Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
12
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c40cb6310d29554d63f2410/curahan-hati-para-guru-teman-teman-saya-dan-saya-calon-guru-tentang-pahlawan-tan
Kenapa? Apa ngak ada pekerjaan lain? Kamu tahu, hidup guru itu seperti apa? Guru itu hanya sepeda tua. Ditawar-tawarkan sebagai besi rongsokan pun tidak ada yang mau beli. Hidupnya kejepit. Tugas seabrek, tetapi duit nol besar. Lihat mana guru yang naik Jaguar. Rumahnya saja rata-rata kontrakan dalam gang kumuh... (Cerpen guru, Putu Wijaya, 2001) Itulah sepenggal kutipan Cerpen karya Putu Wijaya y
Lapor Hansip
18-01-2019 01:37

Curahan Hati Para Guru dan Saya (Calon Guru) Tentang “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa"

icon-verified-thread
Kenapa? Apa ngak ada pekerjaan lain? Kamu tahu, hidup guru itu seperti apa? Guru itu hanya sepeda tua. Ditawar-tawarkan sebagai besi rongsokan pun tidak ada yang mau beli. Hidupnya kejepit. Tugas seabrek, tetapi duit nol besar. Lihat mana guru yang naik Jaguar. Rumahnya saja rata-rata kontrakan dalam gang kumuh... (Cerpen guru, Putu Wijaya, 2001)

Itulah sepenggal kutipan Cerpen karya Putu Wijaya yang mungkin dapat menggambarkan kegelisahan para guru yang jarang diketahui orang banyak. Cerpen ini juga mengingatkan saya pada kisah teman saya yang rela meninggalkan pekerjaan yang sangat dicintainya yaitu sebagai Guru Honorer disalah satu SD Negeri di Pondok Aren demi memenuhi permintaan orang tuanya. “kamu tuhh udahh sarjana, carilah pekerjaan yang beneran dikit,” kalimat yang dilontarkan orang tua teman saya itu sontak menghentak batin saya, “sebenarnya ada apa sihh dengan proesi guru itu?” pertanyaan dalam hati saya yang membuat saya terheran-heran seolah ada yang salah dengan profesi guru. Setelah saya sharing dengan beliau, tidak lain masalahnya adalah kondisi mayoritas guru honorer yang duduk dibawah lini ketidakmapanan.

Realita yang terjadi dilapangan memang miris. Rata-rata gaji guru honorer hanya dibawah Rp. 500.000 per bulan. Itupun harus menunggu jangka waktu terunnya dana BOS yakni 3 bulan. Jadi mereka gajian setiap 3 bulan, bahkan kadang sering telat. Nilai nominal gaji ini sangat berbanding terbalik dengan nilai jasa yang mereka telah berikan. Mereka harus menanggung ratusan muridnya agar kelak menjadi anak yang berguna dan menjadi generasi penerus bangsa yang Cerdas, Modern, dan Religius (motto Tangsel). Belum lagi mereka harus mengeluarkan biaya pribadi demi mendukung kegiatan belajar-mengajar karena banyak sekolah yang kekurangan alat bantu.

Quote:Birokrasi Lembaga Pendidikan
Kesenjangan antara guru dengan jabatan lainya di lembaga pendidikan seperti Kepala Sekolah atau Kepala Organisasi Pendidik tingkat daerah seperti UPT, Kassie Pendidikan, dll, menghasilkan mayoritas guru bermental pegawai, bukan lagi pelayan. Banyak dari guru berlomba-lomba untuk duduk diposisi tersebut. Semangat profesionalismenya luntur seiring terjadinnya disorientasi jabatan tersebut.

Pengelolaan keuangan dilembaga pendidikan sangat fiktif dan kacau. Dana yang melimpah seharusnya bisa digunakan untuk mengoptimalkan kerja guru ataupun meningkatkan kesejahteraan guru. Namun kenyataannya dilapangan tidak demikian. Saya terkejut ketika saya membantu teman untuk menyelesaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Ternyata banyak data yang tidak jelas manfaat nyatanya untuk mutu pendidikan. Banyak pengeluaran seperti hanya untuk membeli makanan, berlangganan koran, dsb yang sebenarnya tidak terlalu perlu. Saya pun pernah meminta banyak kwitansi kosong dari Toko Foto Copy untuk diisi sendiri dengan data yang fiktif. Karena memang yang penting ada buktinnya. Perlu diketahui, besaran dana BOS yang masuk ke sekolah tergantung pada jumlah murid disekolah tsb, 1 orang siswa mendapat bantuan sebesar Rp. 40.000, dapat dibayangkan jika satu sekolah rata-rata memiliki ratusan siswa, berapa besar dana yang diterima sekolah hanya dari dana BOS.

Selain dana BOS, sebenarnya masih banyak lagi kucuran dana dari pemerintah yang tujuannya untuk meningkatkan mutu pendidikan, namun yang tahu hanya kepala sekolah, dan guru pun tidak melihat dampak nyata dari penggunaan dana tsb bagi mereka. Bahkan seringkali mereka mengeluarkan dana sendiri untuk kemajuan sekolah. Saya dan teman-teman saya setiap mengikutsertakan anak-anak kami dalam event lomba, selalu menggunakan uang pribadi untuk membiayai kegiatan kami, seperti prndaftaran, transport, dll. Dari sekolah tidak keluar sedikitpun.


Quote:Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Kata “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” agaknya menjadi menarik jika dikaji secara mendalam. Yakni pahlawan yang berkontribusi besar terhadap kemajuan bangsa tanpa embel-embel pamrih dibelakangnya. “gaji guru emang kecil, lahh wong Tanpa Tanda Jasa” (kata teman saya)
Guru memang pahlawan bagi suatu bangsa. Tanpa guru tdak akan ada dokter, insinyur, dll. Ketika negara adidaya Jepang diguncang Bom atom Hirishima dan Nagasaki, pemerintah Jepang hanya mempertanyakan berapa guru yang tersisa.


Quote:Lalu apa enaknya jadi Guru?
Berfikir tentang Guru membuat batin saya terhenyak. Bagaimana tidak, ditengah carut-marutnya sistem pendidikan di Indonesia, tapi kok masih banyak yang bercita-cita sebagai Guru (menurut para pembaca). Padahal jika orientasi mereka lebih ke materi (Money Oriented), profesi guru sangat tidak menjanjikan untuk hal itu. Saya pribadi ingin menjadi guru karena guru adalah pekerjaan yang sangat mulia. Dokter, pramugari, pilot, presiden, adalah produk nyata dari lembaga pendidikan yang dikelola oleh guru selama ini. Dengan menjadi guru, kita telah menjadi motivator besar bagi generasi penerus untuk mewujudkan cita-cita mereka.


Guru juga merupakan cerminan dari murid-muridnya. Pepatah mengatakan Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Itulah pepatah yang menginspirasi saya dan teman-teman saya. Kalau diri kita baik, muridpun akan mencontoh kebaikan kita, namun apabila diri kita buruk, sulit dibayangkan bagagaimana muridnya, (gurunya ajah gak bener apalagi muridnya).






Diubah oleh wariar17
0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Curahan Hati Para Guru (Teman-teman saya) dan Saya (Calon Guru) Tentang “Pahlawan Tan
18-01-2019 01:54
Guru dari dulu nasibnya seperti umar bakri
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Curahan Hati Para Guru (Teman-teman saya) dan Saya (Calon Guru) Tentang “Pahlawan Tan
18-01-2019 02:40
Yg honorer jangan jadi tolok ukur..
Sekarang guru gajinya lumayan..
Coba ngelamar ke sekolah swasta..
0 0
0
Curahan Hati Para Guru (Teman-teman saya) dan Saya (Calon Guru) Tentang “Pahlawan Tan
18-01-2019 03:41
Saya guru nya guru ( dosen di universitas pendidikan ) dan dulu sempet jd guru honor.
Keponakan jg guru honor.
Rasanya skrg dilematis menjadi guru honor, karena memang pahlawan tanpa tanda jasa ya ini.
Akan tetapi semuanya berubah ketika mereka diangkat jd PNS. Sama seperti polisi atau tentara. Ketika akademi, menahan diri dan pas udah jd, ngerokoknya kuat.
Rata2 mahasiswa saya memang kebagi menjadi dua. Bukan pinter / bodoh, kaya / kagak, bener / bandel. Tp money oriented atau tidak.
Yg tidak, sebandel apapun, semales apapun, sepinter apapun tetep jd guru. Yg money oriented lebih milih profesi lain such as pegawai bank yg paling gampang.
Sebenernya mudah kok kalo mau gaji guru lancar. Dana BOS / BPMU nya. Jgn dihabisin sekali pake
0 0
0
Curahan Hati Para Guru (Teman-teman saya) dan Saya (Calon Guru) Tentang “Pahlawan Tan
18-01-2019 03:43
Quote:Original Posted By dawolong
Yg honorer jangan jadi tolok ukur..
Sekarang guru gajinya lumayan..
Coba ngelamar ke sekolah swasta..


Swasta tergantung kebijakan tarif SPP nya full, om.
Swasta pun kalau yayasannya kurang bener, bisa mandeg jg.
0 0
0
Curahan Hati Para Guru (Teman-teman saya) dan Saya (Calon Guru) Tentang “Pahlawan Tan
18-01-2019 05:26
Quote:Original Posted By Kruingputih4
Guru dari dulu nasibnya seperti umar bakri


miris mas krui
0 0
0
Curahan Hati Para Guru (Teman-teman saya) dan Saya (Calon Guru) Tentang “Pahlawan Tan
18-01-2019 06:24
Quote:Original Posted By edsixteen


miris mas krui


sangat.....emoticon-Turut Berduka
0 0
0
Curahan Hati Para Guru (Teman-teman saya) dan Saya (Calon Guru) Tentang “Pahlawan Tan
18-01-2019 09:20
Guru sekarang mah kaya kaya... banyak yang pake mobilll malah udah jarang yang pake sepeda ontel.. sepede motor pun bagus²... beda sama buruh...
0 0
0
Curahan Hati Para Guru (Teman-teman saya) dan Saya (Calon Guru) Tentang “Pahlawan Tan
18-01-2019 12:25
Quote:Original Posted By kirashinigami


hoogh
standing dan terbang emoticon-Hammer


terbangnya jg gak tinggi2 amat....palingan sedengkul emoticon-Embarrassment
0 0
0
Curahan Hati Para Guru (Teman-teman saya) dan Saya (Calon Guru) Tentang “Pahlawan Tan
18-01-2019 14:31
Quote:Original Posted By kelilipan.duren
Saya guru nya guru ( dosen di universitas pendidikan ) dan dulu sempet jd guru honor.
Keponakan jg guru honor.
Rasanya skrg dilematis menjadi guru honor, karena memang pahlawan tanpa tanda jasa ya ini.
Akan tetapi semuanya berubah ketika mereka diangkat jd PNS. Sama seperti polisi atau tentara. Ketika akademi, menahan diri dan pas udah jd, ngerokoknya kuat.
Rata2 mahasiswa saya memang kebagi menjadi dua. Bukan pinter / bodoh, kaya / kagak, bener / bandel. Tp money oriented atau tidak.
Yg tidak, sebandel apapun, semales apapun, sepinter apapun tetep jd guru. Yg money oriented lebih milih profesi lain such as pegawai bank yg paling gampang.
Sebenernya mudah kok kalo mau gaji guru lancar. Dana BOS / BPMU nya. Jgn dihabisin sekali pake


Makasih gan sudah berbagi ceritanya

Quote:Original Posted By kelilipan.duren


Swasta tergantung kebijakan tarif SPP nya full, om.
Swasta pun kalau yayasannya kurang bener, bisa mandeg jg.


Setuju sama kamu...
0 0
0
Curahan Hati Para Guru (Teman-teman saya) dan Saya (Calon Guru) Tentang “Pahlawan Tan
19-01-2019 03:27
tapi bagusnya guru sekarang udah pada punya sampingan.
0 0
0
Curahan Hati Para Guru (Teman-teman saya) dan Saya (Calon Guru) Tentang “Pahlawan Tan
14-06-2019 16:55
semangat
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia