- Beranda
- Berita dan Politik
Rebutan Wagub DKI Jakarta, Ini Kesepakatan yang Ditolak Gerindra
...
TS
nyai.dasimah99
Rebutan Wagub DKI Jakarta, Ini Kesepakatan yang Ditolak Gerindra
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gerindra Jakarta Muhammad Taufik mengungkap kisah surat kesepakatan kursi wagub DKI Jakartasepeninggal Sandiaga Uno mendaftar cawapres. Kesepakatan itu yang belakangan ditolaknya dan mengundang pernyataan dari Gubernur Jakarta Anies Baswedan.
Koran Tempo edisi Selasa 21 Agustus 2018 menulis bahwa surat kesepakatan itu disodorkan kepada Taufik di ruang tunggu VIP Komisi Pemilihan Umum. Saat itu beberapa jam saja sebelum pendaftaran calon presiden pada Jumat 10 Agustus 2018.
Menurut Taufik, di dalam ruang tunggu VIP itu, Wakil Sekretaris Jenderal PKS Abdul Hakim meminta supaya Taufik menandatangani surat tersebut. Taufik mengatakan dalam surat itu terdapat dua nama yang dicalonkan PKS untuk mengisi kursi wakil gubernur yaitu Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKS Mardani Ali Sera dan Ketua fraksi PKS DPRD DKI periode 2009-2014 Nurmansyah Lubis.
Taufik sempat menolak menandatangani surat tersebut. Ketika mendengarkan penolakan itu, menurut Taufik, Abdul Hakim lantas mengatakan PKS juga tak akan menandatangani surat dukungan untuk pendaftaran calon presiden.
"Pakai ngancem. Kalau enggak mau tandatangan, sekjen enggak mau tandatangan. Enggak etis lah begitu," ujar Wakil Ketua DPRD DKI ini.
Suasana di ruangan pun seketika gaduh. Taufik mengaku terpaksa menandatangani surat dengan kop berlambang padi yang diapit dua bulan sabit itu supaya meredam kegaduhan. Surat, kata dia, juga sudah ditandatangani terlebih dahulu di antaranya oleh Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta, Syakir Purnomo.
Taufik menyatakan surat tersebut juga tak sah. Sebabnya, kata dia, tak ada tandatangan dari sekretaris Gerindra. "Enggak laku (suratnya). Orang sekretaris enggak ada," kata dia. Lagipula, kata dia, pembahasan nama calon wakil gubernur harus melalui mekanisme bersama dibahas di tingkat DPP.
Ketika dikonfirmasi mengenai surat yang disodorkan oleh PKS ke Gerindra Abdul Hakim hanya mengatakan, "Tidak tepat bertanya ke saya," ujar dia. Dia pun tak menjawab ketika ditanya apakah PKS sempat mengancam tak akan menandatangani surat dukungan pencalonan presiden.
Dihubungi pada Rabu 22 Agustus 2018, Syakir Purnomo menegaskan kembali bahwa pimpinan pusat partainya dan Gerindra sudah punya kesepakatan mengenai pengganti Sandiaga Uno di kursi Wakil Gubernur DI Jakarta. "Bahwa pengganti Sandiaga Salahuddin Uno dari PKS," katanya.
Syakir mengatakan, selaku pengurus daerah, dia akan ikut kesepakatan itu. Harapan yang sama, dilakukan pengurus Gerindra Jakarta. "Kami sebagai pimpinan di tingkat wilayah dan juga Pak Taufik, Insya Allah akan tunduk dan taat dengan keputusan pimpinan pusat," kata Syakir.

Pemilih bengong
Koran Tempo edisi Selasa 21 Agustus 2018 menulis bahwa surat kesepakatan itu disodorkan kepada Taufik di ruang tunggu VIP Komisi Pemilihan Umum. Saat itu beberapa jam saja sebelum pendaftaran calon presiden pada Jumat 10 Agustus 2018.
Menurut Taufik, di dalam ruang tunggu VIP itu, Wakil Sekretaris Jenderal PKS Abdul Hakim meminta supaya Taufik menandatangani surat tersebut. Taufik mengatakan dalam surat itu terdapat dua nama yang dicalonkan PKS untuk mengisi kursi wakil gubernur yaitu Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKS Mardani Ali Sera dan Ketua fraksi PKS DPRD DKI periode 2009-2014 Nurmansyah Lubis.
Taufik sempat menolak menandatangani surat tersebut. Ketika mendengarkan penolakan itu, menurut Taufik, Abdul Hakim lantas mengatakan PKS juga tak akan menandatangani surat dukungan untuk pendaftaran calon presiden.
"Pakai ngancem. Kalau enggak mau tandatangan, sekjen enggak mau tandatangan. Enggak etis lah begitu," ujar Wakil Ketua DPRD DKI ini.
Suasana di ruangan pun seketika gaduh. Taufik mengaku terpaksa menandatangani surat dengan kop berlambang padi yang diapit dua bulan sabit itu supaya meredam kegaduhan. Surat, kata dia, juga sudah ditandatangani terlebih dahulu di antaranya oleh Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta, Syakir Purnomo.
Taufik menyatakan surat tersebut juga tak sah. Sebabnya, kata dia, tak ada tandatangan dari sekretaris Gerindra. "Enggak laku (suratnya). Orang sekretaris enggak ada," kata dia. Lagipula, kata dia, pembahasan nama calon wakil gubernur harus melalui mekanisme bersama dibahas di tingkat DPP.
Ketika dikonfirmasi mengenai surat yang disodorkan oleh PKS ke Gerindra Abdul Hakim hanya mengatakan, "Tidak tepat bertanya ke saya," ujar dia. Dia pun tak menjawab ketika ditanya apakah PKS sempat mengancam tak akan menandatangani surat dukungan pencalonan presiden.
Dihubungi pada Rabu 22 Agustus 2018, Syakir Purnomo menegaskan kembali bahwa pimpinan pusat partainya dan Gerindra sudah punya kesepakatan mengenai pengganti Sandiaga Uno di kursi Wakil Gubernur DI Jakarta. "Bahwa pengganti Sandiaga Salahuddin Uno dari PKS," katanya.
Syakir mengatakan, selaku pengurus daerah, dia akan ikut kesepakatan itu. Harapan yang sama, dilakukan pengurus Gerindra Jakarta. "Kami sebagai pimpinan di tingkat wilayah dan juga Pak Taufik, Insya Allah akan tunduk dan taat dengan keputusan pimpinan pusat," kata Syakir.

Pemilih bengong
Diubah oleh nyai.dasimah99 23-08-2018 10:55
0
1.7K
23
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.6KThread•59.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya