Kaskus

News

rinaldikarzaAvatar border
TS
rinaldikarza
Golkar: Kubu Koalisi Oposisi Belum Ada Calon Tapi Teriak Ganti Presiden
Golkar: Kubu Koalisi Oposisi Belum Ada Calon Tapi Teriak Ganti Presiden
Kubu Koalisi Oposisi Belum Punya Calon Jelang Penetapan KPU(ist)

Jakarta – Kubu koalisi oposisi yang tengah dibangun Partai Gerindra dan Demokrat hingga kini masih belum menemukan titik temu terkait nama capres dan cawapres yang akan diusungnya pada Pilpres 2019. Sangat ironis jika hingga batas akhir penentuan nama calon oleh KPU, kubu koalisi tersebut belum dapat mendaftarkan nama capres-cawapres yang akan diusungnya.

Bahkan permasalahan ini juga sempat dikhawatirkan oleh Wakil Sekjen PKB Jazilul Fawaid, ia mengatakan bisa saja pendaftaran capres dan cawapres nanti diperpanjang. Pasalnya kubu koalisi oposisi hingga kini belum mencapai kesepakatan mengenai nama capres maupun cawapresnya.


Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan jika memang nantinya kubu koalisi oposisi belum dapat menentukan calonnya hingga batas waktu yang ditetapkan KPU, hal ini menjadi peristiwa yang melucukan. Sebab sebelumnya pendukung kubu Prabowo telah lama menggaungkan gerakan ganti presiden.

“Makanya itu yang saya kira lucu saja gitu, katanya nantang-nantang pengen ganti presiden, tapi kok enggak mampu menghadirkan siapa calonnya. Jadi lucu,” sebut Ace seperti dikutip liputan6, Kamis (2/8/2018).


Kubu Koalisi Oposisi Belum Punya Calon

Menurutnya kubu koalisi oposisi masih buntu mengenai nama calon yang akan diusungnya karena masing-masing parpol yang bergabung saling ngotot menyodorkan kadernya. “Memang, itulah makanya saya kadang-kadang juga ironi. Di satu sisi ingin mendorong presiden, tapi di antara mereka sendiri tidak memiliki kesepakatan politik tentang calon yang akan mereka usung, gitu loh,” tuturnya.

Ace menilai belum padunya kubu koalisi oposisi membuat parpol pendukung Jokowi merasa yakin akan unggul dalam Pilpres 2019 nanti. “Justru karena itu. Mereka selalu mengatakan itu, tapi di antara mereka sendiri tidak ada kesepakatan calon, ya artinya kekuatan mereka pada akhirnya terpecah-pecah. Kami tetap optimis,” tandasnya.

Sebelumnya, Jazilul Faid pun membandingkan kubu koalisi oposisi dengan koalisi Jokowi. Menurutnya koalisi Jokowi lebih matang dalam menentukan siapa yang akan dicalonkan dalam Pilpres 2019.

Jazilul menilai kubu Jokowi sudah sampai persiapan membahas teknis tim pemenangan dan strategi kampanye. Dia pun memprediksi pendaftaran calon presiden dan wakil presiden berpotensi diperpanjang. Sebab, kubu koalisi oposisi diperkirakan sulit memenuhi waktu pendaftaran yang ditentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), yakni 4-10 Agustus 2018.

Sumber
0
1.3K
22
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
691.7KThread56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.