- Beranda
- Berita dan Politik
Islam Kejawen Dinilai Bisa Menjadi Contoh Dunia
...
TS
dewaagni
Islam Kejawen Dinilai Bisa Menjadi Contoh Dunia
Islam Kejawen Dinilai Bisa Menjadi Contoh Dunia
Wed, 26 Sep 2018 - 18:40 WIB
5185
Omar (Pemenang International Writing Kontes) menerima hadiah. (Foto: suaramerdeka.com/Sugiarto)
YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Islam Kejawen bisa menjadi contoh dunia, bagaimana menyempurnakan implementasi nilai-nilai Islam yang merupakan Wahyu dari Allah SWT. Dengan mengakomodasi tradisi dan kearifan lokal, penganut Islam dinilai bisa lebih mudah mendekatkan diri kepada Sang Khaliq.
Hal itu dikatakan Mr Omar Edaibat PhD, Pemenang International Writing Contest II yang diselenggarakan UIN Sunan Kalijaga pada orasi ilmiah syukuran kelahiran Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga di Gedung Prof HM Amin Abdullah kampus setempat, Rabu (26/9).
Ia menyampaikan orasinya yang berjudul 'Fostering World Peace Through ‘Cultures of Meaning’ : A Case Study of Shaykh Hamdi Ben Aissa and the Sanad Collective'.
Sedangkan International Writing Contest II diselenggarakan UIN Sunan Kalijaga, sebagai upaya untuk terus mengenalkan pengembangan keilmuan UIN Sunan Kalijaga di kancah global, sebagai percepatan cita-cita menjadi universitas berkelas dunia dalam bidang Islamic Studies.
Omar menegaskan, bahwa praktik keagamaan di Jawa sangat beragam dan tidak bisa disebut sebagai kepercayaan 'Kejawen' (sinkretis). Praktek kepercayaan 'Kejawen' dalam praktik keagamaan di Jawa, adalah bentuk Islam yang merupakan pembelajaran kontekstual.
Jadi, kata dia, praktek Islam Kejawen adalah proses untuk mendekatkan kesempurnaan dalam ber-Islam. Oleh karena itu, Islam perlu untuk terus menghormati tradisi komunitas Jawa yang telah dipraktekkan oleh leluhur mereka.
Sementara Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Yudian Wahyudi, mengatakan, di lingkup Indonesia, ke-Islaman UIN Sunan Kalijaga, selain berkiprah dalam lingkup kajian akademik, juga dalam lingkup persoalan ideologi politik.
Oleh karena itu, salah satu kewajiban mahasiswa baru untuk mengikuti Ma’had Al-Jami’ah, adalah untuk mempelajari Islam moderat secara intens, mendalami kenegaraan, nasionalisme, bela negara dan cara menjadi Muslim yang Pancasilais, agar tidak mudah terpapar pemikiran Islam radikal.
'Ini adalah program kementerian agama untuk kepentingan nasional, bukan untuk kepentingan rektor,' kata Prof Yudian.
(Sugiarto/CN41/SM Network)
https://www.suaramerdeka.com/news/ba...i-contoh-dunia
Setuju sekali dengan hal ini, jangan cuma bisa impor agama aja
Wed, 26 Sep 2018 - 18:40 WIB
5185
Omar (Pemenang International Writing Kontes) menerima hadiah. (Foto: suaramerdeka.com/Sugiarto)
YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Islam Kejawen bisa menjadi contoh dunia, bagaimana menyempurnakan implementasi nilai-nilai Islam yang merupakan Wahyu dari Allah SWT. Dengan mengakomodasi tradisi dan kearifan lokal, penganut Islam dinilai bisa lebih mudah mendekatkan diri kepada Sang Khaliq.
Hal itu dikatakan Mr Omar Edaibat PhD, Pemenang International Writing Contest II yang diselenggarakan UIN Sunan Kalijaga pada orasi ilmiah syukuran kelahiran Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga di Gedung Prof HM Amin Abdullah kampus setempat, Rabu (26/9).
Ia menyampaikan orasinya yang berjudul 'Fostering World Peace Through ‘Cultures of Meaning’ : A Case Study of Shaykh Hamdi Ben Aissa and the Sanad Collective'.
Sedangkan International Writing Contest II diselenggarakan UIN Sunan Kalijaga, sebagai upaya untuk terus mengenalkan pengembangan keilmuan UIN Sunan Kalijaga di kancah global, sebagai percepatan cita-cita menjadi universitas berkelas dunia dalam bidang Islamic Studies.
Omar menegaskan, bahwa praktik keagamaan di Jawa sangat beragam dan tidak bisa disebut sebagai kepercayaan 'Kejawen' (sinkretis). Praktek kepercayaan 'Kejawen' dalam praktik keagamaan di Jawa, adalah bentuk Islam yang merupakan pembelajaran kontekstual.
Jadi, kata dia, praktek Islam Kejawen adalah proses untuk mendekatkan kesempurnaan dalam ber-Islam. Oleh karena itu, Islam perlu untuk terus menghormati tradisi komunitas Jawa yang telah dipraktekkan oleh leluhur mereka.
Sementara Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Yudian Wahyudi, mengatakan, di lingkup Indonesia, ke-Islaman UIN Sunan Kalijaga, selain berkiprah dalam lingkup kajian akademik, juga dalam lingkup persoalan ideologi politik.
Oleh karena itu, salah satu kewajiban mahasiswa baru untuk mengikuti Ma’had Al-Jami’ah, adalah untuk mempelajari Islam moderat secara intens, mendalami kenegaraan, nasionalisme, bela negara dan cara menjadi Muslim yang Pancasilais, agar tidak mudah terpapar pemikiran Islam radikal.
'Ini adalah program kementerian agama untuk kepentingan nasional, bukan untuk kepentingan rektor,' kata Prof Yudian.
(Sugiarto/CN41/SM Network)
https://www.suaramerdeka.com/news/ba...i-contoh-dunia
Setuju sekali dengan hal ini, jangan cuma bisa impor agama aja
2
5K
60
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.3KThread•59KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya