Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
127
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b68acdd60e24b3f628b4567/tell-me-why-i-cant-stop-thinking-of-ya
Pikiranku tidak bisa fokus melelapkan mata yang sebenarnya sudah lelah. Paras wajahnya selalu muncul di depan wajahku persis, seperti saat itu. Dia terbaring ke samping tepat di depan wajahku. Jantungku berdegug tak menentu, penasaran dengan apa yang di depanku. Hembusan napasnya yang hangat begitu terasa dan masuk ke aliran darahku yang mulai memanas. Begitu menyiksa menahan semuanya. Bada
Lapor Hansip
07-08-2018 03:17

Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya

Pikiranku tidak bisa fokus melelapkan mata yang sebenarnya sudah lelah. Paras wajahnya selalu muncul di depan wajahku persis, seperti saat itu. Dia terbaring ke samping tepat di depan wajahku. Jantungku berdegug tak menentu, penasaran dengan apa yang di depanku. Hembusan napasnya yang hangat begitu terasa dan masuk ke aliran darahku yang mulai memanas. Begitu menyiksa menahan semuanya.


Badanku agak kunaikan pelan-pelan agar tidak terlalu sejajar wajah kami. Aku bisa gila malam ini. Sekarang keningnya simetris dengan bibirku. Sulit menahan semua gejolak hati, akhirnya ku kecup keningnya. Tanpa melepas kecupanku, mataku mulai terlelap. Rasanya nyaman, dan lumayan untuk mengobati rasa yang tidak karuan sejak awal mulai tidur.



--------------------------------------------*-----------------------------






Untuk di kenang

Jalan ini, setapak berbatu
Kenang aku, bila kau dengarkan
Lagu ini, terlantun perlahan

Reff:
Barisan puisi ini
Adalah yang aku punya
Mungkin akan kau lupakan
Atau untuk dikenang

Ingat aku bila kau terasing
Dalam gelap keramaian kota

Reff:
Tulisan dariku ini
Mencoba mengabadikan
Mungkin akan kau lupakan
Atau untuk dikenang



Lirik-lirik lagu jikustik yang diarasemen oleh endah dan resha cukup menyejukkan pagiku. Meskipun familiar namun terdengar baru dan fresh.

Mata mulai terbuka akibat cahaya pagi yang sudah menyusup lewat celah-celah jendela

Bayangan wanita dengan cepolan rambut sedang duduk menunduk membelakangi wajahku. Selanjutnya terdengar pemotong kuku yang telah berhasil mengerjakan tugasnya dengan suara khasnya, ceklik... ceklik.

Selagi belum ketahuan olehnya, aku kembali menutup kedua mataku dan mempererat pelukanku pada sebilah guling.

"Bangun", ucapnya tanpa bergeser ataupun menoleh.

Sangat kurang beruntung. Bukan pekara mudah menyembunyikan sesuatu dengan dia.

Mencoba keberuntungan, aku tidak menjawab dan mencoba pura-pura mau tidur.

"Mau dibangunin pake cara lembut apa cara kasar?! ".

Dengan sigap mataku langsung terbelalak. Ku lihat tangannya sudah mengangkat bantal di kedua tangannya, mata yang menakutkan dan siap menerkamku habis-habisan.


" STOP IT! Gw dah bangun".
Diubah oleh bonesky
profile-picture
profile-picture
profile-picture
someshitness dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 3 dari 7
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
21-02-2019 21:05

Part 18

Penikmat senja sesungguhnya mereka lebih banyak diam daripada meraung-raung pada dunia bahwa dirinya adalah seorang pecandu senja. Menikmati bukan bagi mereka yang sibuk update status atau mengabadikan detik demi detik pergantian waktu yang teramat cepat dan ketara untuk mata. Mereka yang seperti itu adalah pribadi dengan krisis jati diri, krisis sosial ingin diakui antar mahluk.

Kau bisa menikmati aroma udara, suara, ketenangan hati dan jiwa dengan mata yang dimanjakan warna sang cakrawala yang indah.

Duduk di tepi pantai sendiri, dengan kaos oblong yg sudah berubah warna dari aslinya dan jelana jeans yang sedikit longgar. Orang mungkin akan berkomentar, "Menyedihkan". Tapi tidak bagi pemakainya, mereka hanya berpikir dengan satu alasan, "Nyaman".

Aku cukup menghela napas, melihat sejoli-sejoli yang sedang bercanda ria, bercakap, bahkan diam hanya saling menyandar. Romantis.

Riana mengungkapkan dari apa yang ia lihat saja. Penjelasan tidak akan berguna ketika kepala sedang penuh dan hati sedang panas. Orang yang mengungkapkan jarak dan waktu bukan alasan untuk seseorang saling mencintai adalah kekeliruan, setidaknya itu menurutku. Mungkin tidak bagi pemain yang sudah level pro, atau mungkin mahir sampai level dewa.

Apa yang bisa dilakukan oleh dua orang yang sedang bermasalah namun terpisah jarak? Aku bukan sosok pria nekat yang tiba-tiba datang menemui pacarnya yang sedang marah tanpa mempedulikan apapun. Jika riana berharap itu padaku sekarang, maka bukan padaku.

Aku sudah cukup panjang menjelaskan tentang hubunganku dengan Lulu, namun responnya masih menunjukan bahwa ia masih belum percaya. Pertanyaannya masih saja memojokanku agar aku mau mengakuinya.

Aku bangkit dan ku tinggalkan jejak-jejak di pasir. Kuharap masalah-masalah bisa seperti jejak kaki yang mampu ditinggalkan sang pemiliknya dengan langkah yang pasti.

Aku sampai di rumah dan ibu hanya melihatku dari ujung kaki sampai ujung kepala, lalu beliau hanya berkata:

Quote:"Kakak, bersihin diri lalu makan".

"Ya, bu.".


###


Aku membuka HP dan masih belum ada pesan balasan dari Riana. Jarang-jarang ia bersikap sampai seperti ini. Orang yang pernah membuat hancur kepercayaan orang lain memang susah kembali. Dalam pikiran memang terlintas ada keinginan untuk menemui riana dan menjelaskan tapi kuanggap hal itu adalah keputusan konyol tanpa mempertimbangkan hal lain.

Aku mencoba menghubungi Dinda lewat chat. Tidak ada yang salah dari usaha mendekati anggota keluarga pacar pasti bermanfaat.

Quote:"Din, kakakmu lagi apa?".
Tidak perlu waktu lama untuk Dinda menjawab pesanku. "Lagi di kamar. Kenapa Mas Bim?".

"Pengin tahu saja".

"Mas Bim lagi ribut ya ma Kak Riana?".

"Salah paham saja".

"Oh. Karna cewe yang ada di foto FB Mas Bim?".

"Ko km tau"? Kakak crita?".

" Pas liat sih Mas, pas kakak lagi buka FBnya Mas Bim di laptopnya".


Ku jelaskan kembali hal yang sama pada dinda. Semoga dia membantuku meredakan kekesalan kakaknya.

Kiara masuk ke kamar tanpa ketok pintu dan mengagetkanku, "Mas, diminta nemuin ayah".

Quote:"Bikin kaget aja lu bocil. Iya, nanti Mas ke sana".


Ayah dan ibu sudah menungguku di ruang keluarga. Mereka seperti akan bicara serius kali ini.

"Mas, duduk", pinta ibu.

Aku segera duduk. Ayah mulai bicara dan menatapku lekat. Ia menawarkan agar aku mau bekerja di bisnis propertinya. Ibu mengisyaratkan dengan air mukanya agar aku mau menuruti kemauan beliau. Karena sampai hari ini aku tidak punya pilihan lain, aku pun mengikuti kemauan mereka.

Aku balik ke kamar dan melihat semua chat yg masuk. Ada pemberitahuan dari grup kelas bahwa ijazah ,transkip dan dokumen kelulusan lainnya sudah jadi dan bisa diambil. Dari kemarin para mahasiswa yg mau wisuda membuat transkip nilai sementara dan surat keterangan lulus. Kupikir ini waktu yg pas dia balik ke kampusnya, sekalian melepas kangen riana dan menyelesaikan masalah yg terjadi.

Aku segera keluar kembali dan memberitahukan ibu jika hendak mengambil ijazah, sekalian minta uang saku juga emoticon-Ngakak. Malam itu juga aku berkemas.
Paginya aku berangkat menuju stasiun. Selama perjalanan aku menghubungi iwan agar bisa ia jemput dan istirahat di kos dulu. Walaupun bukan di kamar yg dulu, minimal ada kamar iwan.

Rasanya tidak sabar untuk memberikan kejutan buat riana. Rasanya jemari ingin mengetik dan memberitahukan, namun ku tahan.

Sesampainya di stasiun tujuan, ku lihat si kerempeng iwan belum terlihat. Ku telfon ternyata anaknya sedang ngopi di luar stasiun. Aku pun melangkah keluar. Ta lama kemudian, iwan manggil, dia melihatku lebih dulu.

Quote:"Wan, lo masih kerempeng aja?", ledekku.

"Yang penting udah laku, kaga jomlo lagi".

"ada-ada aja, utung dia mau berbesar hati nrima lo".

"Sue lo".

"Haha".


Kami segera balik menuju kosan. Padahal baru kemarin wisuda, tapi rasanya sudah banyak yg berubah sepanjang jalan dan udaranya terasa beda. Sampai kos, gw istirahat sebentar tapi cacing di perut sudah berdendang.

Quote:"Makan yuk, wan".

"Traktir ya".

"Beres. Ke soto bu eko ya, kangen banget nih lidah".

"Ah, kirain mau di kafe".

"Wkwkwk, kantong gw masih kantong pengangguran".

"Ckck.. priatin".


Aku mulai mengetik untuk menanyakan aktivitas riana dan posisi dia. Mungkin kalo dekat, bisa ku samperin. Saat mendapat jawaban ternyata riana sedang bersama teman-temannya mau ngerjain laporan di sekitar kampus. Niatku menemuinya kuurungkan dulu biar nanti saja saat dia sendirian, aku tidak mau mengganggu qtimenya.

Quote:"Berangkat bos".

"Mayoooo".

Tak lama menuju warung soto bu eko.

Kami pun memesan makanan yg sering dipesan dulu, selain nikmat dilidah juga nyaman di kantong.
"Bim, gw mau ngonong sesuatu terkait riana. Tapi gw harap lo tetep tenang saat lo denger ini, mungkin harus ditanyakan lagi agar jelas dan ga ada salah paham antra lo ma do," ucap iwan sedikit cemas.

G tarik napas panjang dan nyoba mencerna maksud kata-kata iwan satu persatu.

Iwan dengan hati-hati memberitahukanku infomasi tentang riana. Dia beberapa kali menekankan bahwa dia cerita berdasarkan apa yg ia lihat saja, sepenuhnya riana yg lebih mengetahui. Gw jawab dengan anggukan dan sikap yg lebih tenang agar iwan terus melanjutkan ceritanya.

Setelah makan, gw dan iwan balik ke kosan. Iwan tau sekali apa yg gw rasakan sekarang. Dia tetap nyanyi2 ga jelas sekedar meremukkan suasana yg sedang mencekam hatiku. Dia tau persis bagaimana ketika laki-laki diperlakukan seperti itu d belakang ceweknya. Namun, laki-laki yang betul adalah dia yg mau mengakui bahwa dirinya ada kekurangan yg membuat pasangannya beralih. Ada sesuatu yg lebih menyamankan si cewek dan ga ia dapet dari cowoknya. Aku paham apa yg riana rasakan, terutama masalah jarak antara kami.

Malam ini aku ingin menemui riana, menyelesaikan apa yg tidak terbahas atau masalah yg tidak terselesaikan antara kami. Tapi aku masih ragu. Belum siap mendengar kebohongan ataupun kebenaran dari hari ini. Aku ingin bersikap seperti pura-pura tidak tahu.


profile-picture
yusufchauza memberi reputasi
1 0
1
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
24-02-2019 16:46

Part 19

Aku ke rumah riana tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Sampai sana, dinda yang membukakanku pintu. Dia sempat kaget dan sekaligus girang pertama melihatku.

Quote:"Kak Bima....!" teriaknya.

"Din, apa kabar?" jawabku.

"Baik. Ih, lama banget nggak main. Bentar ta panggilin Kak Ana".

Dinda ke dalam lagi untuk memanggil riana. Tak lama kemudian, dia muncul.

"Kenapa nggak bilang dulu kalo km di sini?" ucapnya dengan nada datar.

Sebelum menjawab aku mendekat dan mencoba untuk meraihnya, namun tanganku ke buru ia tangkis.

"Ri, aku jelasin".

"Duduk dulu".

"Hm".


Aku kembali duduk dan mengambil napas sejenak untuk mulai menjelaskan.

Quote:"Ri, soal lulu. Dia itu temennya temenku. Q dikenalin karna dia ada kerjaan buatku. Setelah balik ke rumah, aku ga ada temen harus bangun semua dari awal lagi. Makanya pas ditawari gw langsung terima".

"Kenapa kamu jadi berubah?".

"Berubah apa?".

"Kamu ngrasa ga kalo km banyak berubah?".

"Maksudnya?", aku masih belum mengerti maksud kata2 riana.

"Contoh kecilnya, mau foto dipost juga".

"Ouh, kamu marah?".

"Nggak. Tapi pernah ga kita? Nggak kan? Bahkan km sempat nglarang".


Aku kembali mengingat2 seperti apa dulu aku, dan kenapa perkataan seperti itu sampai terucap oleh mukutku dulu.
Suasana kembali hening.


Quote:"Pas awal semester memang aku berpikir pacaran tidak harus diumbar. Biar kita menjalani. Karna q liat banyak yg kelewat alay gaya pacaran seperti itu".

"Sekarang?".

"Lambat laun, pikiran keg gitu dah berubah. Mungkin pasangan ingin juga menunjukan dan itu bentuk sayang".

"Jadi?".

Riana membuatku bingung dengan jawaban yang pendek2 namun mempunyai makna lebih.

"Ya gapapa".

"Maksudmu km sama lulu merupakan bentuk kalian saling sayang?".

Mataku melotot mendengar penjelasan riana. Sepertinya banyak sekali yg tidak nyambung obrolan dari tadi.

"Bukan.aku sdh tidak terlalu menggubris ttg foto di fb".

Riana keluar ruangan. Aku pun kebingungan harus menjelaskan seperti apa lagi. Dia dalam kondisi marah, apapun yg q ucapkan pasti terdengar kurang pas.

Tak lama kemudian dia balik membawa minum. Suasana kembali kaku.

"Bim".

"Hm?".

"Aku juga mau minta maaf. Sepenuhnya bukan salah km, tapi aku ikut andil".

Kali ini aku yg bingung maksud perkataan riana.

"Aku beberapa kali jalan dengan erik. Tapi dia sekedar mengantarkanku. Km mungkin sudah tau dari iwan. Aku minta maaf".

"Jalan yg km maksud?".

"Kami keluar bareng biasanya karna awal kami penelitian bareng".

"Km suka?".

"Nggak. Aku ga tau apa yg ada dipikiranmu tapi kami hanya berteman".

Aku senyum setelah tau dari riana langsung. Kemudian aku mengambil HP dan mencari kontak ayah.
Tidak perlu waktu lama, panggilanku diangkat.

"Yah".

"Da apa Bim? Ayah lagi sibuk".

"Bentar. Yah, aku boleh menikah muda?".

"Hah? Ulangi?".

"Aku mau melamar riana, yah. Boleh?".

"Kamu sudah siap ambil resiko dan tanggung jawab?".

"Siap".

Dari awal percakapanku dengan ayah. Riana mendengarkanku berbicara dan dia juga shock.

"alasan km mendadak gini apa,Bim? Ayah tau anak ayah sudah besar sekarang."

"Riana banyak yg deketin, yah. Aku ga mau dia sama orang lain".

"Hahaha, Bima... Bima. Kamu nikahi dia secepatnya, secara agama dulu. Ayah restui, nanti ibu biar jadi urusan ayah. Yang penting kamu berani".

"Nikah?".

"Berani ga jagoan?".

"Berani, yah. Terima kasih."

"Iya, nak. Semoga lancar. Resepsinya nanti gampang kami bicarakan. Nanti ayah bantu dari sini".

"Siap, yah".

Telepon ku tutup dan aku langsung melihat riana dengan wajah sumringah.

"Riana, ayah kamu mana?".

"Lagi pergi, nanti pulang".

"Ok. Aku tunggu".

Riana melirik dan aku kembali bingung.

"Napa, ri?".

"Kamu mau nglamar ayah apa aku?".

"Kamu lah".

"Kenapa km ga tanya langsung? Km yakin sekali kalo km langsung aku terima".

"Hmm? Kamu ga seneng? ".

"Tanya dulu kek. Ga ada manis2nya", ucap riana datar.


Walaupun diulang sepertinya suasananya sudah tidak mendukung. Aku menunggu ayahnya riana sampai pulang.


profile-picture
yusufchauza memberi reputasi
2 0
2
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
27-02-2019 08:56
tenggelem tenggelem ini thread lo bim lama ga upemoticon-Wakaka

Cendol meluncur bimmm up lagiemoticon-Toast
0 0
0
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
05-03-2019 06:16

Part 19

Semakin larut dan membuatku tambah ragu untuk menunggu ayah riana pulang. Sampai pukul 22.00 beliau belum juga pulang. Beberapa mulut tidak bisa ku tahan untuk menguap. Riana sempat menawarkanku tiduran sebentar tapi ku pikir ayahnya akan segera pulang. Sampai akhirnya aku terlelap sendiri saat menonton tv bersama riana dan dinda.

Quote:"Bim,...".

Mataku masih belum sepenuhnya terbuka saat seseorang membangunkanku.

"mmmm...apa?".

Gw mulai duduk dan mengumpulkan kesadaran selepas tidur.

"Napa, ri?".

"Ayah malam ini ga pulang".

Gw masih diem dan mencerna perkataan riana.

"ga pulang?".

"Huum".

"Yaudah, aku balik dulu ri".

"Yakin?".

Gw senyum dan mengangguk. Riana mengantarku sampai depan rumah.

"Sorry ya, Bim. Hati-hati".

"Heem, ri. Tidur ya".


Gw balik dan di perjalanan terlintas pikiran tentang tindakanku melamar riana apakah sudah tepat atau belum. Apakah nantinya kami bisa survive dengan keterbatasaku yg masih baru akan bekerja? Apakah riana akan menerima keterbatasanku yg lainnya? Semua ketakutan demi ketakutan muncul satu per satu.


Sampai kos iwan, gw liat iwan senyum penuh arti yang mengandung banyak muslihat jahat di belakang maknanya.

Quote:"Bim...bim..."

"Jijik gw lu gitu. Apaan? ".

"Temenin ke klub".

"Kau masih sering ke sana?", tanyaku heran.

"Ada yang pengen ketemu lu, Bim".

"Siapa?".

"Nanti saja, dia udah nunggu".


###

Kami sampai dan langsung masuk. Suaranya bising sekali di telinga, aku kira sepulang tadi yg ingin ku lakukan hanyalah tidur.

Quote:"Bim, bengong mulu", seru iwan.

"Siapa yg bakal kita temui? Jangan2 lu nyuruh gw jual diri".

"Wkwkwk, badan lo ga masuk hitungan".

"Keren2 gini".

"Narsis aja lu trs2an".

"Haha. Siapa yg bakal kita temui?".

"Bentar lagi ke sini".



Iwan terus saja menggerakkan badannya seiring dengan musik yg berdentum. Aku hanya melihat sekitar dan membaca beberapa notif, satu dua kali beberapa kupu2 malam mendekat dan menawarkan diri. Iwan sesekali meladeninya dengan gaya tengilnya. Sampai akhirnya seseorang datang dengan ekspresinya yg khas.

Quote:"Bima.... Iwan....". Sapa seorang wanita yang tak asing bagiku beberapa tahun lalu.

"Bon". Aku sedikit gugup melihat kehadiran lagi. Jantungku berdebar saat ia tersenyum dan mulai mendekat.

"Bim, km ga kangen ma aq?", katanya dengan penuh ceria. Auranya memang mrmbuat orang lain untuk tidak tersenyum.

Aku bingung akan menjawab apa. Rasanya agak segan mengomentari di saat kita sedang gugup. Tapi semua terpaksa ku tutupi dengan candaan yg ternyata membuatku pada situasi terjebak.

"Kangen, Bon. Sampai ingin memyimpanmu buatku sendiri ".

Bona langsung menyambar pipiku untuk cipika cipiki. Dan berbisik, "Aku juga kangen banget, Bim".

Iwa sepertinya mendapatkan mangsa baru. Ia bangkit dari tempat duduk dan mulai mendekatinya. Sekarang sia aku dan Bona.

Quote:"Lu tau kalo gw di sini, Bon?".

"Hm, gw liat pas lu boncengan ma iwan tadinya gw ragu tapi setelah chat iwan ternyata bener".

"Napa lu ga chat gw sendiri".

"emmmm, entah tp perasaanku mengatakan kalo lu ga bakal bales".


Aku tidak bisa minum alkohol namun bingung juga ketika yg ada di depanku hanya itu. Sedikit demi sedikit minuman itu masuk dan mempengaruhiku. Aku terus mengobrol dengan Bona sampai di titik sudah tidak sadarkan diri.


###

Bima dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah. Entah berapa kali aku berganti pasangan, yang ada dipikiranku hanya Bima. Kurang beruntuntung karena dia telah bersama riana, dan mereka sangat awet. Huh, setiap aku menyadari kenyataan itu rasanya berat sekali di dada.

Awal kita ngobrol masih nyambung, namun lama kelamaan Bima sudah mulai nglantur omongannya. Sepertinya dia sudah mabuk. Aku tidak menyangka jika Bima tidak kuat dengan alkohol. Di saat aku menelpon, tiba-tiba Bima merampas HPku dan memandangku lekat2 kemudian dia berkata, "Jangan membuatku cemburu". Setelahnya, dia menciumku. Aku terdiam sejenak, namun setelahnya aku pun meladeninya. Dia melumat dengan lihai. Dia diam dan...

Quote:"Hoeeek emoticon-Shutup".


Bima muntah dan mengenai dirinya sendiri aku. Ku lihat si iwan di sekeliling agar dia segera membawa pulang Bima, tetapi tidak ada. Akhirnya aku memapahnya untuk ke rumah.

Sesampainya, aku segera melepas baju yg dipakai Bima untuk ku bersihkan. Mukanya tidak membosankan untuk selalu ku pandang. Terlebih saat ia menggeliat. Terlihat sangat polos. Kurapikan rambutnya yg berantakan dengan jemariku, rasanya aku ingin untuk dia setiap hari di sampiku.


profile-picture
yusufchauza memberi reputasi
1 0
1
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
05-03-2019 06:18
Quote:Original Posted By v1masku
tenggelem tenggelem ini thread lo bim lama ga upemoticon-Wakaka

Cendol meluncur bimmm up lagiemoticon-Toast


Sorry pemirsa, emoticon-Big Grin lagi sibuk banget RLnya

Thanks bray

1 0
1
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
06-03-2019 05:49

Part 20

Sosok laki-laki yang tepat berada disampingku adalah seseorang yang sangat aku inginkan untuk pertama kalinya. Dave memang lebih tampan dan lebih kaya daripada Bima, tapi berada di sampingnya itu membuatku nyaman dan tidak pernah ada bosannya.

Dia berusaha membantuku balik dengan Dave tapi aku berharap kita bisa sama2 menjadi seseorang yang saling membutuhkan sama lain. Ternyata fakta berkata lain, Bima selalu kembali ke Riana apapun masalah yg mereka hadapi. Aku merasa iri.

Sempat ada niatan untuk memisahkan mereka, namun berulang kali aku urungkan. Kami berdua memang sempat berbuat kurang baik di belakang pasangan kami berdua. Namun, Bima benar-benar kukuh untuk kembali ke Riana. Wanita itu sungguh beruntung.

Di masa-masa Bima telah lulus dan kembali, aku berulang kali ingin menghubunginya, tapi ku urungkan. Riana dan aku sempat berbicara 4 mata. Ia ingin agar aku menjauh dari kehidupan Bima.

Yang tau benar perasaanku adalah Iwan. Walaupun anaknya tengil tapi dia bisa diajak untuk ngobrol serius pada waktunya. Aku sempat melihat Riana dengan laki-laki lain, dan saat aku bertemu Iwan kuceritakan dan dia juga pernah memergokinya. Aku tidak tahu kondisi hubungan mereka setelah Bima wisuda dan kembali ke rumah.

Beberapa bulan lalu aku juga melihat Bima bersama wanita dan bukan Riana. Aku kembali menyesal karena tidak berada di sampingnya dan yg ada wanita lain yg baru ku lihat.

Ku pandang lagi wajahnya, dan ku kecup bibirnya. Mungkin ketika nanti kami berdua bangun, aku sudah tidak bisa lagi memandang sedekat ini.

###


Aku bangun dan anehnya tanganku seperti menindih sesuatu hingga aku sulit mengangkatnya. Ku buka pelan2 kedua mata, dan rasanya aku merasa sedikit aneh karena melihat samar-samar wanita di sampingku.
"Bona", lirihku.

Ku coba mengingat-ingat apa yang terjadi tadi malam hingga kami berdua berada di ranjang yang sama.

Bona mulai bangun dan melihatku. Aku tersenyum walaupun di pikiran banyak sekali pertanyaan yg ingin kutanyakan padanya.

Quote:"Bim, ko lu sini?" ucapnya polos.

"gw juga ingin menanyakan hal yg sama, Bon".

Bona menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya.

"Kemarin lu mabuk berat dan juga muntah. Karena tidak ada iwan akhirnya gw bawa lu ke rumah"
"Terus?".

"Karna bajumu kotor maka ku cuci".

"Selain itu? Apa kita nglakuinnya?".


Bona mendekat dan mengatakan dengan manja, "Kamu masih pengin?".

Bima kaget karna dia telah melakukannya, "Bon, gw dah nglamar riana", ucapnya lemah.

Bona terkejut dan kecewa, hatinya remuk karna dia benar-benar akan kehilangan Bima.

"Kamu bakal ninggalin aku yg udah rusak gini dan bagaimana kalo ada anak kita?".

Bima kaget, ia baru sadar ia telah merusak wanita yg ia anggap adik. Di sisi lain ia juga telah membuat riana kecewa dengan kelakuan bejadnya ini. Harusnya ia tidak melakukannya. Baru tadi malam ia melamar riana, setelahnya ia berbuat hal yg tidak seharusnya. Bima teramat menyesal. Jika ia bisa memutar waktu, pasti ajakan Iwan bakal ia tolak.

Quote:"Bon, gw bingung".

"Bim, buatmu mungkin melakukannya tidak ada pengaruh tapi buat seorang cewek kevirginan adalah hal yg paling penting. Kamu punya adik cewek, harusnya lo tahu dan bisa ngrasain betapa hancurnya adikmu kalo ada cowok yg nglakuin ini dan tidak tanggung jawab. Dan bagaimana rasanya km jadi kakaknya?".


Pernyataan Bona semakin menamparku. Aku tidak tahu bagaimana memberitahukan riana.

Obrolan kami berdua berakhir tanpa penyelesaian. Aku tentu tidak akan membiarkan Bona menanggung beban itu sendiri.
profile-picture
profile-picture
tariganna dan yusufchauza memberi reputasi
3 0
3
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
07-03-2019 07:30

Part 21

Terima kasih cendol2nya, gan. Gw kasih update lagi. emoticon-excited

--------------------------------------------*-----------------------------------------------------

Sedari pagi gw terus berpikir tentang nasib gw, Riana dan Bona. Kebodohan gw yang bakal jadi penyesalan seumur hidupku. Tidak mungkin gw melanjutkan lamaranku ke orang tua riana jika keadaannya jadi berbalik seperti ini.

Sampil menunggu antrean pengambilan ijazah gw mengetik beberapa pesan ke ibu soal ke pulangnya yg diundur. Meninggalkan semua tanpa menyelesaikan adalah sebuah pelarian. Gw ga mau seperti itu.

Quote:"Bim, dah selesai?", sapa Riana.

"Belom, bentar lagi".

"udah".

Riana diam sejenak dan menghela napas terlebih dahulu, "Hahh, Bim. Sorry, sepertinya perkataan kamu tadi malam jangan dulu disampaikan ke ayah. Setelah ku pikir-pikir, ada hal yg ingin ku capai dulu sebelum menikah".



Mendengar perkataan Riana, bima sedih dan juga ada sedikit perasaan lega. Bima ingin sekali menceritakan kejadian yg menimpanya, tapi rasanya seperti memikul batu diatas pundak.

"Bima", panggil petugas administrasi yg mengurus ijazah.

Bima masuk dan segera menyelesaikan semuanya. Dia keluar dan sudah melihat lagi riana dengan senyum yg manis.

"Apa iya gw harus kehilangan wanita cantik yg ada di depanku ini?", katanya dalam hati.

Quote:"Bim...!", teriak riana membuyarkan lamunanku.

"Ayo makan", ajak Bima.


Di saat makan cukup sering Bima menguap. Riana hanya memperhatikan, sendok garpunya ia taruh dan kedua tangannya memegang wajah Bima yg ada di depannya.

Quote:"Kamu kurang tidur gara2 tadi malem?".

Bima sedikit telat mencerna perkataan riana. Ia benar-benar kurang tidur dan terlebih tadi juga menunggu lama.

"Agak ngantuk".

"Dah jelas2 ngantuk berat gitu. Nanti ke rumah dan tidur bentar di kamar ya. Jangan nolak! ".


Bima tidak bisa apa-apa jika riana sudah dalam mode memaksa.


###


Bona sekarang bingung harus menjelaskan kejadian sebenarnya atau tetap menutup mulut. Betapa marahnya Bima jika tahu kalo ia berbohong, dan mungkin mereka tidak akan berteman lagi. Ketika ia diam saja, maka masa depan Bima dan riana akan hancur. Akan banyak masalah baru yg akan muncul.

Berawal dari kecemburuannya mendengar bahwa Bima sudah melamar riana, membuatnya gelap mata. Ia pikir kesempatan itu pas ia gunakan untuk mengikat Bima, dan memastikannya akan bersama dengan Bima. Namun, bagaimana masa depan keduanya nanti ketika awalannya saja sudah ia mulai dengan kebohongan.

Bona aslinya bukan orang yg suka menghancurkan hidup orang lain, tapi ketika ia sudah sangat sayang kepada satu orang hal itu akan berlangsung lama dan muncul keegoisannya untuk memiliki. Sedangkan dengan Bima, dari awal kenal ia sudah tau bahwa Bima sudah ada riana.

Ia mengetik nama Bima di kontaknya, lalu menelponnya. Keputusannya adalah memberitahukannya kepada Bima hal yang sebenarnya.

Quote:"Tuuuuttttt".

"Hallo".

Bona mengernyitkan dahinya berpikir karna yang menganggkat teleponnya Bima seorang wanita.

"Eh, ini nomornya Bima?".

"Iya, Bon. Gw riana".

"Sorry, ri". Bona tidak enak hati.

"Gapapa. Bima lagi tidur di sampingku, dia keliatan lelah. Ada yg pengen di sampaikan?".



Nada bicara riana sungguh tidak enak. Gw nggak tahu apakah Bima sedang tidur beneran atau tidak. Dan jika benar, kenapa mereka harus satu tempat tidur. Bona kesal sekali.

" Nggak ada. Nanti saja".

"Kamu masih ingatkan, untuk tidak mendekati Bima lagi".

"Ingat. Tapi ketika lu ada main dgn cowok lain gw ga segan buat ngrebut Bima dari sisi lu. Itu aja, terima kasih".

Tanpa menjawab, riana langsung duduk lemah dan tangannya masih memegang HP. Ia menoleh ke arah Bima yg sedang tidur pulas. Ia mendekat dan duduk di pinggir tempat tidur.

Jemarinya mengusap rambut Bima yg berantakan karna tidurnya. Dengan pelan ia membangunkannya, "Bim, bangun".

Tidak ada pergerakan sama sekali. Riana lebih mendekat ke wajahnya dan masih membangunkannya dengan suara yg lembut.

Bima yg sebenarnya sudah mendengar, ia menunggu sebetar lagi. Ia terkekeh tidak kuasa menahan tawa, "Sekali-kali bangunin pake ciumanemoticon-Wowcantik ".

Quote:"Jadi udah bangun dr tadi?".

Bima hanya tersenyum, "Tidak ada ciuman bangun nih?".


Riana kalah kalo Bima sudah bersikap manja seperti itu. Akhirnya dia mendekatkan wajahnya ke pipinya. Dengan cepat Bima langsung berganti posisi agar ia mencium bibirnya.

Quote:"Cuup".

"Curang!!!!", teriak riana.

Bima terkekeh melihat ekspresi malu dari riana.

"Nanti gimana kalo ibu tau, dan berpikir macem2emoticon-Embarrassment ".

"Ya kita nik....". Belum sempat Bima mengatakannya, ia kembali teringat dengan tanggung jawannya dengan Bona.

"Kenapa berhenti?".

"Baru inget lamaranku baru ditolak sama cewek depanku".

"Hmmmmm,ayo bangun. Makanannya dah siap, nanti ibu ngira yg nggak2 karna tadi bilangnya bangunin km tapi lama banget".

"Haha, siap ibu negaraemoticon-Big Grin ".


Bimw bangun dan menuju lantai bawah dengan riana. Sampai di tempat makan sudah ada ibu riana yg menyambut kami,si dinda pun sudah ada. Sepertinya ia baru pulang dan langsung menuju dapur, karena masih mengrndong tas sekolahnya.

Quote:"Kak Bima di sini?emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)".

"Iya. Dah pulang?".

"Barusan".

"Emang kakak ga kerja di sini terus?".

Riana sedikit tersedak. Ia memang tidak berani tanya2 tentang itu ke Bima karena dia tahu nyari kerj saja sulit.

"Kerja, jualin barang di toko sama sambil nyari bahan dan pasokan barang yg udqh jadi di sini".

"Kakak sales?", kata dinda polos.

"Ini toko keluarga, karena sudah mulai serius jadi pengen buka produksinya juga".

"Oh", dinda hanya melingkarkan bibirnya.

Ibu yg mendengar obrolan anak2nya ikut bertanya, "Properti Mas Bima?".

"Iya, Bu. Sorry, tante".


Ibu riana hanya tersenyum anggun.

Setelah semuanya selesai, Bima sekalian izin buat balik ke rumah. Ia hanya pamit ke iwan dan Bona lewat pesan. Tadinya ia tidak mau memberikan pesan ke Bona, hanya saja agar dia tahu bahwa dia akan pulang bukan kabur. Dan ia akan tanggung jawab jika terjadi apa2.

profile-picture
yusufchauza memberi reputasi
2 0
2
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
10-03-2019 15:42

Part 21

Quote:BEEP

emoticon-mail "Kita putus".



Aku hanya menengok pesan yg muncul otomatis pada layar hp. Kualihkan pandanganku ke orang yg sedang menjelaskan bagaimana produk properti kami bisa di pasarkan di sana. Tampaknya bisnis yang tadinya aku ogah-ogahan mengurusnya menjadi tantangan baru yg ingin aku majukan.

Pertemuan kali ini hanya sampai pengenalan selanjutnya akan dipelajari untuk hasilnya. Tidak terasa waktu 3jam berlalu begitu cepat berlalu. Lega ini sudah terlampaui.

BEEP

emoticon-mail "Kak, nanti pulangnya beliin es duren ga pake lupa!".

Aku hanya tersenyum membaca pesannya. Omongannya adalah titah yg harus dipenuhi, manjanya tidak ketulungan padahal ibu termasuk orang yg anggun dan tidak terlalu banyak ngomong. Entah daripada sifat kinan yg menjengkelkannya itu.

Aku baru ingat riana mengirimkan pesan yg cukup membuatku menarik nafas panjang. Aku sudah tidak tahu arah hubungan kami yg semakin lama semakin tidak karuan. Waktu bertengkar kami akhir2 ini semakin intens. Entah riana sedang butuh waktu untuk berpikir jernih atau itu memang keputusan murninya mengakhiri hubungan kami. Ku putuskan untuk mendiamkan sampai pikirannya kembali jernih.

Saat sedang menunggu es durennya, aku bermain game sebentar untuk mengurangi kebosanan mengantre. Kalo dilihat outletnya sederhana tapi banyak yg beli di sini, katanya mantap. Karena aku bukan pecinta duren, jadi menurutku tidak ada bedanya, toh namanya duren ya sama saja. Lagian kinan seneng banget buat kakaknya repot.

"Mas, ini sudah jadi", kata penjualnya.

Aku mempause permainanku dan mengambil pesananku.



Sampai rumah aku menaruh es duren di meja makan, sengaja tidak ku taruh lemari es agar kinan langsung tau. Masalah meleleh atau nggak dingin biar jadi urusannya. Sampai kamr aku beres2 lalu mandi dan langsung ketiduran.

TOK.... TOK.... TOK....

"Putra.....put.....".

Baru terlelap sudah ada yg membuatku harus bangun.


Suara ayah mengetok-ketokpintu dan memanggilku. Aku bangun dan membukakan pintu kamar, "Ada apa yah?". Tubuhku masih butuh mengeliat dan menguap.

"Ayah boleh masuk?", izin ayah.

"Masuk aja, yah".


Beliau duduk dan menepukkan sesekali tangannya ke pahanya. Sepertinya beliau sedang menyusun kata2nya.

"Jadi, bagaiman put atau kapan?".

Aku mengaruk-garuk kepala yang tidak gatal, hanya kebingungan menerjemahkan maksud ayah. Jadi apanya dan kapan apanya.

Ayah menghela napas dan tahu kalo aku tidak tahu maksudnya. "Itu, loh. Kemarin kamu kan minta izin nglamar anak orang, gimana hasilnya?".

Aku baru inget akan hal itu. Sebelum menjelaskan ku tarik napas dalam2 dan ku keluarkan lewat mulut.

"Berat banget mau ngomongnya, Put?".

"Lamaran ku batalin, Yah. Karena ketololanku dan keteledoranku".

"Bagaimana bisa?".

"Aku memang sempat menyampaikannya ke riana dan diterima. Aku nunggu ayah riana untuk menyampaikan langsung tapi beliau ga pulang2. Akhirnya aku pulang, tapi iwan ngajak aku keluar".

"Terus?".

"Aku nglakuin hal yg ga seharusnya aku lakuin sama Bona, adik kelasku dulu".


Dahi ayah membentuk kerutan dan sekali lagi tangannya ia alihkan ke bahuku. Tanpa kujelaskan, ayah sudah tau apa yg ku maksud.

"Kamu sadar nglakuinnya?".

"Aku mabuk dan tidak tahu apa2".


Kepala ayah menunduk sambil berpikir apa yg akan beliau katakan selanjutnya. Kuakui, perbuatanku keterlaluan dan buat orang tua kecewa.

Quote:"Wanita itu minta bagaimana ke km?".

"Dia minta tanggung jawab".

"Terus, km iyakan?".

"Huum".

"Kamu sudah besar, ayah yakin km tau mana yg baik. Apapun keputusanmu, ayah dukung tapi jangan sampai km nyakitin wanita itu apalagi jika ada calon anakmu."


Gantian aku menunduk. Kepalaku tak bisa kuangkat tegak karena aku terlalu mengecewakan bahkan untuk diriku sendiri.








------------***--------------
profile-picture
yusufchauza memberi reputasi
2 0
2
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
10-03-2019 22:00

Part 22

Ku telefon beberapa kali ke nomor riana tapi tidak diangkat. Sepertinya bukan tipe riana jam segini dah tidur, dia memang tidak mau mengangkat telefon dariku. Tidak ada cara lain kecuali menghubungi dinda, adik riana.

Kriiiinggggg

"Halo, Kak Bima".

"Halo, Din. Kakak kamu lagi apa?".

"Emmm, kayaknya di kamar Ada apa?".

"Kakak telefon tapi ga pernah diangkat".

"Berantem lagi?emoticon-Confused ".

"Heem. Bisa kasih telefonnya sama kak riana?".

"Ya, aku coba ya, Kak."

"Thanks, Din"emoticon-Smilie .


Dari Dinda berjalan ke kamar riana sampai ia mengetuk kamar riana samar2 aku masih bisa mendengarnya. Ia juga sempat menolaknya, tapi dengan rengekannya dinda akhirnya ia mau menerima teleponku.

Quote:"Halo, Bim".

"Ri, kenapa kamu minta putus?".

"Aku capek, Bim. Capek dengan hubungan kita yg menguras tenaga, capek sama keadaan kita dan terlebih capek dengan kelakuan kamu".

"Ok, aku minta maaf ri LDR memang buat komunikasi kita renggang. Aku akan nyoba memperbaikinya lagi".

Riana diam sejenak, dan keadaan menjadi hening.

"Ri, km masih di sana?".

"Ya, Bim. Ada yg mau aku tanyakan, kamu jawab jujur".

"Iya". Jantungku berdetak lebih kencang. Perkataannya terdengar serius dan hati2.

"Kamu pernah tidur dengan Bona?".

Ku hela napas panjang, mungkin riana sampai mendengarnya. Ku telan salivaku sebelum menjelaskannya.

"Iya, Ri. Itu kebodohanku".

"Kapan?".

"Setelah pulang dari rumahmu malam itu".


Riana terdengar sangat terkejut, semua kuceritakan dari awal sampai akhir. Dan pada akhirnya tidak ada yg berubah, keputusan riana tetap sama. Ia minta putus dan berharap itu keputusan bersama sehingga jika dilain waktu kami bertemu semuanya tidak akan merasa sungkan atau bersalah. Aku pun akhirnya mengabulkan permintaannya. Dan saat itu hubungan kami bener2 berakhir. Ku tutup teleponnya dengan ucapan, selamat tidur.

Aku mengambil kunci mobil dan keluar mencari udara segar. Malam itu pikiranku kalut, butuh ketenangan dan suasana lain.

Jalan di Ibu kota sungguh tidak pernah mati. Walaupun sudah tengah malam, tetap saja ada saja anak2 remaja, penjaja kaki lima atau bahkan polisi yang berlalu lalang di sepanjang jalan.

Mobil ku inggirkan pada warung kopi 24jam di Kemang. Setelah memarkirkan, aku keluar dan segera memesan double expresso. Sekitar, ku lihat hanya aku yg duduk sendirian. Eh tidak, ada beberapa yg sendiri tapi mereka sambil mengerjakan sesuatu pada laptop mereka.

Ku sesap kopi yg sudah terhidang di meja sambil menikmati lagu yg diputar.

Apa yang salah dengan lagu ini
Kenapa kembali ku mengingatmu
Seperti aku bisa merasakan
Getaran jantung dan langkah kakimu
Kemana ini akan membawaku
Kau harus bisa bisa berlapang dada
Kau harus bisa bisa ambil hikmahnya


"Sial", aku merasakan lagi kejadian beberapa jam yang lalu. Semua cerita kami sudah menjadi nostalgia. Mungkin jika aku dan riana masih di satu tempat, aku akan melakukan hal2 gila. Semua yg Tuhan berikan kepada kita sudah sesuai takarannya. Aku sekarang di sini karena aku memang harus di sini untuk instropeksi dan menenangkan pikiran.

Aku pulang setelah kopiku habis. Tidak ada kejadian tentang tidak sengaja berkenalan dengan wanita yg sedang sendiri ataupun wanita yg sengaja aku tabrak lalu aku bertengkar dengannya tapi kemudian kami dekat. Mungkin jika seperti itu akan terdengar manis tapi kembali ke kenyataan. Ini bukan novel cerita romantis film romantis atau bahkan drama romantis yg seperti opa2 korea yg sering ditonton para wanita.

-----------***-------------

Paginya aku mengantarkan sekolah kania sekolah. Kalo dilihat2 aku sepertinya ayahnya bukan kakaknya. Hampi mirip2 papih2 muda.

"Dek, kalo ada guru km yg cantik dan masih single kenalin kakak ke dia yaemoticon-Genit ", pesanku sebelum kania keluar dr mobil.

"Nggak, kakak genitemoticon-Busa ".

"Ealah bocilemoticon-Hammer !".


Kania keluar sambil memang muka juteknya. Aku hanya terkekeh dengan sikapnya yg sok2an nilai kakaknya itu.

Setelah keluar dari kompleks sekolah, aku menuju ke toko. Ada beberapa model yg menginspirasiku saat di Jogja. Aku ingin segera membuatnya dan memasarkannya. Sementara pemasaran kali ini lebih aku kuatkan di online. Banyak juga pernak pernik rumah tangga untuk para pasangan muda yg baru mempunyai rumah.

Para pegawai sungguh sangat menyenangkan dan baik, aku krasan bekerja di sini untuk menggantikan ayah. Kedepannya aku ingin membuat kantor design interior, walaupun ini bukan jurusanku tetapi aku sangat senang di bidang ini sekarang.


Saat ada barang yg datang aku selalu mengecek sendiri. Untuk saat ini kualitas bagiku pertama.

Quote:"Bima...", panggil seorang wanita.

Aku berbalik dan berusaha mengingat orang tersebut.

"Lulu, apa kabar?".

"Baik".

Salah satu pegawaiku izin kembali saat aku mulai berbincang dengan lulu.

"Oh ini punya lu?"

"Bokap. Lu lagi milih apaan?".

"Tetep aja sama orang tua ma anak".

"Haha".

"Lu punya bisnis kenapa dulu minta kerjaan?".

"Pengin cari pengalaman lu".

"Dasar pembohongan publik hha".

"Oh ia, lu nyari apa lu?"

"Sofa".

"Rumah ato apartments?".

"Apartments".

"Hmmm".


Aku mencari tahu motif yg ia sukai yg senada dengan apartemennya, sayangnya dia nggak punya fotonya. Tadinya ia di rumah tapi setelah punya uang sendiri, lulu memilih membeli apartment karena dekat dengan tempat kerjnya.

"Gimana kalo lu main ke apartment gw, Bim. Biar tau baiknya gw beli yg mana".

Sambil berpikir, akhirnya ku anggukan kepala.
profile-picture
yusufchauza memberi reputasi
3 0
3
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
12-03-2019 03:07
semangat terus update bim, walau sepi yang penting updateemoticon-Toast
0 0
0
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
12-03-2019 21:00

Part 23

Tangannya melingkar sempurna di perut. Beberapa kali ia mengecup puncak kepala wanita yang berada di pangkuannya. Sesaat tangannya pun berpindah tempat menekan tut keyboard laptopnya.

"Sayang, kapan kamu selesai kerjaan ya?", rengek wanita itu dengan manja.

"Bentar ya....", jawabnya.

"Tidak bisakah dilanjut besok? Sekarang fokus ke aku", keluhnya lagi.



Laki2 itu mendesah panjang karena wanitanya sudah benar-benar tidak mau diduakan oleh pekerjaanya. Ia pun menekan tombol control s secara bersamaan dan selanjutnya mematikannya dan menutupnya.


Wanita itu tersenyum penuh kemenangan. Ia berbalik badan an mengecup ranum bibir prianya dengan lembut.

"Jangan menggodaku?",ucap pria itu dengan muka yg sudah kelelahan namun tetap ada guratan senyum yang ia tanggalkan di sana.
profile-picture
yusufchauza memberi reputasi
2 0
2
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
12-03-2019 21:01
Quote:Original Posted By v1masku
semangat terus update bim, walau sepi yang penting updateemoticon-Toast


Gw kasih update terpendek gan emoticon-Cendol Gan
1 0
1
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
13-03-2019 03:33
Quote:Original Posted By bonesky


Gw kasih update terpendek gan emoticon-Cendol Gan


aihhh kentang bimmm emoticon-Turut Berduka

hmmm siapa itu cewe ya riana apa bona emoticon-Angel
0 0
0
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
17-03-2019 05:36
belum update lagi gan
0 0
0
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
17-03-2019 09:35

Part 23 tambahan

Wanita itu masih saja mengalungkan tangannya pada leher Bima. Ia kembali melontarkan kata-kata yang membuat mood bima berubah seketika.

Quote:"Sampai kapan kita stuck di hubungan ini saja, kapan hubungan kita maju? ".

Raut muka Bima berubah. Ia tidak marah, hanya bingung menjawabnya.

"Lu, kita ini teman yang sama2 membutuhkan. Di awal kita sudah sepakat untuk tidak berharap lebih pada hubungan ini", ucap Bima tegas.


Lulu yang mendengarnya begitu sakit dan tersayat-sayat hatinya walaupun semua yg dikatakan Bima adalah benar. Ia masih menahannya dengan senyuman.

Bima masih ingat betapa sakitnya saat ia diputuskan oleh riana, wanita yg amat ia cintai dan dalam waktu bersamaan juga dikhianati Bona, teman dekat yg ia sangat percaya, telah berbohong padanya kalo ia telah menidurinya dan Bima diminta pertanggungjawabannya. Ia tahu semuanya setelah beberapa hari diputuskan oleh riana, dan Bona dengan polosnya mengakui semuanya. Hati Bima hancur sehancur2nya, hal itu yang membuatnya kecewa.

Pada perjalanan hidupnya, Lulu berhasil datang. Semenjak ia datang ke toko milik Bima. Dari mulai pembeli dan penjual, sampai mereka menjadi lebih dekat. Namun, karena sakitnya masih saja membekas pada diri Bima, ia tidak akan terlalu berhubungan serius dengan wanita, dan ia menyampaikannya pada Lulu. Dan Lulu menerimanya waktu itu.


Bima mulai mencium kening, mata, hidung dan ia berhenti sejenak tatkala Lulu memilih untuk melepaskan tangannya dan beranjak bangun dari pangkuan Bima. Bola mata Bima mengikuti arah pergerakan wanitanya dan ia mendengus pasrah ketika mengerti bahwa Lulu tengah merajuk karena topik pembicaraannya barusan.

Quote:"Aku mau siap2 kerja dulu, Bim."

"Mau aku antar?".

"Nggak usah, kamu harus segera siap2 juga kan? Ibumu sudah mengingatkanmu untuk menemaninya pergi".


Bima menarik napas panjang dan bersiap-siap juga untuk keluar dari apartment Lulu. Ia pamit dan meninggalkan Lulu yang memilih untuk berangkat sendiri.

Berawal dari ketertarikan untuk bisa menaklukkan hati Bima, sekarang Lulu sendiri yang terjebak dalam permainannya. Ia enggan menjalani hubungan yang semakin lama membuatnya jatuh hati, namun Lulu juga belum siap melihat Bima dengan orang lain.
profile-picture
yusufchauza memberi reputasi
2 0
2
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
17-03-2019 09:37
Quote:Original Posted By v1masku


aihhh kentang bimmm emoticon-Turut Berduka

hmmm siapa itu cewe ya riana apa bona emoticon-Angel



emoticon-Big Grin bukan keduanya gan



Quote:Original Posted By ora.mangan
belum update lagi gan


Sorry agak lama ganemoticon-Cendol Gan
0 0
0
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
17-03-2019 22:14
Quote:Original Posted By bonesky



emoticon-Big Grin bukan keduanya gan





Sorry agak lama ganemoticon-Cendol Gan


oke gan ditunggu lagi update nya
1 0
1
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
18-03-2019 03:59
ashiyappp ciwik baru lagi emoticon-Angel emoticon-Selamat


wahh bim kalo bisa ceritanya jangan lompat" ceritain juga gmna bona ngakunya jadi biar ga ambigu gituemoticon-Toast
0 0
0
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
18-03-2019 08:31
Quote:Original Posted By v1masku
ashiyappp ciwik baru lagi emoticon-Angel emoticon-Selamat


wahh bim kalo bisa ceritanya jangan lompat" ceritain juga gmna bona ngakunya jadi biar ga ambigu gituemoticon-Toast


iye bener gan,biar ga terkesan kejar tayang gkgkgk..
1 0
1
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
01-04-2019 07:47
walahh..belum apdate juga
0 0
0
Halaman 3 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
a-road-to-be-me
Stories from the Heart
diary-wanita-lajang-perkotaan
Stories from the Heart
you-stole-my-heart-true-story
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
cara-sederhana-untuk-bahagia
Stories from the Heart
cerita-horor---penunggu-kampus
B-Log Collections
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia