Kaskus

News

selldombaAvatar border
TS
selldomba
Sudah Berjumpa, Andi Arief Sebut Penulis Asia Sentinel Berusia 83 Tahun dan Baru Oper
Sudah Berjumpa, Andi Arief Sebut Penulis Asia Sentinel Berusia 83 Tahun dan Baru Operasi Mata

TRIBUN-MEDAN.com-Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief, menjelaskan upaya pengaduan Partai Demokrat terhadap media asing Asia Sentinel yang disebut telah membuat berita fitnah terhadap Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal itu diungkapkan Andi Arief melalui akun Twitternya @AndiArief_ pada Rabu (26/9/2018).

Andi Arief menuturkan, Wasekjen Demokrat Andi Timo berhasil menemui penulis berita Asia Sentinel, John Berthelsen di Los Gatos - Sacramento, AS.

Andi Arief menyebut, John Berthelsen ternyata berusia 83 tahun dan baru melakukan operasi mata.

Menurutnya, pihak Partai Demokrat sempat berdiskusi meski John Berthelsen hanya mau menemui di depan pintu.

"Janji kami mengejar Asia Sentinel sampai ujung dunia, Wasekjen Andi Timo berhasil menemui John Berthelsen di Los Gatos Sacramento USA. Sempat berdiskusi meski John hanya mau menemui di depan pintu. John ternyata usia 83 th dan baru operasi mata," tulis Andi Arief dalam akun Twitternya.

Unggahan Andi Arief pada Twitter
Unggahan Andi Arief pada Twitter (Twitter @AndiArief__)
Diberitakan sebelumnya oleh Tribunnews.com, Senin (17/9/2018), Partai Demokrat resmi melaporkan pemberitaan media asing Asia Sentinel kepada Dewan Pers, di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).

Pengaduan Partai Demokrat ini diwakili oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan bersama Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat Imelda Sari, Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Ferdinand Hutahaean, dan enam orang lainnya.

Hinca memaparkan, pengaduan pihaknya ke dewan pers untuk menjaga kebebasan pers di Indonesia sesuai dengan kode etik jurnalistik.

Menurutnya satu di antara beberapa hal yang menjadi masalah adalah media-media dalam negeri Indonesia turut menyebarkan berita tersebut.

“Kasus ini sudah lama ditutup secara hukum dan politik tapi kemudian muncul kembali dengan mengutip media asing yang belum tentu kredibel, ini menjadi pembelajaran bagi media-media di Indonesia,” terang Hinca.

Media Asing Asia Sentinel, Rabu (12/9/2018), menyebut pemerintahan SBY adalah pemerintahan dengan konspirasi kriminal yang sangat besar.

Artikel tersebut ditulis oleh John Berthelsen, editor sekaligus pendiri Asia Sentinel, sebuah media Asia yang berbasis di Hongkong.

Dalam artikel yang diterbitkan Asia Sentinel disebutkan bahwa Pemerintahan era Presiden SBY dianggap sebagai pemerintahan dengan konspirasi kriminal yang sangat besar.

Sebanyak 12 miliar dolar Amerika Serikat (AS) uang dari pembayar pajak dicuri dan dicuci melalui bank-bank internasional.

Sementara 30 pejabat pemerintahan disebut terlibat dalam skema konspirasi tersebut.

Tulisannya didasarkan dari laporan hasil investigasi setebal 488 halaman dalam gugatan yang dilayangkan Weston Capital International ke Mahkamah Agung Mauritius.

Laporan berupa analisis forensik atau barang bukti yang dikumpulkan oleh tim penyidik ​​dan pengacara di Indonesia, London, Thailand, Singapura, Jepang dan negara-negara lain juga dilengkapi 80 halaman afidavit atau keterangan di bawah sumpah.

Laporan ini juga melibatkan serangkaian penyelidikan di lembaga keuangan internasional termasuk Nomura, Standard Chartered Bank, United Overseas Bank (Singapore) dan lain-lain.

Laporan itu menyebut banyak penipuan dan korupsi yang terjadi di pusaran PT Bank Century Tbk.

Bank ini direkapitalisasi pada tahun 2008 dan berganti nama menjadi Bank Mutiara.

Bahkan, disebutkan dalam artikel ini Bank Mutiara juga disebut sebagai 'Bank SBY', karena diyakini berisi dana gelap untuk menunjang Partai Demokrat, yang dipimpin oleh SBY.

Artikel menyebutkan konspirasi ini dirancang oleh Kartika Wirjoatmodjo, bankir terkemuka di Indonesia, dan pihak lainnya "dengan maksud menjarah kekayaan Lembaga Penjamin Simpanan dan cadangan asuransi dalam jumlah yang melebihi US $ 1,05 miliar selama 10 tahun".

Pencurian ini bertujuan untuk memperkaya penguasa yang menggunakan kekuasaan untuk mencuri sumber daya Indonesia dan juga menipu kreditur prioritas, yaitu para penggugat.

Permintaan Maaf Asia Sentinel

Dikutip dari asiasentinel.com, Rabu (19/9/2018), Asia Sentinel telah meminta maaf kepada SBY, Partai Demokrat dan siapapun yang merasa terhina oleh pemberitaan pada 10 September lalu.

Asia Sentinel menarik kembali pemberitaan tentang SBY dan kasus Bank Century Indonesia.

Dalam situsnya, Asia Sentinel menuturkan telah berlaku tidak adil dan melayangkan banyak tuduhan kepada SBY.

Asia Sentinel juga mengakui tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak terkait sehingga merugikan SBY. (TribunWow.com/ Qurrota Ayun)

http://medan.tribunnews.com/amp/2018/09/26/sudah-berjumpa-andi-arief-sebut-penulis-asia-sentinel-berusia-83-tahun-dan-baru-operasi-mata

Mungkin si John Berthelesen butuh uang buat operasi mata jadi saja menulis berita pro sesuatu dan dapat honor deh, persis kaya buzzer yang dapet honor 4 jeti/bulan buat dukung capres tertentu.
emoticon-Traveller emoticon-Traveller
-2
1.3K
15
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.6KThread59.2KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.