Kaskus

News

rinaldikarzaAvatar border
TS
rinaldikarza
Berhenti Merokok Guna Menekan Angka Kemiskinan
Berhenti Merokok Guna Menekan Angka Kemiskinan
Menekan angka kemiskinan dengan melarang PKH merokok(Foto: Ade Nyong/fakta.news)

Jakarta – Guna menekan angka kemiskinan di Indonesia, Pemerintah mewacanakan supaya keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) atau bantuan sosial lainnya untuk berhenti merokok. Hal itu diungkapkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro.

Pasalnya, Bambang menganggap, rokok menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka kemiskinan. Berdasarkan data yang diterima Bambang, kontribusi rokok terhadap kemiskinan di pedesaan mencapai 10%, sedangkan di perkotaan lebih besar lagi mencapai 11%.


“Kalau bisa semua keluarga yang menerima bantuan pangan tidak boleh merokok. Itu penting. Jadi kepala keluarganya maka otomatis pendapatan mereka terganggu,” ujar Bambang saat menjadi pembicara kedua di acara Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kantor Kominfo, Jakarta, Senin (30/7/2018).


Sebaiknya, menurut Bambang, uang bantuan social itu digunakan untuk membeli kebutuhan pangan. Khususnya komoditas pangan yang mengandung protein dan karbohidrat, seperti beras hingga telur.

“Itu (uang buat beli rokok) lebih baik untuk beli telur atau kebutuhan pangan,” ucapnya.


Menekan Angka Kemiskinan dengan Menaikkan Harga Rokok

Karena itu, lanjut Bambang, ke depannya pemerintah berencana meminta komitmen dari keluarga penerima PKH untuk berhenti merokok, sebagai upaya menekan angka kemiskinan. Tentunya, hal tersebut sambil dijelaskan mengenai efek dari merokok yang akan menganggu kesehatan mereka.

“Kalau bisa keluarga penerima PKH atau bansos itu tidak boleh merokok lagi. Kita harus tegas. Mereka harus berjanji berhenti merokok. Kalau tidak, pendapatan riil mereka pasti terganggu,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan, salah satu yang menjadi penyebab kemiskinan adalah rokok. Oleh karena itu, untuk menekan perokok, pemerintah perlu segera menaikan harga rokok setinggi mungkin agar masyarakat tidak lagi merokok. Hal itu diyakini bisa menekan angka kemiskinan.

“Kalau lihat di lapangan salah satu konsumsi besar adalah rokok. Dan pelan pelan harga rokok tidak berfluktuasi tapi cukainya naik. Ke depan ada rencana bahwa harga rokok ditingkatkan lebih tinggi. Supaya orang tidak merekomendasikan,” jelasnya.

Seperti diketahui, diskusi FMB9 yang digelar di Kantor Kominfo, Jakarta, Senin (30/7/2018), bertajuk “Fakta Penurunan Angka Kemiskinan.” Diskusi itu, membahas soal turunnya angka kemiskinan di Indonesia, dari dua digit ke satu digit, yakni 9,82%. “Kalau dilihat sebelumnya, biasanya dua digit. Jadi ini pertama kali dan terendah sepanjang sejarah,” ujar Suhariyanto.

Sumber



0
1.1K
19
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
696KThread•59.4KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.