Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

BeritagarIDAvatar border
TS
MOD
BeritagarID
Benarkah Jokowi provokasi pendukungnya untuk berantem

Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam Rapat Umum Relawan Jokowi di Sentul Internasional Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8/2018). Pidato Jokowi menuai komentar karena dinilai provokatif.
Pidato Calon Presiden petahana Joko 'Jokowi' Widodo dalam Rapat Umum Relawan Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC) Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8/2018) menuai komentar publik.

Pasalnya, ada satu kalimat yang dinilai memprovokasi pendukungnya. Petikan pendek dari pidato Jokowi adalah "Kalau diajak berantem, jangan takut."

Potongan pendek ini ditanggapi para partai politik oposan sebagai provokasi dan anjuran kekerasan.

Partai Demokrat meminta Jokowi tidak berlaku seperti provokator. "Sungguh sangat disayangkan dan sangat tidak patut, juga tidak etis karena apapun alasannya, Presiden tidak boleh sebagai provokator yang memberikan semangat kekerasan bagi sesama anak bangsa," ujar Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, Minggu (5/8/2018), seperti dipetik dari detikcom.

Partai besutan Prabowo Subianto Gerindra, menilai ucapan Jokowi meresahkan. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menyatakan hal itu tidak patut disampaikan oleh Jokowi karena dapat memotivasi penggunaan kekerasan. "Membuat keresahan yang menjurus pada penggunaan kekerasan," ujar Ferry kepada CNNIndonesia.com, Minggu (5/7/2018).

Sedangkan PKS makin mantap menyerukan pergantian Presiden walau belum jelas siapa Calon Presiden yang mereka dukung. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengklaim sebagai partai yang beradab.

"Justru karena kita beradab dan berdemokrasi, setajam apapun perbedaan justru indahnya tidak ada kelahi, tidak ada pertumpahan darah. Kalau kami PKS akan selalu jaga adab, jaga politik santun," kata dia seperti dinukil dari Kumparan.com.

PAN, yang masih membuka pintu koalisi dengan partai pendukung Jokowi, menilai dengan lembut masalah ini.

Wasekjen PAN Saleh Daulay menyatakan, partainya menyayangkan pernyataan Jokowi tersebut karena dikhawatirkan bisa menimbulkan gesekan di tingkat grass root. "Apalagi pernyataan itu disampaikan di tengah-tengah relawan yang memang akan diterjunkan ke masyarakat. Bisa saja orang menafsirkan hal itu sebagai justifikasi untuk melakukan tindak kekerasan," kata dia Minggu (5/8/2018) seperti dikutip dari detikcom.

Saleh yakin Jokowi tidak berniat membuat suasana panas. "Bisa saja karena terlalu semangat lalu keluar pernyataan seperti. Mudah-mudahan saja masyarakat tidak ada yang salah tafsir," ujar Saleh.

Istana Negara membantah adanya provokasi. Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP, yang disampaikan Jokowi soal “berantem” hanyalah kiasan.

"Saya kira yang disampaikan oleh Pak Presiden Jokowi kiasan, berantem jangan diartikan secara fisik, bukan begitu,” kata Johan Budi di Jakarta, Minggu (5/8/2018) seperti ditulis Tirto.

Johan menegaskan, konteks yang dikatakan Jokowi tentang berantem bukan fisik, tetapi untuk melawan pihak yang memfitnah dan melakukan ujaran kebencian.

Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo, salah satu barisan pendukung Jokowi menilai, apa yang dikatakan Jokowi sudah pas dan tepat.

"Tidak ada yang berlebihan. Presiden hanya memompa semangat relawannya untuk lebih militan. Presiden Jokowi berpesan supaya para relawan tidak perlu mencari musuh dalam masa kampanye, tetapi juga tidak boleh gentar apalagi takut. Tidak ada yang salah dengan pernyataan itu, " kata Budi dalam keterangan tertulis, seperti dimuat idntimes.com, Minggu (5/8/2018).

Jika disimak lebih lengkap, memang kalimat yang dinilai provokatif itu hanya sepotong. Dari video sepanjang 14 menit, konteks kalimat itu ada dalam durasi sepanjang 1 menit 23 detik bagian yang menjadi sorotan (menit 8:40-10:03).

Menyimak konteks penuh dalam video ini bisa memberikan pemahaman lebih tentang maksud kata 'berantem' yang disebut Jokowi.
Jokowi ngajak berantem? Tonton dulu Ini Video Full Pidato Jokowi di Acara Relawan Jokowi
Jangan membangun permusuhan Sekali lagi jangan membangun permusuhan Jangan membangun ujaran-ujaran kebencian Jangan membangun fitnah-fitnah Tidak usah suka mencela Tidak usah suka menjelekkan orang lain Tapi kalau diajak berantem juga berani.... (pendukungnya bersorak....)Tapi jangan ngajak lho...Saya bilang tadi tolong digaris bawahi, jangan ngajakKalau diajak tidak boleh takut!



Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...untuk-berantem

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Gempa utama Lombok, 82 orang dilaporkan tewas

- Meluaskan lahan demi mengamankan pangan

- 61 Ribu penari Poco Poco sambut Asian Games 2018

anasabila
anasabila memberi reputasi
1
12.6K
155
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
Beritagar.idKASKUS Official
13.4KThread734Anggota
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.