- Beranda
- Berita dan Politik
Dolar Perkasa, Harga Alat Kesehatan di Pasar Pramuka Naik 25 Persen
...
TS
venomwolf
Dolar Perkasa, Harga Alat Kesehatan di Pasar Pramuka Naik 25 Persen
Kuatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah banyak berdampak pada naiknya harga produk-produk impor tanah air. Tak terkecuali alat kesehatan yang dijual di Pasar Pramuka Matraman Jakarta Timur. Hari ini (10/9), dolar pada situs Reuters diperdagangkan pada posisi Rp 14.870.
Sebagai sentra penjualan alat kesehatan, Pasar Pramuka banyak dijadikan rujukan bagi rumah sakit daerah, bahan praktikum pendidikan, hingga untuk konsumsi pribadi dalam jumlah kecil.
Salah seorang pedagang alat kesehatan, Mirna menuturkan produk yang dijualnya naik sampai di angka 25 persen atau seperempat harga produk normal.
“Naik ini, 20 persen dari Taiwan atau Cina, yang Jerman sampai 25 persen,” kata Mirna kepada kumparan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Senin (10/9).
Menurut Mirna, kenaikan itu terjadi hampir merata pada produk-produk alat kesehatan di tokonya. Ia mencontohkan produk yang paling banyak dicari yaitu alat praktikum untuk sekolah.
Pedagang Alat Kesehatan di Pasar Pramuka Matraman Jakarta Timur. (Foto:Nurul Nur Azizah/kumparan)
BACA JUGA
Sri Mulyani: Rupiah Tertekan tapi Penerimaan Negara Justru Meningkat
BI Bakal Lebih Hati-hati Gunakan Cadangan Devisa Hingga Akhir Tahun
Rupiah Melemah, Peluang untuk Menggenjot Ekspor hingga Pariwisata
“Kalau alat dari Cina Rp 75 ribu, Jerman Rp 110 ribu alat penelitian laboratorium, ya tinggal hitung aja kalau naik sekitar 20 hingga 25 persen,” imbuhnya.
Hal sama juga dirasakan seorang pedagang lain, Eni. Terjadi kenaikan saat dolar hampir menembus angka Rp 15.000.
“Dolar naik ya sampai 25 persen, otomatis kita belinya naik, ya jualnya juga makin mahal kan, kalah yang lokal masih tetap tapi ada yang naik tapi enggak kerasa,” ucap Eni.
Meski kini rupiah menguat, namun harga alat kesehatan belum turun mengikuti pergerakan nilai tukar.
“Kalau sudah naik, enggak turun lagi ini sampai sekarang,” ujarnya.
Imbas dari kenaikan itu, baik Mirna ataupun Eni sebagai pedagang juga mengeluhkan berkurangnya pembeli hingga jumlah permintaan.
“Ya jadi yang awalnya belinya 10 misalnya, tahu harganya naik, ya jadi cuma beli 5 gitu, yang semula seminggu bisa Rp 100 juta misalnya, sekarang buat dapatkan 50 juga aja susah,” pungkas Eni.
https://m.kumparan.com/@kumparanbisnis/dolar-perkasa-harga-alat-kesehatan-di-pasar-pramuka-naik-25-persen-1536562148739323410
jual onlen donk..ga kreatip
Sebagai sentra penjualan alat kesehatan, Pasar Pramuka banyak dijadikan rujukan bagi rumah sakit daerah, bahan praktikum pendidikan, hingga untuk konsumsi pribadi dalam jumlah kecil.
Salah seorang pedagang alat kesehatan, Mirna menuturkan produk yang dijualnya naik sampai di angka 25 persen atau seperempat harga produk normal.
“Naik ini, 20 persen dari Taiwan atau Cina, yang Jerman sampai 25 persen,” kata Mirna kepada kumparan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Senin (10/9).
Menurut Mirna, kenaikan itu terjadi hampir merata pada produk-produk alat kesehatan di tokonya. Ia mencontohkan produk yang paling banyak dicari yaitu alat praktikum untuk sekolah.
Pedagang Alat Kesehatan di Pasar Pramuka Matraman Jakarta Timur. (Foto:Nurul Nur Azizah/kumparan)
BACA JUGA
Sri Mulyani: Rupiah Tertekan tapi Penerimaan Negara Justru Meningkat
BI Bakal Lebih Hati-hati Gunakan Cadangan Devisa Hingga Akhir Tahun
Rupiah Melemah, Peluang untuk Menggenjot Ekspor hingga Pariwisata
“Kalau alat dari Cina Rp 75 ribu, Jerman Rp 110 ribu alat penelitian laboratorium, ya tinggal hitung aja kalau naik sekitar 20 hingga 25 persen,” imbuhnya.
Hal sama juga dirasakan seorang pedagang lain, Eni. Terjadi kenaikan saat dolar hampir menembus angka Rp 15.000.
“Dolar naik ya sampai 25 persen, otomatis kita belinya naik, ya jualnya juga makin mahal kan, kalah yang lokal masih tetap tapi ada yang naik tapi enggak kerasa,” ucap Eni.
Meski kini rupiah menguat, namun harga alat kesehatan belum turun mengikuti pergerakan nilai tukar.
“Kalau sudah naik, enggak turun lagi ini sampai sekarang,” ujarnya.
Imbas dari kenaikan itu, baik Mirna ataupun Eni sebagai pedagang juga mengeluhkan berkurangnya pembeli hingga jumlah permintaan.
“Ya jadi yang awalnya belinya 10 misalnya, tahu harganya naik, ya jadi cuma beli 5 gitu, yang semula seminggu bisa Rp 100 juta misalnya, sekarang buat dapatkan 50 juga aja susah,” pungkas Eni.
https://m.kumparan.com/@kumparanbisnis/dolar-perkasa-harga-alat-kesehatan-di-pasar-pramuka-naik-25-persen-1536562148739323410
jual onlen donk..ga kreatip

0
1.2K
13
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
693.5KThread•58KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya