londo.046Avatar border
TS
londo.046
Andai Semua Seperti Prabowo


Ada apa dengan mu Jenderal? Mengapa engkau membiarkan diri mu menjadi bahan lawakan seluruh negeri? Apa yang engkau lakukan benar-benar sebuah pertunjukan yang tidak lucu dan tidak patut dicontoh oleh siapapun Jenderal. Saya masih meyakini, ini bukan keinginan mu Jenderal. Saya masih percaya, Jenderal adalah seorang patriot paripurna yang sangat cinta dengan Indonesia.

Tapi dengan tiga kali pengumuman dan juga beberapa kali sujid syukur, padahal hasil pemilu masih abu-abu, sepertinya ada yang salah dengan mu Jenderal. Jika yang membisiki mu adalah orang-orang yang paham agama, apakah mereka tidak pernah menasehati mu Jenderal? Bahwa yang namanya jabatan itu beban, bahwa jabatan itu sama dengan menimpakan tanggung jawab banyak orang di pundak mu. Itu bukan hal yang patut engkau syukuri Jenderal.

Justru, perbanyaknya Istigfar dan mohon petunjuk kepada Tuhan agar jalan mu dimudahkan kelak. Tapi sudahlah Jenderal, mungkin Ustadz di belakang mu itu lupa memberitahu mu, atau sudah memberitahu mu, tapi engkau lupa. Tidak masalah Jenderal, manusia memang tempatnya salah dan lupa Jenderal.



Jenderal pernah membayangkan tidak jika apa yang Jenderal lakukan akan ditiru oleh anak-anak muda di negeri ini? Misal, adik-adik kita di bangku SMP-SMA yang akan (bahkan sudah) menghadapi UAN? Jeda antara UAN dengan pengumuman kelulusan itu panjang Jenderal. Sepanjang jeda pencoblosan dengan penetapan oleh KPU. Bagaimana jika sikap Jenderal yang main klaim kemenangan diikuti oleh mereka?

Selesai UAN, mereka kumpul, sujud syujur, koar-koar kalau mereka sudah lulus. Dan apabila tidak lulus, berarti ada kecurangan yang masif dan terstruktur oleh penyelenggara UAN. Mereka menggelar syukuran seperti yang Jenderal lakukan, tanpa peduli belum ada penetapan apa-apa dari lembaga resmi. Apa Jenderal rela, jika perilaku buruk itu karena mencontoh tindakan mu Jenderal? Sayang nama harum mu Jenderal!



Contoh lagi Jenderal, anak yang baru lulus SMA, dan mendaftar sebagai calon aparatur negara. Proses dari awal sampai pantukhir  juga ada jeda waktu yang panjang Jenderal. Bagaimana kalau anak-anak muda harapan bangsa yang baru lulus tes administrasi awal, langsung sujud syukur dan mengklaim pasti lolos jadi aparatur negara, Jenderal?

Polanya sama Jenderal, koar-koar dulu, nyungsep kemudian. Pernahkan Jenderal mikir sampai sini? Apakah Jenderal mau seperti Bang ipul Bango yang selalu koar-koar dulu meski belum menang apa-apa, untuk kemudian ujungnya adalah Next year, atau next period untuk anda Jenderal?

Anda lelah jenderal, anda sudah bertarung sedari muda untuk bangsa. Ayolah, tutup mas tua anda dengan sesuatu yang manis. Salam Hormat Jenderal, Salam Damai.



Merdeka!


Sumber Gambar : sini, sini, sini
briwud
zudzud973
setitoff
setitoff dan 61 lainnya memberi reputasi
60
19.6K
192
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
icon
922.7KThread81.9KAnggota
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.