alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Mau punya username yang simple? Klik di sini infonya!
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/55d2dd2d1a9975c55d8b456d/jack-of-all-trades-master-of-none
Lapor Hansip
18-08-2015 14:22
Jack of All Trades, Master of None
Past Hot Thread
Hai semua penghuni story from the heart! Ini cerita ketigaku yang kurelease di dunia maya, tapi untuk yang kali ini, i feel the need to hide my identity~ Ceritanya bisa kalian anggap nyata, atau hanya sekedar fiksi terserah kalian emoticon-Wink Sebelum mulai baca aku mau minta maaf dulu karena kadang aku suka mengekspresian sesuatu dalam bahasa lain. Paling sering Inggris. Bukan so' multilangual, tapi beberapa kata lebih enak di ungkapkan dengan bahasa lain menurutku.


PLEASE READ THIS FIRST
A story of a girl name Nada who live her life as a jack of all trades, but master of none. Karena pada dasarnya bentuknya seperti sebuah diari, jadi terkadang isi chapter tidak selalu berhubungan dengan judul utama. Juga terkadang chapter yang satu dengan yang lainnya tidak selalu berhubungan. Dua chapter pertama berisi narasi menceritakan Nada, dan maksud dari judulnya. Kalo lg males baca, di skip aja dulu. emoticon-Wink

Quote:Rules-nya sama kaya main rules Story From Th Heart.

Untuk silent reader bantu tinggalin komen saran untuk jadi bahan aku memperbaiki cerita / gaya penulisan. hehe karena ini pertama kalinya aku post cerita di forum. Biasanya di blog pribadi yg dibaca temen deket.


FAQ


CHAPTERS:

Perkenalan
1. Life in a Nutshell (prologue)
2. Jack of All Trades

Indonesia
3. Once in a While, Right in The Middle of Ordinary Life,Love Gives Us a Fairy Tale (part 1)
4. Once in a While, Right in The Middle of Ordinary Life,Love Gives Us a Fairy Tale (part 2)
5. Once in a While, Right in The Middle of Ordinary Life,Love Gives Us a Fairy Tale (part 3)
6. Once in a While, Right in The Middle of Ordinary Life,Love Gives Us a Fairy Tale (part 4)
7. I Hate Showing My True Feeling
8. Plugged

UK
9. And The Story Flies New Update! 1/4/17

Thanks! For sparing some of your important time for me! Kalo punya pertanyaan post aja pasti dijawab.
Diubah oleh nadlin
0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 3
Lapor Hansip
18-09-2015 19:40
Plugged

Setelah kejadian memalukan di rumah nenekku beberapa jam yang lalu, aku sekarang berada di bandara. Pesawatku akan terbang pukul 9:25 malam. Dan sekararang baru pukul 9:02. Aku tidak ingin segera masuk dan menunggu di ruang tunggu sendirian. Jadi aku duduk-duduk d area tunggu umum bersama orang tuaku, Kiki dan Zara yang menyusul ku ke bandara untuk ikut mengantarkan.

Aku sudah hampir sepenuhnya siap pergi, dan hanya ada satu hal yang mengganjal. Sebelum keberangkatan ku ke negeri impianku, semua teman-teman dekatku merencanakan semacam farewell party juga dengan jenis acara yang berbeda-beda. Aku, Kiki, Vissa, Zara, Ima, dan Lily sudah melalui masa-masa bersedih ria beberapa hari sebelum hari terakhir kami bersama di sekolah. Dan kami juga sudah saling mengerti, kalau kami tidaj bisa terus bersama selamanya seperti di sekolah. Karena itu aku tidak harus melewati masa tangis menangis lagi dengan mereka ketika aku akan pergi.

"Curang nih, Nada ngeduluin. Diterima aja belum tentu. HAHAHAHA" sindir Zara. Memang begitulah Zara, apa adanya.

Kiki membalasanya, "Jahat ra! Pasti keterima ko An di Cambridge. Biar bareng Lu-"

Sebelum ia melanjutkan kalimatnya aku melarangnya dengan isyarat telunjuk memotong leher, sambil melotot.

"Ga serem An. Mata lo ga keliatan." Zara menanggapi reaksiku sambil tertawa dan diikuti tawa Kiki.

Aku baru saja mau membalasa mereka ketika tiba-tiba handphone ku bergetar. Dengan terburu-buru kulihat layarnya dan nama "Luca Rashani Akbar" muncul di layar. Inilah hal yang masih mengganjal. Aku pun segera mengangkatnya.

"Halo." kataku

"Hey. Nada, udah mau berangkat?" balasnya tanpa basa-basi dari ujung sana.

"Hm. Bentar lagi." kataku dengan nada sedih. ko lo baru ngehubungin gue jam seginipikirku kecewa.

"Yaudah. Hati-hati yah. Aku masih nunggu surat buat asrama disana." katanya tidak menyadari kekecewaanku.

Aku terdiam sebentar, merasa kesal aku pun menjawabnya. "Tidur aja d kolong jembatan!" kataku. Dan menyiapkan diri untuk menerima reaksi kagetnya.

Tapi aku malah mendengar suara tawa dari speaker handphoneku. "Tega banget sama aku. Sabar yah." katanya. Seperti tau alasan aku kesal.

Dan lagi-lagi aku tersihir olehnya. Setiap perkataan dan sikapnya kepadaku, selalu membuatku bertanya-tanya. Apa yang ada dipikirannya? Apa yang dia tau? Apa yang dia mau? Dan tanpa sadar, otakku selalu dipenuhi olehnya.

"Sabar apanya? Udah ah aku mau berangkat!" kataku tambah kesal, kali ini tanpa alasan. Dan memutus sambungan dengan wajah cemberut.

Aku lupa kalau disana ada Kiki dan Zara yang sedari tadi diam memperhatikanku. Ketika sadar aku melihat wajah mereka yang sedang menyimpulkan sesuatu kemudian berubah jadi cengiran.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

"Hati-hati yah, tante Vita nanti jemput di bandara." kata ibuku, kemudia meletakan tangannya di kepalaku dan membacakanku doa. Aku hanya mengangguk diam.

"Harus yah keterima. Gaboleh pulang kalo engga." kata papahku ketika aku berpamitan padanya. Tapi kemudian papahku mengecup dahiku. "Nada harus pulang sukses" tambahnya.

"Ihh geleh" kataku sambil mengusap-ngusap dahi.

"Eh jahat An ko gitu sama papah." kata Kiki mengingatkan sambil nyengir.

Zara memegang tangan kananku kemudian berkata, "An kita tau lo gasuka di peluk-peluk, jadi dadah. Dan hati-hati. AHHH Gue harus jd yang kedua pergi biar dianter yang lain."

Aku tertawa melihatnya. Kemudian bergantian memandang mereka "Aku berangkat oke? Dadah. Cepet nyusul. Cepet sukses dan pulang." kataku.

~~~~~~~~~~~~~

Aku berjalan cepat menuju gate terakhir menuju pesawatku. Aku tidak bisa memandang papah dan mamahku lama-lama. Karena aku bisa saja tiba-tiba menangis lagi dan bilang tidak mau pergi. Kuperlihatkan tiketku pada penjaga gate terakhir, dan segera jalan menuju jembatan.

Dan akhirnya akupun ada di dalam pesawat, 70% dari penumpangnya masihlah orang indonesia. Tapi mamah sudah memperingatkan, kemungkinan besar saat transit nanti jumlahnya menjadi sebaliknya, yaitu lebih dr 70% merupakan orang asing.

Aku duduk di kursiku yang bersebelahan dengan jendela. Sebelahku adalah seorang wanita indonesia yang mungkin berada di awal umur 30annya. Dia tersenyum sebentar padaku kemudian membaca sebuah majalah dari sandaran kursi depan.

Ketika semua penumpang dan awak kabin sudah berada pada tempatnya masing-masing, pesawatpun mulai bergerak menuju jalur lepas landas. Aku duduk dengan keringat dingin, memegang erat pegangan kursiku dan menutup mata. Laju pesawat terasa semakin cepat, semakin cepat, sampai aku merasa tidak ada lagi goncangan yang berasal dari roda pesawat dan aku pun membuka mata. Pesawat telah lepas landas.

"NorCal departure, United one three five, one thousand climbing six thousand" kudengar pilot berbica cepat dari speaker.

Dan sadarlah aku. From this momment on, there is no point of turning back. Air mata pelan-pelan mebasahi pipiku.
0
Lapor Hansip
03-03-2016 22:14
wah ada story import nih,yang nulis sista lagi emoticon-Ngakak
ijin nimbrung di mari ya sist,,, emoticon-Malu
emoticon-2 Jempol
0
Lapor Hansip
03-03-2016 22:23
Nadaaa dikirain tritnya kesundul gegara uda update, taunya belom emoticon-Frown
0
Lapor Hansip
01-04-2017 21:52
Permintaan Maaf


And The Story Flies~

Aku terbangun di dalam kegelapan. Sempat tertegun bingung berada di mana sampai akhirnya aku ingat aku berada di rumah tanteku, di United Kingdom. ‘Wow,’ pikirku dengan perasaan campur aduk. Aku segera meraih ponselku dan melihat banyak sekali notifikasi yang masuk. Yang pertama ku buka, tentu saja, Luca’s.

“Hey kalo udah disana kabarin.”

Ingatan tentang percakapan terakhir kami di telepon pun kembali, “dah sampe”, lalu ku tekan send. Dan mengecek jam yang menunjukan pukul 2 subuh. Aku bahkan tidak ingat kapan dan jam berapa itu ketika aku sampai di rumah tante Vita. “Hm di jakarta jam 9 pagi eh apa jam 7 malem. Duh ko jadi bego gini,” gumamku pada diri sendiri.

Membuyarkan hitungan waktuku, hpku berbunyi tanda panggilan masuk. Aku segera membukanya, Luca again.

“Hallo!” kataku aga ketus.

“Hey! Masih hidup kan?”

“Nggak! Ni yang jawab setan.” Balasku dengan nada sarkasme

Dia tertawa kecil, “Hoo. Eh jangan marah terus dong. Harusnya seneng kan bisa ketemu itu siapa yg pake kacamata, sihir-sihiran. Gimana disana?”

Aku pun menyerah, aku merindukannya dan marah tidak akan menyembuhkan perasaan itu. “Lebih pengen ke tempat shootingnya sih. Actualy I’m a bit scared.”

“Ha? Takut apa? Kemaren seneng banget.” dia bertanya dengan nada santai.

“Well you know, new place, new face, new stuff. I’m not sure that I’d fit in here. I feel so different. Diliatin gitu pas sampe bandara. Kaya hey lo gapantes jadi orang sini.” Jawabku sambil mengingat-ingat perjalanan turun dari pesawat hingga masuk ke dalam mobil tanteku. Rasanya semua orang memperhatikanku.

“Mereka liatin kamu, justru karena kamu pantes banget buat ada disana, optimis dong.” Dia membalasku dengan nada yang dia tau akan menenangkanku.

Aku tersenyum mendengarnya. “Yekali. Kalo km nanti diliatin karena rambutmu ga natural.” Kataku lalu tertawa.

“Dih jahaat. Barusan di belain juga.” Dan begitulah seperti biasa percakapan berlanjut tanpa topik yang jelas maupun penting.
Setelah beberapa menit atau beberapa jam, aku tertidur lagi. Dan bangun pukul 7 pagi karena kepala yang sakit. Namun hilang seketika saat bangun dan menegakan badan. ‘Yup i sleep too much,’ pikirku. Aku bangun dan merapikan diri sebelum keluar kamar dan mempersiapkan hati untuk berinteraksi dengan keluarga ku yang tidak terlalu dekat denganku. ‘Being an introvert sucks’ pikirku.

Aku pun keluar dari kamar. Dan segera mencari kehidupan. Aku mendengar suara dari arah dapur dan menemukan keluarga tante Vita mengelilingi meja. Tante Vita yang pertama melihatku langsung menyapaku dan menyuruhku duduk. Aku tersenyum kaku dan duduk di satu-satunya kursi yang masih kosong.

“Masih cape? Kamu tidur lama banget loh sayang.” tante Vita yang supel langsung membuka percakapan.

Aku hanya bisa tertawa awkward menanggapinya.

“Nada kamu hari ini mau kemana? Om sama Tante ada urusan. Raka sama Nidha mau ngecek sekolahnya. Kan mereka juga sama baru pindah. Kamu mau ikut, apa mau stay di rumah? Ha? Kali masih kurang tidurnya.” Tanya Om Ardin dengan logat sumatranya yang keras namun juga dengan nada bercanda.

Aku menjawab omku dengan ragu, "Eh errr.. Kalo Nada di rumah aja? Tapi nanti mau keluar rumah sebentar. Mau jalan-jalan sebentar. Hehe"

Om Ardin setuju saja, namun Tante Vita terlihat sedikit khawatir. Setelah meyakinkan ku untuk tidak pergi jauh-jauh dan menjelaskan sedikit tentang keadaan disana, Tante Vita dan keluarganya pun pergi. Aku berlari kembali ke kamarku untuk membalas pesan dari teman-temanku yang kuabaikan semalam karena Luca. Mereka semua begitu ribut membicarakan hal lain dan hanya menyebut-nyebutku sebentar. Aku tertawa 'dasar kalian'. Ketika pesawat hampir sampai, aku telah memberi tahu kedua orang tuaku bahwa aku akan mendarat. Aku sudah terlalu lelah untuk melakukan apapun ketika turun dari pesawat, sehingga Tante Vita segera menghubungi mereka ketika kami bertemu sehingga yang perlu kukabari hanya teman-teman.

Rumah Tante Vita dan Om Ardin berada di utara London. Tepat berada di tengah-tengah antara London dan Cambridge. Tante vita bersikeras bahwa jika aku diterima disana, aku harus pulang seminggu sekali, karena jaraknya sangat dekat. Tentu saja aku juga sangat ingin diterima disana. Tapi jika kupikir-pikir lagi, agaknya aku ini sedikit gila. Kemungkinannya begitu kecil dengan kemampuan otakku yang pas-pasan bahkan jika dibandingkan dengan Zara, Vissa, Ima dan Kiki. Yap ketika kamu dikelilingi orang-orang cerdas dengan pikiran yang berpacu cepat dan terus maju kedepan, kadang kamu pun terseret arus itu. Hanya kali ini, aku merasa aku terlalu percaya diri.

Hari itu aku masih bermalas-malasan di rumah sebentar dan akhirnya memberanikan diri keluar rumah. 'At least ketemu bus dan tram stop terus mini mart.' aku merencanakan perjalanan hari itu. Dan akhirnya aku mengambil langkah sadar pertamaku disana.

ps: karena pas baru sampe ga merhatiin sekitar.
0
Lapor Hansip
01-04-2017 22:19
Quote:Original Posted By bisnisfashion88
wah ada story import nih,yang nulis sista lagi emoticon-Ngakak
ijin nimbrung di mari ya sist,,, emoticon-Malu
emoticon-2 Jempol


Aaa iyaa maafin baru apdet lagi 😭

Quote:Original Posted By karnaufal
Nadaaa dikirain tritnya kesundul gegara uda update, taunya belom emoticon-Frown


Iyaah maafin kemaren lagi banyak masalah. Jadi pengen di lupain dulu.
0
Lapor Hansip
11-04-2017 21:37
Quote:Original Posted By nadlin
Iyaah maafin kemaren lagi banyak masalah. Jadi pengen di lupain dulu.


Finallyyyy update lagi, ditunggu yaa update berikutnya emoticon-Big Grin
0
Lapor Hansip
12-04-2017 20:40
Quote:Original Posted By karnaufal


Finallyyyy update lagi, ditunggu yaa update berikutnya emoticon-Big Grin


Eh pak, situ kapan juga apdet? emoticon-Big Grin

--------- ANTI OOT emoticon-army --------
Hooray! apdet laggii ihuu emoticon-Big Grin

0
Lapor Hansip
21-04-2017 19:23
Menarik, Keep update yea
0
Lapor Hansip
24-04-2017 23:40
ceritanya bagus
0
Lapor Hansip
07-05-2017 21:25
SR turun gunung cerita sangat menarik, apdet lagi sist
0
Lapor Hansip
22-06-2017 16:45
Whoa. R u going to continue this story?
0
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Halaman 3 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
your-tea
Stories from the Heart
aku-kamu-dan-cinta-yang-salah
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.