Kaskus

News

User telah dihapusAvatar border
TS
User telah dihapus
7 Hoaks Pemilu Ini Bikin Heboh, KPU Sebut Kelompok Orang Jahat Terus Produksi Hoaks
7 Hoaks Pemilu Ini Bikin Heboh, KPU Sebut Kelompok Orang Jahat Terus Produksi Hoaks


KOMISI Pemilihan Umum (KPU) membeberkan sejumlah hoaks alias kabar bohong pada penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Setidaknya, ada tujuh hoaks Pemilu 2019 yang menyebar dan menghebohkan publik.

Berikut ini tujuh kabar bohong Pemilu 2019 tersebut, yang diungkapkan oleh komisioner KPU Viryan Aziz dalam diskusi bertajuk 'Hitung Mundur Pemilu 2019', di FX Sudirman, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Pertama, dugaan DPT ganda 25 juta, yang berkembang di media sosial pada awal September 2018.

"Faktanya pada konteks waktu tersebut, potensi data ganda kami sekitar 3,7 juta saja, tidak sampai 25 juta," kata Viryan.

Kedua, 31 juta data siluman masuk ke DPT KPU.

"Pemberitaan media sosial seperti itu, faktanya tidak pernah terjadi," ucapnya.

Ketiga, ada 14 juta orang gila masuk dalam DPT.

Keempat, isu ditemukan tujuh kontainer berisi 70 juta surat suara sudah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, untuk salah satu calon tertentu. Isu tersebut muncul pada awal Januari 2019.

• Prabowo Isyaratkan AHY Bakal Masuk Pemerintahannya, Fadli Zon Dia Bilang Banyak yang Enggak Suka

"Tanpa perlu dijawab, beberapa saat kemudian di Twitter muncul angka penjumlahan, 31 + 25 + 14, angka 70 juta. Surat suaranya itu ada di dalam kontainer," tuturnya.

Kelima, sempat muncul di Sumatera Utara, bahwa dikabarkan server KPU semua disetting dari Singapura, di mana 57 persen suara untuk memenangkan paslon tertentu.

"Kami (KPU) langsung laporkan karena memang itu tak benar. Server KPU seluruhnya ada di Jakarta dan sekitarnya. Tidak ada yang di luar negeri," tegas Viryan.

Keenam, terkait soal debat yang sengaja dibocorkan.

"Soal debat kampanye paslon presiden dan wakil presiden bisa dengan baik terjamin tanpa ada dugaan kebocoran, dengan cara menyerahkan dan menyusunnya di akhir waktu. Satu jam atau dua jam sebelum debat baru diserahterimakan, jadi clear," jelasnya.

Ketujuh, terkait IT pemilu yang disetting memenangkan paslon tertentu. KPU menegaskan, hal itu tidak benar.

Pemilu di Indonesia, penghitungan suaranya dan penetapan hasil, sepenuhnya dilakukan secara manual, dengan kegiatan pemungutan dan penghitungan suara secara terbuka, berjenjang, dan partisipatif.

Viryan menuturkan, masyarakat boleh memfoto hasil pemilu di TPS, tapi didokumentasikan dari luar areal TPS.

"Semua bisa difoto, jadi silakan. Formulir C1 plano mau difoto silakan, disebarluaskan silakan, kemudian para saksi ada," paparnya.

• Siang Ini Prabowo Bakal Ungkap 80 Nama yang akan Membantunya Jika Terpilih Menjadi Presiden

Dari deretan hoaks tersebut, KPU pun menganalisa bahwa ada satu pihak tertentu yang secara sistematis terus memproduksi hoaks.

Selain menyebarkan hoaks, pihak tertentu yang belum diketahui itu, juga menyerang secara personal anggota KPU.

"Ada satu kelompok orang jahat, kami tidak bisa dan kami enggak tahu siapa, dan sangat terasa dan bisa terukur sampai sekarang. Sistematis dan terus memproduksi hoaks pemilu, luar biasa merusak integritas penyelenggaraaan pemilu," beber Viryan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebut hoaks alias berita bohong merupakan teror pemilihan umum serentak 2019.

Hal itu disampaikan Wiranto saat menggelar rapat koordinasi kesiapan pengamanan tahapan masa rapat umum (kampanye terbuka), serta tahapan penghitungan suara, di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2019).

Saat ini, ucap Wiranto, hoaks begitu marak menyebar ke masyarakat. Hoaks, katanya, menjadi ancaman baru pada Pemilu 2019. Karena dalam penyelenggaraan pesta demokrasi sebelumnya, hoaks belum semasif saat ini.

• Dua Tahun Kasus Penyerangan Novel Baswedan Tak Terungkap, Jokowi: Tanya Tim Gabungan

"Artinya berita palsu, berita buatan, berita bohong yang dilansir ke publik, yang mengganggu publik, saya rasa itu merupakan teror, karena meneror, mengganggu psikologi masyarakyat," ujar Wiranto.

Wiranto menyebut berita bohong merupakan teror. Ia menilai berita bohong memunculkan kerusuhan di masyarakat, seolah-olah pemilu tidak aman.

"Ini isu. Tidak ada fakta. Oleh karena itu kita hadapi sebagai teror. Segera kita atasi dengan cara tegas dan keras," tegas Wiranto.


Sumur


http://wartakota.tribunnews.com/2019...ohong?page=all
0
1.8K
12
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.1KThread58.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.