Kaskus

News

irmalfiyantiAvatar border
TS
irmalfiyanti
Pertanian Pangan Negatif, Pertumbuhan Ekonomi Melempem
Spoiler for melempem:


Senin Mei 2019, tepat hari pertama bulan Ramadan, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2019 sebesar 5,07%. Angka tersebut secara year on year (YoY) lebih bagus ketimbang catatan kuartal I 2018 sebesar 5,06%, termasuk pada periode yang sama tahun 2017 yang berada dia angka 5,01%.

Menurut lapangan usaha, sektor industri, perdagangan, dan pertanian masih menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun ini.

Sebagai negara agraris, patut kita cermati seperti apa sektor pertanian yang memiliki jumlah angkatan kerja terbanyak, berkisar 30% dari jumlah total angkatan kerja nasional, bertumbuh. Data BPS ternyata menunjukkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di sektor pertanian hanya mampu tumbuh sebesar 1,81% YoY. Tentunya angka itu sangat jauh dari pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Kontribusi sektor pertanian terhadap total PDB nasional tercatat sebesar 12,65%.

CNBC Indonesia

Padahal sektor pertanian pada kuartal I 2018 masih bisa tumbuh sebesar 3,34% YoY. Ironisnya, akan tahun ini tercatat merupakan pertumbuhan PDB sektor pertanian terendah setidaknya sejak kuartal I 2017.

Bahkan pada tiga bulan pertama 2019, pertumbuhan PDB tanaman pangan bahkan terkoreksi hingga 5,94% YoY. Artinya produksi tanaman pangan, yang utamanya masih disumbang oleh beras, jauh lebih sedikit sepanjang kuartal I 2019 dibanding tahun sebelumnya.

Dalam penjelasannya, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, perlambatan tersebut terjadi karena adanya pergeseran masa panen padi. Ia bilang pada tahun 2018 puncak masa panen padi terjadi di sekitar bulan Maret, sehingga masuk dalam perhitungan PDB kuartal I.

Sementara itu, tahun ini puncak masa panen padi jatuh di sekitar bulan April. Pergeseran tersebut membuat pertumbuhan PDB tanaman pangan kuartal I 2019 mengalami koreksi cukup dalam.

Namun, alasan tersebut bukanlah satu-satunya alasan mengapa terjadi koreksi pertumbuhan PDB tanaman pangan. Data BPS menunjukkan pada periode yang sama tahun sebelumnya PDB tanaman pangan Indonesia juga terkoreksi hingga 3,42% YoY.

Di sektor tanaman hortikultura, meskipun tumbuh hingga 6,18% YoY pada kuartal I 2019, namun sejatinya mengalami perlambatan dibanding tahun sebelumnya. Karena pada kuartal yang sama tahun lalu, sektor ini bisa tumbuh 7,02% YoY. Demikian pula dengan tanaman perkebunan dimana hanya mampu tumbuh 3,33% YoY pada kuartal I 2019, melambat ketimbang kuartal I 2018 yang tumbuh hingga 7,19% YoY.

Hal ini berarti ada sebab lain menyebabkan pertumbuhan PDB di sektor pertanian jauh melambat dibanding tahun sebelumnya. Sayang Suhariyanto enggan menjelaskan lebih jauh perihal tersebut.

Menanggapi angka-angka tersebut, Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang Sugiharto tidak setuju jika sektor pertanian dijadikan kambing hitam atas melempemnya pertumbuhan PDB nasional kuartal I 2019. Menurutnya, kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi secara YoY jelas-jelas positif, yakni 1,81%.

Republika

Pihaknya menyayangkan melihat kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan PDB hanya dilihat dari PDB sub sektor tanaman pangan. Padahal, sektor lainnya tumbuh lebih besar salah satunya sektor peternakan mampu tumbuh 7,95% YoY atau lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 3,94% YoY.

Kementan boleh saja berdalih demikian. Tapi data juga berbicara. Sektor tanaman pangan setidaknya dalam dua tahun terakhir terkontraksi cukup dalam, 5,94% YoY pada kuartal I 2019 dan 3,42% YoY pada kuartal I 2018.

Kepala BPS sendiri sudah menyatakan sebabnya ada faktor lain yang menyebakan kontraksi dalam tersebut, bukan sekedar pergeseran masa panen padi. Jadi apa dong sebabnya, Pak Bambang? Kami butuh pencerahan!

Spoiler for Kementerian terbaik:
0
1.4K
6
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.2KThread58.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.