- Beranda
- Berita dan Politik
Setelah 2 Hari Divaksin IMR, Murid SD Ngeluh Nyeri dan Ruam
...
TS
selldomba
Setelah 2 Hari Divaksin IMR, Murid SD Ngeluh Nyeri dan Ruam
//Kakinya Kaku Hingga Tidak Bisa Berjalan
MURID Sekolaj Dasar (SD) di salah satu Kota Pangkalpinang Laras (10) mengeluhkan rasa nyeri dan timbul ruam-ruam merah di sekujur tubuhnya. Ada kecurigaan hal ini berhubungan dengan suntik Imunisasi Measles Rubella (IMR) di sekolahnya.
PUTERI pertama dari pasangan Abdul Halim (43) sandra (29) baru mengeluhkan rasa sakit ini setelah dua hari usai disuntik.
“Dia (Laras-red) suntiknya sesudah lebaran, Sabtu (25/8/2018). Baru merasa sakitnya itu Senin,” ujar Abdul halim, saat ditemui di kediamannya. Jalan opas, Pangkalpinang.
Sebelumnya, Abdul Halim mengaku sempat tidak curiga terhadap imunisasi ini. Hanya saja, rasa sakit yang dirasakan anaknya ini tidak kunjung hilang.
“Kemarin (selasa-red) anak ini masih sekolah, cuma sorenya sudah merasa kaku pada kaki hingga tidak bisa berjalan,” katanya.
Melihat kondisi anaknya tak kunjung membaik, Abdul Halim berinsiatif membawa anaknya untuk dibawa ke Puskesmas Taman Sari. Namum ketika dibawa ke Puskesmas, dokter setempat tidak menyampaikan apa penyakit yang dirasakan anaknya ini.
“Saya bilang kalau anak ini baru diimunisasi tapi timbul bintik-bintik merah. tapi dari dokter hanya dilihat saja, dan cuma diberikan obat serta salep,” tuturnya.
Abdul Halim pun berencana akan mendatangi pihak sekolah untuk menanyakan upaya penanganan terhadap musibah yang menimpa anaknya ini. Ia juga berharap Pemerintah Daerah ikut bertanggung jawab terhadap anaknya ini. “Besok (Rabu-red) rencananya mau ke guru kira-kira ada langkah tidak selesaikan sakit anak saya. Kita minta pertanggungjawaban dari Pemerintah Daerah,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Bangka Belitung Mulyono mengatakan akan segera menghubungi stafnya serta Puskemas terkait untuk melihat kondisi Laras. “Saya akan kontak staf dan Puskesmas terkait, karena ini wilayah Pangkalpinang jadi nanti Puskesmas terdekat di situ. Besok saya sudah ada jawaban,” kata Mulyono ketika dihubungi awak media.
Disinggung apakah ini terkait suntik IMR, Mulyono menyerahkan ini kepada komite ikutan pasca imunisasi (KIPI).
“Mereka (KIPI) yang punya kewenangan untuk menjawabnya. Saya juga akan menghubungi dokter anak untuk menanganinya,” tandasnya. (fiz)
http://belitongekspres.co.id/setelah-2-hari-divaksin-imr-murid-sd-ngeluh-nyeri-dan-ruam
Lagi2 masalah vaksinasi
Ayo yang merasa tanggung jawab ngemeng
Kemaren yang meninggal dari Januari-Agustus udah 6 orang.
Apapun Alesannya SOP jangan dilabrak lah anak lagi sakit seringan apapun (bersin ato sakit apapun) jangan divaksin (walaupun penyebab mati atopun ruam2 sampe gak bisa jalan bukan vaksin).
Jangan gara2 berlomba capai Target vaksinasi/imunisasi
Keamanan anak2 peserta vaksin jadi terabaikan.
Jadi Dipertanyakan keamanan vaksin dan SOP pemberian vaksin nya.

MURID Sekolaj Dasar (SD) di salah satu Kota Pangkalpinang Laras (10) mengeluhkan rasa nyeri dan timbul ruam-ruam merah di sekujur tubuhnya. Ada kecurigaan hal ini berhubungan dengan suntik Imunisasi Measles Rubella (IMR) di sekolahnya.
PUTERI pertama dari pasangan Abdul Halim (43) sandra (29) baru mengeluhkan rasa sakit ini setelah dua hari usai disuntik.
“Dia (Laras-red) suntiknya sesudah lebaran, Sabtu (25/8/2018). Baru merasa sakitnya itu Senin,” ujar Abdul halim, saat ditemui di kediamannya. Jalan opas, Pangkalpinang.
Sebelumnya, Abdul Halim mengaku sempat tidak curiga terhadap imunisasi ini. Hanya saja, rasa sakit yang dirasakan anaknya ini tidak kunjung hilang.
“Kemarin (selasa-red) anak ini masih sekolah, cuma sorenya sudah merasa kaku pada kaki hingga tidak bisa berjalan,” katanya.
Melihat kondisi anaknya tak kunjung membaik, Abdul Halim berinsiatif membawa anaknya untuk dibawa ke Puskesmas Taman Sari. Namum ketika dibawa ke Puskesmas, dokter setempat tidak menyampaikan apa penyakit yang dirasakan anaknya ini.
“Saya bilang kalau anak ini baru diimunisasi tapi timbul bintik-bintik merah. tapi dari dokter hanya dilihat saja, dan cuma diberikan obat serta salep,” tuturnya.
Abdul Halim pun berencana akan mendatangi pihak sekolah untuk menanyakan upaya penanganan terhadap musibah yang menimpa anaknya ini. Ia juga berharap Pemerintah Daerah ikut bertanggung jawab terhadap anaknya ini. “Besok (Rabu-red) rencananya mau ke guru kira-kira ada langkah tidak selesaikan sakit anak saya. Kita minta pertanggungjawaban dari Pemerintah Daerah,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Bangka Belitung Mulyono mengatakan akan segera menghubungi stafnya serta Puskemas terkait untuk melihat kondisi Laras. “Saya akan kontak staf dan Puskesmas terkait, karena ini wilayah Pangkalpinang jadi nanti Puskesmas terdekat di situ. Besok saya sudah ada jawaban,” kata Mulyono ketika dihubungi awak media.
Disinggung apakah ini terkait suntik IMR, Mulyono menyerahkan ini kepada komite ikutan pasca imunisasi (KIPI).
“Mereka (KIPI) yang punya kewenangan untuk menjawabnya. Saya juga akan menghubungi dokter anak untuk menanganinya,” tandasnya. (fiz)
http://belitongekspres.co.id/setelah-2-hari-divaksin-imr-murid-sd-ngeluh-nyeri-dan-ruam
Lagi2 masalah vaksinasi
Ayo yang merasa tanggung jawab ngemeng
Kemaren yang meninggal dari Januari-Agustus udah 6 orang.
Apapun Alesannya SOP jangan dilabrak lah anak lagi sakit seringan apapun (bersin ato sakit apapun) jangan divaksin (walaupun penyebab mati atopun ruam2 sampe gak bisa jalan bukan vaksin).
Jangan gara2 berlomba capai Target vaksinasi/imunisasi
Keamanan anak2 peserta vaksin jadi terabaikan.
Jadi Dipertanyakan keamanan vaksin dan SOP pemberian vaksin nya.

1
1.1K
14
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya