Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

TheNinetiesKidAvatar border
TS
TheNinetiesKid
Mengenang Joe Strummer, ikon punk abad ke-20
Apa yang pertama kali muncul di kepala kalian saat mendengar kata punk? Gaya rambut mohawk, badan penuh tato dan tindikan, dan baju yang sobek-sobek, itulah yang tergambar di pikiran masyarakat awam tentang anak-anak punk. Di Indonesia, punk dilihat negatif oleh kebanyakan orang. Namun persepsi umum ini bukannya tanpa dasar. Banyak sekali memang pemuda-pemuda yang mengaku "punk", dengan gaya mereka yang semrawutan, dan kegiatan mereka yang tidak jelas dan sering meresahkan warga. Memprihatinkan sekali, mengingat alasan dimulainya gerakan punk sangat jauh dari hal negatif tersebut.

Punk muncul sebagai perlawanan dan pemberontakan dari para pemuda working class yang merasa marah dan frustasi atas perlakuan kaum borjuis kepada mereka yang telah bekerja keras. Mereka juga ikut memperjuangkan ideologi-ideologi seperti anti-rasisme, anti-peperangan (pacifism), hak sipil, kesetaraan gender, dsb. 

Semakin kuat dan semakin banyaknya pengikut ideologi punk di kalangan masyarakat, punk pun mulai disalurkan dalam wujud lain. Wujud lain yang dimaksud adalah seperti karya sastra, gaya berpakaian, dan yang paling terkenal, musik. Musik punk mulai terkenal di akhir era 70an. Salah satu band bergenre punk yang paling terkenal adalah The Clash. Lain dengan Sex Pistols yang memiliki image careless dan kontroversial, The Clash tetap dapat menyatakan amarah dan pesan-pesan mereka tanpa harus mengundang kekacauan. 

Mengenang Joe Strummer, ikon punk abad ke-20

Tepat hari ini, 66 tahun yang lalu di Ankara, Turki, lahirlah seorang anak bernama John Graham Mellor. Tentu saja, kita lebih mengenalnya dengan nama Joe Strummer. Sejak kecil, ia sudah menyukai musik rock dan sering mendengarkan album-album The Beach Boys dan Little Richard. Ia mengaku bahwa kecintaannya terhadap the Beach Boys itulah yang membuatnya ingin mulai bermusik. Di tahun 1973, ia pindah ke Newport, Wales, dimana ia bertemu teman-teman baru dan bergabung dengan band mereka, The Vultures. Sayangnya hanya dalam waktu setahun band tersebut bubar dan Joe kembali ke London. Disini, ia mendirikan band yang baru, the 101ers. 

Pada tanggal 3 April 1976, ketika telah selesai perform bersama bandnya, ia dihampiri oleh Bernie Rhodes dan Mick Jones, yang ingin mengajaknya bergabung dengan band mereka. Joe setuju, dan ia bergabung dengan band barunya yang dinamai The Clash oleh Paul Simonon. The Clash merupakan salah satu band paling terkenal dari genre punk, tapi musik mereka juga dicampuri oleh genre-genre lain seperti new wave dan ska yang populer di awal era 80an. Mereka tampil pertama kali pada tanggal 4 Juli 1976 di Sheffield sebagai opening act untuk Sex Pistols. Pada Januari 1977, mereka bergabung dengan label CBS Records, dan kesuksesan mereka pun dimulai. Di tahun 1980, ia ditahan setelah memukul penonton konser yang telah berlaku kasar saat tampil di Hamburg. Sejak saat itu, ia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.  Pada tahun 1986, setelah 10 tahun bersama, 8 album, dan sejumlah single yang hit, band ini pun bubar. Meskipun tidak berumur panjang, mereka tetap menjadi band yang paling berpengaruh dalam sejarah musik.

Mengenang Joe Strummer, ikon punk abad ke-20
Dalam film dokumenter Rude Boy (1980)

Tidak hanya bermusik, Joe juga pernah membintangi sejumlah judul film seperti Straight to Hell, Walker, dan Candy Mountain. Ia juga pernah muncul sebagai bintang tamu di acara kartun South Park. Pada tanggal 22 Desember 2002, ia meninggal dunia akibat penyakit jantung bawaan yang tidak diketahuinya. Dua minggu sebelum ia meninggal, ia tampil untuk terakhir kalinya di sebuah klub kecil bernama "the Palace" yang terletak didekat rumahnya. Sebulan sebelumnya, ketika sedang tampil di sebuah konser amal, Mick Jones yang sedang menonton tiba-tiba ikut tampil di panggung bersama Joe. Mereka membawakan lagu-lagu the Clash. Itu pertama kalinya mereka tampil bersama sejak tahun 1983.

Hampir 16 tahun setelah kepergiannya, Joe Strummer masih menjadi sosok yang begitu diidolakan oleh para penggemar musik. Karyanya yang provokatif dan berhasil dalam menyuarakan isi hati kalangan rakyat tertindas telah meninggalkan bekas di hati dan pikiran siapapun yang mendengarnya. Meskipun ia tidak lagi bersama kita, jiwanya tetap hidup dalam karya-karyanya.

Dengarkan lagu-lagunya ketika masih bersama the Clash:
Spoiler for Rock the Casbah:


Spoiler for Train In Vain:


Spoiler for London Calling:


Spoiler for I Fought the Law:


Spoiler for Should I Stay or Should I Go?:

0
10.3K
68
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The LoungeKASKUS Official
923.6KThread85.2KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.