- Beranda
- Berita dan Politik
Pakar Hukum: Hancur Demokrasi, Jika Minoritas Mendominasi Mayoritas
...
TS
jogjalurus
Pakar Hukum: Hancur Demokrasi, Jika Minoritas Mendominasi Mayoritas
Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis (Foto Dok. Nusantaranews/Restu Fadilah)NUSANTARANEWS.CO, Depok – Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis menegaskan bahwa dalam demokrasi apa yang disebut dengan kritik dan perbedaan pilihan itu adalah hal biasa atau wajar. Namun sekarang yang terjadi sebaliknya. Ia mengingatkan bahwa demokrasi akan hancur jika ada suatu kelompok yang jumlahnya sedikit mendominasi terhadap kelompok yang banyak.
Baca Juga: Rezim Tirani Minoritas
“Demokrasi itu berbeda ya menjadi hal biasa. Hancur demokrasi kalau yang sedikit mendominasi yang banyak. Saya ambil contoh di Afrika Selatan. Berantakan itu pastinya,” kata Margarito Kamis saat mengisi acar di kawasan Depok, Jumat, 5 Oktober 2018.
“Kalau yang sedikit memaksakan diri menguasai yang banyak pasti rusak. Jadi kalau yang sedikit menguasai yang banyak itu sama saja merusak demokrasi,” tegasnya.
Baca Juga:
Indonesia Memasuki Zaman Kolobendu
Cina Enggan Kendorkan Investasi di Indonesia
Pesan Armada Hantu Komunitas Intelijen Terhadap Cina
Cina Sumber Ancaman Konflik Kawasan
Untuk itu, lanjut Margarito Kamis, masuk akal bila kritik yang dikemukakan Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa sumber daya Indonesia yang begitu besar, hanya dikuasi hanya sekian orang saja. “Ya memang begitulah kenyataannya,” sambung dia.
Baca juga:
Farhat Abbas Laporkan 17 Politikus Nasional ke Kepolisian, Termasuk Prabowo Subianto
Ratna Sarumpaet Akui Operasi
Ratna Sarumpaet: Kita Melawan Gerombolan yang Kekuatannya “Menipu”
Ketua Fraksi Hanura Sebut Prabowo Dipinang Komunis Cina
Margarito mengatakan, sebuah kerinduan terhadap demokrasi itu ketika seseorang tidak dikelompok kelompokkan. Misal ada yang dikelompokkan ke dalam kelompok yang ekstrem. Hal yang agung dalam demokrasi kata dia, adalah penghormatan eksistensi setiap orang sebagai yang mulia. Ia mulia karena ia adalah orang.
Baca Juga:
Impor Beras, Jokowi Ingkar Janji di Bidang Perdagangan
Kembali Impor Beras, DPR Minta Jokowi Tindak Tegas Kemendag
Budi Waseso, Bersikap Buas Kepada Para Pengimpor Beras
Soal Impor Beras, Gatot Nurmantyo: Kok Tetep Mau Impor! Ada apa?
“Manusia diciptakan Tuhan. Dia, mau beragama apapun, dia mau dari manapun. Itu tidak penting. Yang terpenting adalah ia manusia diciptakan Tuhan. Untuk hal se-agung dan semulia itulah hanya ada di dalam demokrasi. Dan itu esensi sebagai manusia, yang kita dapati di dalam Pancasila. Terutama yang ditulis di dalam pembukaan undang undang 1945,” jelasnya.
Baca juga:
Soal Sejarah Komunis, Memaafkan Boleh, Melupakan Jangan!
Citra Buruk PKI Akibat Peristiwa G30S/PKI Perlahan Mulai Terhapus
Kerja di Indonesia, Imigrasi Karawang Temukan WNA Asal China Berbekal Buku Pedoman Partai Komunis
Sebab, lanjut Margarito, selalu ada cara seseorang memukul demokrasi tanpa harus meninggalkan demokrasi itu sendiri. “Misalnya ada orang menunjuk hukum sebagai hal hebat dalam demokrasi untuk menuntun. Hukum itu dipakai dengan cara tertentu untuk memastikan menguasai sesuatu. Kalau mau kasar, semua rezim demokrasi maupun otoriter menggunakan hukum untuk memukul lawan politiknya,” tegas Pakar Hukum asal Maluku Utara tersebut.
Baca juga:
Dirjen Kuathan Kemhan Pertegas Kesejahteraan Prajurit TNI Terus Diupayakan
Ini Upaya Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Prajurit TNI
SUMBER BERITA: https://nusantaranews.co/pakar-hukum-hancur-demokrasi-jika-yang-sedikit-mendominasi-yang-banyak/
-2
2.5K
25
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695KThread•58.8KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya