Kaskus

News

naniharyono2018Avatar border
TS
naniharyono2018
Indonesia Satu2nya Negara yg Masih Alami Defisit Berjalan, Rupiah pun Sulit Menguat?
Indonesia Satu-satunya Negara yang Masih Mengalami Defisit Berjalan

Rabu 26 September 2018 15:55 WIB

Indonesia Satu2nya Negara yg Masih Alami Defisit Berjalan, Rupiah pun Sulit Menguat?Grafik Ekonomi (Foto: Ist)

JAKARTA- Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Reza Anglingkusumo menyatakan bahwa sektor pariwisata sebagai pendongkrak perbaikan defisit neraca transaksi berjalan di Indonesia.
Hal ini dia katakan saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata III Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

"Jadi, secara umum negara-negara berpendapatan tinggi seperti Singapura, Jepang dan Korsel. Dan negara-negara dengan pedapatan per kapita di atas kita seperti Malaysia dan Thailand memiliki surplus neraca perdagangan yang didukung oleh surplus neraca perdagangan baik barang dan jasa," kata Reza di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (26/9/2018).


Dia menjelaskan, pada tahun 2017 Indonesia ini masih termasuk negara dengan defisit neraca berjalan 1,7%. Di mana neraca berjalan ini perlu perbaikan, terutama untuk mendukung transformasi Indonesia menjadi negara beperndapatan menengah.

"Apabila dibandingkan dengan Thailand, Malaysia dan Vietnam, Indonesia satu-satunya negara yang masih mengalami defisit berjalan. Pada salah satu komponen neraca berjalan adalah transaksi barang. Sementara itu seluruh negara mengalami defisit pada neraca pendapatan," jelasnya.


Meskipun demikian, lanjut dia, dari sisi neraca jasa Thailand, memiliki surplus pada neraca jasa pada tahun 2017. Di mana surplus yang besar tersebut terutama disumbang oleh sektor pariwisata.
"Indonesia memiliki kontribusi sektor pariwisata sudah cukup besar dan berpotensi memperbaiki posisi neraca. Berdasarkan data neraca pembayaran Indonesia tahun 2017 pariwisata menyumbang sekitar USD14 miliar. Dan dibandingkan dengan negara lain, kita masih terdapat ruang cukup besar untuk memaksimalkan potensi pariwisata," ungkapnya.

https://economy.okezone.com/read/201...fisit-berjalan

BI: Impor Migas Meningkat Dongkrak Defisit Neraca Perdagangan

27 Sep 2018, 19:44 WIB

Indonesia Satu2nya Negara yg Masih Alami Defisit Berjalan, Rupiah pun Sulit Menguat?
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2018 masih mengalami defisit. Namun, angka defisitnya menurun dibanding bulan sebelumnya.


Gubernur BI, Perry Warjiyo, menuturkan neraca perdagangan defisit USD 1,02 miliar pada Agustus 2018, menurun dibandingkan dengan defisit neraca perdagangan bulan sebelumnya sebesar 2,01 miliar dolar AS. 
"Defisit neraca perdagangan tersebut terutama disebabkan peningkatan impor migas, terutama impor minyak mentah," kata Perry di kantornya, Kamis (27/9/2018).

Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas kembali mengalami surplus seiring dengan menurunnya impor nonmigas, antara lain impor mesin dan pesawat mekanik, besi dan baja, kendaraan dan bagiannya, bahan kimia organik, serta plastik dan barang dari plastik.

"Namun secara umum permintaan impor nonmigas masih tetap kuat sejalan dengan permintaan domestik yang masih tinggi," ujar Perry.


Dengan perkembangan tersebut, secara kumulatif Januari-Agustus 2018, neraca perdaganganIndonesia mencatat defisit USD 4,09 miliar.


Dari kondisi ini, posisi cadangan devisa Indonesia tercatat cukup tinggi sebesar USD 117,9 miliar pada akhir Agustus 2018 atau setara dengan pembiayaan 6,8 bulan impor atau 6,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

https://www.liputan6.com/bisnis/read...ca-perdagangan

Neraca Dagang Defisit karena Impor Migas, Sri Mulyani Andalkan B20

Senin 17 September 2018 20:38 WIB


Indonesia Satu2nya Negara yg Masih Alami Defisit Berjalan, Rupiah pun Sulit Menguat?Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)


JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan neraca perdagangan pada Agustus 2018 mengalami defisit sebesar USD1,02 miliar. Angka defisit ini membaik dari kondisi neraca perdagangan di bulan Juli 2018 yang mencapai USD2,01 miliar.
Terkait hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, bahwa pihaknya yakin bisa menutup defisit neraca perdagangan dengan adanya bahan bakar solar dengan 20% bauran minyak sawit alias B20.


"Untuk impor migas kita masih cukup tinggi sehingga mengalami defisit. Oleh karena itu, B20 yang kita tonjolkan," kata Sri Mulyani di komplek DPR, Jakarta, Senin (17/9/2018).

Dia juga menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan pembahasan B20 dengan beberapa pihak, seperti Menteri BUMN, Pertamina, Menteri ESDM, Menko Perekonomian, Kemenkeu dan Bank Indonesia.
"Pembahasan itu untuk akan terus mencoba menjaga dan terus melihat perkembangannya," pungkasnya.


Peluncuran mandatori tersebut telah resmi dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 31 Agustus 2018.
Hal ini membuat badan usaha maupun perusahaan memproduksi minyak sawit yang digunakan sebagai campuran solar (fatty acid methyl este/FAME), harus memenuhi kebutuhan tersebut. Jika tidak keduanya mendapatkan sanksi sebesar Rp6.000 per liter.

https://economy.okezone.com/read/201...i-andalkan-b20

ESDM: Sektor Listrik Tak Pengaruhi Defisit Perdagangan
Senin 24 Sep 2018 15:02 WIB

Indonesia Satu2nya Negara yg Masih Alami Defisit Berjalan, Rupiah pun Sulit Menguat?
Gardu listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah sektor kelistrikan menjadi penyebab rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan defisit neraca perdagangan. 

Direkur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Sommeng mengatakan, sektor kelistrikan tidak berperan dalam pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS. Dia menyebutkan penyebabnya adalah defisit neraca perdaganan.

"Tidak ada berpengaruh dalam kurs, itu karena keseimbangan ekspor-impor neraca perdagan kita," kata Andy

Menurut Andy, porsi impor komponen pembangkit juga tidak besar. Dia pun membantah, rencana  penundaan proyek 15.200 Mega Watt (MW) bertujuan untuk menyeimbangkan defisit neraca perdagangan.

‎"Kalau (impor) sektor listrik bergantung (jenis barangnya), tapi transmisi distribusi sudah bikin sendiri," ujarnya.

Andy melanjutkan, investasi sektor kelistrikan khususnya dari luar negeri juga bukan menjadi penyebab melemahnya rupiah. Hal tersebut justru mendatangkan dolar AS masuk ke Indonesia. Di sisi lain, penggunaan dolar AS sektor kelistrikan juga sudah ditiadakan sejak Peraturan Bank Indonesia.

"Itu karena kita impor beli handphone, belanja online‎. Itu salah (rupiah melemah karena sektor kelistrikan)," tutup Andy.

https://republika.co.id/berita/ekonomi/keuangan/18/09/24/pfjuiw370-esdm-sektor-listrik-tak-pengaruhi-defisit-perdagangan

Rizal Ramli Sebut Defisit Transaksi Berjalan RI Sulit Turun

Rabu 26 September 2018 - 17:19

Indonesia Satu2nya Negara yg Masih Alami Defisit Berjalan, Rupiah pun Sulit Menguat?
Kendaraan membawa peti kemas dengan latar belakang area bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (15/8/2018). (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)


[ltr]Neraca Perdagangan atau current account deficit (CAD) Indonesia diprediksi tak akan berkurang signifikan hingga akhir tahun ini. Bank Indonesia (BI) sebelumnya memprediksi CAD mencapai USD 25 miliar hingga akhir tahun ini atau sekitar 2,5 persen terhadap produk doemstik bruto (PDB). Jumlah tersebut lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya USD 17,53 miliar atau sekitar 1,73 persen terhadap PDB.[/ltr]

[ltr]Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli memprediksi, CAD Indonesia hingga akhir tahun ini hanya berkurang USD 1 miliar dari prediksi bank sentral tersebut atau sebesar USD 24 miliar. Hal ini lantaran pemerintah hanya menerapkan kebijakan yang berdampak kecil bagi laju impor.[/ltr]

[ltr]"CAD BI sendiri ramal USD 25 miliar. Dengan langkah-langkah printil ini paling hanya kurang USD 1 miliar," ujar Rizal Ramli dalam acara diskusi ekonomi di Hotel Ibis, Jakarta, Rabu (26/9). [/ltr]

Kebijakan 'kecil' yang dimaksud Rizal Ramli adalah kenaikan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Impor pada 1.147 komoditas. Akibatnya, lanjut dia, kurs rupiah juga masih akan bergerak di sekitar Rp 15.000 per dolar AS hingga akhir tahun.


Indonesia Satu2nya Negara yg Masih Alami Defisit Berjalan, Rupiah pun Sulit Menguat?
Rizal Ramli di acara diskusi Tantangan Ekonomi Indonesia. (Foto: Nicha Muslimawati/kumparan)


[ltr]"Rupiah enggak bisa keluar Rp 15.000 per dolar AS," katanya.[/ltr]

[ltr]Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya memprediksi CAD hingga akhir tahun sebesar 2,5 persen terhadap PDB. Angka ini telah memperhitungkan dampak dari kebijakan penggunaan biodiesel 20 persen (B20), pembatasan impor, hingga rencana penundaan sejumlah proyek infrastruktur maupun migas.[/ltr]

[ltr]"Tahun ini CAD bisa mengarah ke 2,5 persen terhadap PDB," ujar Perry.[/ltr]

[ltr]Dia melanjutkan, bank sentral dan pemerintah juga terus berkoordinasi untuk mempersempit laju CAD. Perry menyebut, ada penghematan devisa senilai USD 2,2 miliar di tahun ini dari implementasi B20 yang mulai dilaksanakan besok. Selain itu, pemerintah juga terus mendorong sektor pariwisata untuk menggenjot devisa dari turis. "Tentu semuanya telah kami perhitungkan," katanya.[/ltr]
https://kumparan.com/@kumparanbisnis/rizal-ramli-sebut-defisit-transaksi-berjalan-ri-sulit-turun-1537956698952755566

"Nilai Tukar Rupiah Bergantung pada Neraca Perdagangan"Kamis 04 Oktober 2012 17:18 WIB

Indonesia Satu2nya Negara yg Masih Alami Defisit Berjalan, Rupiah pun Sulit Menguat?

Ilustrasi 

JAKARTA - Komite Ekonomi Nasional (KEN) menyatakan kuat atau lemahnya nilai tukar rupiah sangat bergantung pada neraca perdagangan.

Ketua Umum KEN Chairul Tanjung mengatakan ada kecenderungan membaiknya defisit neraca berjalan Indonesia. Hal tersebut terlihat dari sempitnya jarak antara ekspor dan impor.

"Kita lihat ekspor sama impornya sudah makin besar penyempitannya. Nah, penyempitan itu kesempatan untuk kita lebih memperkecil defisit neraca pembayaran," kata Chairul, setelah menghadiri rapat koordinasi pelaksanaan KTT APEC, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (4/10/2012).

Menurut Chairul, jika neraca tersebut bisa bertambah surplus akan membesar nilai tukar rupiah. Hal ini karena nilai tukar rupiah sangat tergantung pada defisit neraca perdagangan.

Chairul menjelaskan, kalau besar defisitnya maka nilai rupiah akan melemah tetapi jika surplus pasti nilai rupiahnya akan menguat. "Kalau mau lihat trennya menguat atau melemah lihat defisit neraca berjalannya," tambah Chairul.

https://economy.okezone.com/read/201...ca-perdagangan

----------------------------

Bagaimana berharap n ilai kurs rupiah terhadap dollar akan menguat, bilaman neraca berjalan terus saja mengalami defisit? Apalagi harga minyak sudah mulai tembus US$80 perbarrel, tekanan defisit itu akan semakin kuat saja beberapa bulan ke depan ini. 

Semua punggawa ekonomi Kabonet Jokowi sudah tahu sebabnya, bahwa selama neraca berjalan masih minus, sulitlah berharap nilai kurs rupiah akan menguat. 

Sementara mereka pun sudah tahu, penyebab defisit itu adalah impor energi (minyak dan listrik), Terus apa mau mengurangi produksi minyak, konsumsi minyak dan listrik? Mustahil, bukan?

emoticon-Wakaka

-1
1.6K
8
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.5KThread59.1KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.