Kaskus

News

rinaldikarzaAvatar border
TS
rinaldikarza
BI Kecewa Ekonomi Syariah Indonesia Kalah Saing dengan Negara Mayoritas Non-Muslim
BI Kecewa Ekonomi Syariah Indonesia Kalah Saing dengan Negara Mayoritas Non-Muslim
Ilustrasi

Jakarta – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan keprihatinannya terhadap ekonomi syariah Indonesia. Meski Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, perkembangan ekonomi dan keuangan syariah masih tertinggal dibandingkan negara yang sebagian besar penduduknya non muslim.

Dalam diskusi bertajuk “Indonesia: Pusat Ekonomi Islam Dunia” yang digelar di Jakarta, Rabu (25/7), ia mengaku heran dengan fakta tersebut. Perry lantas memberi contoh kepada Thailand dan Australia. Ia pun mempertanyakan bagaimana bisa ekonomi syariah Indonesia kalah dengan dua negara tersebut.


“Saya pribadi merasa prihatin terhadap perkembangan ekonomi dan keuangan halal di Indonesia. Kok tertinggal jauh dari begitu majunya perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di negara-negara lain,” kata Perry.


Thailand, katanya, telah mampu mengekspor 25 persen kebutuhan bumbu halal global. Lalu Australia menjadi penghasil daging halal terbesar. Bahkan Jepang sudah memiliki restoran halal.

Menurutnya, pengembangan ekonomi dan keuangan halal di Indonesia harus bisa melawan hal itu. Indonesia harus mampu mengatasi tingginya impor berbagai produk barang dan jasa halal.

Perry mencoba memberi penerangan. Ada beberapa kunci sukses yang dapat ditempuh untuk mengembangkan ekonomi halal, sebagaimana telah dilakukan oleh negara-negara lain.

Salah satu kuncinya tentu saja dukungan penuh dari pemerintah dan keberadaan badan khusus yang mengkoordinasikan pengembangan industri syariah.

Selain itu, lanjut Perry, Indonesia juga harus fokus pada keunggulan komparatif dari produk halal Tanah Air. Ia pun memberi contoh keunggulan komparatif produk halal Indonesia itu seperti makanan, busana, pariwisata, dan farmasi.

“Strategi nasionalnya program-program dari seluruh kementerian lembaga tersinergi menjadi usaha bersama,” kata Perry.

Ekonomi Syariah Indonesia Sebenarnya Punya Potensi Besar

Meminjam data State of the Global Islamic Economy 2017-2018, pangsa pasar Muslim terhadap pasar global dari sisi pengeluaran mencapai 11,9 persen pada 2016. Proyeksinya sendiri disinyalir akan meningkat dari sebesar 2.006 miliar dolar AS pada 2016 menjadi 3.081 miliar dolar AS pada 2022.

Jika melihat dari data Comtrade pada 2017, peran ekspor produk halal Indonesia mencapai 21 persen dari total ekspor secara keseluruhan.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pun mengatakan peran ekspor produk halal ini harus dapat ditingkatkan. Salah satu caranya yaitu dengan memaksimalkan pemanfaatan permintaan dari negara tujuan ekspor produk halal.

Selain itu, tentu saja memaksimalkan potensi ekspor ke negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) seperti Mesir dan Uni Emirat Arab.

Ingat juga, rupanya, sertifikasi halal Indonesia belum cukup diakui di dunia. Hal ini tentu saja bisa menghambat laju perusahaan lokal yang ingin berkancah di internasional.

Pemerintah sendiri sudah berupaya memberikan kemudahan. Namun harus diakui bahwa intensitasnya memang perlu ditingkatkan.

Sumber
0
1.7K
23
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
691.6KThread56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.