Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1700
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a35ee6f31e2e65c1a8b4567/mata-batin-they-among-us-chapter-1-end
Kamu percaya hantu? Atau kamu pernah Bertemu dengan mereka ? ini adalah Kisahku. Namaku Roni seorang berusia dua puluh satu tahun yang berprofesi sebagai penulis. berawal dari rasa penasaranku melihat dunia lain untuk bahan tulisan dibuku baruku.
Lapor Hansip
17-12-2017 11:11

MATA BATIN- They are AMONG US. [ HOROR ]

Past Hot Thread
SELAMAT DATANG DI THREAD HORROR ANE YANG SEDERHANA
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
Assalamualaikum wr.wb


Pembukaan

Quote:PROLOG

Quote:Kamu percaya hantu?
Atau kamu pernah Bertemu dengan mereka ?
ini adalah Kisahku.

Namaku Roni seorang berusia dua puluh satu tahun yang berprofesi sebagai penulis.
berawal dari rasa penasaranku melihat dunia lain untuk bahan tulisan dibuku baruku.

aku nekat membuka mata batinku sendiri dengan mencoba banyak ritual.
hingga suatu hari mendapati diriku mulai dapat melihat keberadaan MEREKA.

Siapa sangka ternyata setelah aku membuka mata batinku masalah demi masalah muncul,
dan ternyata masalah tersebut mengancam keselamatanku dan adikku Sheril . .




Quote:FAQ:
Q: cerita dan karakter disini nyata gan ?
A: alur dan karakter disini fiksi, namun semua kejadian mistisnya diangkat dari pengalaman nyata TS dan kawan2 TS.

Q: TS pernah bibuka mata batin ?
A: pernah emoticon-Smilie, namun sekarang sudah ditutup karena alasan risih, bukan takut emoticon-Smilie

Q: risih kenapa gan ?
A: risih karena dikit2 kaget,dikit2 mual dan risih pas mandi ditongrongin neng kunti.

Q: jadi ini cuma karangan gan ?
A: cerita utama memang dikarang, namun kejadian mistis yang dialami oleh karakter sepenuhnya nyata pernah dialami TS dan kerabat TS emoticon-Smilie tapi untuk keseimbangan cerita ane tambahin unsur Fiksi biar ceritanya lebih dapet

Q: kapan update nya gan ?
A: biasanya saya update jam 20.00-24.00 Karena TS sedang sekolah bahasa updatenya cuma bisa seminggu sekali gansis. Update tiap malam minggu emoticon-Smilie

Quote:Kalau agan dimari suka cerita saya, mohon untuk emoticon-Rate 5 Starshare gan dan juga komengnya emoticon-2 Jempol
yang udah iso boleh timpuk ane pake emoticon-Blue Guy Cendol (L)


emoticon-Hammer2



Selamat Membaca

Quote:
PENTING

Just Info untuk Thread ini ane akan buat tamat di chapter 1, untuk lanjutan ceritanya bisa dibaca nanti di chapter 2 yang akan di posting di thread baru segera.

Terima Kasih

INDEX PART
Kesan Pertama (pengenalan bagi Roni )
1. Dunia lain
2. Buka Mata Batin
3. Penghuni Rumah
4. Hantu Penglaris
5. Hantu Anak Kecil
Sisipan sekilas Linda
POPI
6. Hantu Siswi
7. Hantu Penunggu Sekolah
8. Dijilat Hantu /
9. Hantu Toilet
SHERIL
10. Hantu Toilet 2
Biografi Karakter
11. Jurig Kincir 1..
12. Jurig Kincir 2 ..
Sisipan Real Story si Bray
13. Jurig Kincir (Sheril)
LINDA
14. Uyut Catam
15. Rumah Linda
16. Saingan Linda (Sheril)
17. Kematian Linda
GALIH
18. Kemah di Curug 18 Januari 2018
19. Sesajen 19 Januari 2018
20. Sesajen part Dua 20 Januari 2018
21. Sesajen part Tiga 21 Januari 2018
22. Buntelan kecil 27 Januari 2018
Cerpen Cheesecake
23. buntelan kecil dua 7 Februari 2018
24. Wanita ? 11 Februari 2018
25. Wanita Dua 24 Februari 2018
AYU
26. Kemah lagi 10 Maret 2018
27. Sareupna 17 Maret 2018
28. Bingung 24 Maret 2018
SHERIL (2)
29.Mimpi (Sheril) 26 Maret 2018
30. Rumah Anggi (Sheril) 31 Maret 2018
31. Siapa? (Sheril) 15 April 2018
RONI
32. Ikan? 22 April 2018
33. Bayangan 29 April 2018
34. Masa Lalu 7 mei 2018
35. HATI 16 Mei 2018 ( Late Post)
36. Kakak 7 Juli 2018(Sheril)
37. Kakak-2 14 Agustus 2018(Sheril)
38. Perjalanan 3 Oktober 2018(Sheril)
BEGINNING
39. Permulaan 27 Oktober 2018(Sheril)
Teaser Chapter 2

Selamat pagi/siang/malam gansis yang suka mampir ke Thread ini, ane cuma mau bilang maaf karena ane baka vacum di dunia perinternetan untuk waktu yang bakalan lama. sebenernya udah ada lanjutan chapter 2 cuma ane ngerasa sangsi buat postingnya karena belum selesai 100%. jadi buat agan dan sista yang nunggu kelanjutannya harus berlapang dada karena ane mau vacum karena suatu alasan.

Terimakasih

Salam Kentang
Polling

Poll ini sudah ditutup - 80 Suara

Gimana Ceritanya Gan ? 
65%
Bagus Ceritanya Serem.
27.5%
Lumayan Seram,
7.5%
Boring Gan .
Diubah oleh roni.riyanto
profile-picture
profile-picture
cos44rm dan heykas memberi reputasi
6
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 82 dari 85
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
04-09-2018 03:31
ninggalin jejak...
emoticon-Traveller
0 0
0
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
04-09-2018 22:57
asian game da selesai gan .. lanjutt dongg
0 0
0
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
06-09-2018 12:13
iya bener, asian games udah kelar tp blm apdet juga om
0 0
0
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
06-09-2018 20:58

Quotes

Bang Roni jadi update gk udah September nihemoticon-Smilie
0 0
0
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
08-09-2018 22:41

siplah

sok ath update deui kang.
0 0
0
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
09-09-2018 08:32
asian games udah selesai kok belum lanjut
0 0
0
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
09-09-2018 15:25
Nitip sandal dl..
0 0
0
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
11-09-2018 23:04
TS nya lagi Gelisah Nunggu hasil ujian kemaren beberapa hari lagi, nanti juga bakalan update kalo emang udah waktunya gansis,

Sorry kalo kentangnya garing ampe ada yang ngebata ane emoticon-Ngakak
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh radheka
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh radheka
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
15-09-2018 17:31
Quote:Original Posted By roni.riyanto
Maaf Bre ane paling bisa update Minggu depan tanggal 21 malam, dikarenakan sekarang sedang ingin refreshing dulu mengobati luka dihati emoticon-Ngakak. Tenang aja ane pastiin updatenya Nempel ditanggal tersebut emoticon-Ngakak


Ada yang patah hati nih
0 0
0
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
19-09-2018 23:51
beloem oepdet ternjanta
0 0
0
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
23-09-2018 08:45
ini udah tanggal 23 tapi kagak ada, kentang
0 0
0
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
23-09-2018 17:42
seru ini, tinggalin jejak dulu gan
0 0
0
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
23-09-2018 19:27
kentang emoticon-Blue Guy Bata (L)
0 0
0
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
25-09-2018 10:43
nunggu BH sheril
0 0
0
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
27-09-2018 18:44
uda lama buka kaskus.tetap blm update.
0 0
0
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
30-09-2018 09:48
wah parah, kentang semua
0 0
0
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
01-10-2018 00:21
Mati penasaran dah
0 0
0
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
03-10-2018 11:52
Sorry baru sempet buka kaskus lagi dan update, karena kemaren ane habis ngeleewatin masa-masa sulit

Quote:“Alhamdulilah ya Kak, sekarang kakak udah bisa sayang sama cewek lain selain alm Kak Linda, aku yakin kak Linda juga bakalan seneng kalo tahu kakak udah bisa bahagia lagi”
“Iya dek Kakak juga tahu, Linda juga ngomong hal yang sama tadi”

Part 38

“Eh kak Linda? Maksud kakak gimana?”

Aku bertanya dengan heran, karena aku merasa kenapa semua kebetulan ini bisa terjadi? Apakah memang benar sosok kak Linda mendatangi kakak?

“Iya dek, tadi dia datengin kakak lewat mimpi.. awalnya kakak piker ini Cuma mimpi, tapi Linda bilang ini bukan mimpi dan dia udah ngawasin kakak selama ini dari jauh”

Mendengar hal demikian, aku dan kak Popi hanya bisa terdiam. Kali ini giliran kakak yang tampak keheranan, namun tak lama dia memegang dahinya dengan tangan kirinya.

“Kenapa kak?”

“Kenapa Ron?”

Sontak aku dan kak Popi menjadi bingung apa yang terjadi kepada kakak, dia tampak memagang dahi dan matanya terpejam. Sesekali dia mengerang dengan pelan, kelihatannya sangat kesakitan.

“Kenapa si Roni Pop?”

Terdengar suara laki-laki dari arah pintu masuk yang ternyata adalah kak Galih, dia masuk kedalam ruangan beserta kak Ratna istrinya.

“Gak tau kak, tiba-tiba aja kakak gitu” sahutku.

Tak lama kemudian kak Roni tampak sudah kembali tenang dan melepas tangan dari dahinya, matanya masih terpejam terpejam namun suara erangan kesakitan sudah berhenti. Kulihat kak Popi kembali khawatir namun dia masih kuasa untuk menahan ekspresi wajahnya, kami semua terdiam menunggu kakak mengatakan sesuatu.

“Lih !?”

“Iya Ron kenapa? Gue ada disiini”

Entah mengapa aku merasa aneh dengan situasi ini, seharusnya kan bila sedang seperti ini dia memanggil nama seorang perempuan yang berarti untuk kakak. misalnya saja dia memanggil namaku atau nama kak Popi, tapi dia malah memanggil nama kak Galih, rasanya seperti membaca komik BL.

“Lih, kenapa gue bisa ada disini?”

“Emang lu gak inget kenapa lu bisa ada disini? Lu habis ngalamin kecelakaan !” sahut kak Galih dengan suara cukup tinggi.

Sontak saja kami yang berada disana merasa aneh, karena kenapa kakak berkata demikian sementara ketika dia sadar dan ada aku disana kakak tampak baik-baik saja.

“Kecelakaan ? kecelakaan gimana?” kakak bertanya dengan wajah yang amat penasaran.

“Lu beneran gak inget ? apa lu Cuma acting gak inget?” jawab kak Galih ketus.

Kakak Nampak menurunkan pandangannya, tangannya memagang selimut tipis berpola garis yang digunakannya. Dari raut wajahnya kupikir kakak tidak main-main, dia Nampak seperti orang ling-lung.

“Kak…Kakak inget gak aku siapa?” tanyaku.

Dia menoleh kearahku, untuk sejenak dia terdiam sebelum dia menjawab dan ternyata dia mengenaliku.

“Kalo ini siapa?” tanyaku sambil merangkul lengan kak Popi.

“Itu…Popi”

Setelah itu kakak menyebutkan satu-persatu nama kami yang berada disana termasuk nama kak Yana dan Ipin, namun dia tidak menyebutkan nama satu orang lagi yaitu kak Ayu. Hal ini membuatku dan yang lain merasa ada yang tidak beres, tak lama kemudian kak Galih mendekat dan duduk diujung ranjang pasen kakak.

“Ron gue mau nanya sama elu !”

“Nanya apaan Lih?”

“Lu inget gak sebelum elu bangun disini, lu inget apa aja dan kita semua lagi ngelakuin apa?”

“Kita lagi kemah kan, bener gak?”

“Terus gue mu tanya, siapa aja yang ikut kemah..lu inget gak?” tanya Kak Galih serius.

“Kok lu nanyanya gitu?”

“Udah jawab aja !”

Untuk sejenak kakak tampak heran dengan pertanyaan kak Galih, karena bisa terlihat dari raut wajahnya.

“Yang ikut kemah itu gue, elu, istri lu, Popi, Yana sama Ipin”

“Yakin lu yang ikut Cuma segitu?”

kembali kak Galih bertanya dengan serius, semua orang menjadi tampak heran termasuk aku sendiri. Karena berdasarkan cerita dari kak Galih ada satu orang lagi yang ikut berkemah, yaitu kak Ayu namun kakak terlihat tidak mengingatnya.

“Yakin, kan emang seg….”

Tiba-tiba kakak berhenti berucap dan tampak menyadari sesuatu, dia tampak mengingat-ngingat sesuatu. Tak lama berselang wajahnya menjadi gelisah, membuat yang lain turut menjadi gelisah atau lebih tepatnya menjadi penasaran.

“Kenapa Ron?” tanya kak Popi.

“Satu lagi, satu lagi kan yang ikut.. tapi siapa aku gak inget siapa itu Pop !”

“Mah keluar suruh Ipin panggil dokter kesini, kayaknya ada yang gak beres” pinta Kak Galih kepada kak Ratna.

Kak Ratna dengan sigap keluar dan menyuruh kak Ipin untuk memanggil dokter, didalam ruangan semua orang terdiam sambil menerka apa yang menimpa kakak. Aku sempat berpikir kakak mengalami Amnesia, tapi jika memang demikian kenapa dia hanya melupakan kak Ayu saja?

“Ron, lu beneran gak inget siapa satu lagi yang ikut?” tanya kak Galih.

“Seriusan Lih gue gak inget siapa, tapi samar-samar gue inget emang ada satu lagi yang ikut tapi gue gak tau siapa " jawab kakak gelisah.

“Kakak gak inget sama kak Ayu?” tanyaku.

“Ayu? Ayu siapa dek? Rasanya kakak gak punya temen yang Namanya Ayu“

Mendengar kakak berkata demikian sontak membuat kami semua yang mendengar menjadi sangat terkejut, karena rasanya sungguh tidak mungkin dia melupakan teman masa kecilnya. Hal yang membuat kami lebih bingung karena kejadian kecelakaan baru saja terjadi kemarin namun kakak tidak mengingat apa-apa.

“Kak Ratna, dokternya udah aku panggil sekarang lagi dijalan udah deket mau kesini” ujar Kak Ipin

Sesuai dengan perkataan kak Ipin, beberapa saat kemudian datanglah dokter yang beberapa waktu lalu memeriksa kakak. Dia meminta kami untuk keluar dari ruangan, dokter berkata sebaiknya kami menunggu diluar karena tidak baik mengerumuni pasien dan hanya meminta satu orang didalam dan akulah orang tersebut.

Dokter memulai memerika kondisi kakak layaknya adegan yang ada di film, seperti missal mengecek pupil dsb. Dokter memberikan beberapa pertanyaan kepada kakak mengenai apa yang tubuh kakak rasaka, dan juga dokter menanyaiku apa saja yang kakak tidak ingat.

“Emm adek adiknya bapak Roni?” tanya pak dokter.

“iya pak saya adiknya” jawabku.

“Emm gini dek, menurut diagnosa saya, sepertinya kakaknya adek ini mengalami Amnesia, tapi Amnesianya khusus bukan amnesia biasa”

“Edisi special gitu dok?” Tanpa sadar aku berkata demikian.

“Ya intinya sodara Roni ini mengalami amnesia, tapi hanya untuk beberapa hal saja. Saya pikir kondisinya akan membaik dalam beberapa waktu kedepan”

Kakak tampak sedikit sedih mendengar hal yang disampaikan oleh pak dokter, sebenarnya akupun merasa demikian karena akupun belum mengetahui hal apa saja yang mungkin kakak tidak akan ingat.

“Ada yang bisa kita lakuin gak dok supaya membantu proses penyembuhan kakak saya?”

“Saya sarankan adek dan teman-teman sodara Roni melakukan dan menunjukan hal yang mungkin bisa memicu ingatan yang hilang. Ya meskipun kita belum tau hal apa saja yang dilupakan oleh sodara Roni”

“Oh gitu ya dok, makasih dok”

“Oh iya satu lagi, karena kondisi sodara Roni sudah membaik dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sodara Roni suda boleh pulang”

“Iya dok makasih”

Kemudian pak Dokter meninggalkan ruangan dan hanya tinggal aku dan kakak saja yang berada dalam ruangan, kakak tampak terdiam dan seperti memikirkan sesuatu. Akupun duduk diujung ranjang kakak, kulihat kondisi kakak dan mulai berbicara.

“Kak, kenapa? Kok kaya mikir keras gitu? Ada hal yang penting kah?”

“Emmmm…hmmmm?”

“Kenapa kak? Kalo ada yang mau ditanyain tanya aku aja kak !”

“Dek….!”

“Iya?”

“Emangnya tampang kakak udah kaya bapak-bapak ya?”

Hadeuh aku sungguh merasa sangat mubazir menggunakan prasangka dan khawatirku, sementara ternyata kakak memikirkan hal yang tidak penting. Dia tampak serius sekali memikirkan hal itu karena dokter memanggilnya bapak, padahal menurutku itu hal yang biasa.

“Udahlah kak, gak penting banget dipikirin eh”

“Buat kamu mungkin enggak dek, tapi buat kakak ini penting.. ya Tuhan jangan-jangan aku berwajah boros”

Tak lama setelah berkata demikian wajah kakak langsung berekspresi pasrah layaknya anime yang biasa kami tonton, untuk saat ini aku hanya bisa berusaha menenangkan kakak yang depresi karena hal yang tidak penting.

“Dek, gimana keadaan Roni kata dokter?”

Rupanya kak Galih yang bertanya sambil berjalan masuk keruangan mendekati kami, disusul kak Ratna dan kak Popi yang juga ikut masuk.

“Eh kak gak apa-apa nih masuk semua, tadi kata pak Dokter kan gak boleh” tegurku.

“Udah gak apa-apa, tadi aku sempet denger katanya Roni udah boleh pulang, jadi gimana kata dokter dek?”

Akupun menceritakan apa yang disampaikan dokter kepadaku, kak Galih mendengarkan dengan seksama sementara kak Popi sedang mengobrol ringan dengan kakak. setelah menangkap situasi yang terjadi kak Galih langsung mengeluarkan HP-nya dan berjalan keluar.

“Kak Ratna, itu kak Galih mau nelfon siapa?” tanyaku.

“Tadi pas diluar Galih bilang, kalo kondisi Roni sama kaya yang dia tebak. Dia mau nelfon kepala desa tempat kita kemah buat mutusin apakah jasad Ayu bakal dibawa ketempat kita atau mau dikuburin disana aja”

“Terus mau dikuburin dimana jadinya?”

“Ya karena kondisinya begini, kata Galih lebih baik dikuburin disana aja. Yang bikin Galih bingung mobil Ayu mau disimpen dimana katanya, kayaknya sementara bakal disimpen dirumah Galih sampe kita nemu keluarga dari Ayu”

Aku sama sakali tidak pernah menyangka akan terjadi hal seperti ini, kupikir kehidupanku akan sangat normal dan biasa-biasa saja. Terlintas dibenakku hal yang membuatku berpikir, rasanya ini semua terjadi setelah kakak membuka mata batinnya untuk riset Novelnya yang baru namun aku berusaha tidak mengindahkannya.

-------------------------**--------------------------**-------------------------------

Matahari sudah berada persis diatas kepala kami, membuat udara disekitar menjadi sangat terasa panas. Kami sekarang dalam perjalanan pulang menuju kerumahku, Karena rumah Kak Galih melewati rumahku terlebih dulu jika dari rumah sakit ini.

Kami pulang menggunakan mobil pick up Kak Galih dan juga mobil milik Alm. Kak Ayu, di mobil pick up ini berisi Aku, Kakak, kak Popi dan juga Kak Ipin dan Kak Yana sebagai supir. Sementara yang ada dimobil alm. Kak Ayu hanya Kak Galih dan Kak Ratna.

Tadinya aku dan kak Roni diminta agar menaiki mobil tipe sedan milik alm. Kak Ayu, hanya saja kakak menunjukkan gelagat aneh dan Nampak khawatir ketika dia mendekati dan melhat mobil tersebut. Harus ku akui ketika aku duduk dikursi belakang mobil sedan itu, aku merasakan hawa panas meskipun posisi AC sudah dinyalakan.

Selama diperjalanan kakak tertidur dilahunan kak Popi, sementara kak Popi juga Nampak tertidur karena kelelahan “Menangis” pikirku. Tubuh kak Popi Menyandar ke peralatan berkemah yang sudah diatur sedemikian rupa agar ada ruang untuk penumpang dibelakang, sementara diriku duduk dibagian bak paling belakang.

Aku hanya bisa duduk diam sambil memandangi tempat kami melintas diiringi lagu dari HP kakak, jujur saja selera laguku berbeda dengan kakak namun apadaya HP-ku tertinggal ketika panik mendapat kabar dari kak Galih. Karena punggungku terasa pegal menyandar ke pintu bak, aku memutuskan memutar tubuhku dan berniat ikut menyandar ke barang-barang kemah untuk menyandar.

Hal ini membuatku menyandar menghapad kebelakang jalan, yang mana dibelakang mobil pick up kami adalah mobil kak Ayu. Mataku tertuju kepada Kak Galih dan Kak Ratna, mereka berdua tampak mengobrol seru karena terlihat mereka sedang bercanda dan tertawa.
Melihat mereka demikan kadang mengingatkanku momen bercanda ketika Bersama dengan kakak, momen bercanda ria dan sangat terasa dekat. Mungkin kakak merasa biasa saja karena dia menganggapku sebagai adik kandungnya, namun berbeda denganku yang merasakan perasaan tertarik kepada kakak.

Duh apaan sih Sher, jangan mikir yang enggak-enggak kamu itu secara tertulis adalah adik dari kak Roni, apalagi sekarang kakak udah punya pacar yang sekarang lagi bareng

Aku berbicara sendiri didalam batinku, sepertinya aku masih belum bisa menerima kakak jadian dengan kak Popi dan belum bisa merelakannya. Kembali aku melihat kearah mobil dibelakang, masih terlihat Kak Galih dan Kak Ratna bercanda mesra namun ada hal yang menarik perhatianku.

Samar-samar aku melihat dikursi belakang seperti ada orang yang sedang duduk, aku tidak dapat memastkan apakah itu lelaki atau perempuan. Sejenak aku memandangi dan memperhatikan hingga akhirnya aku menyadari, bahwa didalam mobil itu seharusnya hanya ada Kak Galih dan Kak Ratna saja.

Aku berusaha untuk lebih seksama memperhatikan sosok, itu biarpun agak sulit karena dia berada dikusrsi belakang yang tidak langsung terkena cahaya seperti kursi depan. Aku tetap tidak bisa melihat dengan jelas bagian atas orang itu,, satu hal yang pasti adalah orang itu duduk menggunakan baju seperti baju daster berwarna kuning polos.

Jangan-jangan orang itu bukan manusia, soalnya aku kan bisa ngeliat makhluk yang ada dirumah… biarpun yang aku lihat kan pake syarat aku harus makan dulu yang mereka makan, tapi rasanya aku gak pernah ngelihat yang pake daster kuning gini deh” Kembali aku bergumam dalam hati.

Dalam kondisiku yang sedang penasaran siapa orang yang duduk dibangku belakang itu, aku dikagetkan dengan atap mobil alm. Kak Ayu yang tiba-tiba saja terbuka. Sepertinya bukan aku saja yang merasa kaget akan hal itu, karena Kak Galih dan Kak Ratna juga memperlihatkan gelagat yang sama yaitu tampak kaget.

Ternyata hal tersebut membuatku bisa melihat lebih jelas sosok orang yang ada dikursi belakang, wajahnya tertunduk dengan rambut panjangnya hingga menutupi dada. Seketika juga aku berpikir jangan-jangan ini adalah sosok kuntilanak limited edition berwarna kuning, entah kenapa aku sama sekali tidak merasakan takut ketika melihat sosok itu.

Untuk beberapa menit lamanya aku memandangi mobil dibelakang untuk melhat sosok yang sedang Bersama dengan Kak Galih dan istrinya, aku masih belum yakin apakah itu kuntilanak wanita ataukah kuntilanak lelaki karena setahuku ada juga kuntilanak yang berjenis laki-laki.

Kak Galih dan kak Ratna sekarang nampaknya sudah cukup tenang dengan kondisi atap mobil yang terbuka tiba-tiba, namun berbeda denganku karena tidak lama kemudian tiba-tiba saja rambut sosok itu seperti tertiup angin yang membuat rambutnya terhempas dan membuat wajahnya jelas terlihat.

BERSAMBUNG
Diubah oleh roni.riyanto
profile-picture
redbaron memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 82 dari 85
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
trust-my-voice-tamat
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Stories from the Heart
Stories from the Heart
mengenang-part-ii-kebetulan
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia