Quote:
Bagi sebagian orang, bermain curang dalam sebuah permainan adalah sesuatu yang wajar, terlebih bila permainan tersebut hanya sebatas sebuah mobile game atau permainan yang biasa ada di ponsel.
Namun PUBG Corp. menyikapi kecurangan dengan cara berbeda. Perusahaan pembuat game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) baru-baru ini melaporkan belasan orang kepada aparat Kepolisian Cina karena bermain menggunakan cheat.
Laporan tersebut disikapi oleh Kepolisian Cina pada penangkapan 15 orang pemain PUBG. Menurut laporan yang dirilis Polygon, mereka semua ditangkap pada akhir April 2018 lalu dengan tuduhan, "Membangun dan menjual sebuah program yang memengaruhi PUBG."
Tak main-main, ke-15 orang tersebut juga terancam terkena denda hingga USD 5,1 juta atau sekitar Rp 73,5 miliar (kurs Rp 14.415).
"Rumor terkait adanya program untuk mencurangi permainan dari para pemain di PC ternyata terbukti benar. Dengan menggunakan program ilegal, mereka tak hanya memengaruhi orang lain, tetapi juga bisa membocorkan informasi pribadi," ujar PUBG Corp. dalam pernyataan resminya.
"Kami akan terus melakukan penggerebekan terhadap para pengguna program ilegal sampai pemain kami bisa bertarung dengan adil," pungkasnya.
Sebagai informasi, PUBG merupakan salah satu permainan paling populer saat ini. Menurut data yang dirilis steamcharts.com, rata-rata pemain PUBG dari seluruh dunia pada bulan Juni 2018 mencapai angka 800.668,2 orang.
Jumlah rata-rata tertinggi terdapat di bulan Januari 2018. Menurut situs yang sama, PUBG rata-rata dimainkan oleh 1.584.886,8 orang di seluruh belahan dunia.
SUMBER
Curang di game aja dendanya 70 miliar lebih + masuk penjara...
