- Beranda
- Stories from the Heart
Aku Cuma Cah Kerjo, Sayang... (2)
...
TS
faiztapora
Aku Cuma Cah Kerjo, Sayang... (2)
Sudah seminggu, usai kejadian malam itu. Istriku masih mendiamkanku. Tak pernah mengobrol sekalipun sekedar berbagi pesan melalui SMS atau whatsapp. Bertegur sapa pun tidak.
Saat kami bersama makan malan di rumah pun, tak ada kata tercurah, meski kami duduk berdua, berhadapan. Mungkin ia, masih terluka dengan videoku bersama Mia.
Kuinsyafi bahwa semua wanita pasti akan begitu. Memang sudah kodratnya, rusuk yang bengkong tak mungkin diluruskan, bisa patah. Marah dan sakit hati. Takkan mau dan takkan rela bila suami, lelaki yang menjadi miliknya bersama perempuan lain. Bermesraan.
“Sayang, andai kau tahu merasa bersalahnya aku padamu..”
***
ENTAH, ia sudi memaafkan khilafku atau tidak. Yang pasti aku tak mau seperti ini terus. Aku masih ingin membangun mahligai keluarga yang tenang bersamanya. Sampai tua, dan hanya maut yang memisahkan kami berdua.
Mungkin salah istriku juga, yang keterlaluan. Mendiamkanku hingga saat ini. Sudah lebih satu minggu. Pikiranku yang semakin ruwet, akalku pendek. Dorongan hasrat untuk mengusir kesepian, membuatku mendekat lagi ke perempuan bernama Mia, rekan sekerjaku itu.
Siapa pun tak mampu hidup dalam kesepian yang bisu. Terlebih aku lelaki, mendamba kehangatan, butuh seseorang yang selalu ada, mendampingiku.
Siapa lagi kalau bukan Mia, rekan kerjaku di kantor. Yang untuk sekarang ini dimataku dia menarik cantik, manis dan hangat. Terlebih dengan sering ku berdua dengannya mengobrol, bercanda, makan berdua. Aku dan dia lengket, semacam terkena lem yang sangat merekat.
“Oh.. Mia kau membuatku melayang.”
***
Hari ini aku sama sekali belum melihat Mia. Sedari pagi aku ada meeting dengan bagian lain. Usai menera sidik jari pada mesin kehadiran kerja, aku langsung ke lokasi pertemuan. Belum sempat ke ruang kerjaku. Dan, aku merasa sedih, harus melakukan meeting membosankan tanpa melihat paras dan senyum Mia yang memesona. Bisa dibayangkan, dari jam sembilan pagi sampai jam dua siang, hanya berkutat pada presentasi dan diktat. Belum lagi masih harus melakukan revisi. Bukan karena ada kesalahan, tapi perubahan rencana agenda. 0h, otakku butuh kesegaran.
Tanpa ba-bi-bu, aku langsung cabut sebegitu Pak Pram menutup meeting. Sengaja aku tidak pamit, sesegera ngeluyur kalang kabut. Aku limbung, aku butuh Mia. Perempuan manis yang kini menghiasi hariku, telah menjadi candu. Telat saja aku untuk bercengkrama, mengobrol, melihatnya, aku pasti sakau.
Sesampai, di ruang kerja bagianku, tak kujumpai Mia-ku. Aku makin resah, mataku menyisir, memindai setiap sudut ruangan. Benar-benar tak ada.
Ah, tega sekali. Pak Pram benar-benar tega. Mentang-mentang dia mertua sekaligus bossku, semena-mena saja. Tak seharusnya main asal pecat saja, dikonfirmasi terlebih dulu. Aku dan Mia tak membuat fair di Kantor. Aku pun tak berselingkuh, mengkhianati putrinya itu. Awas kau, Pram!
Tiba-tiba Anton menepuk bahuku.
Aku terpaku. Diam membisu saking terkejut, tak sepatah katapun tergumam dari mulutku. Hanya hatiku yang bertanya-tanya. Mengapa hal itu sampai terjadi. Lalu, video yang ditunjukkan istriku itu.. video siapa??[fz]
Saat kami bersama makan malan di rumah pun, tak ada kata tercurah, meski kami duduk berdua, berhadapan. Mungkin ia, masih terluka dengan videoku bersama Mia.
Kuinsyafi bahwa semua wanita pasti akan begitu. Memang sudah kodratnya, rusuk yang bengkong tak mungkin diluruskan, bisa patah. Marah dan sakit hati. Takkan mau dan takkan rela bila suami, lelaki yang menjadi miliknya bersama perempuan lain. Bermesraan.
“Sayang, andai kau tahu merasa bersalahnya aku padamu..”
***
ENTAH, ia sudi memaafkan khilafku atau tidak. Yang pasti aku tak mau seperti ini terus. Aku masih ingin membangun mahligai keluarga yang tenang bersamanya. Sampai tua, dan hanya maut yang memisahkan kami berdua.
Mungkin salah istriku juga, yang keterlaluan. Mendiamkanku hingga saat ini. Sudah lebih satu minggu. Pikiranku yang semakin ruwet, akalku pendek. Dorongan hasrat untuk mengusir kesepian, membuatku mendekat lagi ke perempuan bernama Mia, rekan sekerjaku itu.
Siapa pun tak mampu hidup dalam kesepian yang bisu. Terlebih aku lelaki, mendamba kehangatan, butuh seseorang yang selalu ada, mendampingiku.
Siapa lagi kalau bukan Mia, rekan kerjaku di kantor. Yang untuk sekarang ini dimataku dia menarik cantik, manis dan hangat. Terlebih dengan sering ku berdua dengannya mengobrol, bercanda, makan berdua. Aku dan dia lengket, semacam terkena lem yang sangat merekat.
“Oh.. Mia kau membuatku melayang.”
***
Hari ini aku sama sekali belum melihat Mia. Sedari pagi aku ada meeting dengan bagian lain. Usai menera sidik jari pada mesin kehadiran kerja, aku langsung ke lokasi pertemuan. Belum sempat ke ruang kerjaku. Dan, aku merasa sedih, harus melakukan meeting membosankan tanpa melihat paras dan senyum Mia yang memesona. Bisa dibayangkan, dari jam sembilan pagi sampai jam dua siang, hanya berkutat pada presentasi dan diktat. Belum lagi masih harus melakukan revisi. Bukan karena ada kesalahan, tapi perubahan rencana agenda. 0h, otakku butuh kesegaran.
Tanpa ba-bi-bu, aku langsung cabut sebegitu Pak Pram menutup meeting. Sengaja aku tidak pamit, sesegera ngeluyur kalang kabut. Aku limbung, aku butuh Mia. Perempuan manis yang kini menghiasi hariku, telah menjadi candu. Telat saja aku untuk bercengkrama, mengobrol, melihatnya, aku pasti sakau.
Spoiler for Ilustrasi Stress Kerja:
Sesampai, di ruang kerja bagianku, tak kujumpai Mia-ku. Aku makin resah, mataku menyisir, memindai setiap sudut ruangan. Benar-benar tak ada.
Quote:
Ah, tega sekali. Pak Pram benar-benar tega. Mentang-mentang dia mertua sekaligus bossku, semena-mena saja. Tak seharusnya main asal pecat saja, dikonfirmasi terlebih dulu. Aku dan Mia tak membuat fair di Kantor. Aku pun tak berselingkuh, mengkhianati putrinya itu. Awas kau, Pram!
Tiba-tiba Anton menepuk bahuku.
Quote:
Aku terpaku. Diam membisu saking terkejut, tak sepatah katapun tergumam dari mulutku. Hanya hatiku yang bertanya-tanya. Mengapa hal itu sampai terjadi. Lalu, video yang ditunjukkan istriku itu.. video siapa??[fz]
Diubah oleh faiztapora 15-01-2019 11:54
anasabila memberi reputasi
2
1.2K
10
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya