- Beranda
- The Lounge
7 Perasaan yang Campur-Aduk Waktu Keterima di Institut Teknologi Bandung
...
TS
andibagaskara
7 Perasaan yang Campur-Aduk Waktu Keterima di Institut Teknologi Bandung

Ah, Institut Teknologi Bandung atau yang kerap disapa ITB. Begitu cakep memukau kampusnya, bening dan cemerlang para mahasiswanya. Tempat idaman bagi orang tua yang mendambakan mantu insinyur. Mahasiswanya sendiri pun seharusnya halal untuk besar kepala; mereka adalah calon pasangan yang gemilang.
Meski begitu, ada perasaan yang tsusah digambarkan. Perasaan campur-aduk yang meneror bagai keluarga tak kasat mata di kaskus. Inilah tujuh perasaan tersebut.
7 Perasaan yang Campur-Aduk Waktu Keterima di Institut Teknologi Bandung
1. Buat yang merantau ke Bandung, hati pacar di tempat nun-jauh di sana penuh perasaan khawatir

Bagaimana bisa tidak khawatir. Bandung adalah kota dengan sejuta godaan lirikan bidadara-bidadari. Sudah lama diakui kalau mojang Bandung adalah bidadari yang turun ke Bumi. Bahkan penjual lotek pun bisa begitu seksi menarik hati. Apalagi dengan para mahasiswa dan mahasiswi.
2. Buat yang asli bandung, masuk kuliah di ITB sih sama kayak transmigrasi bedol desa

Lha gimana enggak. Paling kalau di kampus, ketemunya sama muka-muka yang akrab waktu sekolah SMA. Bisa juga teman tongkrongan, komunitas, atau kawan sewaktu les bimbingan belajar. Perasaannya? Ya cukup santai saja. Paling mentok, cuma muncul rasa penasaran orang macam apa sih yang besok ketemu di kampus.
3. Sebagai kampus yang teknik banget, kebayang ospek pasti bikin perasaan jadi ngeri-ngeri syedap

Jurusan atau fakultas yang terkenal nyiksa banget waktu ospek adalah teknik. Sementara itu, ITB adalah kampus yang teknik banget. Kalau ngebayangin ospek, mungkin kerasa kayak merinding disko. Ngeri-ngeri syedap gituh. Dengar-dengar sekarang ospek sudah dilarang. Tapi kita enggak tahu kan kalau ospek bawah tanah.
4. Rasa penasaran muncul, bisa enggak ya ngelepas status jomblo setelah sekian lama?

Buat yang jomblo akut, satu-satunya penyelamat adalah ketika kuliah. Karena kalau sudah kerja, waktu akan banyak kesita lalu bikin sulit cari gebetan. Jadi maklum saja kalau kamu penasaran, akankah kamu bisa menemukan belahan hatimu di kampus. Untung kalau ketemu waktu tahun pertama. Kalau ketemu bertahun-tahun setelahnya? Ya tetap untung masih bisa ketemu.
5. Hati-hati sama si SARIP

Sarip adalah perusuh kampus. Ia bukan orang, tetapi hantu yang menyebalkan. Sukanya ngomongin suku, agama, ras, dan indeks prestasi. Kalau ada yang lebih jelek, si SARIP ini bakal langsung nyinyirin. Jadi jangan dekat-dekat SARIP atau kamu bakal dijauhin teman.
6. Perjuangan belum selesai di tahun awal masuk Bung!

Yep, selesai pengumuman penerimaan, kamu hanya diterima di fakultas. Satu tahun awal perkuliahan pun harus belajar mati-matian agar bisa keterima di jurusan favorit fakultasmu. Jadi jangan harap ada yang namanya leha-leha setelah keterima. Adanya persaingan jadi makin ketat, karena saingan setelah masuk adalah maba-maba terpilih.
7. Meski begitu, itu alasannya kenapa kamu bakal akrab dan punya banyak teman.

Karena belajar bersama selama satu tahun dulu, kamu jadi punya banyak teman. Meskipun akhirnya masuk jurusan yang berbeda, tetap saja pertemanan itu langgeng selamanya. Kecuali kalau ada kasus rebutan gebetan atau tikung-menikung, teman pun bisa jadi kenangan yang dilupakan.
Sumber Refrensi : Ohayo.co.id
Sumber Gambar Ilustrasi : Google.co.id
Dengan senang hati menerima
dan 
dan 
Quote:
0
1.9K
7
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•106.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya