- Beranda
- Berita dan Politik
Politikus PSI Tuduh Sandiaga Uno Bela Pengusaha Kakap
...
TS
jogjalurus
Politikus PSI Tuduh Sandiaga Uno Bela Pengusaha Kakap

Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno. (Foto: Istimewa/NUSANTARANEWS.CO)
NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menuding Sandiaga Uno bukanlah pembela nelayan kecil melainkan membela pengusaha kakap.
Baca juga:
Sungguh Terjadi, Neraca Dagang Perikanan Indonesia Nomor 1 Se-ASEAN
Sudah Dibom, Diledakkan dan Ditenggelamkan, Kapal Asing Tak Jera Curi Ikan di Indonesia
“Justru yang diperjuangkan Mas Sandi sebenarnya bukan nelayan kecil. Melainkan izin kapal-kapal besar punya pengusaha kakap. Mungkin izin kapal punya teman-teman beliau. Sesama pengusaha kakap,” ujar polikus PSI Rizal Calvary, Jakarta, Jumat (26/10/2018).
Baca juga:
Modus Baru Nelayan Nakal yang Merugikan Perikanan Indonesia
Anomali Ekonomi, Tax Ratio Makin Kecil Utang Tambah Besar
Diketahui, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menemui nelayan di Kota Tegal. Sandiaga berjanji jika terpilih menjadi wakil presiden, ia akan membantu permasalahan nelayan untuk mempermudah perizinan bagi nelayan yang akan melaut.
Baca juga:
FNI: Nelayan Buntung, Asing Untung
Rizal mengatakan, sesuai Undang-Undang Perikanan, Kapal yang perizinannya di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pusat di atas 30 GT. “Dengan di atas 30 GT itu, penghasilan pengusahanya dari kapal itu di atas Rp 10 miliar per tahun. Jadi tidak termasuk nelayan kecil,” ucap Rizal.
Baca Juga:
Politisi Ini Merasa Kasihan dengan Tito Karnavian
Dia mengatakan, justru UU Perikanan yang ditegakan di era Menteri Susi Pudjiastuti bertujuan untuk melindungi nelayan-nelayan kecil dari persaingan tidak sehat dan monopoli kapal-kapal pengusaha kakap.
Baca Juga:
- Soal Pembakaran Bendera, Begini Kronologinya Menurut PP GP Ansor
- Membakar Bendera Tauhid, KSHUMI: Merupakan Perbuatan Pidana Penistaan Agama
- Kasus Pembakaran Bendera, Dikhawatirkan Membesar dan Sulit Dipadamkan
- Ketum GP Ansor Minta Maaf Soal Kegaduhan Bukan Pembakaran
“Kalau ini yang Mas Sandy maksud, maka sebenarnya beliau mau memberangus nelayan-nelayan kecil. Latar belakang dibuat UU Perikanan ini dulunya muncul dari keprihatinan bahwa nelayan kecil susah melaut sebab ikan yang dekat-dekat sudah habis ditangkap kapal-kapal pengusaha kakap,” katanya.
Baca Juga:
KPU dan Bawaslu Disebut Pemicu Kerawanan Pecah dalam Pemilu
Pengamat Cium Adanya Indikasi Ketidakharmonisan Antara KPU dan Bawaslu
Pria ini menambahkan UU Perikanan di era Presiden Jokowi-JK sangat berpihak kepada nelayan kecil. Sebab selama ini nelayan kecil tak mampu bersaing dengan pengusaha-pengusaha ikan kakap. Tak hanya itu, kapal-kapal dan modal pengusaha kakap kerap bukan dari pengusaha lokal, melainkan berasal dari pihak asing.
Baca Juga:
- ASEAN dalam Bayang-bayang Pengaruh Komunis Cina
- Pesan Armada Hantu Komunitas Intelijen Terhadap Cina
- Cina Sumber Ancaman Konflik Kawasan
- Cina Enggan Kendorkan Investasi di Indonesia
Sebab itu, kata dia, tidak benar bila Kementerian Kelautan mempersulit nelayan kecil. “Sesuai UU Perikanan, nelayan kecil itu untuk kapal di bawah 10 GT. Dan, izinnya cukup di provinsi,” imbuhnya.
Baca juga:
Israel Didirikan Melalui Terorisme, Dipupuk Dengan Darah Arab dan Barat
Sabra dan Shatila Menjadi Martir Kebangkitan Hizbullah
Sebagaimana diketahui Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebelumnya juga sempat menjelaskan mengenai kondisi perizinan penangkapan ikan di Indonesia. Ia mengaku tidak mempersulit, hanya memang ada beberapa pembaharuan kebijakan mengenai pajak penghasilan bagi para pengusaha yang memiliki hasil tangkap melimpah.
Baca:
Muhasabah Kebangsaan: Perangkap Provokasi di Balik Bendera HTI
Muhasabah Kebangsaan: Bughot dengan Bertopeng Kalimat Tauhid
“Niat Menteri Susi kan bagus. Sebab banyak pengusaha perikanan tidak bayar pajak waktu itu. Tax ratio diperikanan juga sangat kecil. Sementara yang ikan yang ditangkap kawan-kawan pengusaha kakapnya Mas Sandi sampai triliunan rupiah. Negara rugi besar,” ucap dia.
Baca juga:
AKTIFITAS TERORIS ISRAEL: 1939-1948
Aktifitas Teroris Israel: 1949-1981
Ketika Israel Berusaha Menjalin Hubungan Diplomatik dengan Indonesia
Israel Didirikan Melalui Terorisme, Dipupuk Dengan Darah Arab dan Barat
Sabra dan Shatila Menjadi Martir Kebangkitan Hizbullah
Bagaimana Karakteristik Gelombang Kelima Terorisme?
Terorisme Dalam Lintasan Sejarah Modern
0
988
9
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
696KThread•59.4KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya