- Beranda
- Beritagar.id
Menimbang untung rugi integrasi tarif tol JORR
...
TS
BeritagarID
Menimbang untung rugi integrasi tarif tol JORR

Ilustrasi foto ribuan kendaraan melewati ruas Tol Dalam Kota di Jakarta, Jumat (8/6/2018).
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menetapkan penyatuan tarif tol luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang akan mulai berlaku pada 20 Juni 2018 mendatang.
Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri PUPR No. 382/KPTS/M/2018 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor, Tarif, dan Sistem Pengumpulan Tol Secara Integrasi pada Jalan Tol JORR.
Kementerian Perhubungan menerangkan kenaikan tarif tol JORR merupakan konsekuensi dari usaha pemerintah mengurangi kepadatan kendaraan. Selama ini kepadatan kendaraan terjadi karena tol JORR dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang berbeda-beda sehingga masing-masing ruas tol memiliki gerbang pembayaran.
Dengan integrasi ini, pengguna jarak jauh akan menikmati keuntungan karena akan mendapatkan harga murah. Sebelumnya jika melewati tol JORR dan akses Tanjung Priok akan dikenakan dua kali bayar. Perinciannya; Tol JORR sekitar Rp9.500 dan akses Tanjung Priok sebesar Rp15 ribu. Namun, kini hanya satu tarif--Rp 15 ribu.
Akan tetapi, pengguna jalur pendek seperti JORR W2 Utara rute Kebon Jeruk-Ulunami, akan mengalami kerugian. Alasannya, dulu hanya membayar Rp9.500, tapi nanti setelah diintegrasikan harus membayar Rp15 ribu.
Adapun seksi yang diberlakukan integrasi pada Jalan Tol JORR meliputi Seksi W1 (Penjaringan-Kebon Jeruk), Seksi W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami), Seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang), Seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini) dan Seksi E1 (Taman Mini-Cikunir).
Lalu Seksi E2 (Cikunir-Cakung), Seksi E3 (Cakung-Rorotan), Jalan Tol Akses Tanjung Priok Seksi E-1, E-2, E-2A, NS (Rorotan-Kebon Bawang), dan Jalan Tol Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami.
Dengan adanya sistem integrasi, maka PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku operator jalan tol menghapus lima gerbang tol. Yaitu GT Meruya Utama, GT Meruya Utama 1, GT Semper Utama, GT Rorotan, dan GT Pondok Ranji dengan harapan tidak ada lagi kemacetan di tengah ruas tol.
"Jadi semisal masuk jalan tol banyak kemacetan di gerbang tengah, nah sekarang Meruya itu dilepas, tidak ada lagi gerbang di tengah tol yang biasa ada kepadatan," ujar AVP Corporate Communication Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso kepada Beritagar.id, Senin (18/6/2018).
Sebelum dilakukan integrasi sistem transaksi, pengguna Jalan Tol JORR seksi W1, W2U, W2S, S, E1, E2, E3, ATP (SS Penjaringan hingga Kebon Bawang) dan Jalan Tol Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami yang melakukan perjalanan menuju Simpang Susun Penjaringan dan Kebon Bawang maupun arah sebaliknya harus melakukan transaksi sebanyak dua kali.
Mekanisme transaksi tersebut dinilai tidak praktis dan menyebabkan antrean kendaraan, terutama pada gerbang tol yang berada di jalur utama seperti Gerbang Tol Meruya Utama, Gerbang Tol Meruya Utama 1, Gerbang Tol Semper Utama dan Gerbang Tol Rorotan.
Dengan penerapan integrasi sistem transaksi di Ruas Jalan Tol JORR seksi W1, W2U, W2S, S, E1, E2, E3, ATP dan Jalan Tol Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami, maka akan terdapat titik transaksi baru yaitu pada akses masuk Bintaro Viaduct yang mengarah ke Bintaro dan tidak terdapat transaksi pada beberapa gerbang tol sebagai berikut : GT Meruya Utama, GT Meruya Utama 1 3. GT Semper Utama 4. GT Rorotan 5. GT Pondok Ranji (Sayap menuju Bintaro).
“Dengan integrasi sistem transaksi di Ruas Jalan Tol JORR seksi W1, W2U, W2S, S, E1, E2, E3, ATP tersebut, pengguna jalan tol yang melakukan perjalanan menuju SS Penjaringan dan Kebon Bawang maupun arah sebaliknya hanya perlu melakukan transaksi sebanyak satu kali,” ujar Heru.
Dengan demikian, integrasi ini bisa menekan tingkat kepadatan kendaraan di tol tersebut, khususnya di gerbang-gerbang pembayaran antarruas di JORR.
Heru mengatakan, selama ini JORR memiliki sejumlah ruas tol yang dikelola oleh BUJT berbeda. Padahal agar tidak ada hambatan di gerbang tol masing-masing ruas yang menyebabkan kemacetan, JORR harus dibuat terintegrasi.
Berdasarkan pengalaman integrasi pada tol Tangerang dan Jagorawi, kepadatan kendaraan di kedua tol tersebut menurun hingga 25 persen. Hal ini juga diharapkan bisa terjadi pascaintegrasi JORR.
"Pasti turun antara 15 persen-25 persen, untuk jarak-jarak dekat. Berdasarkan sejarah untuk Tangerang dan Jagorawi, jarak-jarak dekat biasanya turun 15 persen-25 persen. Nah kita harapkan yang turun ini pindah ke angkutan umum supaya tol-nya tetap lancar," tandas dia.

Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...tarif-tol-jorr
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Angka kecelakaan mudik turun 29 persen-
Vonis penjara terlama aktivis pro-kemerdekaan Hong Kong-
Uang beredar meningkat inflasi belum tentu naikanasabila memberi reputasi
1
1.6K
4
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•916Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya