- Beranda
- Berita dan Politik
Viral di Media Sosial Terkait Video dan Foto-foto Penjarahan Toko di Palu Pasca Gempa
...
TS
selldomba
Viral di Media Sosial Terkait Video dan Foto-foto Penjarahan Toko di Palu Pasca Gempa
TRIBUNPEKANBARU.COM- Informasi penjarahan di sebuah toko retail ternama di Kota Palu, Sulawesi Tengah, menjadi viral usai diungah oleh sejumlah warganet di media sosial, dalam 2 hari terakhir.
Di laman facebook, beberapa pemilik akun memposting peristiwa itu dengan mengupload video dan foto-fotonya,.
Beberapa di antaranya mengaku berada langsung di TKP dan mengaku sedang berada di Kota Palu.
Seorang netizen di facebook, Muhammad Rafa yang mengaku tengah berada di Kota Palu, pada 30 September pukul 07.54 lalu menulis dan mengupload foto-foto dan videonya.
Selain Muhammad Rafa, netizen lain yakni Jay Sen, Tanggal 2 Oktober 2018, jam 10 pagi, ikut mengupload video lainnya dari
Aksi penjarahan ini .
Tak hanya sampai di situ, seorang netizen yang mengaku mantan karyawan ikut membagikan video aksi di toko retail alfa midi tersebut.
Nepi Mulyadi, Netizen yang mengaku mantan karyawan Alfa MIDI itu menulis, bahwa jika 10 kardus susu saja hilang maka perusahaan akan mengalami kerugian jutaan rupiah.
Kemudian, netizen Erwin Ali Merryta, pada Selasa (02/10/2018) bahkan melaporkan jika aksi penjarahan itu ikut memakan korban jiwa hingga 3 orang.
Namun, kabar 3 orang tewas terinjak-injak tersebut belum ada keterangan selanjutnya dari pihak berwenang.
Sebelumnya sebagaimana dilaporkan oleh Tribunkalteng.com, pascagempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018), sejumlah warga di Kota Palu berebut makanan di minimarket hingga pasar swalayan.
Salah satu warga, Abdullah mengatakan, belum banyak bantuan makanan yang datang untuk mencukupi kebutuhan warga Kota Palu dan sekitarnya.
"Susah cari makan, Alfamidi dan BNS (Bumi Nyiur Swalayan) dijarah," kata Abdullah.
Selain itu, belum banyak dapur umum yang didirikan.
Kepala Pusat Data Informasi, dan Humas BNBP Sutopo Purwo Nugroho juga mengatakan air bersih menjadi kebutuhan mendesak di Palu.
"Air berubah keruh, kering, sehingga tidak bisa dikonsumsi. Air bersih jadi kebutuhan mendesak untuk masyakat Palu," Kata Sutopo.
Pantauan Kompas.com, penjarahan juga terjadi di sejumlah SPBU di Kota Palu. Sebab, belum banyak SPBU yang beroperasi.
Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,4 dan tsunami yang terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).
Selain itu, gempa juga menyebabkan gelombang tsunami yang terjadi di Pantai Palu dengan ketinggian 0,5 sampai 1,5 meter, pantai Donggala kurang dari 50 sentimeter, dan Pantai Mamuju dengan ketinggian 6 sentimeter.
Berikut Foto-foto warga korban gempa Palu saat mengambil barang di pertokoan yang dikutip dari Kompas.com. (*)
http://pekanbaru.tribunnews.com/amp/2018/10/02/viral-di-media-sosial-terkait-video-dan-foto-foto-penjarahan-toko-di-palu-pasca-gempa
Ayo lanjutkan ngelesnya

Di laman facebook, beberapa pemilik akun memposting peristiwa itu dengan mengupload video dan foto-fotonya,.
Beberapa di antaranya mengaku berada langsung di TKP dan mengaku sedang berada di Kota Palu.
Seorang netizen di facebook, Muhammad Rafa yang mengaku tengah berada di Kota Palu, pada 30 September pukul 07.54 lalu menulis dan mengupload foto-foto dan videonya.
Selain Muhammad Rafa, netizen lain yakni Jay Sen, Tanggal 2 Oktober 2018, jam 10 pagi, ikut mengupload video lainnya dari
Aksi penjarahan ini .
Tak hanya sampai di situ, seorang netizen yang mengaku mantan karyawan ikut membagikan video aksi di toko retail alfa midi tersebut.
Nepi Mulyadi, Netizen yang mengaku mantan karyawan Alfa MIDI itu menulis, bahwa jika 10 kardus susu saja hilang maka perusahaan akan mengalami kerugian jutaan rupiah.
Kemudian, netizen Erwin Ali Merryta, pada Selasa (02/10/2018) bahkan melaporkan jika aksi penjarahan itu ikut memakan korban jiwa hingga 3 orang.
Namun, kabar 3 orang tewas terinjak-injak tersebut belum ada keterangan selanjutnya dari pihak berwenang.
Sebelumnya sebagaimana dilaporkan oleh Tribunkalteng.com, pascagempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018), sejumlah warga di Kota Palu berebut makanan di minimarket hingga pasar swalayan.
Salah satu warga, Abdullah mengatakan, belum banyak bantuan makanan yang datang untuk mencukupi kebutuhan warga Kota Palu dan sekitarnya.
"Susah cari makan, Alfamidi dan BNS (Bumi Nyiur Swalayan) dijarah," kata Abdullah.
Selain itu, belum banyak dapur umum yang didirikan.
Kepala Pusat Data Informasi, dan Humas BNBP Sutopo Purwo Nugroho juga mengatakan air bersih menjadi kebutuhan mendesak di Palu.
"Air berubah keruh, kering, sehingga tidak bisa dikonsumsi. Air bersih jadi kebutuhan mendesak untuk masyakat Palu," Kata Sutopo.
Pantauan Kompas.com, penjarahan juga terjadi di sejumlah SPBU di Kota Palu. Sebab, belum banyak SPBU yang beroperasi.
Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,4 dan tsunami yang terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).
Selain itu, gempa juga menyebabkan gelombang tsunami yang terjadi di Pantai Palu dengan ketinggian 0,5 sampai 1,5 meter, pantai Donggala kurang dari 50 sentimeter, dan Pantai Mamuju dengan ketinggian 6 sentimeter.
Berikut Foto-foto warga korban gempa Palu saat mengambil barang di pertokoan yang dikutip dari Kompas.com. (*)
http://pekanbaru.tribunnews.com/amp/2018/10/02/viral-di-media-sosial-terkait-video-dan-foto-foto-penjarahan-toko-di-palu-pasca-gempa
Ayo lanjutkan ngelesnya

0
1.7K
14
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694KThread•58.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya