News
Batal
KATEGORI
link has been copied
16
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c93d2c28012ae59fa5e6490/tak-ada-hujan-angin-mendadak-ada-tagihan-rp-138-juta-dari-bank
Tak Ada Hujan Angin, Mendadak Ada Tagihan Rp 138 Juta dari Bank   jpnn.com, JAKARTA - Endri Junaidi terkejut saat ditagih Rp 138 juta oleh Bank Kesejahteraan Ekonomi (BKE).  Padahal, dia selama ini tidak pernah merasa punya utang sebanyak itu. Menjadi nasabah bank tersebut juga tidak. BACA JUGA : Cairkan Kredit Fiktif, Kepala Cabang Bank Ditangkap    Belakangan dia mengetahui bahwa namanya
Lapor Hansip
22-03-2019 01:06

Tak Ada Hujan Angin, Mendadak Ada Tagihan Rp 138 Juta dari Bank

Tak Ada Hujan Angin, Mendadak Ada Tagihan Rp 138 Juta dari Bank

Tak Ada Hujan Angin, Mendadak Ada Tagihan Rp 138 Juta dari Bank 

jpnn.com, JAKARTA - Endri Junaidi terkejut saat ditagih Rp 138 juta oleh Bank Kesejahteraan Ekonomi (BKE). 

Padahal, dia selama ini tidak pernah merasa punya utang sebanyak itu. Menjadi nasabah bank tersebut juga tidak.


BACA JUGA : Cairkan Kredit Fiktif, Kepala Cabang Bank Ditangkap
  
Belakangan dia mengetahui bahwa namanya dicatut mitra kerjanya, Lukito Saksono, untuk mengajukan kredit di bank itu. 

"Tiba-tiba ada tagihan sebanyak itu. Ternyata, di aplikasi pengajuan kredit ada nama saya. Tapi, nama ibu kandung sampai tanggal lahir salah semua," ujarnya saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya.

Lukito merupakan mantan pegawai bagian HRD di PT So Good Food (SGF). Dia bersama terdakwa Kriyo Suryadi dan Juniati mengajukan kredit fiktif khusus karyawan di bank tersebut hingga Rp 2,4 miliar. 

Modusnya, memanipulasi nama karyawan yang mengajukan kredit di bank. Nama orang lain yang bukan karyawan seolah-olah merupakan karyawan perusahaan tersebut sehingga bisa mengajukan kredit.

Endri salah satu korbannya. Namanya dicatut untuk mengajukan kredit sebagai karyawan perusahaan. Setelah cair, uangnya dipakai Lukito tanpa sepengetahuannya.

 

"Lukito itu mitra kerja saya untuk ngurusi sampah. Saya bukan karyawannya. Dia memang pernah pinjam KTP saya. Katanya buat pinjam saja. Ternyata, buat kredit. Salah semua data saya di aplikasi kredit karena dikarang sama dia," tuturnya. 


Lukito mengakui, dirinya memang sengaja memalsukan identitas koleganya tersebut untuk mengajukan kredit di bank. 

Menurut dia, semua identitas dalam aplikasi pengajuan kredit itu dipalsukan. "Endri itu mitra kerja saja. Memang benar saya pernah pinjam KTP-nya untuk pengajuan kredit," katanya.

Kredit karyawan itu diajukan Lukito pada Juni 2016. Pihak bank menyetujui karena karyawan sudah memiliki koperasi. 

Lukito lalu dipercaya sebagai koordinator dalam pengajuan kredit tersebut. Sementara itu, Sutinah dan Kriyo dipercaya Lukito sebagai pengepul. 

Mereka bertugas mengumpulkan uang karyawan yang akan membayar kredit.

Dalam sebulan, mereka bisa mengumpulkan Rp 80 juta dari para karyawan untuk dibayarkan ke bank pemberi kredit.


Saat itu, ada 123 nama karyawan yang mengajukan kredit di bank. Dari jumlah itu, bank mencairkan uang kredit sampai Rp 5 miliar khusus untuk karyawan SGF. 

Namun, dari jumlah tersebut, ternyata ada 41 nama yang bukan karyawan SGF. Pembayaran kredit 41 nama itu akhirnya macet setelah setahun berjalan. 

Bank Sejahtera lalu melaporkan kasus tersebut ke kepolisian karena merugi hingga Rp 2,4 miliar. 

Pembayaran kredit itu awalnya berjalan lancar. Gaji karyawan yang mengambil kredit dipotong setiap bulan untuk melunasinya. 

Namun, pembayaran macet setelah berjalan lebih dari satu tahun. Sebanyak 41 nama yang bukan karyawan SGF tidak lagi membayarnya. (gas/c6/eko/jpnn)
0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Tak Ada Hujan Angin, Mendadak Ada Tagihan Rp 138 Juta dari Bank
22-03-2019 01:10
jagoan kalo buat malsu data
0 0
0
Tak Ada Hujan Angin, Mendadak Ada Tagihan Rp 138 Juta dari Bank
22-03-2019 01:26
akibat data kependudukan yang amburadul
namanya aja ektp ngurus apa2 masih diminta fotocopy, anggaran sekian banyak output nya cem kartu member rental vcd
emoticon-Busa
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Tak Ada Hujan Angin, Mendadak Ada Tagihan Rp 138 Juta dari Bank
22-03-2019 01:44
sesuatu gak bener ini, gak mgkn pihak bank gak ngecek atau verifikasi lgsg ke yg minjem
pasti ada kongkalikong jg ama orang dalem
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Tak Ada Hujan Angin, Mendadak Ada Tagihan Rp 138 Juta dari Bank
22-03-2019 03:27
bank ko setupid gt..
1 0
1
Tak Ada Hujan Angin, Mendadak Ada Tagihan Rp 138 Juta dari Bank
22-03-2019 05:33
Yg beri ide biasanya geng babi
Didukung Ama pribumi dungu , jadi deh
Contoh BLBI , kongkalikong babi n pribumi
2 0
2
Tak Ada Hujan Angin, Mendadak Ada Tagihan Rp 138 Juta dari Bank
22-03-2019 06:46
Quote:Original Posted By vacant.
akibat data kependudukan yang amburadul
namanya aja ektp ngurus apa2 masih diminta fotocopy, anggaran sekian banyak output nya cem kartu member rental vcd
emoticon-Busa


prestasi mukidi tuh
gak sigap beresin masalah ektp
dan masih ada aja yg ngotot mau jadikan 2 periode pulak
Diubah oleh prabowosandii
0 0
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Tak Ada Hujan Angin, Mendadak Ada Tagihan Rp 138 Juta dari Bank
22-03-2019 06:50
Itu bagian kredit analystnya juga perlu diperiksa, orang yang ajukan wajahnya beda dengan ktp kok bisa diloloskan dalam jumlah besar pula
0 0
0
Tak Ada Hujan Angin, Mendadak Ada Tagihan Rp 138 Juta dari Bank
22-03-2019 06:58
jangan pernah izinkan orang lain foto KTP kita. kalau terpaksa, hanya berikan fotokopi KTP (grayscale/BW), jangan pernah beri scan KTP berwarna. masuk gedung/perumahan yang harus titip identitas jangan pernah beri KTP, beri SIM saja. ini untuk mencegah identitas kita dipakai untuk pinjam duit/penipuan.
2 0
2
Tak Ada Hujan Angin, Mendadak Ada Tagihan Rp 138 Juta dari Bank
22-03-2019 07:12
kualitas ktp kalah jauh sm kartu member kenthu ku. koplak.....
0 0
0
Tak Ada Hujan Angin, Mendadak Ada Tagihan Rp 138 Juta dari Bank
22-03-2019 09:15
kartu keluarga juga jangan sembarang kasih lihat
di situ juga ada nama ortu kandung kumplit tempat/tgl lahir nya
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia