- Beranda
- Berita dan Politik
Menelan Korban Pendaki Hilang di Gunung Piramid Bondowoso
...
TS
habibi808
Menelan Korban Pendaki Hilang di Gunung Piramid Bondowoso
Beberapa hari ini di Kab. Bondowoso Jawa Timur di gegerakan oleh siswa Sekolah Mengengah Pertama Negeri 4 Bondowoso yang bernama Thoriq karena hilang bagaikan ditelan bumi di Gunung Piramiq Bondowoso.

Kukoh Triyatmoko, Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, menyampaikan bermula terjadinya peristiwa tersebut dari 4 orang pendaki pada pukul 05.00 pagi, Minggu (23/06/2019).
Berangkat dari Bondowoso menuju Gunung Piramid yang berlokasi di di Desa Ardisaeng, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Namun, ketika akan turun terjadi kabut tebal. 3 orang tersebut berhasil turun sedangkan Thoriq tidak tampak bersama mereka.
"4 orang pendaki tersebut bernama Toriq, Pungki, Safril dan Riski yang saat ini tercatat sebagai siswa Sekolah Mengengah Pertama Negeri 4 Bondowoso," Kukuh menuturkan, tidak tau pasti apa yang menyebabkan hilangnya Satu orang siswa SMPN 4 itu," Ujar Kukoh Triyatmoko.
Hingga sampai saat ini Thoriq salah satu seorang pendaki yang hilang tersebut belum juga ditemukan. " Kami Basarnas, saat ini masih melakukan upaya penyisiran bersama masyarakat dan Pramuka Brigade Penolong," terangnya.
Dia berharap Thoriq segera di temukan dalam keadaan selamat, menurutnya hingga saat ini Basarnas masih tetap melakukan upaya pencarian, "pencarian dilakukan mulai tadi malam dan hari ini kami melakukan pencarian setelah tadi malam tak menemukan keadaan Thoriq," Pangkasnya.
AKP Budi Handoko Kapolsek Curahdami kabupaten Bondowoso membenarkan adanya seorang anak yang hilang saat mendaki Bukit Piramid. "Semalam sekira pukul 20.15 WIB teman-teman korban melaporkan pada anggota kami di Mapolsek Curahdami , bahwa kehilangan salah satu temannya yang bernama Thoriq,"jelasnya pada awak media saat ditemui di Villa, bawah lokasi bukit Piramid, Senin (24/6/2019). Menurut Kapolsek, Ia bersama tim gabungan akan mencari anak tersebut. "Kami bersama tim gabungan akan naik ke bukit tersebut. Bersama koramil, Basarnas, BPBD dan relawan,"ujarnya
Kapolres juga memaparkan bahwa jalur yang akan dilewati cukup ekstrim. "Di sana jalurnya terjal. Kira-kira ditempuh sekitar 4 sampai 5 jam,"imbuhnya.
Di lokasi yang sama, Jefri, Dantim Basarnas Pos Jember memaparkan telah berkordinasi dengan Posko SAR di kabupaten setempat. "Tim Basarnas dari Jember , yang turun enam orang. Kita koordinasi dengan Posko Bondowoso di Curahdami. Rencana operasi hari pertama ini, akan membagi beberapa tim untuk melakukan evakuaisi ke lokasi. Akan naik berbarengan. Hingga tiba di atas, titik yang dicurigai hilangnya korban. Dan akan dipecah sekitar 4 sampai 5 tim,"paparnya
Selain itu, lanjutnya, rencana operasi kita ke titik teman mereka yang hilang. Tim akan dibekali alat Mountainering. "Kami bersama TNI, Polri, BPBD, RAPI dan relawan se Tapalkuda . Dan tim pasti akn dibekali alat mountainering, seumpama korban terjerembab, kita bisa dengan langsung dan mudah untuk mengevakuasinya,"jelasnya.
Masih menurut Jefri, dugaan sementara, korban terjatuh atau tersesat, dan aktifitas para pendakian dihentikan sementara demi kelancaran proses pencarian korban. "Ada 2 pilihan, korban terjatuh atau tersesat. Untuk kepastiannya belum bisa, bisa nanti malem atau sore nanti.
Tapi ini semua masih dugaan sementara. Barusan saya sudah berkordinasi dengan KPH. Pendakian kami dihentikan dulu. Tapi bagi pendaki yang terlanjur di atas, kami minta untuk ikut mencari korban,"tuturnya.
Pentunjuk sementara, sambung Jefri, dari pengakuan salah satu teman korban yang melihatnya terakhir.
Penulis : Blojawa.net
noisscat dan scorpiolama memberi reputasi
2
9.6K
16
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.6KThread•59.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya