- Beranda
- Berita Luar Negeri
Tak Diajak Latihan Militer Oleh Amerika, China Ngintip Pakai Kapal Mata-mata
...
TS
wiraprasta333
Tak Diajak Latihan Militer Oleh Amerika, China Ngintip Pakai Kapal Mata-mata
- Angkatan Laut China telah mengirimkan sebuah kapal khusus mata-mata ke Samudra Pasifik di perairan dekat wilayah Hawaii untuk memantau latihan militer yang dipimpin AS.
Latihan militer angkatan laut bersama di pinggiran Samudra Pasifik atau yang lebih dikenal dengan Rimpac merupakan pelatihan angkatan laut internasional terbesar di dunia yang digelar rutin setiap dua tahun sekali selama Juni hingga Juli.
Pada penyelenggaraan tahun 2018 ini, di Mei lalu, AS telah membatalkan undangan untuk China sebagai sanksi atas tindakan militerisasi yang dilakukannya di Laut China Selatan dan telah meningkatkan ketegangan di wilayah itu.
Namun demi tetap mendapatkan informasi terkait pelaksanaan latihan militer, angkatan laut China mengirimkan kapal intelijen kelas Dongdiao, yang juga pernah dikirim untuk mengawasi latihan serupa pada 2014 dan 2016.
Pakar militer China, yang berbasis di Beijing, Li Jie, mengatakan, hampir tidak mungkin untuk mendapatkan informasi melalui saluran komunikasi selama berlangsungnya latihan.
Kendati demikian, tindakan China dengan mengirimkan kapal mata-mata tidak menyalahi aturan internasional, selama kapal tetap menjaga jarak dan berada di wilayah perairan bebas.
Menurut Li, adalah hal yang wajar bila suatu negara mengirim kapal mata-mata atau pengawas untuk memantau latihan militer yang dilakukan negara lain.
"Apa yang dilakukan kapal China adalah tindakan yang legal di bawah hukum internasional, selama dapat menjaga jarak setidaknya 12 mil laut (sekitar 22 kilometer)," kata Li.
Juru bicara Armada Pasifik AS, Kapten Charlie Brown mengatakan, pihaknya telah melaporkan keberadaan kapal pengintai China di jarak 200 mil dari wilayah Hawaii sejak Rabu (11/7/2018).
"Armada Pasifik AS telah memantau keberadaan kapal mata-mata China yang beroperasi di luar sekitar Hawaii, di luar wilayah teritorial laut AS," kata Brown, pada Jumat (13/7/2018), dikutip SCMP.
"Kami hanya berharap kapal tersebut tetap berada di luar wilayah teritorial AS dan tidak mengganggu latihan Rimpac yang sedang berlangsung," tambahnya.
Brown menambahkan, armada AS telah mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan untuk melindungi informasi penting tidak bocor selama berlangsungnya latihan.(*)
http://jateng.tribunnews.com/2018/07...e-dekat-hawaii
Latihan militer angkatan laut bersama di pinggiran Samudra Pasifik atau yang lebih dikenal dengan Rimpac merupakan pelatihan angkatan laut internasional terbesar di dunia yang digelar rutin setiap dua tahun sekali selama Juni hingga Juli.
Pada penyelenggaraan tahun 2018 ini, di Mei lalu, AS telah membatalkan undangan untuk China sebagai sanksi atas tindakan militerisasi yang dilakukannya di Laut China Selatan dan telah meningkatkan ketegangan di wilayah itu.
Namun demi tetap mendapatkan informasi terkait pelaksanaan latihan militer, angkatan laut China mengirimkan kapal intelijen kelas Dongdiao, yang juga pernah dikirim untuk mengawasi latihan serupa pada 2014 dan 2016.
Pakar militer China, yang berbasis di Beijing, Li Jie, mengatakan, hampir tidak mungkin untuk mendapatkan informasi melalui saluran komunikasi selama berlangsungnya latihan.
Kendati demikian, tindakan China dengan mengirimkan kapal mata-mata tidak menyalahi aturan internasional, selama kapal tetap menjaga jarak dan berada di wilayah perairan bebas.
Menurut Li, adalah hal yang wajar bila suatu negara mengirim kapal mata-mata atau pengawas untuk memantau latihan militer yang dilakukan negara lain.
"Apa yang dilakukan kapal China adalah tindakan yang legal di bawah hukum internasional, selama dapat menjaga jarak setidaknya 12 mil laut (sekitar 22 kilometer)," kata Li.
Juru bicara Armada Pasifik AS, Kapten Charlie Brown mengatakan, pihaknya telah melaporkan keberadaan kapal pengintai China di jarak 200 mil dari wilayah Hawaii sejak Rabu (11/7/2018).
"Armada Pasifik AS telah memantau keberadaan kapal mata-mata China yang beroperasi di luar sekitar Hawaii, di luar wilayah teritorial laut AS," kata Brown, pada Jumat (13/7/2018), dikutip SCMP.
"Kami hanya berharap kapal tersebut tetap berada di luar wilayah teritorial AS dan tidak mengganggu latihan Rimpac yang sedang berlangsung," tambahnya.
Brown menambahkan, armada AS telah mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan untuk melindungi informasi penting tidak bocor selama berlangsungnya latihan.(*)
http://jateng.tribunnews.com/2018/07...e-dekat-hawaii
anasabila memberi reputasi
1
1.1K
9
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
82.2KThread•21.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya