- Beranda
- Cerita Pejalan Mancanegara
[FR] Japan First Timer Trip 10 - 17 October 2017
...
TS
kingcarras16
[FR] Japan First Timer Trip 10 - 17 October 2017
Halo agan2 kaskusers,,khususnya pengunjung setia forum Cerita Pejalan Mancanegara (CPM), pada kesempatan ini saya mau sharing cerita trip perdana saya ke Jepang pada bulan Oktober 2017. Jepang sendiri merupakan negara kedua yang sangat ingin saya kunjungi setelah Inggris. Alhamdulillah pada bulan Oktober 2017 akhirnya salah satu bucket list saya dapat terwujud yaitu berwisata ke Jepang dan melihat langsung keindahan alam dan budayanya.
Sebelum masuk ke FR saya mau share dulu tentang rincian biaya yang saya keluarkan sebelum berangkat ke Jepang
Sebagian besar foto yang saya upload pada FR ini berasal dari kamera ponsel dan kamera saku.
So...let's begin the story!
DEPARTURE DAY
Akhirnya hari yang ditunggu datang juga,yaitu tanggal 10 Oktober 2017,dimana saya dan 2 orang teman akan melakukan perjalanan ke Jepang dengan transit terlebih dahulu di Kuala Lumpur. Kami berangkat pukul 18.30 WIB dan tiba di KLIA 2 pukul 21.00, sampai di bandara dan setelah melalui pemeriksaan x-ray kami langsung menuju transit hotel yaitu Sama Sama Express KLIA2 yang terletak di lantai 2 KLIA2. Kami bertiga menginap selama kurang lebih 8 jam sebelum melanjutkan perjalanan esok hari.
DAY 1 : KUALA LUMPUR - OSAKA
Setelah sarapan di food court KLIA2 kami langsung menuju boarding room untuk kemudian melewati sejumlah pemeriksaan termasuk pemeriksaan x-ray. Kurang lebih sekitar pukul 08.00 waktu Kuala Lumpur pesawat kami berangkat menuju Osaka. Selama perjalanan tidak banyak yang kami lakukan selain tidur dan pesan makanan ke pramugari. Dan akhirnya pada pukul 15.30 waktu Osaka, pesawat kami mendarat dengan selamat di Kansai Internatioal Airport di Osaka....Irrashaimase!.
Begitu mendarat di KIX kita langsung menuju tempat pemeriksaan imigrasi dimana yang agak berbeda dengan bandara lain, untuk menuju tempat pemeriksaan imigrasi kita harus menggunakan skytrain. Setelah mengantri dan interview sebentar dengan petugas imigrasi, akhirnya kami bertiga mendapatkan stempel dari sang petugas....dan dimulailah perjalanan kami selama 7 hari di Negeri Matahari Terbit. Selesai dari imigrasi kami hanya menunggu sebentar bagasi salah satu teman saya. Saya sendiri dalam trip ini tidak menambah biaya bagasi karena hanya membawa koper ukuran sedang dan tas selempang.
Begitu proses menunggu bagasi selesai, kami langsung menuju counter H** di Kansai untuk menukarkan voucher Osaka Amazing Pass 1 Day dengan kartu fisiknya, setelah itu kami langsung naik eskalator dan berjalan menuju Kansai Airport Station untuk menukar voucher Kansai Airport Limited Express Train dan Keihan Kyoto Sightseeing Pass 1D yang masing-masing kami tukar dengan tiket kereta Kansai Rapid Train dan Kartu Keihan Kyoto Sightseeing Pass yang dapat digunakan untuk naik kereta Keihan gratis di Kyoto. Suasana di stasiun sendiri pada pukul 6 sore tidak begitu ramai,mungkin karena jam pulang kerja di Osaka beda dengan Jakarta. Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, akhirnya datanglah kereta ekspress yang kita tunggu...Kansai Airport Limited Express Train.
Seperti yang terlihat di gambar,suasana kereta sangat sepi sehingga saya dan rekan-rekan sangat menikmati perjalanan dari Kansai Airport ke Stasiun Namba. Walaupun sepi kita tetap harus duduk sesuai nomor kursi, saya sendiri kena tegur secara halus dari pramugari kereta karena pindah kursi.
Perjalanan kereta selama kurang lebih 40 menit saya manfaatkan untuk browsing dengan wifi gratis kereta express yang cukup kencang koneksinya. Selama trip ini kami bertiga tidak menyewa wifi router ataupun membeli SIM Card, jadi benar-benar mengandalkan wifi gratis untuk Whatsapp dan sosmed. Kurang lebih pukul 7.10 pm, kereta kami berhenti di pemberhentian terakhir yaitu Stasiun Namba. Sebelum menuju hostel,kami langsung menuju supermarket di stasiun yang juga berfungsi sebagai mal. Di supermarket kami cuma membeli beberapa botol air mineral dan camilan, ketika menuju kasir kami bayar dengan menggunakan pecahan 10.000 Yen untuk belanjaan yang tidak sampai 3.000 Yen. Sepertinya cuma di Jepang kita bisa membayar di supermarket atau minimarket dengan pecahan besar.
Selesai dari supermarket kami langsung jalan menuju penginapan kami, Coco Hostel, 10 menit kemudian kami sudah sampai di Coco Hostel. Selesai check inn kami langsung diantar menuju kamar kami di lantai 3 bukan lewat lift....tapi lewat tangga. Walaupun lelah karena naik tangga, tapi saya merasa cukup puas dengan kualitas hostel dan keramahan resepsionisnya. Bahkan sang resepsionis mengantarkan langsung ke kamar kartu Tokyo Subway Pass yang sudah kami pesan lewat H** dari Jakarta.
Setelah meletakkan koper dan barang bawaan di kamar, kami pun langsung jalan keluar hostel untuk makan malam. Hostel ini sendiri cuma dijaga resepsionis hingga pukul 10 malam, sehingga kalau lewat pukul 10 harus buka pintu dengan memasukkan kode yang dibagikan waktu check in. Letaknya sendiri sangat strategis karena dekat dengan beberapa konbini seperti Lawson dan Family Mart serta dekat pula dengan beberapa stasiun seperti Namba dan Nippobashi. Tidak jauh dari hostel, kami menemukan sebuah restoran Yakiniku dengan menu yang cukup murah yaitu 600 Yen, dan inilah makan malam pertama kami di Jepang.
Cara pesan makanan di Jepang menurut saya benar-benar canggih dan penjaga restoran juga sangat ramah sehingga kami yang kikuk memesan makanan dengan menekan sejumlah tombol akhirnya bisa cepat paham. Urusan mengisi perut selesai kami langsung menuju Lawson di dekat restoran untuk membeli tiket Fujiko F.Fujio Museum atau Museum Doraemon yang akan kita kunjungi pada hari minggu depan. Lagi-lagi saya terkesan dengan keramahan orang Jepang terhadap turis, wanita penjaga Lawson sambil tersenyum membantu memesankan 3 tiket Museum Doraemon seharga masing-masing 1.000 Yen dari sebuah mesin yang full Japanese. Dan wanita itu pun mengucapkan Arigato Gozaimasu sewaktu kami meninggalkan Lawson. Selesai dari Lawson kami langsung kembali ke hostel untuk beristirahat.
Demikian untuk cerita di hari pertama di Jepang, next stories is coming soon
Sebelum masuk ke FR saya mau share dulu tentang rincian biaya yang saya keluarkan sebelum berangkat ke Jepang
Spoiler for Pre Departure Budgeting Breakdown:
Sebagian besar foto yang saya upload pada FR ini berasal dari kamera ponsel dan kamera saku.
So...let's begin the story!
DEPARTURE DAY
Akhirnya hari yang ditunggu datang juga,yaitu tanggal 10 Oktober 2017,dimana saya dan 2 orang teman akan melakukan perjalanan ke Jepang dengan transit terlebih dahulu di Kuala Lumpur. Kami berangkat pukul 18.30 WIB dan tiba di KLIA 2 pukul 21.00, sampai di bandara dan setelah melalui pemeriksaan x-ray kami langsung menuju transit hotel yaitu Sama Sama Express KLIA2 yang terletak di lantai 2 KLIA2. Kami bertiga menginap selama kurang lebih 8 jam sebelum melanjutkan perjalanan esok hari.
DAY 1 : KUALA LUMPUR - OSAKA
Setelah sarapan di food court KLIA2 kami langsung menuju boarding room untuk kemudian melewati sejumlah pemeriksaan termasuk pemeriksaan x-ray. Kurang lebih sekitar pukul 08.00 waktu Kuala Lumpur pesawat kami berangkat menuju Osaka. Selama perjalanan tidak banyak yang kami lakukan selain tidur dan pesan makanan ke pramugari. Dan akhirnya pada pukul 15.30 waktu Osaka, pesawat kami mendarat dengan selamat di Kansai Internatioal Airport di Osaka....Irrashaimase!.
Begitu mendarat di KIX kita langsung menuju tempat pemeriksaan imigrasi dimana yang agak berbeda dengan bandara lain, untuk menuju tempat pemeriksaan imigrasi kita harus menggunakan skytrain. Setelah mengantri dan interview sebentar dengan petugas imigrasi, akhirnya kami bertiga mendapatkan stempel dari sang petugas....dan dimulailah perjalanan kami selama 7 hari di Negeri Matahari Terbit. Selesai dari imigrasi kami hanya menunggu sebentar bagasi salah satu teman saya. Saya sendiri dalam trip ini tidak menambah biaya bagasi karena hanya membawa koper ukuran sedang dan tas selempang.
Begitu proses menunggu bagasi selesai, kami langsung menuju counter H** di Kansai untuk menukarkan voucher Osaka Amazing Pass 1 Day dengan kartu fisiknya, setelah itu kami langsung naik eskalator dan berjalan menuju Kansai Airport Station untuk menukar voucher Kansai Airport Limited Express Train dan Keihan Kyoto Sightseeing Pass 1D yang masing-masing kami tukar dengan tiket kereta Kansai Rapid Train dan Kartu Keihan Kyoto Sightseeing Pass yang dapat digunakan untuk naik kereta Keihan gratis di Kyoto. Suasana di stasiun sendiri pada pukul 6 sore tidak begitu ramai,mungkin karena jam pulang kerja di Osaka beda dengan Jakarta. Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, akhirnya datanglah kereta ekspress yang kita tunggu...Kansai Airport Limited Express Train.
Spoiler for Interior Kansai Airport Limited Express Train:
Seperti yang terlihat di gambar,suasana kereta sangat sepi sehingga saya dan rekan-rekan sangat menikmati perjalanan dari Kansai Airport ke Stasiun Namba. Walaupun sepi kita tetap harus duduk sesuai nomor kursi, saya sendiri kena tegur secara halus dari pramugari kereta karena pindah kursi.
Spoiler for TS di dalam kereta express:
Perjalanan kereta selama kurang lebih 40 menit saya manfaatkan untuk browsing dengan wifi gratis kereta express yang cukup kencang koneksinya. Selama trip ini kami bertiga tidak menyewa wifi router ataupun membeli SIM Card, jadi benar-benar mengandalkan wifi gratis untuk Whatsapp dan sosmed. Kurang lebih pukul 7.10 pm, kereta kami berhenti di pemberhentian terakhir yaitu Stasiun Namba. Sebelum menuju hostel,kami langsung menuju supermarket di stasiun yang juga berfungsi sebagai mal. Di supermarket kami cuma membeli beberapa botol air mineral dan camilan, ketika menuju kasir kami bayar dengan menggunakan pecahan 10.000 Yen untuk belanjaan yang tidak sampai 3.000 Yen. Sepertinya cuma di Jepang kita bisa membayar di supermarket atau minimarket dengan pecahan besar.
Selesai dari supermarket kami langsung jalan menuju penginapan kami, Coco Hostel, 10 menit kemudian kami sudah sampai di Coco Hostel. Selesai check inn kami langsung diantar menuju kamar kami di lantai 3 bukan lewat lift....tapi lewat tangga. Walaupun lelah karena naik tangga, tapi saya merasa cukup puas dengan kualitas hostel dan keramahan resepsionisnya. Bahkan sang resepsionis mengantarkan langsung ke kamar kartu Tokyo Subway Pass yang sudah kami pesan lewat H** dari Jakarta.
Spoiler for Bagian luar Coco Hostel:
Setelah meletakkan koper dan barang bawaan di kamar, kami pun langsung jalan keluar hostel untuk makan malam. Hostel ini sendiri cuma dijaga resepsionis hingga pukul 10 malam, sehingga kalau lewat pukul 10 harus buka pintu dengan memasukkan kode yang dibagikan waktu check in. Letaknya sendiri sangat strategis karena dekat dengan beberapa konbini seperti Lawson dan Family Mart serta dekat pula dengan beberapa stasiun seperti Namba dan Nippobashi. Tidak jauh dari hostel, kami menemukan sebuah restoran Yakiniku dengan menu yang cukup murah yaitu 600 Yen, dan inilah makan malam pertama kami di Jepang.
Spoiler for First dinner in Japan:
Cara pesan makanan di Jepang menurut saya benar-benar canggih dan penjaga restoran juga sangat ramah sehingga kami yang kikuk memesan makanan dengan menekan sejumlah tombol akhirnya bisa cepat paham. Urusan mengisi perut selesai kami langsung menuju Lawson di dekat restoran untuk membeli tiket Fujiko F.Fujio Museum atau Museum Doraemon yang akan kita kunjungi pada hari minggu depan. Lagi-lagi saya terkesan dengan keramahan orang Jepang terhadap turis, wanita penjaga Lawson sambil tersenyum membantu memesankan 3 tiket Museum Doraemon seharga masing-masing 1.000 Yen dari sebuah mesin yang full Japanese. Dan wanita itu pun mengucapkan Arigato Gozaimasu sewaktu kami meninggalkan Lawson. Selesai dari Lawson kami langsung kembali ke hostel untuk beristirahat.
Demikian untuk cerita di hari pertama di Jepang, next stories is coming soon

Diubah oleh kingcarras16 15-07-2018 11:13
joe_han dan tata604 memberi reputasi
3
3.4K
8
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Cerita Pejalan Mancanegara
862Thread•2.6KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya