- Beranda
- Berita dan Politik
BPN Luruskan soal Usul Jenazah KPPS Dibongkar: Kalau Perlu, Bukan Harus
...
TS
fpicondet
BPN Luruskan soal Usul Jenazah KPPS Dibongkar: Kalau Perlu, Bukan Harus

Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meluruskan pernyataan anggotanya yang meminta agar jenazah petugas KPPS yang gugur saat bertugas dibongkar kembali untuk diautopsi. BPN menjelaskan pernyataan itu bukanlah sebuah keharusan.
"Saya ingin meluruskan pernyataan Bang Nahra. Kan kalau perlu, kalau dirasa perlu. Bukan bermaksud harus," ujar Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade kepada wartawan, Jumat (4/5/2019).
Andre mengatakan, pembongkaran jenazah bisa dilakukan jika memang keluarga maupun aparat curiga adanya ketidakberesan. Namun, bukan berarti pihaknya meminta jenazah untuk dibongkar.
"Kalau memang ada kecurigaan dari pihak keluarga, aparat. Jadi tidak usah mempolitisasi seakan-akan harus dibongkar. Jadi kalau perlu, bukan harus dibongkar," katanya.
Politikus Gerindra itu mengatakan pihaknya pun turut berduka atas kematian para petugas KPPS. Andre menilai usulan itu merupakan bagian dari sikap empati.
"Kita berduka, keluarga berduka, seluruh warga Indonesia berduka ya dengan meninggalnya petugas 400 orang lebih," ujar Andre.
Andre pun meminta semua pihak untuk menyudahi kontroversi pernyataan soal pembongkaran jenazah itu. Menurut dia, lebih baik semua pihak untuk fokus mendorong adanya evaluasi yang mendalam terhadap penyelenggaran Pemilu 2019 ini.
"Kita mendorong harus ada evaluasi yang mendalam setelah proses ini selesai ya. Jadi nanti setelah proses pemilu selesai, baru DPR baru mengevaluasi proses pemilu ini. Kemudian soal SOP, KPU tidak pernah mengeluarkan SOP buat petugas. Kapan mereka harus istirahat, kapan mereka bekerja. Ke depan harus ada," tuturnya.
Sebelumnya, BPN menilai ada kejanggalan karena melihat banyaknya petugas pemilu yang gugur. Jumlah yang banyak itu, menurutnya, menimbulkan kecurigaan di benak masyarakat.
"Kami mengusulkan kemarin kalau dipandang perlu, maka seluruh jenazah yang meninggal misterius karena kami tidak mendengar secara detail penyebabnya apa secara medis, maka jika perlu semua jenazah itu dibongkar untuk dilakukan autopsi. Supaya tidak ada kecurigaan di antara masyarakat," ujar anggota BPN Mustofa Nahrawardaya di Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (3/5).
selama menjadi jubir badan percebokan nasional (BPN), maka selamanya harus nyebokin siapapun di BPN.
selamat nyebokin mustofa nahra ya ndre. semua harus lo cebokin bersih, ndre. yang bersih, mengkilap dan jangan ada sisa tokai sama sekali.
Diubah oleh fpicondet 04-05-2019 13:20
simsol... dan 2 lainnya memberi reputasi
3
2.5K
25
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694.6KThread•58.6KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya