- Beranda
- Beritagar.id
Saham Facebook remuk, kekayaan Zuckerberg terpuruk
...
TS
BeritagarID
Saham Facebook remuk, kekayaan Zuckerberg terpuruk

CEO Facebook Mark Zuckerberg tiba di Elysee Palace untuk bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, 23 Mei 2018.
Badai yang mendera Facebook belum reda. Skandal Cambridge Analytica kembali membawa beban pada perusahaan teknologi tersebut.
Harga saham Facebook merosot 19 persen ke posisi $176,26 AS (sekitar Rp2,5 juta) pada penutupan perdagangan, Kamis (27/7/2018).
Dampaknya mengerikan. Facebook kehilangan valuasi perusahaannya hingga $120 miliar (sekitar Rp2.161,2 triliun), mencatatkan kerugian terburuk yang pernah dialami sebuah perusahaan dalam satu hari perdagangan.
Mark Zuckerberg juga kena getahnya. Kekayaannya ikut terkuras lebih dari $12 miliar (Rp222 triliun) lantaran kepemilikan 13 persen saham di perusahaan yang dibangunnya sendiri itu.
Pundi-pundinya kini tersisa $67,1 miliar (sekitar Rp964,44 triliun). Namanya dalam lis orang paling berduit Forbes pun langsung merosot ke posisi enam, dari sebelumnya ada di posisi empat di bawah Jeff Bezos, Bill Gates, dan Warren Buffett.
Apa pasal yang menyebabkan saham Facebook terjun bebas? Penyebab utamanya adalah keputusan tiga juta penggunanya di Eropa untuk menutup akun Facebook mereka setelah skandal Cambridge Analytica menguap.
Deaktivasi pengguna itu berpangkal pada aturan perlindungan data yang dikeluarkan Uni Eropa, General Data Protection Regulation (GDPR) pada 25 Mei 2018.
Aturan ini memaksa perusahaan seperti Facebook untuk mengubah sistem keamanan mereka jika ingin terus beroperasi di Kawasan Biru tersebut. Perusahaan teknologi juga harus mengirimkan peringatan maksimal 72 jam kepada pengguna yang terdeteksi datanya disalahgunakan.
Jika tidak, maka akan ada ancaman denda yang bisa dipilih antara maksimal 20 persen dari pendapatan tahunan perusahaan atau $25 juta (sekitar Rp359,91 miliar).
Kendati begitu, Chief Operating Officer (COO) Facebook, Sheryl Sandberg, mengelak bahwa GDPR memengaruhi keuangan perusahaannya.
Selain itu, mengutip CNN Tech, prediksi pendapatan yang jauh meleset untuk kedua kalinya pada tahun ini juga menyumbang pesimisme para pemegang saham.
“Banyak investor yang berada di posisi yang sulit…Efek yang terjadi jauh melampaui semua yang sudah diprediksi,” ucap analis Jefferies & Co, Brent Thill.
Lemahnya kinerja Facebook itu juga didukung oleh pernyataan petingginya sendiri, Chief Financial Officer (CFO) Facebook, David Wehner.
“Total perkembangan revenue kita akan menurun di paruh kedua 2018, dan kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan kami akan turun dengan single digit tinggi menjelang kuartal III,” katanya.
Di luar itu, pada hari yang sama, sebuah kabar tentang delapan petinggi Facebook yang melepas saham gabungan milik mereka dengan total nilai mencapai $3,9 miliar (sekitar Rp56,1 triliun) muncul ke publik.
Bloomberg (h/t InsiderInsights.com) menyebut satu dari delapan petinggi itu adalah Zuckerberg, dengan total patungan saham mencapai 90 persen.
Pengeluaran Facebook belakangan ini memang membengkak. Awal April 2018, Zuckerberg mengumumkan pembukaan 2.000 lowongan pekerjaan baru, mayoritasnya untuk memperbaiki sistem keamanan dan memberangus kabar bohong di media sosial itu.
“Aku sudah pernah bilang, Facebook mengeluarkan biaya yang besar untuk peningkatan keamanan. Hal itu bakal berpengaruh sangat signifikan terhadap keuntungan kita,” kata Zuckerberg.
Seorang analis teknologi, Richard Windsor, menilai kinerja keuangan Facebook ini tidak mengherankan.
“Bisa jadi ini adalah puncak dari daya kembang perusaahaan yang sudah memiliki skala besar,” katanya dalam News.com.au.
Menurut Windsor, sudah saatnya Facebook kembali merekrut “tenaga manusia” untuk menyaring konten-konten tidak pantas yang sulit untuk dilakukan oleh kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI).
Pesimisme lain diungkapkan analis Gerber Kawasaki, Ross Gerber. Menurutnya ini adalah puncak karier dari media sosial. “Aku sudah pernah memperingatkan, dan sekarang ini menjadi kenyataan.”
Di pihak lain, Facebook mengklaim basis penggunanya masih tinggi. Pengguna aktif bulanan Facebook diklaim naik 11 persen menjadi 2,23 juta, jumlah yang tetap berada di bawah prediksi analis, 2,25 juta.

Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...rberg-terpuruk
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Awas, ratusan fintech peminjaman uang ilegal berkeliaran-
Aceh segera punya jalan tol-
Dalil politik uang dalam sidang sengketa Pilkada 2018anasabila memberi reputasi
1
1.6K
2
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•916Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya