi


Selamat pagi maya

Aku menyambutmu suka cita

Hatiku berbunga-bunga

Bahagia

Tentang apa. Kautahu?

Kurasa tidak!

Tak apa maya

Aku mengerti!


Kauhanya sebuah ilusi maya

Bayang mimpi saat mata terbuka

Kelam berbintang ketika mata terpejam

Entah mengapa

Kaubegitu menggoda

Seolah tak bisa lepas akan pesonanya


Lalu, aku meruntuh dibalik semu

Delusi liar mencibir adaku

Maya terus menghantui

Aku meremang takut seorang diri

Di balik tembok sunyi ini

Jiwa ragaku kelu, tercumbu olehmu

Meliar pandang, fantasi mengekang, pesonamu sungguh mematikan


Selamat pagi maya

Duniaku seolah semu

Tak berwarna tanpamu

Terima kasih sayangku

Penyepi sunyi

Biarkan aku pergi

Meski akan datang lagi, menyambutmu dengan diksidiksi

Aku bahagia maya denganmu

Karena kau adalah cawan inspirasi

Wadah penuang imaji


Matesih, 23-7-19

10:24 Jumat, 26-7-19













profile-picture
profile-picture
profile-picture
khodijahsiti92 dan 22 lainnya memberi reputasi
23
Lihat 6 balasan
26-07-2019 16:22
ane juga mampir lagi, sista
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan sriwijayapuisis memberi reputasi
2
Lapor Hansip
26-07-2019 16:36
Balasan post sriwijayapuisis
S@sriwijayapuisis pagi membawa banyak sekali impian dan mimpi.
emoticon-Cool
profile-picture
sriwijayapuisis memberi reputasi
1
26-07-2019 17:15
tenggelam dalam binar matamu
terpesona dengan senyummu
Biarkan ku tunggu sapamu
Agar ku lelap menuju mimpimu
Bersamamu maya
Diubah oleh Indriaandrian
0
Halaman 11 dari 14
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
misterlady
Stories from the Heart
everytime
Stories from the Heart
rahasia-malam
Stories from the Heart
my-final-journey
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.