- Beranda
- Berita dan Politik
Anjuran Prabowo agar Masyarakat Menerima Suap, Merusak Pemilu Bersih
...
TS
rinaldikarza
Anjuran Prabowo agar Masyarakat Menerima Suap, Merusak Pemilu Bersih

Anjuran Prabowo Subianto Merusak Pemilu Bersih(Foto: istimewa)
Jakarta – Anjuran Prabowo Subianto agar masyarakat mau menerima suap berupa uang atau sembako pada Pilkada Serentak mendatang, menjadi kontroversi di masyarakat. Sejumlah pihak sangat menyayangkan hal ini apalagi dikemukakan oleh seorang ketua umum partai politik.
Bahkan anjuran Prabowo ini dinilai sangatlah tidak mendidik dan bahkan telah ada aturan hukumnya bagi penerima maupun pemberi akan dikenakan pidana. Penilaian ini disampaikan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Sunanto Minggu (24/6/2018).
“Tidak mencerdaskan. Apalagi ada aturan yang tidak memperbolehkan, bahkan bisa dikenai sanksi pidana,” papar Sunanto.
Sunanto lebih lanjut menilai bahwa anjuran Prabowo itu dapat merusak sendi-sendi demokrasi yang tengah diupayakan saat ini. Selain itu anjuran tersebut juga dapat mengotori niali-nilai dan tatatan dalam upaya mewujudkan pemilu bersih dari politik uang yang tengah dicanangkan.
Dengan tegas Sunanto menyebutkan bahwa hal itu juga telah dilarang dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Dimana dalam beleidnya, orang yang terlibat politik uang, baik pemberi atau penerima suap dapat dikenai sanksi pidana maksimal lima tahun penjara.
Anjuran Prabowo Blunder Politik
Lebih lanjut Sunanto menyampaikan bahwa anjuran Prabowo agar masyarakat menerima suap pada pilkada mendatang merupakan blunder politik. Menurut Sunanto harusnya Prabowo menyarankan agar masyarakat lebih cerdas dan selektif dalam menentukan pilihan berdasarkan visi misi program calon. Bukannya malah menganjurkan menerima pemberian suap. “Itu yang seharusnya dilakukan oleh politikus sekelas Pak Prabowo,” ujarnya.
Sebelumnya anjuran Prabowo ini disampaikan pada akun Facebook pribadinya pada Kamis (21/6/2018) lalu. Saat itu ia menganjurkan agar warga menerima jika ada yang menyuap dengan memberikan sembilan bahan pokok atau uang menjelang pemilihan kepala daerah. Menurut dia, sembako atau uang suap itu pada dasarnya adalah hak rakyat.
Prabowo juga meyakini uang yang digunakan untuk menyuap adalah uang haram yang diambil dari hak masyarakat Indonesia. “Tidak mungkin uang itu uang halal, tidak mungkin, mustahil. Itu pasti berasal dari uang bangsa Indonesia. Karena itu saya anjurkan kalau rakyat dibagi sembako, diberi uang terima saja karena itu hak rakyat,” kata Ketum Partai Gerindra ini.
Kendati menganjurkan masyarakat menerima suap, Prabowo mengimbau masyarakat tak terpengaruh dalam memilih kandidat. Prabowo juga mengatakan, dia dan partainya tak bisa menyuap lantaran tak punya uang.
Sumber
0
2.2K
23
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.8KThread•59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya