alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c6deaa88d94d03acf624cd2/6-warga-terima-ktp-pertama-dengan-kolom-penghayat-kepercayaan-di-kota-bandung
Lapor Hansip
21-02-2019 07:02
6 Warga Terima KTP Pertama dengan Kolom Penghayat Kepercayaan di Kota Bandung
6 Warga Terima KTP Pertama dengan Kolom Penghayat Kepercayaan di Kota Bandung

Tri Joko Her Riadi Rabu, 20 Feb 2019, 21:17

BANDUNG RAYA

6 Warga Terima KTP Pertama dengan Kolom Penghayat Kepercayaan di Kota Bandung

KTP/DOK PR

BANDUNG, (PR).- Enam warga Kota Bandung menjadi penerima kartu tanda penduduk (KTP) elektronik pertama di Jawa Barat yang mencantumkan kolom Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pengakuan secara administrasi kependudukan ini diharapkan berdampak positif bagi pemenuhan layanan di bidang lain, mulai dari pendidikan hingga kesehatan.

Ke-enam KTP elektronik bagi enam warga penghayat diberikan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Rabu 20 Februari 2019 siang. Diperkirakan terdapat sekitar 100 ribu warga penghayat di ibu kota Jawa Barat ini.

“Kami sudah memperjuangkan pengakuan ini sejak lama. Tahapan-tahapannya menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pengakuan dalam kolom KTP ini kami harap segera diikuti dengan layanan yang setara di bidang-bidang lainnya,” kata Bonie Nugraha Permana, salah satu penerima KTP elektronik.

Pencantuman kolom penghayat kepercayaan merupakan amanat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas uji materi Undang-undang tentang Administrasi Kependudukan pada 2017 lalu. Sebelum Bandung, beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah melaksanakan putusan tersebut.

Dijelaskan Bonie, yang juga Ketua Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Kota Bandung, pengakuan penghayat merupakan wujud nyata penghargaan terhadap keberagaman yang tumbuh dan terus dihidupi masyarakat Indonesia. Di Jawa Barat, ia memperkirakan terdapat 400 – 600 ribu warga penghayat. Dua pusat pertumbuhannya ada di Cigugur, Kabupaten Kuningan dan Ciparay, Kabupaten Bandung.

“Selama ini kami dipaksa untuk memakai salah satu agama yang resmi agar bisa mengurus dokumen-dokumen kependudukan dan mendapatkan layanan pemerintah. Dengan pengakuan ini, kami harap agar kawan-kawan penghayat di Jawa Barat tidak takut lagi untuk membuka diri,” ujarnya.

Bonie menyatakan, layanan pemerintah yang tidak diskriminatif masih harus dibuktikan lebih jauh lagi dari sekadar pengakuan administratif. Ia mencontohkan pentingnya layanan pendidikan bagi anak-anak warga penghayat. Selama ini mereka terpaksa mengikuti pelajaran salah satu agama di sekolah.

“Juga untuk pernikahan. Kami bisa melakukan pernikahan dalam adat Sunda dengan petugasnya pemuka penghayat. Dan masih banyak yang lain,” katanya.

Langkah awal hapus diskriminasi

Kepala Departemen Sipil Politik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung Harold Aron mengapresiasi langkah Pemkot Bandung menjalankan putusan MK tentang pencantuman kolom penghayat kepercayaan. Ia menyebutnya sebagai langkah awal yang baik untuk mewujudkan layanan publik yang tidak diskriminatif terhadap minoritas. Harold mendorong agar pemerintah daerah lain di Jawa Barat mengikuti apa yang sudah dilakukan Pemkot Bandung.

Dijelaskan Harold, pengakuan administrasi kependudukan harus diikuti oleh pengakuan di bidang-bidang lain. Oleh sebab itu, institusi dan lembaga selain Disdukcapil juga wajib memiliki perspektif yang terbuka sehingga tidak ada inisiatif menghambat pengakuan atas hak-hak warga penghayat.

“Akan menjadi sia-sia jika pengakuan hanya berhenti di kolom KTP. Pemerintah masih harus bekerja keras memastikan pengakuan juga dilakukan di semua bidang layanan publik, terutama pendidikan dan kesehatan. Lembaga dan institusi pemerintah harus jadi pelopornya,” ucapnya.***

https://www.pikiran-rakyat.com/bandu...i-kota-bandung

Semoga aja bisa ditiru di kota lainnya , lebih bagus lagi kolom agama di ktp dihapus aja karena nggak ada gunanya
0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
21-02-2019 07:16
ada yg grasa grusu kehilangan member emoticon-Leh Uga
0
21-02-2019 07:18
Quote:Original Posted By lostcg
6 Warga Terima KTP Pertama dengan Kolom Penghayat Kepercayaan di Kota Bandung

Tri Joko Her Riadi Rabu, 20 Feb 2019, 21:17

BANDUNG RAYA

6 Warga Terima KTP Pertama dengan Kolom Penghayat Kepercayaan di Kota Bandung

KTP/DOK PR

BANDUNG, (PR).- Enam warga Kota Bandung menjadi penerima kartu tanda penduduk (KTP) elektronik pertama di Jawa Barat yang mencantumkan kolom Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pengakuan secara administrasi kependudukan ini diharapkan berdampak positif bagi pemenuhan layanan di bidang lain, mulai dari pendidikan hingga kesehatan.

Ke-enam KTP elektronik bagi enam warga penghayat diberikan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Rabu 20 Februari 2019 siang. Diperkirakan terdapat sekitar 100 ribu warga penghayat di ibu kota Jawa Barat ini.

“Kami sudah memperjuangkan pengakuan ini sejak lama. Tahapan-tahapannya menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pengakuan dalam kolom KTP ini kami harap segera diikuti dengan layanan yang setara di bidang-bidang lainnya,” kata Bonie Nugraha Permana, salah satu penerima KTP elektronik.

Pencantuman kolom penghayat kepercayaan merupakan amanat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas uji materi Undang-undang tentang Administrasi Kependudukan pada 2017 lalu. Sebelum Bandung, beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah melaksanakan putusan tersebut.

Dijelaskan Bonie, yang juga Ketua Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Kota Bandung, pengakuan penghayat merupakan wujud nyata penghargaan terhadap keberagaman yang tumbuh dan terus dihidupi masyarakat Indonesia. Di Jawa Barat, ia memperkirakan terdapat 400 – 600 ribu warga penghayat. Dua pusat pertumbuhannya ada di Cigugur, Kabupaten Kuningan dan Ciparay, Kabupaten Bandung.

“Selama ini kami dipaksa untuk memakai salah satu agama yang resmi agar bisa mengurus dokumen-dokumen kependudukan dan mendapatkan layanan pemerintah. Dengan pengakuan ini, kami harap agar kawan-kawan penghayat di Jawa Barat tidak takut lagi untuk membuka diri,” ujarnya.

Bonie menyatakan, layanan pemerintah yang tidak diskriminatif masih harus dibuktikan lebih jauh lagi dari sekadar pengakuan administratif. Ia mencontohkan pentingnya layanan pendidikan bagi anak-anak warga penghayat. Selama ini mereka terpaksa mengikuti pelajaran salah satu agama di sekolah.

“Juga untuk pernikahan. Kami bisa melakukan pernikahan dalam adat Sunda dengan petugasnya pemuka penghayat. Dan masih banyak yang lain,” katanya.

Langkah awal hapus diskriminasi

Kepala Departemen Sipil Politik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung Harold Aron mengapresiasi langkah Pemkot Bandung menjalankan putusan MK tentang pencantuman kolom penghayat kepercayaan. Ia menyebutnya sebagai langkah awal yang baik untuk mewujudkan layanan publik yang tidak diskriminatif terhadap minoritas. Harold mendorong agar pemerintah daerah lain di Jawa Barat mengikuti apa yang sudah dilakukan Pemkot Bandung.

Dijelaskan Harold, pengakuan administrasi kependudukan harus diikuti oleh pengakuan di bidang-bidang lain. Oleh sebab itu, institusi dan lembaga selain Disdukcapil juga wajib memiliki perspektif yang terbuka sehingga tidak ada inisiatif menghambat pengakuan atas hak-hak warga penghayat.

“Akan menjadi sia-sia jika pengakuan hanya berhenti di kolom KTP. Pemerintah masih harus bekerja keras memastikan pengakuan juga dilakukan di semua bidang layanan publik, terutama pendidikan dan kesehatan. Lembaga dan institusi pemerintah harus jadi pelopornya,” ucapnya.***

https://www.pikiran-rakyat.com/bandu...i-kota-bandung

Semoga aja bisa ditiru di kota lainnya , lebih bagus lagi kolom agama di ktp dihapus aja karena nggak ada gunanya


betul .. kolom agama udah gak berfungsi

yg kekinian itu pas pilkada dki coblos siapa emoticon-Ngakak

kalo gak sama dgn laskar, ntar kalo mokat gak disholatkan emoticon-Leh Uga
2
21-02-2019 07:19
KTP agan aja kolom agamanya diapus, kan ga guna emoticon-Recommended Seller
0
21-02-2019 07:21
Kolom useless, di banyak negara lain gak pake kolom agama, jadi rawan diskriminasi. Katanya gunanya untuk kalo ada kecelakaan meninggal bisa dimakamkan secara agama a ato b ato c. Serahkan aja ke keluarganya ato dimakamkan secara agama apapun asal layak juga no problem kalo sebatang kara.
1
Lihat 2 balasan
21-02-2019 07:24
ada kemajuan... bagus lah
0
21-02-2019 07:38
 NusaBali.com - Ilustrasi .-NET

Merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 118 Tahun 2017 tentang Blangko Kartu Keluarga, Register, dan Kutipan Akta Pencatatan Sipil, ada perubahan dalam KK, yaitu adanya penambahan kolom golongan darah dan tanggal perkimpoian, termasuk adanya perubahan pilihan pada kolom status perkimpoian, status hubungan dalam keluarga. Termasuk adanya penambahan kolom untuk penghayat kepercayaan.

https://www.nusabali.com/berita/4723...o-kk/halaman/1

#PemkabBadung #DisdukcapilBadung #KartuKeluarga #penghayatkepercayaan
0
Lapor Hansip
21-02-2019 07:49
Balasan post donal.duck
Quote:Original Posted By donal.duck
Kolom useless, di banyak negara lain gak pake kolom agama, jadi rawan diskriminasi. Katanya gunanya untuk kalo ada kecelakaan meninggal bisa dimakamkan secara agama a ato b ato c. Serahkan aja ke keluarganya ato dimakamkan secara agama apapun asal layak juga no problem kalo sebatang kara.


Betul, kalo meninggal gak ada keluarga ya makamkan saja sesuai agama mayoritas di lokasi kejadian..
Gak masalah buat orang berakal sehat..
0
21-02-2019 08:01
laskar akan sangat kecewa nih emoticon-Berduka (S)
0
21-02-2019 08:16
kepercayaan leluhur sunda pemuja api
0
21-02-2019 08:21
setuju bre kolom agama dihapus, buat apa juga gunanya
0
21-02-2019 08:40
Baguslah merdeka dengan pilihan mereka emoticon-Smilie
Diubah oleh gembalaonta212
0
21-02-2019 08:40


Quote:Original Posted By donal.duck
Kolom useless, di banyak negara lain gak pake kolom agama, jadi rawan diskriminasi. Katanya gunanya untuk kalo ada kecelakaan meninggal bisa dimakamkan secara agama a ato b ato c. Serahkan aja ke keluarganya ato dimakamkan secara agama apapun asal layak juga no problem kalo sebatang kara.


klo di kita kan masih terkait sm hukum perkimpoian dan hukum keluarga, sistem hukum positif menghendaki adanya diskriminasi emoticon-Ngakak (S) cthnya pemisahan kewenangan pengadilan berbasis agama dlm peristiwa2 hukum tertentu, seperti Pengadilan Agama (untuk Islam) dan Pengadilan Negeri (untuk non-islam) yg dilegitimasi oleh Undang Undang. emoticon-Ngakak
Diubah oleh robienrose
0
21-02-2019 08:42
semoga kebebasan beragama di indonesia semakin maju emoticon-Recommended Seller

Quote:Original Posted By donal.duck
Kolom useless, di banyak negara lain gak pake kolom agama, jadi rawan diskriminasi. Katanya gunanya untuk kalo ada kecelakaan meninggal bisa dimakamkan secara agama a ato b ato c. Serahkan aja ke keluarganya ato dimakamkan secara agama apapun asal layak juga no problem kalo sebatang kara.


yang ngecocot gitu, coba suruh komen kasus di jogja atau dimana tuh ye yang agak baru2 ini, dimana kuburannya salib digergaji terus mau doa melayat dilarang2 emoticon-Mad padahal ktp dan keluarganya jelas tuh, pler lah para makhluk ini emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Blue Guy Bata (L)
0
Lapor Hansip
21-02-2019 08:45
Balasan post hans.grobak
Quote:Original Posted By hans.grobak


Betul, kalo meninggal gak ada keluarga ya makamkan saja sesuai agama mayoritas di lokasi kejadian..
Gak masalah buat orang berakal sehat..


Atau sesuai ciri2/barang2 milik si jenazah. Apa di tasnya ada kitab, atau pakai asesoris yg identik agama tertentu, dll.

Ane sih suka tanya balik sama yg pake argumen "biar kalo meninggal di jalan bla bla" (yang biasanya muslim), lah memang orang yang bersangkutan agamanya gak kelihatan sama sekali selain di KTP?

Malah KTP bisa nggak kebawa, bisa terpisah dari badan, bisa pudar tulisannya. Mending bikin sendiri dog tag/gelang digravir nama, tgl lahir & agama kalo emang merasa butuh banget ada info buat pemakaman yg dibawa ke mana2.
0
21-02-2019 08:55
pemilik agama MLM mulai kejet2 anggota berkurang.emoticon-Leh Uga
0
21-02-2019 09:21
Kafir2 mulai banyak tingkah sekarang
1
22-02-2019 08:14
Massa Parade Juang Perempuan Indonesia saat melakukan damai memperingati Hari Perempuan Internasional di depan Gedung DPR RI, Jakarta, 8 Maret 2018. Aksi damainini terdiri 69 organisasi itu berasal dari elemen buruh, kelompok masyarakat nelayan, petani, penghayat pemberdayaan, difabel, dan korban kekerasan HAM serta kelompok marjinal lainnya. TEMPO/Subekti.

Menurut Heri, selama ini penganut Kepercayaan itu meminta isian kolom agama di kosongkan. Sebagian terpaksa mengisinya dengan pilihan agama yang ada.

“Selama ini penghayat kepercayaan itu banyak yang meminta kosong, atau terpaksa mengisi dengan agama lain. Para pelayanan administrasi kependudukan di kecamatan itu kalau menerima data, (menanyakan) kenapa ini kosong, dan biasanya di suruh di isi. Akhirnya mengisi Islam, misalnya,” kata dia.

Ia menuturkan, kesempatan untuk mengganti isian kolom agama dalam KTP kini sudah dibuka. Penghayat misalnya, bisa memilih mengisi kolom agama dengan “Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa”, atau opsi lainnya di kosongkan. “Kosong, boleh,” kata dia.

Heri mengatakan, ada sejumlah syarat untuk meminta penggantian isian kolom agama tersebut. “Setiap perubahan komponen elemen KTP itu bisa dimintakan asalkan ada bukti pendukung. Kalau misalnya dari menikah menjadi janda/duda, ada surat cerai. Dari ‘Islam’ menjadi Kepercayaan ada bukti pendukung, apakah dari pimpinan alirannya bahwa dia penganut Kepercayaan,” kata dia.

Heri mengatakan, data Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mencatat jumlah penghayat di Jawa Barat berjumlah 3.910 orang. “Jadi kalau dikatakan ada ratusan ribu (orang), apa betul? Tapi data di Disdukcapil seperti itu,” kata dia.

Menurut Heri, dengan dibukanya kesempatan mengubah isian kolom agama tersebut, jumlahnya mungkin bertambah. “Kalau dilihat fenomenanya memang di masyarakat itu kan dengan belum terkomodirnya di KTP mereka mencantumkan identitas dirinya dengan agama yang ada, padahal penghayat. Dengan setelah di akomodir ini, kita akan lihat, apakah mereka akan mengubah identitasnya atau memang sudah beralih,” kata dia.

https://nasional.tempo.co/read/11781...p/full?view=ok

#Agama #Penghayat #AliranKepercayaan #kolomagama #ktp #indonesiamayoritasislam #islamktp #penghayatkepercayaan
0
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.